AZMORA NATURAL WORLD

AZMORA NATURAL WORLD
Pertarungan Sengit


__ADS_3

Seperti yang di ucapkan oleh Agler, kini Agler serta Evilen telah berada di tempat lapang yang sangat luas. Angin berhembusan cepat aksi mulainya pertarungan Agler Avizeigler dan Evilen Gramayalor. Wajah Evilen yang tersenyum licik membuat diri Agler geram seraya menggertak giginya kuat akan kelakuan apa yang di perbuat Evilen oleh kakak kandungnya.


Kedua telapak tangan Agler yang diam ia kepalkan kuat sambil menatap murka Evilen. Evilen dengan sikap angkuh sombongnya melipat dua tangannya di dada serta mengeluarkan kata-kata arogannya.


"Apa kau tidak salah, mengajakku bertarung denganmu hah? Kau ini memang sangat bodoh seperti kakakmu ya ... Kau sama saja mempertaruhkan nyawa Agler."


"Tentunya aku yang pasti akan menang mentuntaskan pertarungan ini ... Dan aku yakin kau pasti akan kalah huahahahaha!" Suara Evilen yang kata di akhir tertawanya sungguh mengerikan, namun tak sedikit pun Agler takut padanya malah justru mendorong rasa berang nya.


"Oke kita lihat saja!"


Bersamaan Agler dan Evilen menyeret satu kakinya ke belakang dan mulai beraksi pertarungan yang terlihat sengit dan menegangkan. Agler dengan rasa yakin ia akan menang memejamkan matanya sejenak, "agler akan membalaskan dendam apa yang sudah di perbuat Evilen padamu kak!"


Evilen mengangkat satu tangannya ke atas dan munculah sebuah bola mantra hitam yang dari kecil semakin membesar. Lagi-lagi Evilen bersenyum devil menatap bola mantra tersebut yang terlihat kuat dahsyat di dalam. Agler sedikit tersontak, bagaimana bisa Evilen memiliki aura bola mantra hitam itu. Tentunya Agler bisa menduganya pasti, bahwa Evilen telah mengambil satu jiwa yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.


' Gawat! Bagaimana mungkin dia bisa memiliki bola mantra itu?! Dia dapat darimana?! Sial dia mesti mengambil satu jiwa ! ' Agler menatap bola mantra hitam yang ada di Evilen, tak berdaya. Merasa ragu ia akan bisa menuntaskan semua ini.


Agler mencoba tetap berani, meskipun ada feeling tidak baik. Agler dengan siap mendempetkan kedua telapak tangannya lalu membukanya perlahan. Terlihat kini sebuah kekuatan mantra berwarna putih menderang menyinari wajah Agler. Agler membuka sedikit kedua kakinya dan kedua tangan ia bentuk silang.


Kedua mata yang sebelum Agler pejamkan, kini ia buka perlahan lalu dengan nada tingginya ia mengucapkan suatu kata mantra.


"AVAKADA VERMADAAAA!!!" Mantra Agler melancar cepat ke arah Evilen yang akan mengenainya.


"AVODAKA VERKADOOO!!!" Tak mau kalah dengan Agler, Evilen langsung membentangkan kedua tangannya bersama bola mantra hitam yang sudah membesar.


Tetapi tak ada siapapun yang menang, karena kedua mantra antara Agler dan Evilen secara bersamaan menghantam sangat kuat dan menimbulkan suara dentuman yang sangat besar dan sangat kuat.


DUAAAAAARRR !!!


...⚛⚛⚛...


Di kediaman dalam kamar Istana Allevard, Kedelapan remaja tersebut melongo menonton antar perdebatan Wren dan Lilian. Darren mengusap kepalanya ia sendiri, bisa-bisanya tingkah laku dua yang terbilang juga arwah itu, memiliki persamaan tingkah laku Ken dan Rachel.


"Hey, sudah dong bertengkarnya!"


Suara tinggi sedikit melengking datang ke kamar Ares. Ternyata itu adalah perempuan cantik yang mengenakan paras putih beserta rambut yang lurus berwarna hitam. Di buat kaget lagi oleh perempuan itu, perempuan itu wajahnya sama mirip dengan Ayara. Bentuk tubuh yang kecil mungil wajah polos berupawan imut.


