Awal Siksa Menjadi Cinta

Awal Siksa Menjadi Cinta
ibu


__ADS_3

banyak benda berharga di dunia ini, tapi tak ada yang bisa menandingi berharganya engkau dihatiku ibu, karna dirimu adalh lilin yang rela redup dan mati hanya untuku putrimu



hari ini adalah hari peringatan kematian ibu 14 Oktober 2015 silam " gumanya dalam hati


" hari dimana aku juga terlahir ke dunia ini " tambahnya


ia masih saja menyusuri jalan setapak, selangkah demi selangkah ia jalani, hari semakin sore matahari pun sudah pulang karena lelah menyinari bumi seharian ini namun cahanya masih sedikit tertinggal hinga bisa dilihat mata


flasback


*


*


*


" ibuuuu " ucap seorang gadis berumur 16 tahun itu, gadis sudah memasuki remaja namun sifatnya yang masih seperti kekanakan yang polos


gadis itu membuka pintu rumah dengan semangat, berlari mendekati ibunya yang sedang memasak di dapur untuk makan siang mereka berdua


" ada apa sayang?? ucap wanita itu seketika dirinya menghentikan pekerjaanya dan memeluk putrinya itu


tak lupa juga kecupan ia sematkan di pipi putri tercintanya itu, mulai dari kedua kelopak matanya, turun ke hidung hinga di kedua pipi kanan dan kiri tak lupa ia beri kecupan


" kenapa putri ibu begitu gembira sekali hari ini ? coba katakan pada ibu, apa ada hal baik hari ini ??" ucap wanita itu berjongkok mensejajarkan tubuh mereka, menyampingkan rambut anggel ke belakangan telinganya kemudian mengecup pipinya dengan lembut lagi dan lagi


" ibuuu "


" besok adalah hari kenaikan kelasku dan kata guru besok kita harus ke sekolah, karena anggel mendapat juara satu di sekolah bu " ucapnya kegirangan tak lupa senyum manis ia berikan pada ibunya


" wah,, benarkah??


" anak ibu memang pintar " ibu angel yang bernama tania itu kembali mengecup pundak kepalanya dan memberi jempol bahwa dirinya bangga memiliki seorang putri yang sangat pintar, tak terlepas dari sikap baik, dermawan, suka membantu dan polos itu


" jadi besok ibu akan datang ??


" yakan""??


" iya sayang, ibu akan datang ke sekolahmu besok, dan melihat putri ibu dengan bangga "


" bagaimana dengan ayah, apakah dia tidak ikut??


" anggel berharap bahwa ayah juga ikut "


" maaf sayang ayah tidak bisa ikut, karena ayah punya urusan kantor "


" jangan bersedih begitu, kau harus jadi gadis yang kuat seperti yang selalu ibu bilang tidak boleh menangis apalagi cemberut " ucap Ibu anggel yang sudah merasakan bahwa putri semata wayangnya itu sudah memoyongkan mukanya. terlihat jelas bahwa wajahnya ia tekuk, menyembunyikan rasa pedih dan kecewa agar tak dilihat siapapun


" tapi ibu " angel menaikan kepalanya lagi menatap lekat mata coklat berbentuk hazel khas ibunya itu dengan dalam "


" sutttt " ibunya angel mengulurkan tangganya ke bibir angel memaksa gadis kecil itu berhenti bicara, kemudian tambahnya lagi


" angell " ucapnya lembut


" nak kita sebagai manusia tidak boleh egois kepada sesama, apalgi kepada ayahmu sendiriii, karena ayah juga capek bekerja, bukankah angel menyayangi ayah?? tannya nya


" ya anggel menyanyanginya " ucapnya sedikit memberikan senyum yang walau


dipaksa karena masih merasa kecewa

__ADS_1


" nah, jika anggel menyanyangi ayah, angel tidak boleh egois kepada ayah, dan memberikan waktu untuk ayah mengerjakan tugasnya, setelah tugas ayah selesai ayah pasti akan pulang, dan kita akan berkumpul bersama², makan bersama semua bersama , oke " wanita itu memberi semangat kepada putrinya yang memang masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ayah. karena pekerjaan yang harus dikerjakan membuat waktu bersama keluarganya menjadi berkurang.


*


*


*


setelah percakapan mereka berdua, mereka memutuskan untuk makan bersama di meja makan


" ibu?? angel memangil ibunya yang sedang asik mengunyah sayur bayam yang baru saja ia masukan ke dlam mulutnya


" ya sayang ada apa ??


" ibu??


" apakah ibu ingat besok ?? tanya angel dengan sangat antusias


" ada apa dengan hari esok?? tanyanya kembali. pura² tidak tau dan kembali mengunyah sayur bayamnya, menungu jawaban dari putri kecilnya itu


" ibuuuu, besok adlah jari ulang tahunku bu, masak ibu tidak mengingatnya "


angel meletakkan sendok garpunya, membuat bunyi yang terasa sekali di telinga


" hahha, putri ibu jangan merajuk dong, ibu hanya pura², mana mungkin ibu lupa, besok kan hari ulang tahun putri ibu ,


jadi ibumu ini tidak akan lupa " tania mengelus kepala angel dengan lembut, penuh kasih dan sayang


" jadi jika besok adalh hari ulangtahunmu kau mau apa??


