
seberapa keraspun kamu mencoba untuk terlihat kuat, ingatlah suatu saat sisi lemahmu akan terlihat juga, karena yang namanya manusia tidak ada yang sempurna
ruang kerja
alex duduk di kursi ruang kerjanya, ruangan yang terbuat dari kayu itu dichat sedemikian rupa dengan warna senada dengan warna pohon kayu, alex memang dari dulu sangat menyukai apapaun yang berkaitan dengan alam apalagi pepohonan, ia meletakan kakinya diatas meja
ia menggoyangkan pena yang berada diatas jarinya
sudah 2 hari ini alex terus memikirkan wanita di bar golden kemarin, pikiranya terus berperang kenapa dirinya bisa kebablasan, dan siapa sebenarnya wanita itu, sudah ia suruh seketarisnya yaitu li untuk menyelidiki wanita yang ia jumpai di bar itu namun dirinya belum menerima kabar apapaun
" tok² " terdengar pintu ruangan diketok oleh seseorang dari luar
" masuklah li " ucap
Rey yang masih nyaman dengan keadaan saat ini
li masuk kedalam ruangan dengan Sopan, langkahnya tegak dengan dokumen yang tebal berada di gengamanya, li melangkah mendekati tempat tuanya saat ini
" selamat siang tuan muda " li
membungkukkan kepalanya dengan hormat
" hem "
alex berucap tanpa melirik lawan bicaranya itu, pandangannya ke arah samping menghadap ke jendela
menatap ke luar betapa indahnya hari ini dengan awan biru, matahari bersinar terang ditambah kicauan burung yang merdu gumamnya
" ini berkas yang tuan minta " li memberikan kertas ² yang ia bawa dari luar tadi
" ini adalh dokumen yang kuminta?? alex mendongakan kepalanya bertanya kepada li kemudian membuka lembaran² dokumen yang diberikan oleh li kepadanya terlihat foto angel di sana
" ya tuan muda, ini semua informasi tentang wanita yang tuan suruh untuk saya selidiki, semuanya sudah saya isi dengan lengkap "
" baiklah, aku akan mengeceknya sekarang juga , pulanglah kau pasti lelah jadi untuk hari ini aku mengizinkanmu pulang ke apartemenmu, istirahatlah kau sudah bekerja dengan baik " alex mengambil semua dokumen yang diberi li kepadanya, tak lupa laptop juga ia bawa, kemudian ia menepuk pelan pundak li
" tapi tuan muda sekarang masih jam kerjaku, jam pulangkuasih lama jadi aku masih harus bekerja dan melayani tuan muda "
" li pulanglah kau sudah bekerja keras "
" tapi tuan muda, pekerjaan kantor juga masih banyak aku harus mengecek kinerja karyawan dan peningkatan kualitas perusahaan tuan muda " li mencoba untuk membantah
" aku tidak suka jika seseorang berani menentang perkataanku dan aku tidak suka mengulang kata²ku" ucap alex penuh penekanan dan langsung berbalik badan
" baik tuan muda, saya akan pulang dan istirahat, jika tuan membutuhkan saya hubungi saya saja akan datang " libungkukan badanya hormat
" hem " selesai berkata alex meninglkanan ruang kerjanya, berjalan ke arah barat, melewati lorong² besar rumahnya yang bagaikan istana itu, setelah berjalan sekitar 10 menitan sampaialah alex di sebuah taman yang besar, kemudian ia duduk di atas kursi dan meletakan semua dokumenya diatas meja
selembar demi selembar dibukanya dokumenter itu, kembali ia lihat foto angel yang terpampang jelas
__ADS_1
" hem "
" Angelika hailey?? nama yang bagus
" lulusan universiti hardfard " lumayan
jadi wanita itu lulusan hardfard ya?? jika benar, seharusnya dia pintar tapi mengapa bekerja di bar seperti wanita murahan yang kekurangan?? selesai melihat data diri angel alex mengambil rekaman yang terletak tak jauh dari tanganya, dia mengambil flashdisk dan memasukannya kedalam laptopnya
" 1 menit " keadaan bar masih seperti biasa, dipenuhi banyak orang² yang sedang minum dan menari
" 3 menit " keadaan juga masih sama
" 4 menit " terlihat dari layar seorang gadis tua masuk kedalam bar, ia dikawal oleh 2 orang berbaju hitam, mendekati meja tempat angel bekerja, sedikit mengodanya namun angele mencoba menolak, karena dirinya terus² ditolak laki² itu mulai marah dan mulai mencari pemilik bar
" 7 menit kemudian " valent mendekati meja kerja angel, membawa nampan biru di tanganya berisikan teh, angel disuruh untuk mengantarkan teh tersebut keatas namun sialnya angel salh mendengar no kamar yang diucapkan valent hingga ia terjebak masalah
" jadi begitukah ??
