
agelika berjalan Dan terus berjalan, bahkan saat ini ia sudah seperti pengemis dengan baju yang lusuh, dengan telpak kaki yang tak beralas, tanganya yang berdarah, sedih itu pasti dirasakan, marah sudah pasti, benci apa lagi tak usah di tanya, kecewa sudah sangat dalam ia rasakan saat ini
" huh "
ia menghela napas
" sedari tadi aku sudah berjalan seperti orang gila, bahkan sekarang sudah jam 20:00, aku tak tau harus kemana "
" ke rumah sakit melihat ayah?? aku malu menjenguk ayah dengan keadaan seperti ini
angelika berdiri di jalan pandanganya ke depan tapin tatapannya kosong, melihat
pengendara mobil yang berlalu lalang sedari tadi, tak tau mau kemana, bahkan sebutir nasi pun belum masuk kedalam perutnya hari ini
" tapi mengapa rasa lapar bahkan tdak aku rasakan sedikitpun??
hanya rasa sakit yang mengerogoti tubuh ku, rasa sakit disaat aku dihinati oleh mama tiriku yang selama ini aku anggap baik ternyata sebailiknya, rasa malu melihat keaadnku yang seperti ini, rasa marah yang terkubur dlam hati karena aku disusir dari rumahku dan bodohnya aku tak bisa berbuat apa2, Dan yang paling menyakitkan rasa sakit yang kembali menusuk hatiku bahwa saat ini aku menyadari bahwa aku sendirian menghadapi dunia ini"
ia terus melihat ke depan dengan tatapan kosong, sesekali airmatnya turun membasahi pipinya tanpa ia pinta, menunjukan betapa rapuhnya Dan lemahnya wanita itu saat ini
__ADS_1
****
" **angellll kemarilah nak "
suara merdu nan lembut itu memangil namamya
"ya ibu, aku datang "
ucap sesorang gadis kecil berumur 15 tahun itu, ia berlari kecil menghampiri ibunya yang sedang menrajut syall yang ia janjikan
" ada apa ibu??
" nah, lihatlah sudah selesai "
ucapnya Dan mengangkat syal berwarna biru langit itu, warna kesukaan putri kesayanganya itu, warna yang tidak mencolok tapi memiliki kesan yang menenangkan sangat sama dengan angelika yang polos Dan juga memiliki sifat menenangkan
" apakah itu untukku ibu??
angelika mengagankat jari telunjuknya menunjuk syal yang diangkat oleh ibunya
__ADS_1
" ya sayang lihatlah sudah jadi, apa kau menyukainya?? " ucapnya menyerahkan syall itu kepada putrinya itu dengan penuh senyuman yang mengembang
" ya ibu aku sangat menyukainya, ini cantik sekali ibu, sama sepertimu, apa lagi ini buatan tanganmu ibu, aku sangat menyukainya aku akan menjaga Dan merawatnya dengan penuh kasih sayang seperti ibu merawatku " angelika mendekap syall itu Dan berkata dengan semangat yang mengebu gebu, menunjukan bahwa ia sangat menyukainya, bahkan ia tak berhenti tersenyum sedari tadi
" baiklh, ibu percaya kau akan menjagnya, tapi ibu juga membuat emot tersenyum disini, ucapnya dan menunjuk emotion yang sudah ia rajut "
" ini adalh simbol bahwa kau adalah anak yang kuat Dan akan tersenyum sampai kapan pun, karena kau adalah anak yang kuat seperti batu kadang dilaut, Dan kau juga gadis ibu yang setegar pohon kelapa, jadi kau tidak akan mudah menangis di kemudian hari "
" benarkah ibu??
" ya* "
" baiklah ibu aku aku seperti emoticon yang kau rajut, aku akan setegar batu karang Dan sekuat pohon kelapa* "
*****
tapi kenyataanya aku tak setegar batu karang, aku juga tak sekuat pohon kelapa, aku hanya seorang Gadis yang lemah Dan tak bisa apa2 " angelika berucap pelan matanya sesekali mengelurakan air mata, bahkan sekarang matanya sudah mengecil karena Sedaritadi tak berhenti menangis, dinginya angin malam tak ia rasakan lagi, seakan seluruh tubuhnya sudah mati rasa karena sakit yang sangat mendalam sudah terlalu menancap di hatinya
jangan lupa ya klik like Dan koment nya biar aku lebih semnagt dlm menulis Dan mengibur kalian semuašā¤, maaf jika ada kesalahan dalam menulis kuš„°š„°
__ADS_1