Badgirl Cantik

Badgirl Cantik
badgirl cantik episode 1


__ADS_3

#Badgirl_Cantik


#Part_01.


Hari Senin adalah hari yang dibenci semua siswa. Termasuk juga 4 orang badgirl yang kembali datang kesekolah setelah di skorsing selama 3 hari karna selalu datang terlambat dan bolos.


"Wah, tumben banget kita berempat hari ini gak telat," ucap Ara heboh.


Gua tuh diajaran Papa, katanya kalo habis diskorsing harus jadi murid teladan dulu besoknya baru mulai lagi hahaha," ucap Siska sambil tertawa.


"Eh eh, Papa gua juga ngajarin gitu hahaha," ucap Dinda menimpali.


"Yah iyalah orang mereka sahabatan," ucap Ara.


"Udah udah mending masuk," ucap Jeni karna sudah pusing mendengar ocehan para sahabatnya itu.


"Ampun Jen, jadi orang jangan dingin dingin amat dah, yah ditinggalin awas aja yah lo pada," Ucap Siska sambil berlari mengejar para sahabatnya.


"Pagi Pak Dodi," sapa mereka berempat kepada pak Dodi satpam sekolah.


"Pagi neng, eh tumben kalian gak pada telat," ucap Pak Dodi sambil terkekeh.


"Yah bapak mah, giliran yang buruk aja di inget, oh yah pak nih kita punya sandwich buat bapak," ucap Siska sambil menyerahkan sebuah wadah.


"Wah makasih yah neng," Ucap Pak Dodi.


"Iyah pak, kalo gitu kita masuk dulu ya pak dadada," ucap mereka dengan senyum manis, kecuali Jeni ia tetap pada muka datarnya.


***


‌"Selamat pagi anak-anak," ucap ibu Rika terkesan ramah.



‌"Pagi juga buk," Ucap seluruh anak kelas XI IPA 1.



‌"Masa skorsing kalian sudah selesai?" tanya bu Rika kepada mereka berempat.



‌"Belum bu, Dah tau iya masih aja nanya, si ibu gimana sih," ucap Siska sambil terkekeh.



‌Ibu Rika hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Siska.



‌Bel tanda istirahat pertama pun berbunyi. Siska and the genk pun bergegas menuju kantin. Tapi di tengah perjalanan tiba-tiba....



‌"Panggilan ditujukan kepada Siska Julia, harap datang kekantor sekarang," ucap seseorang di Kantor sana. Memang Siska menyingkat nama akhirnya Alexander dengan A. Di karna 'kan ia tidak mau orang-orang tau kalau dia anak pemilik sekolah sekaligus adik dari Gibran Alexander



‌"Kenapa yah, perasaan hari ini gua belum buat masalah?" monolog Siska dengan wajah kebingungan.

__ADS_1



‌"Udah mending luh kesana aja dulu," saran Dinda.



‌Siska pun tiba di kantor sekolah.


‌"Permisi, bapak panggil saya?" tanya Siska sopan sambil membuka pintu.



‌"Iyah, masuk sini." Ucap Pak Rivan.



‌"Kenapa Pak, tumben banget manggil pasti ada mau nya yah?" tanya Siska sambil terkekeh.



‌"Gini Sis, mulai besok latihan basket sekolah kita di mulai lagi." Ucap Pak Rivan. Siska merupakan Kapten basket Putri disekolahnya, Walaupun ia badgirl tapi prestasinya sangat banyak hampir semua piala disekolah ini hasil Siska, Dinda, Ara, dan Jeni.


Seorang gadis cantik sedang terlelap diatas kasur berukuran quen sizenya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.15 tapi matanya enggan untuk terbuka.


"Siska bangun ini udah jam berapa," Teriak seorang wanita paru baya sambil melempar Siska dengan bantal, siapa lagi kalo bukan mamanya siska.


"Berisik luh, ganggu orang tidur aja," Ucap Siska sambil melempar kembali bantal itu.


Bantal itu tepat mengena ih kepala mamanya Siska.


"Siska, kamu jangan kurang ajar yah sama orang tua," Ucap Mama Siska dengan kesal.


"Eh eh ternyata mama, hehe maaf ma Siska gak tau," Ucap Siska sambil sengengesan.


Iya mama nya Siska yang cantik tapi masih cantikan Siska," Ucap Siska sambil berlari kekamar mandi.


Skip Sekolah....


