AZMORA NATURAL WORLD

AZMORA NATURAL WORLD
Tak Terduga


__ADS_3

Ares di tatap bersama ketujuh Sahabatnya beserta Agler. Wajah Ares nampak pucat dan lemah.


Ayara menundukkan kepalanya dengan sendu, "aku harap Ares bangun."


"Ayara, kita bisa membuat Ares terbangun, kalau kita sudah melenyapkan Penyihir itu dari alam ini." ucap Rachel lirih


"Tak semudah itu melenyapkan Evilen dari alam ini. Dia terlalu kuat untuk di kalahkan. Apalagi sekarang Kakakku sudah berubah menjadi orang yang jahat dan menuruti semua keinginan Evilen."


"Kalian harus di bimbing oleh Tuan Steven."


"Tuan Steven?" tanya tak mengerti Darren


"Iya dia adalah salah satu pemilik Istana ini, dan itu Ayahnya Aleggra."


"Kalian akan di ajarkan bagaimana menggunakan Tongkat mantra kalian dengan benar dan ampuh."


"Belajar menggunakan, tanpa Ares?"


"Ken, Ares saat ini tidak bisa di bangunkan. Tak ada yang bisa kita lakukan kutukan itu sangat kuat."


"Dan aku rasa, Evilen telah mengambil jiwa setengah milik Ares."


Ken tersontak kaget mendengar Agler, "apa?! Dia mengambil jiwa setengah Ares??!!"


"Kurang ajar! Dasar brengsek!"


Amarah Ken meluap yang bercampur aduk dengan kecewa.


"Ken tenang! Jangan emosi."


Darrren mengusap-usap punggung Ken untuk meredakan emosi nya yang mencak-mencak.


"Beri tau aku! Di mana tempat Evilen!"


Menoleh kesal ke arah Ken, "Ken! Lo jangan gila! Lo mau berhadapan sama Evilen sendirian?! Tanpa kita?! Iya?!"


"Dia udah tega mengambil jiwa Sahabat kita! Dan sekarang liat deh kondisi Ares!"


"Gue tau! Tapi lo jangan gegabah! Gue gak mau lo seperti Ares!"


Di sisi lain Ayara bingung panik, dia merasa sangat bersalah terhadap Ares. Sedangkan dua Sahabatnya bertengkar mulut hebat.


"Oi udaah! Please jangan berantem gini! Kita pasti ada cara buat balikin jiwa setengah Ares, tapi gak gini juga Ken!"


Brugh !


Ken terduduk lemas dengan rambut yang sudah terlihat acak-acakkan tidak rapi, wajah yang berlumur air mata.


Darren tidak tega melihat Ken yang seperti itu, dan Darren pun berjongkok dan menepuk-nepuk bahu Ken beberapa kali dengan pelan.


"Aku keluar sebentar."


Agler melenggang melangkah pergi meninggalkan mereka dan juga kamar yang serba warna silver itu.


Suasana menjadi sunyi senyap tak ada lagi yang berbicara di antara tujuh Sahabat tersebut.


Semua tengah merasakan kesedihan yang sangat berat terhadap satu Sahabatnya yang kini tertidur lemah di kasur yang empuk nan lembut. Beserta selimut tebal silver  yang dikenakannya.


"Ken please dengan kondisi Ares kek gini, lo jangan nge-down gini dong, itu berarti bukan Ken Erdylan Wiranada Sahabat yang gue kenal." ujar Darren sendu


"Ayo bangkit! Jangan sedih kita pasti bisa!" semangat Darren untuk Ken


Ken malahan menundukkan kepala entah apa yang ia pikirkan, tak berapa lama Ken mendongakkan kepalanya kembali.


"Iya gue bisa."


Sedikit tersenyum ke Darren yang sudah berusaha menyemangati Ken.


"Naaahh gitu dong, gue seneng dan lega kalau begini."

__ADS_1


...⚛⚛⚛...


Agler tengah melakukan sesuatu di alat Magic dia. Bola matanya fokus ke pandangan alat tersebut.


"Aku harap ini berhasil."


Cahaya mulai bersinar di seluruh ruangan pribadi miliknya. Warna sinar putih yang berpancar kemilauan.


Ya Agler berusaha menyembuhkan dan mengembalikan ingatan Kakaknya yang telah di sihir sejak 5 tahun yang lalu dengan Penyihir Evilen.


Agler menangkupkan kedua tangannya dengan erat, "aku mohon! Tolong berhasilkan!"


Agler telah berjuang uji coba menggunakan alat ajaibnya dengan berlatih di buku mantra yang di berikan oleh Ayahnya Aleggra Steven.


Ini akan sangat sia-sia jika semua usaha ketat Agler tidak berjalan dengan lancar.


Jantung Agler berdegup sangat kencang, takut kalau semua gagal total.


Agler memejamkan matanya untuk melihat dan menerawang indera-indera penglihatan tajam ke Kakak-nya.


...⚛⚛⚛...


Mora meletakkan diamond Marron tersebut ke tempat aman yaitu ruangan pribadi Evilen, ya hanya Mora dan Evilen saja lah yang di perkenankan untuk masuk ke situ.


Usai meletakkan Diamond Marron yang berisi setengah nyawa Ares, Mora memutar badan ke belakang untuk melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.


Akan tetapi sesuatu yang membuat tiba-tiba Mora sontak kejut.


"Ada apa denganku?"


Sepertinya mantra Agler berhasil masuk ke dalam tubuh Mora.


