Awal Siksa Menjadi Cinta

Awal Siksa Menjadi Cinta
sakit kepala


__ADS_3

" awww " seru Alex berjalan, saat ini kepalanya sangat sakit, ia mencoba memapah kakinya sendiri, menyeretnya agar bisa berjalan seperti orang normal


"jika aku tau sakitnya mabuk akan seperti ini, lebih baik aku ikut pulang bersama li saja tdi, apa lagi anak cecunguk itu tak menepati janjinya menelpon Gerald untuk menjemputku pulang ke rumah "


" aku tak mungkin pulang sendiri dengan keadaan mabuk seperti ini, apalagi kepalaku sangat sakit, seakan mau pecah " batin Alex karena sedari tadi kepalanya memang sekaan mau pecah, ia sesekali mengurut pelipis kepalanya untuk meredakan sedikit rasa sakitnya


***


Alex menekan pin pintu kamarnya, untuk hari ini ia sudah memustuskan untuk menyewa kamar khusus untuknya beristirahat malam ini, ia juga sudah memesan teh pereda rasa sakit


***


" ngel " pangil seseorang membuyarkan lamuanan angel


" kau melamun lagi?? tanya valent yang menghampiri angel yang sedari tadi hanya melamun tak jelas


" tidak, aku tidak melamun " sangahnya


" apa nya kau tidak melamun, sedari tadi kau bekerja tidak dengan baik, bahkan membuat beberpa pelanganganku marah padaku Dan meninglkana barku " celoteh valent kepada angelika


" maaf ya lent, aku memang kurang konsentrasi dari tadi " ucapnya sendu menyadari kesalahan yang dibuatnya berulang kali hari ini

__ADS_1


" iya, iya aku memaafkanmu tapi untuk kali ini saja, tidak ada hari berikutnya, aku tau jika pekerjaan ini bukanlah fassionmu tapi setidaknya bekerjalah secara professional" tegas valent menatap ke arah lawan bicara nya


" baik bos "


" baiklah sekarang antar teh ini ke kamar 219, ada yang meminta teh untuk pereda sakit kepala " valent memberikan nampan biru berisi segelas es teh berwarna merah kecoklatan dengan rempah2 yang masih sedikit belum tersaring didalmnya


" kenapa aku yang harus memberinya??


" inikan bukan tugasku lent??


" tugaskukan hanya dibagian kasir Dan pemesanan pelangan bukan mengantarkan minumannya pelangan ?? tanya angel penasaran


" baiklah akan ku antarkan sekarang juga " angel keluar dari tempatnya, Dan mulai berjalan menjauh dari pandangan valent, satu demi satu tangga ia naiiki untuk mencapai tujuanya yaitu kamar nomor 219 yang valent katakan tadi.


**


sesampaainya di kamar nomor 219, angel mengetuk pintu, kamar itu terbuka sedikit dari luar bisa dilihat kasur size king berwarna putih, semua berwarna putih polos baik dari bantal, selimut bahkan kasurnya pun berwarna sama, ditambah bunga kayu sebagai hiasan diidindingnya, Sederhana


" maaf tuan apakah ada orang didalam??


" saya membawakan pesanan teh pereda sakit kepala yang anda minta " angel masih mengetuk pintu karena tidak ada sahutan dari dalam

__ADS_1


" apakah ada orang didalam " angel kembali bersuara ia sedikit mendongakaan kepalanya melihat keadaan di dalam kamar karena memang pintunya sedikit terbuka


" siapa kau?? tanya alex dengan suaranya bariton khasnya ia baru saja keluar dari kamar mandi, rambutnya yang masih basah dan dada bidangya yang sixpack seakan sangat mengoda untuk di sentuh


" maaf Tuan " angel membungkukan badanya beberapa kali tanda bahwa ia menyesal


"saya lancang masuk ke kamar anda, tapi sedari tadi saya mengetuk pintu dari luar tapi tidak ada sahutan dari dalam, saya hanya ingin membawa pesanan es teh pereda sakit yang anda minta tadi " ucapnya gelgapan karena takut, menunjukkan nampan yang ia pegang saat ini


" kemarikan agar aku minum " Alex menyuruh angel untuk mendekat


" apakah kau pelayan di bar ini?? tanyanya


" ya saya pelayan di bar ini tuan "


" apakah bar kecil ini tidak memiliki handuk untuk dipakai oleh pengunjung seperti saya??


tanya Alex sinis dan meminum habis tehnya


" maaf atas kesalahan kami Tuan saya akan ambil handuk nya sekarang juga " angel membungkukan badanya dan berlari kecil ke arah luar


jangan lupa y untuk like dan koment agar author semmagat dalam menulis danenghibur kaliannn, maaf jika ada kesalahan dalam menulisku😍😍

__ADS_1


__ADS_2