Bad Partner

Bad Partner
Aku Pemenangnya


__ADS_3

Netra kokoh yang tadinya dibumbui perasaan bahagia dan kesalahpahaman yang telah dimenangkannya kini hancur berkeping-keping. Perasaan Lefan sekarang tidak bisa dijelaskan, dia akan tertawa, tapi ini adalah suatu fakta.


Dia melihat ekspresi wanita di depannya yang tidak menunjukkan emosi sama sekali, hanya datar dan seolah menunggu reaksi Lefan.


"Aku tahu kau tidak sedang bercanda, tapi ini benar-benar tidak masuk akal Veronica... Bagaimana kau memenangkan taruhan ini?" Veronica mengangkat alis, wanita itu tertawa kecil dan kembali menatap lurus ke arah Lefan.


"Karena aku menemukan seseorang yang jauh lebih sempurna darimu."


Setelah mendengar hal itu Lefan tertawa keras.


"Seseorang yang lebih sempurna dariku? Pffft .... ayolah Veronica, jangan bercanda kau benar-benar membuatku ingin gila." Lefan lalu menatap Veronica datar dan mulai mendekati Veronica yang masih diam menatapnya.


"Siapa yang bisa melampaui kesempurnaan ku? Aku kaya? Jangan ditanya, aku bahkan bisa membuat perusahaanmu bangkrut dalam sekejap, ketampanan ku? Jangan tanya lagi wanita di luar sana bahkan sangat ingin berada di posisimu. Aku sempurna, benar-benar sempurna! lalu yang melebihiku lebih dari satu-satunya putra tunggal Brian Mcknight yang punya apa-apa. Siapa Veronica, SIAPA!!" Lefan mengangkat suaranya lebih tinggi tepat ketika dia benar-benar tidak meninggalkan jarak darinya dan Veronica berdiri. Pria itu begitu emosi dan kesal karena pekerjaan yang menumpuk ditambah kedatangan Veronica yang ditunggunya kini malah menambah bebannya.


" Aku tahu kau adalah wanita dengan sejuta kejutan, tapi jangan pernah mengatakan kau akan membatalkan perjodohan kita jika orang tuamu saja tidak terbukti mengatakannya!" Veronica hanya menatap diam.


"Kau tahu Lefan, kau lebih bre*gsek dari sebelumnya jika kau melakukan ini." Lefan termenung mendengar perkataan wanita yang membuatnya gila akhir-akhir ini, ia lalu tertawa terbahak-bahak dan mencengkeram bahu Veronica dengan kuat.


"Aku bahkan bisa lebih bre*gsek dari ini," ujar Lefan, menekan kata-katanya dan mendorong tubuh Veronica begitu keras hingga dia terpojok ke dinding.

__ADS_1


" Kau yang membuatku memulai segalanya," ujar Lefan yang kemudian langsung melepas paksa dasinya dan membuang jas kantornya sembarangan, langsung mencengkeram leher Veronica lalu menempelkan bibirnya dengan bibir Veronica dengan paksa dan penuh nafsu.


Sejauh ini Veronica hanya diam saja, tidak merespon gerakan kasar Lefan di bibirnya, hingga lelaki itu kesal dan segera melepaskan ikatan keduanya, nafasnya berpacu. Veronica kemudian mengambil tisu di meja sampingnya dan mengusap bibirnya dengan pelan.


"Sudah? Kau bahkan lebih buruk dari yang kukira ... sayangnya, aku sudah melakukannya lebih lama dengan seseorang, kemarin."


Lefan langsung membelalakkan matanya, emosinya semakin terpancing.


" Kau!!" Sebelum tangan Lefan hendak menyentuhnya lagi, Veronica terlebih dahulu meraih tangan Lefan lalu menendang perut pria itu menggunakan high heelsnya hingga Lefan terjatuh. Veronica lalu menjambak rambut Lefan dengan kasar.


" Aku terkadang sering bertanya, mengapa wanita di luar sana begitu rela dicumbu oleh orang seperti mu yang buruk. Ah aku bahkan tidak yakin apakah kau sempurna dalam hal ranjang." Veronica kemudian melepaskan jambakannya yang membuat Lefan meringis, ia mengusap tangannya jijik.


"Berkenan datang jika kau mau," tambah Veronica, memasang senyum manis di bibirnya yang berantakan lalu berjalan keluar meninggalkan Lefan sambil membanting pintu.


Veronica telah menyelesaikan semuanya, dia melangkah begitu anggun dengan dentuman sepatu hak tingginya untuk meninggalkan perusahaan yang tidak ingin dia kunjungi lagi. Setiap langkah yang diambilnya menjadi pusat perhatian orang termasuk bagian bibirnya yang menjadi bahan pertanyaan. Veronica kemudian berhenti tepat di depan karyawan yang menghalanginya untuk masuk tadi tidak jauh darinya.


"Kau, Claire Danes, secara resmi dipecat dari pekerjaanmu," kata Veronica yang tiba-tiba mengejutkan semua orang yang hadir, termasuk Claire sendiri.


Sebelum Claire memohon pada Veronica, dia meninggalkannya terlebih dahulu dan meninggalkan teriakan histeris Claire yang memohon padanya.

__ADS_1


Dia sekarang dalam perjalanan ke perusahaannya.


Di ruangan utama Lefan.


Pria dengan penampilan berantakan itu kemudian berdiri dan membanting semua benda yang ada di dalamnya tak peduli apapun itu.


" JHOLE!!"


" Iya Tuan!" Sekertaris Lefan yang baru saja datang mendengar teriakan tuannya yang tak karuan segera membatu Lefan.


" CEPAT CARI PRIA YANG BERNAMA LENGKAP FERNANDO ELBART!!"


" Baik Tuan."


" Cepat!!"


" Saya permisi," Jhole kemudian segera pergi meninggalkan Lefan sendiri sembari memukul sofa yang ia duduki.


" Dasar jal*ng!! Kau milikku Veronica! FOREVER YOU ARE MINE!!"

__ADS_1


__ADS_2