"K-kau?! Kau siapa lagi?! Kok kau bisa bermirip wajah sama seperti Ayara sahabatku?!" tuding Rachel


"Itu Aleggra." jawab Lilian


Aleggra menoleh ke Lilian dengan wajah cemasnya. Wajah cemasnya yang selama ini tak ada kini ada. Lilian mengerutkan dahinya begitu juga Wren yang berada tepat di samping Lilian.


"Ada apa denganmu Aleggra? Wajah kau tak seperti biasanya." ucap lembut Lilian sambil menyentuh lemah lembut kedua pundak mungil Aleggra


"Lilian! Apa kau melihat Agler di sekitar sini?!"


"Agler? Duh aku tidak tahu Aleggra, sebelumnya aku melihat Agler di bawah tangga, tadi dia berbincang-bincang sedikit padaku lalu dia berpamitan untuk pergi dari Istana sejenak waktu, entah aku tidak tahu dia pergi kemana." panjang lebar jelas Wren


"Hmm tadi Agler sempat bilang tadi sebelum dia pergi, bahwa kalau Agler pergi ke rumah Evilen-" Ucapan Ares terpotong sebabnya Aleggra berteriak terkejut.


"A-apa kau bilang?! Agler pergi ke rumah Evilen?! Kenapa?!"


"Eeee ... Agler merasakan firasat yang tidak bagus terhadap kakaknya yang bernama Mora, Aleggra. Kami tidak tahu apa yang akan Agler lakukan disana."


"Gaw-"


"EH WOI!!!"


Pemuda yang berlari lalu berhenti di ambang pintu di sertakan mengatur nafasnya yang terputus-putus, ingin berbicara sesuatu namun nafasnya masih belum normal. Darren mencuatkan matanya, satu pemuda itu juga mirip dengan wajahnya.


"WTF???!!! Otakku melayang!!!"


Pemuda yang masih mengatur nafasnya menoleh tajam ke Darren yang telah ngomong kotor. Pemuda itu yang berwajah mirip dengan Darren menuding kencang Darren, matanya melotot tajam seperti mau menghajar Darren.


"Heh, kau berbicara kotor! Nanti mulut kau bisa di potong Tuhan loh!!"


Darren nyaris terjungkal ke kebelakang, suara bass nya terdengar jelas di telinga Darren. Kini tingkah marahnya juga sama tak ada bedanya dari Darren.

__ADS_1


' Kok dia tau bahasa itu aduhai ??!! '


"Eh iya maafkan aku, habisnya kau mirip denganku .. Siapa coba yang tidak bakal reflek berkata seperti itu"


"Ah sudahlah aku lagi tidak mau membahas itu, kita bahas nanti. Hari ini aku mau bertanya pada kalian semua, apakah kalian tadi mendengar sebuah ledakan besar? Tadi di bawah saat mengambil makanan, aku mendengar suara ledakan di luar jauh dari Istana Allevard."


"Hah? Kau mendengar suara ledakan itu Galen?" tanya Wren yang setengah percaya


"Iya benar Wren, apakah kau mendengarnya atau tidak?"


"Jujur, aku bahkan yang lain di dalam kamar ini tidak mendengar suara ledakan yang kau dengar. Iya kan semua?"


"Iya kami tidak mendengarnya!" jawab serempak Ayara, dan lain-lainnya yang ada di dalam kamar Ares


"Memangnya kau mendengar suara ledakan itu ada di daerah sekitar mana? Kini gantian Aleggra yang bertanya pada Galen penuh penasaran dalam


"Jika tidak salah dengar, aku mendengarnya di hutan lapang luas rumah milik Evilen, sepertinya begitu."


"Astaga! Jangan-jangan Evilen sedang bertarung bersama Agler. Tadi saja kata- eee nama kau siapa?" tanya Allegra sambil menatap Ares


"Aku Ares."


"Ah iya baiklah, tadi saja kata Ares, Agler pergi ke rumahnya Evilen karena ada suatu firasat tidak bagus terhadap kak Mora."


"Uhhhh .. Aku takut jika itu memang benar Evilen bertarung pada Agler!"


"Hey jangan panik dulu Aleggra." tutur lembut Lilian


Aleggra menatap tajam bersama wajah risaunya, "bagaimana aku tidak panik Lilian?! Jika itu benar Agler bagaimana!! Aku tidak mau Agler kenapa-napa karena Evilen!!!"


