Bad Partner

Bad Partner
Dia Yang Sebenarnya


__ADS_3

Aroma jeruk menguar pagi itu, dimana pemiliknya baru saja keluar dari kamar mandi yang telah digunakan selama 30 menit sambil menyegarkan pikirannya. Fernand, dengan handuk melilit pinggangnya, dia berjalan menuju jendela besar yang terhubung ke jalan utama Manchester. Secara bersamaan pandangannya beredar di seluruh ruangan kembali ia kagumi.


Setelah puas melihat lihat. Fernad kemudian mengunjungi area balkon yang ternyata memiliki kolam renang pribadi untuk dirinya sendiri. Sambil mengagumi dia bergumam, "Sungguh orang yang kaya."


Fernand masuk kembali dan menutup pintu geser transparan dan segera mengganti pakaiannya yang telah dia lempar sembarangan ke lantai kemarin.


"Oke! kembali bekerja setelah kejadian yang mengejutkan" katanya pada dirinya sendiri di cermin yang memantulkan dirinya rapi dalam balutan seragam Waiters dan rambut basahnya.


Fernad segera meninggalkan apartemennya yang tertinggal berantakan bersama botol Wine.


Cafe Bar.


"Hei man! Kau kembali, kupikir kau akan menghilang selamanya," teriak teman Fernad ketika dia baru saja tiba dengan taksi dan membuka pintu untuk disambut oleh beberapa teman seusianya.


Fernad terlihat tertawa kecil dan menghampiri segerombolan teman temannya.


" Dia hanya menyukai ku."


Pernyataan mengejutkan yang dicurahkan Fernad pada teman temannya membuat beberapa terkejut termasuk Jasone.


" Pantas saja! Tidak mungkin seorang Veronica ingin menculik pria sepertimu dan melakukan hal gila seperti itu kemarin." Jason kemudian mencondongkan tubuh ke depan dan berbisik sedikit, " Jadi apa rencana mu, kau sudah menikmati tubuh indahnya?"


Beberapa teman temannya yang menguping bersorak kegirangan.


" Astaga Fernand! Kau benar-benar beruntung, kapan pernikahan kalian di adakan?" Fernad cukup terkejut mendengar salah satu temannya berucap demikian.


" Bagaimana kau tau?"


Kini Jason dan beberapa teman temannya saling memandang dan terdiam.


"Kau ... tidak melihat berita terbaru?"


Fernand langsung membuka ponselnya dengan cepat dan panik, matanya terbelalak saat melihat beberapa komentar di internet.


Anonim: " Kau tahu mereka seperti belahan jiwa yang belum pernah bertemu."


Anonim: "Menurutku Veronica cocok dengan pria kafe itu!"

__ADS_1


Anonim: Menyedihkan! Bagaimana mereka bertemu."


Anonim: " Mereka akan menikah!"


Anonim :" Sungguh?! Astaga, lalu apa yang akan terjadi pada Lefan!"


Anonim : "Ini benar-benar berita eksklusif! Veronica benar-benar gila."


" Dan kita mendengarnya langsung dari Veronica sebelum akhirnya men—"


" Cukup!" Fernad menutup mata nya merasa malu. Ia menatap beberapa temannya.


" Atasan tau tentang ini?"


" Tentu!"


" Sial," umpat Fernad secara lirih dan mengoyak oyak rambutnya yang sempat rapi.


" Hei dengar bung!" Jason mendekatkan dirinya pada Fernad dan merangkul pundaknya, " Ini adalah keberuntungan besar bagi pria rendahan seperti mu untuk bisa mendapatkan wanita yang terkenal langka itu."


Fernad segera menatap Jason dengan bingung, " Langka?"


"God! Jangan bilang kau tak tau siapa itu Veronica," timpalan salah satu temannya membuat Fernad semakin dilanda kebingungan.


" Sini sini duduklah." Jason segera menggeret paksa Fernad duduk di salah satu kursi pengunjung yang belum buka diikuti teman-temannya.


" Veronica Aifisin, anak tunggal dari keluarga Aifisin. Ia menjadi wanita yang super mandiri dan juga anti pria. Dia hanya menganggap laki-laki hanyalah 'sampah' yah, kita juga tidak tahu apa yang menyebabkan dia menjadi seperti itu bahkan dalam sehari dia bisa menolak 10 laki-laki dengan kata-kata kasar. Dia seperti model, banyak desainer terkenal ingin menjadikannya model tapi Veronica selalu menolak."


"Dia memiliki wajah yang cantik tetapi dia memiliki karakter antagonis. Kau tahu beberapa karyawan rendahan selalu dimarahi olehnya jika mereka tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, sekecil apapun itu. Dia tidak ingin dekat dengan seseorang yang levelnya di bawahnya. Dia egois, sombong dan ingin mendapatkan apapun sesuai rencananya untuk Veronica, uang adalah segalanya dia tidak peduli belas kasihan atau simpati orang lain."


" Jangan bilang kau tidak pernah tau bahwa Veronica Aifisin adalah CEO dari HOFE!"


" HOFE?"


" Iya HOFE! Apakah kau ingat rumah yang kau beli dengan ibu mu 2 tahun yang lalu? Itu milik HOFE! Perusahaan itu memprogramkan sebuah rumah taman yang menjadi impian sebagian orang seperti kita, dan harganya cukup terjangkau. Veronica yang membangun bisnis itu."


"Terjangkau? Menurutmu 1 milyar terjangkau?"

__ADS_1


"Itu lebih baik daripada Penthouse yang harganya lebih mahal dari itu!"


" Terserah!"


" Veronica juga memiliki julukan Antagonis di dunia nyata."


" Atauuu.... Bad partner!"


" Ya, Kau benar Bad Partner! meskipun tidak ada yang pernah punya pengalaman berkencan dengannya tapi orang sudah menganggapnya pasangan yang buruk karena kegilaan uang."


" Tapi bukankah Fernand juga pasangan yang buruk? Dia berhubungan se—ks dengan pel—acur 10x sehari!"


Fernand langsung memukul lengan Jason, "Tidak juga!"


Mereka semua langsung tertawa bersama kecuali Fernad yang mulai kehilangan akal. Sebenarnya dia tidak terlalu mengenal siapa Veronica itu dan mulai menanyakan beberapa hal yang muncul di benaknya. Namun, itu segera hancur ketika pintu terbuka memperlihatkan tatapan tajam dari mata atasannya. Semua orang langsung menyapa dengan gugup.


" Selamat Pagi! Bos!"


" Apa yang kalian lakukan selain mengobrol sementara jam sudah harus buka!"


" Maaf bos."


" Cepat bekerja atau gaji ku potong!"


" Baik!"


" Hey kau El!"


Fernand langsung menoleh saat atasannya memanggil namanya, "Ya pak?"


"Aku kasih kamu bonus kerja, kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan menikah dengan Veronica, hahaha."


"Selamat," uluran tangan dari atasannya membuat Fernad tersenyum canggung, namun secepat mungkin menerima uluran tangan tersebut.


"Bersantailah, hei! kalian cepatlah, apa yang kalian lihat!"


" Baik Tuan!"

__ADS_1


Fernand menggaruk bagian belakang lehernya yang tidak gatal,dia benar-benar tidak mengerti situasinya. Dia memiliki banyak pertanyaan di benaknya dan Fernad mulai tak fokus.


__ADS_2