Bad Partner

Bad Partner
Wanita Gila


__ADS_3

Fernand termenung sesaat setelah Veronica melepaskan bibirnya darinya, wanita gila di hadapannya ini benar-benar memiliki wajah yang cantik. Tetapi sebelum dia benar-benar menyadari segalanya dan mencoba untuk menelaah kejadian barusan. Veronica, dengan paksa mengambil tangan Fernad yang kekar dan membawanya pergi dari Cafe Bar tersebut.


Meninggalkan banyak pertanyaan yang diajukan kepada semua orang di sana, terutama 3 sahabat Veronica yang sudah sedari tadi terkubur rasa malu.Tidak ada yang menyangka Veronica akan melakukan hal gila seperti itu.


" APA-APAAN INI!!" Fernad kesal saat tubuhnya digiring kasar ke dalam mobil Veronica, sebelum pria itu sempat kabur Veronica sudah tancap gas.


"HEI KAU WANITA GILA! Kau sakit atau kenapa ?, mengapa dengan murahan menculik laki-laki!"


" Diam kau berisik!" pekik Veronica tak kalah nyaring sembari memakai kacamata hitamnya.


" Waaah kau berani beraninya membentakku?! Hey! hentikan mobilnya atau akan ku buat kecelakaan beruntun di sini!"


" Silakan, lagipula bukan hanya nyawaku yang meregang."Fernad tak habis pikir dengan wanita di sampingnya saat ini, ia terus berusaha membuka pintu mobil meski tak memungkinkan.


" Kenapa, kau takut?" ujar Veronica dengan remeh saat Fernad mulai terdiam.


" Seharusnya kau tak perlu takut karena diculik oleh wanita kaya seperti ku," tambah Veronica sontak membuat Fernad menatapnya.


" Kau menculik ku?? Wow sungguh wanita gila! jika memang ingin menikah, bicaralah dengan baik-baik, adakan perkenalan atau pertemuan antar keluarga. Lagi pula, mengapa harus aku apakah kita saling kenal sebelumnya?"


Veronica lantas menepikan mobilnya dan menatap Fernad intens.


" Kau tampan tapi cerewet, dengar.." Veronica mendekatkan wajahnya.


" Kalau ada cara kasar kenapa harus lembut?"ujar Veronica yang kemudian segera tancap gas lagi, benar-benar membuat Fernad menggila.


" TAPI TUNGGU!! Kemana kau membawaku? Kau tidak akan membunuhku kaaan. HEI WANITA GILA JAWAB AKU!!" Veronica tidak menanggapi pertanyaan demi pertanyaan yang terus ditanyakan pria di sebelahnya. Dia hanya sibuk mengemudi dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Kediaman Utama rumah Aifisin


Saat itu, Meysa yang adalah nyonya rumah sedang berkebun di halaman belakang bersama suaminya yang sedang membaca koran di ayunan tak jauh dari istrinya. Menikmati waktu bersama yang jarang dilakukan Albert karena terkadang harus keluar negeri untuk mengurus beberapa hal.


"Nyonya, Tuan! Maaf menyela. Saya hanya mengatakan bahwa Nona Veronica pulang dengan pria tak dikenal." Mendengar salah satu pelayan yang datang dengan suara terengah-engah mengatakan itu segera menyita perhatian dua insan yang ada disana. Albert dan Meysa saling memandang tanpa menyembunyikan tatapan bingung mereka.


"Apa yang anak itu lakukan?" geram Albert sambil melipat koran dan meletakkannya di sampingnya.


"Kamu boleh pergi," titah Meysa kemudian kepada pelayan yang kini langsung membungkuk sebentar dan pergi


Di ruangan tamu, Veronica dan Fernad tengah menunggu sembari duduk bersama. Fernand tak henti-hentinya mengagumi setiap sudut interior megah kediaman Aifisin yang cukup luas ini. Sangat berbeda dengan apartemennya yang hanya memiliki ruang TV kecil beserta dapur dan kamar serta toilet, cukup baik untuk bertahan hidup.