Suara Aleggra terdengar membentak, membuat semua yang ada di kamar terkejut begitupun Lilian yang menyentuh kedua bahu milik Aleggra. Lilian menarik tangannya perlahan dari bahu Aleggra. Baru pertama kali ini, Lilian mendengar suara bentakan dari Aleggra Haizeleeggra. Lilian menelan ludahnya susah payah pada sahabatnya satu itu begitu juga Wren dan Galen.


"A-aleggra, bagaimana kita semua mencari tahu keberadaan Agler? Agar kau sendiri tidak begitu cemas pada Agler .. Apa kau setuju pendapatan dariku??" Ayara berbicara sangat lembut pada sosok kembarnya yang masih berwajah bimbang. Tak hanya berbicara lembut saja, Ayara juga melangkah perlahan ke Aleggra dan mengangkat tangannya.


Aleggra mengangguk antusias pasti sangat setuju pada pendapatan Ayara, "iya tentu sekali! Ayo kita cari keberadaan Agler!"


"Let's go lah!" seru Rachel dan Ken


"Eh nonono! Lo masih lemes Res, udah lebih baik lo disini ae oke." ujar Ken


"Gak bisa! Kalo ada apa-apa kita bisa bertindak bersama-sama kan."


Brugh !


"Argh!"


Ares yang sudah berdiri di lantai pun jatuh karena kepalanya masih terasa amat sakit bila ia paksakan untuk berdiri. Ken, Darren, dan Nathan dengan panik segera berlari dan jongkok memeriksa keadaan Ares yang terjatuh duduk lemas. Agler memejamkan matanya untuk sejenak bermaksud agar sakit kepalanya bisa mereda.


"Eh Res! Lo gakpapa kan?!" serempak suara panik ketiga sahabat lelakinya yang jongkok di hadapan Ares


"Duh dasar keras kepala lu Res! Tubuh lo tuh masih belum waras belum pulih anjir!" semprot jengkel Nathan menatap Ares khawatir


Kini Ares membuka matanya cepat dan menatap malas Nathan, "apa maksud lo tubuh gue gak waras?"


Ares sedikit jengkel pada perkataan Nathan tadi yang sudah mengatakan tubuh Ares tidak waras. Nathan membungkam mulutnya merasa salah ia sudah mengatakan seperti itu pada Ares, sementara Ken dan Darren menatup mulutnya rapat-rapat kayak menahan tawa. Tetapi sang Nathan sudah tahu kalau dua sahabatnya sedang berusaha menutupi tawanya.


"Apa lo pada! Jangan lo-lo pikir, gue gak tau ya kalo lo pada lagi ngetawain gue! Gak usah di empet-empet tawa lo pada! Daripada gue sihir lo jadi kambing gembel!"


Mak Jedar! Akhirnya keluar lagi suara dinosaurus T-rex dari Nathan. Ken dan Darren melotot terkejut seperti monyet kesetrum colokan nasi.


"Aaaahh tega kali lu sobat!"


...⚛⚛⚛...


Di sisi lain, Agler nampak jatuh terlungkup imbas dari hantaman kuat mantra nya dan juga mantra Evilen. Agler jatuh terlungkup sedangkan Evilen hanya jatuh terduduk. Rasanya amat sakit amat sakit di sekujur tubuh Agler ia tadi sedikit terlempar kebelakang begitu juga Evilen walau sakitnya tak seberapa.


"Kau sudah menyerah?" tanya sombong Evilen

__ADS_1


"Tentu saja tidak!"


Walau badan Agler telah sakit-sakit tetapi Agler tidak akan menyerah begitu saja, sampai Agler berhasil melenyapkan Evilen dari dunia hutan Azmora.


' Aku takkan menyerah sebelum ... Aku membuatmu pergi jauh dari sini Evilen ! '


Agler membangkitkan tubuhnya dan berdiri belum menyerah semua serangan dari Evilen. Agler bertampang senyum miring, dia pikir Agler akan menyerah begitu saja? Oh tentu saja tidak mungkin.


"Aku sangat panas! Sangat panas ingin membuatmu mati dan aku hapuskan kau dari dunia ini hahahaha! Dan jika semua harapan aku tercapai, hutan ini akan selamanya aku kuasai dan menjadi milikku sepenuhnya!"


"Oh ya? Mari kita buktikan saja .. Siapa yang akan menang."


"Hei mantra kau itu sangat kecil, beda sekali denganku. Aku mempunyai tongkat sakti, kau apa? Kau hanya mantra dari tangan. Apa kau mampu mengalahkanku? Apa kau mampu memenangkan pertarungan ini? Bagiku sih, kau kalah dan aku yang menang."