Mora yang tadinya mau melangkah pergi, kembali menoleh memutar badan ke diamond Marron tersebut.


"Hmm..Kenapa aku menjadi penasaran?"


Penasaran Mora semakin besar, kepada dalam diamond mengkilap itu.


Menatapnya dengan intens, dan ingin membukanya. Akan tetapi ia tak tau bagaimana cara membuka diamond itu.


Mora celinguk ke belakang. Merasa Evilen tak mengawasi di situ dan merasa kondisi sangat aman, Mora dengan cara khusus membuka benda itu.


Akan tetapi karena ceroboh diamond Marron yang ia pegang jatuh ke bawah dengan sangat keras.


PYAARR !


Mora amat kaget dan takut karena diamond Marron itu telah pecah dan hancur berkeping-keping dan asap jiwa setengah Ares menghilang entah kemana.


"Haduuh! Pecah!"


"SUARA APA ITU MORA??!!"


Terdengar suara wanita yang bersuara melengking namun besar.


"Gawat! Aku harus bagaimana?!"


DRAP !


DRAP !


DRAP !


DRAP !


Suara sepatu Heels  yang berhentakkan keras di lantai kayu mendatangi Mora ke Ruangan Pribadi.


"N..nona..M..maaf..K..kan..S..saya!"


"S..saya..T..ti..dak..S..sengaja..M..menghanc..cur..Kan..Diamond..N..nona!"

__ADS_1


Mora bergemetaran takut apa yang ia tadi lakukan dengan kecerobohan dia sendiri.


Kedua mata Evilen terbelalak terkejut melihat diamond Marron kilap dia telah pecah hancur berkeping keping. Tangannya menyentuh dada tengah amat terkejut.


"MORA! SUDAH KU BILANG APA HAH?! JANGAN KAU APA-APAKAN DIAMONDKU!"


"SEKARANG HANCUR! DAN JIWA SETENGAH PEMUDA ITU KEMBALI KE RAGANYA!"


"Nona..S..saya..benar-benar tidak sengaja melakukan—"


"AAH AKU TIDAK PERLU MENDENGAR BICARA OMONG KOSONGMU! DASAR WANITA TAK TAU DI UNTUNG!"


Mora duduk berlutut dengan memohon-mohon ke Evilen, "Nonaa! Ampuni Sayaa! Hiks!"


"TAK ADA AMPUNAN! KAU AKAN TERIMA AKIBATNYA!"


"RASAKAN INI SIHIR KUTUKAN DARIKU!"


DUAR !


Mantra yang ia lemparkan untuk Mora yang tengah menangis memohon-mohon, kini mantra itu mengenai Mora dan Mora menjadi sebuah patung batu.


"HUH DASAR KURANG AJAR! KEBERHASILANKU SEKARANG HANCUR AARRRGGHH HANCUR! HANCUR!"


BRUAAAKK! !!


Evilen menjatuhkan barang-barang miliknya yang ada di meja dengan penuh amukan dahysat.


Matanya memerah tajam mencuat seperti lagi ingin membunuh musuhnya.


"ARRRRRGHHH SEMUA TELAH HANCUR! HANCUUURRR!!!"


Ia mengacak acak rambutnya kasar hingga berantakan tak rapi kembali. Kakinya ia hentakkan dengan penuh amarah kesal hingga lantai kayunya retak ada sebagiannya yang hancur.


"MENGAPA! MENGAPA INI SELALU TERJADI! DASAR WANITA BODOH! CEROBOH! BRENGSEK! EAAARRGGHH!!!"


...⚛⚛⚛...


Di kediaman Ares dan juga ketujuh Sahabatnya. Tujuh Sahabatnya tengah mendinginkan kepala untuk melakukan rencana ampuh mengalahkan dan melenyapkan Penyihir Evilen tersebut.


Ayara menatap Ares yang masih tertidur tenang dengan wajah pucatnya.


Ayara menyentuh jari-jari Ares yang dingin itu. Akan tetapi secara tiba-tiba Ares sedikit mengejang lalu berhenti.


"Ares? Kamu kenapa?!"


Keenam Sahabatnya menoleh cepat dan berlari menghampiri Ayara.


Rachel bertanya, "Kenapa ra? Ares kenapa?"


"T..tadi Are—"


Belum menyelesaikan jawaban, Ayara merasa ada yang gerak-gerak di tangan Ares. Ternyata itu adalah jari telunjuk Ares yang bergerak perlahan.


"ARES?!" teriak tak percaya ketujuh Sahabatnya


Mata Ares yang berjam-jam tadi  tertutup, sekarang terbuka perlahan.


•••


Holo eh kok holo haduuuhh..Halooo temen-temen gimana nih sama Part 7 ini apakah menurut kalian semakin ada banyak banget typo dan gaje? Hhh tapi btw aku kok jadi makin aneh berantakan aja ya jalan cerita ini. 😶


Tapi yaa gak papa lah yang penting ide cerita part dari otakku ini sudah aku tuangkan ke dalam cerita part ini wehehehehe. 🤣


Jalan ceritanya aku liat" malah justru dikit yah, kalo menurut kalian semua gimanaa ehe? 🤔😁


Ok kalau kalian suka Part 7 ini kasih Voment dan like nya yaahh bagi kalian yang suka dengan cerita Novelku ini Hehehe. 👉🏻😉👈🏻


Love You All  ✿♡✿

__ADS_1


TBC


__ADS_2