Bad Partner

Bad Partner
Menerima?


__ADS_3

Desain kamar luas dan sangat mewah menunjukkan hiruk pikuk Manchester setiap saat, nyaman dan mewah 3x lebih baik dari pada apartemen milik Fernad. Sejak pria itu datang, dia terkagum-kagum dengan kemewahan yang ada di apartemen tersebut dan Fernad tidak bisa menolak ajakan Veronica untuk datang ke apartemennya.


" Bagaimana, kau menyukainya?"tanya Veronica yang duduk di salah satu meja dan menikmati pemandangan Fernad yang terus mengagumi isi ruangan.


Netra Veronica terus memeriksa bagian tubuh Fernand yang lebih sempurna daripada Lefan. Otot-otot di tangannya tersembunyi di balik baju lengan panjang, kulit putih ramping dan garis rahang tegas dan tubuh atletis yang diinginkan setiap wanita.


"Kau bukan orang Inggris?" ujar Veronica membuat Fernad segera menatapnya, lelaki itu tersenyum.


"Aku lahir di Korea, Busan dan pindah di sini sejak aku berusia 10 tahun bersama ibuku." Veronica mengangguk angguk.


" Dimana orang tuamu?" Fernand terdiam, tapi jauh di lubuk hati pria itu terlihat sorot sedih. Fernad memalingkan wajahnya dan tidak menjawab pertanyaan Veronica.


" Baik,lupakan mari pada intinya." Veronica segera turun dari meja dan berjalan perlahan menuju Fernad.


"Kau bisa lihat betapa kayanya aku? Ini hanya setengah dari segalanya jadi aku akan menjamin kau hidup mewah jika kau menerima pernikahan ini. Aku akan mengubah hidupmu yang hanya bergantung pada pakaian pelayanmu itu dan menjadi semewah mungkin," ujar Veronica memutus jarak di antara keduanya.


Tubuh Veronica kini benar-benar dekat dengan tubuh Fernad, apalagi pria itu lebih tinggi dari Veronica membuatnya harus mendongak sedikit, hidung mancung keduanya sedikit bersentuhan.


" Bagaimana jika aku menolaknya?"Veronica tersenyum kecil.


"Entahlah, aku tidak membiarkan semuanya berjalan semudah itu dan kau bisa lepas begitu saja." Fernad terus berfokus pada mata hitam pekat indah milik Veronica.


" Berapa harga mu?"lontaran yang keluar dari bibir Fernand berhasil membuat Veronica tertawa kecil.


"Mengapa kau menanyakan hargaku jika kau akan menjadi suamiku?" Veronica segera menjauh dari Fernad dan duduk di tepi tempat tidur.


"Mandilah, akan kujelaskan semuanya dan pikirkan lah lagi " kata Veronica saat Fernad menoleh ke arahnya. Wanita itu segera membuang muka ke arah lain.


“Baiklah jelaskan, lalu bagaimana dengan pakaianku?” tanya Fernad membuat Veronica menunjuk ke lemari tak jauh dari depannya dengan dagunya agar Fernad mengerti.

__ADS_1


Fernad dengan santai melepas bajunya di depan Veronica terang-terangan memperlihatkan tubuh dan otot tubuhnya yang sempurna, Veronica hanya mengalihkan pandangannya.


"Dasar, pria," ujar Veronica setelah Fernad masuk ke kamar mandi, sambil mengelus tengkuknya yang terasa aneh setelah melihat Fernad telanjang dada di depannya.


20 menit kemudian, di dalam kamar mandi Fernad terus mengacak acak rambutnya menggunakan handuk, aroma Citrus yang menguar di sepanjang penjuru kamar mandi yang lagi lagi 2x lebih luas daripada kamar mandinya. Tapi bukan itu yang dipikirkan Fernand saat ini, dia terus menatap bayangannya sendiri di Wastafel kamar mandi mencoba membuat pilihan yang tepat.


Kemudian setelah cukup lama beradu pendapat dengan pikirannya sendiri, Fernad melilitkan handuk di pinggangnya dan mulai berjalan keluar. Ia melihat Veronica yang telah berganti pakaian menjadi lebih feminim dari sebelumnya dengan beberapa botol anggur tertata di salah satu meja.


" Kau yang menyiapkan semuanya?" ujar Fernad berjalan mendekati membuat Veronica menoleh, wanita itu tersenyum.