"Sombong sekali kau, belum tentu semua ucapan kau itu akan berbuah hasil."


"Kau itu hanya tamu tak di undang loh, sedangkan Kakakku maupun aku adalah pemilik dunia hutan Azmora ini. Apa kau tak malu ya?"


"Dasar tak tahu diri!" ucap geram Agler memalingkan pandangannya dari Evilen


Mata Evilen berubah menjadi merah tajam. Evilen sangat marah besar pada Agler. Dengan tak segan-segan, Evilen mengetuk ujung bawah tongkat saktinya ke tanah, dengan itu sebuah bola mantra hitamnya muncul. Agler siap-siap karena Evilen akan melayangkan bola mantra tersebut kearahnya.


"Rasakan serangan kedua dari aku!"


WUUUUUUSSSTT !!!


"Hah!"


Agler dengan cepat gesitnya lompat kesamping untuk mengelak dari serangan kedua Evilen. Tak sampai di situ saja, Evilen menambahkan serangan untuk Agler berupa percikan dari bola mantra hitamnya. Agler tak mungkin diam saja, ia bentangkan satu tangannya dan keluarlah sebuah perisai pelindung transparan berguna untuk melindungi diri Agler sendiri.


CRAKH !!!


CRAKH !!!


CRAKH !!!


CRAKH !!!


CRAKH !!!


Serangan percikan itu semakin merajalela menyerang perisai pelindung transparan Agler. Karena semakin kuat dan banyaknya percikan membahayakan tersebut, Agler mendorong perisai mantra nya yang menempel di telapak tangannya yang berbentuk kepalan tangan. Agler menjadi terengah-engah karena kekuatan Evilen sangat kuat. Keringat dari kening mengalir hingga ke pelipis mata sipitnya.


"Hiiiyaaaaa!!!"


Bersamaan teriakan Agler, mantra pelindungnya berhasil melemparkan jauh kebelakang dan akan mengenai Evilen. Evilen dengan melesatnya menghindari mantra nya ia sendiri. Hebat sekali Agler menurut Evilen bisa melawan serangan ia yang kedua.


Dengan liciknya Evilen mengusap-usap kedua telapak tangannya 10 kali banyaknya. Ia menyeringai lebar dan Agler tak tahu apa yang akan di lakukan Evilen berikutnya. Mata coklat Hazel Agler memicing waspada pada gerak-gerik dari Evilen.


' Apa yang dia lakukan? Aku harus tetap waspada ! '


Gawat sudah! Ternyata Evilen liciknya dari sini! Ia sengaja mengeluarkan lagi serangan ketiganya, yaitu bola yang bersifat racun mematikan tanpa Agler ketahui. Bola racun tersebut berada di belakang Agler namun Agler belum tersadar.


"Hei awas dibelakang kau bodoh."


Agler dengan mata mata tajam menolehkan badannya kebelakang. Sebelumnya Agler menatap tajam kini mata tatapan tajam ia pudar dan berubah tatapan terkejut setengah tak berdaya. Alisnya menaik keatas beserta mulut yang menganga lebar.


' Bola mantra beracun mematikan ?! '


•••


...Mon maaf yaaa Readers kalo jalan alur chapter ini ngawur dan gak masuk akal kek aku yang selalu sipat ngawur and gak masuk akal huhuhu, karena ini di pas aku lagi kurang enak badan tapi aku paksain untuk membuat chapter ini dan kalian mau tau kenapa aku menghilang tiba" tidak melanjutkan cerita ini?? Karena jujur, aku kehabisan ide untuk melanjutkannya huhuhu. Aku baru mendapatkan ide cerita ini di saat aku lagi sakit begini, wah kesempatan keberuntungan apakah iniii??!! 🤧🤧🤒🤒...


...Tapi gakpapa deh, pada akhirnya aku bisa melanjutkan cerita ini walau sudah lama sekali aku tidak update. Tolong maafkan aku ya para readers. 😅🥺😟🙏🏻🙏🏻...


...Jangan lupa tinggalkan Vomentnya dan like nya yah readers dan tag temen" kalian bagi ada yang menyukai novel cerita horor ini makacih! 🤗🤗🤗...


...Perhatian! Stay berhati hatilah readers typo banyak bertebaran dimana mana!! 😂😂...

__ADS_1


...Love You All  ✿♡✿...


...TBC...


__ADS_2