" VERONICA!!" Veronica yang tadinya sibuk bermain-main dengan kukunya dan bersandar, langsung menoleh ke arah ibunya yang sedang meneriakkan namanya, tiba-tiba membuat Fernad berdiri dan membungkuk.


Meysa dan Albert menatap Fernad dengan rendah, pakaian pria itu masih terbungkus dalam posisinya sebagai Waiters dan cara pria itu menyapa keduanya sungguh aneh.


" Jangan biarkan kotoran itu duduk di tempat ini! Veronica!" Veronica menghembuskan nafas kasar, dia merubah posisi duduknya dan menatap Fernad yang dengan cepat berdiri dengan wajah tersinggung.


Veronica tak peduli sama sekali baginya ia sangat ingin memberitahu kedua orangtuanya secepatnya.


" Dia adalah calon suamiku," ujar Veronica santai membuat Albert menggebrak meja.


" VERONICA! JANGAN KELEWAT BATAS LEFAN ADALAH CALON SUAMIMU!!" Meysa dengan cepat menangkap tubuh suaminya yang hendak memukul Veronica, dan menenangkannya. Fernad hampir menghalangi tapi tatapan tajam Veronica mengurungkan niat Fernad.


Albert berusaha menenangkan diri.


" Tahukah kamu posisi keluarga kita Veronica? Kita selalu hidup dalam jurang kemewahan sejak kecil,dididik untuk tidak menangani hal-hal sembarangan dan apa yang akan terjadi pada keluarga kita jika kau menikah dengan pria berstatus Pelayan!"

__ADS_1


Saat itu juga Fernad akan menjawab tapi lagi lagi terhalang oleh tatapan tajam Veronica,harga diri pria itu benar-benar terombang-ambing.


" Lefan tak mencintaiku apa salahnya aku mencintai pria yang mencintaiku?" ujar Veronica santai sembari menyeruput kopi yang sudah di sediakan sedari tadi.


Albert yang mendengar itu sontak tertawa keras." Dia! Mencintaimu? pelayan itu!! Dia hanya mengincar TUBUHMU, HARTAMU! BAHKAN KEDUDUKANNMU VERONICA!!" Albert berteriak frustasi dan memijit pelipisnya.


Fernand mengepalkan tangannya , jika bukan karena perintah Veronica untuk tetap diam selama pertemuan mereka, pria itu akan menghabisi pria berstatus ayah itu.


"Bawa dia pergi dari sini! Kita bicarakan ini secara pribadi," perintah Meysa datar, membuat Veronica langsung berdiri, wajah wanita itu sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.


" Dengan senang hati," ujarnya sembari tersenyum dan berjalan, mendahului Fernad yang kemudian membuntutinya.


“Wah benar sekali, harga diriku serasa tercabik-cabik di rumah gila ini, orang tua dan anak sama-sama gila. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan jika aku tinggal di rumah itu, mungkin aku sudah berada di rumah sakit jiwa." Fernand mengungkapkan kekesalannya saat Veronica berjalan menjauh dari kediaman, ia mulai memasuki mobil diikuti oleh Fernad.


Kini Fernad berpindah tempat di kursi belakang, dan memalingkan muka untuk melihat pemandangan halaman rumah Aifsin yang luas. Veronica segera menjalankan mobilnya, ia menyadari Fernad terus diam.


" Jangan tersinggung, mereka memang begitu."


Fernad tak menjawab namun kemudian pria itu melontarkan pernyataan. " Memang benar jika omongan orang kaya benar-benar mengerikan."


Veronica tidak langsung menjawab, dia lebih peduli mengemudi daripada melihat jauh ke dalam hati Fernad.


" Whitworth Locke Lantai—"


"Aku akan membawamu ke apartemenku," ujar Veronica memotong kalimat Fernad membuat lelaki itu melebarkan matanya.


"KAU!!"

__ADS_1


__ADS_2