"Menurutmu? Bergantilah, tubuhku alergi melihatmu seperti itu," ujar Veronica yang mulai gerah lagi melihat Fernad telanjang dan hanya mengenakan handuk di pinggangnya.


"Aku tahu, kau hanya malu kan," ujar Fernand menuangkan botol wine di salah satu gelas lalu meneguknya. Veronica tidak menjawab dan Fernad langsung berjalan menuju lemari dan mengenakan pakaiannya sementara Veronica masih sibuk dengan persiapannya.


"Wow kau benar-benar membelikanku baju baru ya?" sanjung Fernad setelah memakai kaos putih pendek longgar dan celana pendek hitam. Pria itu kemudian mendekati Veronica yang sudah terduduk di pinggir kasur menatapnya.


" Kau tak kedinginan? Bajumu feminim sekali."


" Kita?" ujar Fernad lalu duduk di samping Veronica lalu merebahkan diri di kasur empuk yang terasa sangat nyaman.


" Ya, kau menerimanya bukan." Sontak Fernad menatap Veronica.


" Bagaimana kau tau?"


"Entahlah."


"Jika begitu, ceritakan semua yang membuatku terlibat dalam hidupmu dan kata-kata orang tuamu bahwa kau sudah memiliki calon suami."


" Lefan Brian Mcknight, putra tunggal Brian Mcknight yang merupakan pemegang saham utama di Australia. Dia sangat kaya dan posisinya setara dengan keluarga ku, atau bahkan lebih. Entah apa yang dipikirkan orang tuaku hingga terjebak dalam perjodohan dengan orang seperti dia, dia memiliki orang tua yang sekarang berada di Kanada bahkan Lefan enggan memberi tahu orang tuanya bahwa dia akan menikah denganku."

__ADS_1


"Dasar baj*ngan, dia bilang dia menyukaiku sejak lama dan dia pikir aku bodoh."


"Aku tahu dia hanya mengejar tubuhku, lagipula aku tidak pernah tertarik padanya meskipun dia memiliki kehidupan yang setara dengan keluargaku, dia pandai menarik wanita dan dia pikir aku tidak pernah tahu, dia hanya menggunakan wanita sebagai boneka dan akan membuangnya saat dia benar-benar bosan."


"Tadi malam, aku bertaruh dengannya dengan berbagai cara aku mencoba untuk menolaknya tetapi dia benar-benar memenangkan perjodohan ini, Aku hanya bertaruh bahwa wanita seperti ku yang anti pria akan menikah dengan pria selain dia. Siapa yang mau melakukan hal gila sepertiku di tempat ramai seperti itu?" ujar Veronica menoleh pada Fernad yang terus menatapnya sembari berbaring.


"Tapi kau menolak pria sempurna sepertinya hanya karena dia sering menggunakan wanita seperti boneka, lalu bagaimana denganku yang sering pergi ke klub?" ungkap Fernad jujur ​​dan langsung duduk.


Veronica terus menatap Fernad dan membuang nafas kasar. " Karena ketika kita menikah ,kemewahanmu hanya bergantung padaku. Jadi, jika kau membuangku seperti boneka maka hidupmu akan jatuh di jalanan.”


Fernad meneguk ludahnya kasar, aura wanita gila di hadapannya saat ini benar-benar tak main main.


" Baiklah, aku mengerti ... lalu untuk apa sampanye ini?" ujar Fernad ketika Veronica memalingkan wajahnya.


" Ah kau benar, berdirilah," titah Veronica beranjak dan menuangkan botol wine ke gelasnya dan sedikit menyenderkan pinggangnya di tepi meja.


"Merayakan perkenalan kita yang tertunda dan pernikahan kita yang akan diadakan 3 hari lagi," Fernad tiba-tiba melebarkan matanya.


" 3 hari lagi?! Yang benar saja!!"


Veronica menganggukkan kepalanya dan meminum wine-nya tanpa bersulang.


" Aku adalah Veronica Aifisin, wanita dengan banyak kejutan."


Fernad sedikit tersenyum lalu menungakan botol wine di gelasnya dan meminumnya seperti Veronica.


" Aku adalah Fernando Elbart, pria yang menyukai uang dan wanita."


Lalu keduanya saling berpandangan dengan tawa kecil yang menghiasi mereka, setidaknya itulah yang bisa dinikmati Veronica dalam sejarah hidupnya selain bersama teman-temannya.

__ADS_1


Tentang teman-temannya? Jangan khawatir, dia pasti akan menjelaskannya nanti.


__ADS_2