Setibanya Siska disekolah gerbang sekolah sudah ditutup rapat - rapat. Siska pun berlari ke arah gerbang belakang sekolah tapi saat dia sedang jalan....


"Woy Siska tungguin kita," Ucap Dinda dan Ara bersamaan.


"Astafirullah, ternyata kalian gua kira Ibu Indi. Ibu Indi adalah guru BK disekolahnya dan terkenal killer.


"Tumben luh ngucap," Ucap Dinda sambil terkekeh.


"Udah mending kita otw," Ucap Siska sambil menarik pergelangan tangan mereka.


Setibanya di gerbang belakang Sekolah.


"Kok kita kesini, biasanya kalo telat kita lompatin pagar," Tanya Ara.


Siska pun mengeluarkan sebuah kunci dari kantong bajunya, lalu membuka gerbang sekolahan setelah merasa aman.


"Sis, luh dapat kunci itu dari mana," Tanya mereka berdua.


"Sekolahan inikan punya bokap gua jadi pas gua mau berangkat gua colong kuncinya diruang kerja Papa.


" Wah, keren kita jadi nggak usah repot - repot buat lompat pagar," Ucap mereka lagi.

__ADS_1


"Siska gitu loh," Ucap Siska PD.


Mereka kemudian masuk kedalam sekolahan dan melihat sekitarnya sudah sepi.


"Kuy gimana mau ke kantin atau rooftop," Tanya Siska.


"Kantin aja gua laper tadi gak sempat sarapan mana udah telat lagi," Ucap Ara.


"Yaudah ayukk," Ucap Dinda semangat


Skip kantin..


"Kalian mau pesan apa uy," Tanya Dinda.


"Gua es teh sama batagor," Jawab Siska.


Kalo gua mi ayam sama es teh aja," Ucap Ara kemudian.


"Oke," Ucap Dinda sambil beranjak untuk memesan makanan.


5 menit kemudian Dinda sudah datang dengan membawa makanan yg dipesan. Mereka bertiga pun makan dengan santai dan sambil bercanda gurau.


"Ohh ternyata kalian ada disini," Ucap bu Indi yg tiba - tiba datang sambil menjewer telinga Dinda dan Ara, beruntung Siska duduk di dekat dinding.


"Hahaha, telinga mereka merah banget," Seketika tawa Siska pecah lalu berhenti setelah mendapat tatapan tajam dari bu Indi.


"Kamu juga mau saya jewer," Ucap bu Indi dengan nada membentak. Bukannya takut Siska malah geli sendiri karna melihat muka bu Indi yg sudah memerah.


"Sekarang kalian bertiga ikut saya keruang BK," Ucap bu Indi sambil menarik mereka bertiga.


"Yah si Ibuk, kita belum selesai nih makannya," Ucap Ara namun tak digubris oleh bu Indi.


Mereka pun tiba diruang BK dan langsung dihadiah ih ceramahan dari bu Indi.


"Sekarang kalian berdiri ditiang bendera sampai istirahat lalu bersihkan seluruh toilet perempuan yang ada disekolah ini," Ucap bu Indi tegas.


"Yah ibu mah gak asik, kita langganan dah lama bu masa gak ada diskon,"Ucap Dinda dengan wajah yang disedih - sedihkan.


"Semua hukuman sudah saya kasih tapi kalian tetap aja melanggar, kapan saya bisa tenang," Ucap bu Indi karna mulai kesal.


"Peraturan ada untuk dilanggar bu," Ucap Ara.


"Kalo gak ada murid nakal keenakan ibuk dong makan gaji buta hehe," Ucap Siska cengengesan.


"Cepat jalanih hukuman kalian," Perintah bu Indi.


Dan disinilah mereka sekarang, ditengah lapangan dengan sinar matahari yang terasa membakar kulit. Sedangkan dikantin 5 orang pria tampan sedang memerhatikan mereka karna kebetulan kelas mereka sedang berolahraga.


"Eh Van, itu mereka luh yg hukum," Tanya Gio kepada Devan yg notaben nya adalah ketua osis.


Oh yah? Kalian ingat mereka kan? yang baca prolog/pengenalan toko pasti tau deh.


"Bukan," Jawab Devan dengan nada dingin dan muka datar.


"Terus siapa," Tanya Gio.


"Kek nya Bu Indi deh," Bukan Devan yang menjawab melainkan Bara.


Bersambung...

__ADS_1


Lanjut part selanjunya😁



__ADS_2