" apa??


" jika aku meminta kado pada ibu apakah ibu akan memberikannya padaku?? angell bertanya dengan mata yang berbinar


penurut dan selalu membangakaan ibu, juga sebagai kado ulang tahunmu pastinya" tania mencolek sedikit hidung mancung gadis itu, sesekali mencubit pipi cubinya


" aku hanya minta, ibu memberi aku kejutan untukku hari esok "


" kejutan??


" kejutan bagaimana yang kau mau??


" ibu akan memberikanya dan pasti akan melakukan yang terbaik untukmu "


" ibuuuu, jika namanya kejutan, ibu


berpikir sendiri agar aku terkejut, bukan bertanya padaku ibuu " rengek angel yang* tambah kesal karena ibunya berhasil berkali-kali mengerjainya


" *hahaha, baikalh² anak ibu tersayang besok ibu akan memberikan yang paling terkesan dan ibu jamin kau akan terkejut " wanita itu memberikan senyuman manisnya, lesung pipi yang manis juga ia berikan kepada putrinya itu


" terimaksih ibuu, kau memang terbaik, aku sangat mencintaimu ibuu "


" Sama² sayang, ibu juga sangat mencintaimu "tania mengecup pipi angel dengan lembut kemudian membereskan piring yang sudah berserakan diatas meja dapur dan langsung mencucinya**


*


*


*


*

__ADS_1


" ibu tak kusangka bahwa kejutan terbesar yang kau beri pada hari ulang tahunku adalah kepergianmu yang mendadak dan sampai akhir ini belum bisa kuterima " ucap angel, dirinya menatap matahari yang sudah sepenuhnya tengelam namun hari ini masih saja terang, dirinya memilih hari saat matahari mulai tengelam karena ibunya sangat menyukai matahari terbenam


*


*


*


*


pagi sudah tiba, hari ini adalh hari kenaikan kelas anggel, sedari tadi ibunya sudah mengoceh dan mengoceh karena dirinya telat bangun


" angelllll, bangun sayang kau harus kesekolah " tania membuka gorden berwarna biru langit yang menjuntai ke bawah lantai


" cepat bangun, lihatlah matahari" tania menunjuk jari telunjuknya keluar menunjuk matahari pagi


" sudah sangat terang dan, apa yang kau lakukan, masih tidur di ranjang??


" ayo angel bangun " ibu angel menarik selimut putrinya itu dan mulai merapikan kamar yang berantakan akibat ulah putrinya semalam yang begadang belajar, satu kebiasaanya tak pernah lupa untuk belajar


" sebentar lagi bu " kembali menarik selimut yang sudah dilipat rapi, melihat selimut yang sudah ditata rapi di berantaki lagi membuat tania beranjak dari tempatnya dan berjalan kearah angel


" angel kenapa selimutnya ditarik kembali nak? ?


" ayo bangun, kalo kau masih tidur akan telat ke sekolahnya angel, ibu juga akan telat bekerja dan akan telat ke sekolahmu " tuturnya lembut, kembali menarik selimut ulang dan melipatnya lagi


" baiklah ibu aku akan bersiap dan berangkat ke sekolah " angel turun dari tempat tidur, berjalan sempoyongan dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,


meningalkan ibunya yang masih melongo menatap kelakuan anaknya itu


" nah begitu dong kan anak ibu pintar " ucapnya


*


*


*


* pulang sekolah


sudah hampir setengah jam angel menungu di depan gerbang sekolah, acara kenaikan kelas sudah selesai namun orang yang ditungunya belum datang juga


" ibu jahat "


" ibu tidak menepati janji " angel menghentakan sepatunya ke tanah kesal karena ibunya belum datang juga


45 menit.


55 menit.


1 jam.


"ibu pembohong, semalam ibu sudah berjanji memberi kejutan tapi ini sudah 1 jam lebih " angel melihat jam tanganya yang terlingkar di tangan kirinya


lebih 1 jam setengah anggel menungu ibunya namun belum juga ada tanda² sosok wanita yang paling dikaguminya itu hingga dirinya memutuskan untuk pulang kerumah dengan berjalan kaki


setetes demi setetes air mata keluar dari airmatanya, hingga akhirny membasahi pipinya. dirinya terus berjalan, secercak kecewa timbul dihatinya, kekecewaan karena orang yang dia sayang tak muncul dan mengingkari janjinya


" ibu jahat "


" ayah juga jahat " hanya kata² itu yang terucap selama perjalanan angel menuju rumah

__ADS_1


jangan lupa klik like dan koment ya, biar aku tambah semangat dlam menulis novel awal siksa menjadi cinta🥰*


__ADS_2