" aku dan wanita ini dijebak oleh pemilik bar tesebut " alex mendobrak meja dengan kedua tangannya, dirinya sangat marah, bisa² nya ka dipermainkan
" dasar aku tak akan mengampuninya akan kubuat dirinya menderita, seakan hidup segan mati tak mau " ucapnya
" kring gggg " bunyi ponsel, alex mengambil ponsel yang terletak di saku celananya lalu
" halo " ucapnya masih kesal
" alex "
mendengar suara lembut dari sebrang sana, suara yang selalu ia rindukan, suara yang selama ini ia cari, dan sekarang
" alex " tambahnya lagi
" kau masih disana??
" oliv?? bibirnya kelu
" apakah itu kau??
" ya ini aku "
" ini oliv "
" oh, ada apa?? suara itu terdengar lembut sekali, entah kenapa walaupun mencoba berbicara kasar, marah namun keadaan selalu menyuruhnya untuk lembut kepada waniita itu
kau sudah menghinatiku, kau meninggalkanku tapi entah kenapa hati ini masih berkata kembalilah ke sisiku, kembalilah ke pelukanku dan aku akan memelukmu juga aku kan memaafkanmu dan kita akn mulai dari awal lagi
" tidak, aku hanya merindukanmu, bagaimna kabarmu??
" kabarku, aku baik, bagaimana denganmu??
" aku juga baik "
__ADS_1
" syukurlah "
" lex??
" hem "
" aku akan menikah "
" duggggg " dengan jantung alex berdetak cepat, seluruh tubuhnya sekan berhenti dialiri darah
" a.ppa... ??
" kau akan menikah??
" apakah itu benar?? tanyanya butuh kepastian
" ya " hanya dua kata itu namun semuanya terasa jelas
" baiklah, menikahlah dan hidup bahagia " alex menutup telponya, tanganya mengengam erat benda pilih itu hinga pecah, sedikit bercak darah keluar dari kulit tanganya karena tergores kaca ponselnya dan kemudian membantingnya asal, rasa marah mengegelegar di otaknya, tak ia sangka wanita yang ia sayang tega padanya
" baru saja kau bilanh merindukanku, tapi sekarang kau bilang kau akan menikah ???
" terserah kau saja, aku muak aku tak akan pernah mencintaimu lagi "
" sudah cukup ", tapi mengapa hatiku tak bisa berhenti mencintaimu, bahkan sekarang lebih besar
" ahgggggg, aku benci cinta, aku benci "
alex menarik rambutnya kasar, menendang setiap barang yang di tangkap matanya , beberapa pelayan rumah ketakutan dan langsung lari terbirit-birit melihat kelakuan majikannya itu
takut jika tuan muda mereka melihat mereka, akan kena masalah dan berakhir dipecat atau bisa lebih
*
*
*
tak jauh di sana setelah alex menutup teleponya
seorang wanita sedang tidur diatas ranjang, seluruh badanya lemah dan pucat, berbagai selang menempel di badanya, ia ditemani oleh keluarga tercinta yang menemaninya setiap hari melawan penyakit mematikan ini
" maaf lex, maaf " aku tak bisa memberitahumu keadaanku sekarang, aku takut diriku tak bisa bertahan hidup dan hanya bisa membuatmu kecewa dan menangis lagi "
oliv mengedipkan matanya, setetes air mata turun menjelajah pipi putihnya
" aku selalu saja merepotkanmu, tapi untuk kali ini aku tak ingin merepotkanmu, walau aku tau lex, semuanya akn berubah suatu hari nanti
" aku hanya ingin kau tau, aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku, lebih dari yang kau tau, maafkan aku jika aku aku membuatmu membenciku ''
jika aku bisa egois, dan aku akan memilih egois, jika aku sembuh dari penyakit mematikan ini dan diberi waktu hidup aku akan mencintaimu dan menjadikanmu sepenuhnya menjadi milikku hanya milikku seorang " oliv menutup matanya, badanya drop seluruh keluarga ketakutan, mamanya menangis histeris, sesaat kemudian dokter datang ditemani beberpa suster, kemudian mereka mendorong tempat tidur oliv dan membawanya ke ruang operasi untuk di tindak lanjuti
__ADS_1
jangan lupa ya klik like dan komentya, biar author makin sangat dalm menulis novel awal siksa menjadi cinta 😍😍