
#Badgirl_Cantik
"Woi berhenti luh," Ucap seorang pria dari arah belakang.
Siska pun berhenti lalu berbalik badan dan melihat pria itu sedang berlari kearahnya.
"Mampus gua!" Batin Siska.
"Sekarang juga luh ikut gua keruang BK," Ucap pria itu lagi.
"Ngapain kak?" Tanya Siska.
"Beli gorengan," Jawab Devan lalu menarik tangan Siska untuk ikut dengannya.
Beruntung saat itu jam pelajaran sudah dimulai jadi tidak ada yang melihat Devan menarik Siska. Sehingga tidak ada yang menatap iri ke arah Siska.
"Diruang BK ada jualan gorengan kak?" Tanya Siska polos.
Devan tidak mengubris pertanyaan Siska bahkan melirik saja tidak.
Sesampainya diruang BK Siska dikejutkan dengan keberadaan ketiga sahabatnya dan juga bu Indi selaku guru kesiswaan.
"Assalamualaikum buk," Ucap Devan sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam Devan, sekarang kamu boleh pergi dan Siska kamu duduk didekat Dinda.
"Baiklah bu saya akan kembali kekelas," Ucap Devan lalu melenggang pergi.
Siska pun duduk didekat Dinda yang terlihat sangat santai.
"Sekarang ibu mau tanya kepada kalian," Ucap bu Indi.
"Tanya apa bu?" Ucap mereka berempat.
Ibu Indi pun mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya.
"Apa benar ini Siska dan Dinda yang berada dicafe Hollywood?" Tanya bu Indi.
"Iya bu, itu kita berdua waktu bolos kemarin," Ucap Siska dan Dinda santai.
"Dan ini adalah foto waktu kalian berempat berada disalon?" Tanya bu Indi lagi.
Mereka berempat pun mengangguk.
"Btw ibu dapat foto itu dari mana?" Tanya Dinda.
"Bukan urusan kalian," Jawab bu Indi.
"Yah sih ibu mah," Ucap Dinda lagi.
"Sekarang saya mau mencatat semua perbuatan kalian." Ucap bu Indi.
"Dah kayak malaikat aja bu," Ucap Siska.
"Kesalahan pertama kalian adalah datang terlambat, kedua atribut kalian tidak lengkap, ketiga rambut kalian diwarnaih, dan terakhir kalian membolos, maka ibu putuskan untuk menghukum kalian dengan menskorsing kalian berempat selama 5 hari!!!" Ucap ibu Indi lantang.
Mereka berempat yang mendengar itu pun matanya langsung berbinar.
"Wah yang bener buk? Gais kita bisa party nih," Ucap Siska bersorak senang.
"Bener nih kita bisa tinggal diapartemen berempat," Ucap Dinda.
"Terus kita bisa jalan - jalan bareng," Ucap Ara tak mau kalah.
"Rezeki nih, wajib bilang makasih sama yang ngaduin kita," Ucap Jeni.
Ibu Indi yang mendengar itu menggeram kesal karna kebanyakan siswa akan menangis jika dihukum tapi mereka berempat malah sebaliknya.
"Saya sudah telpon orang tua kalian," Ucap ibu Indi.
__ADS_1
"Untung papa sama mama lagi diLondon," Ucap Siska.
"Daddy sama mommy gua untung lagi di Singapura," Ucap Dinda.
"Papi sama mami gua lagi di Jerman," Ucap Ara.
"Ayah sama bunda gua juga masih di Amerika," Ucap Jeni.
"Sudah cukup kalian ngocehnya sekarang silahkan pulang kerumah masih - masing," Ucap bu Indi yang mulai kesal.
Mereka berempat pun mengucapkan salam lalu pergi.
"Assalamualaikum bu Indi cantik tapi masih cantikan kita - kita," Ucap mereka berempat.
"Waalaikumsalam, untung kalian pintar kalo tidak sudah pasti saya akan keluarkan," Ucap bu Indi.
Mereka berempat pun menelpon supir untuk pulang, mengambil baju kemudian berangkat keapartemen party mereka.
Siska sudah siap dengan pakaian santainya lalu ia mengerimkan Wa kepada Gibran untuk memberi tau bahwa dia menginap diapartemen selama 5 hari.
Siska pun pergi keapartemennya dengan diantar supir. 20 menit kemudian mereka tiba.
Siska mulai mengetikan pin untuk membuka pinta apartemen. Hal yang pertama kali dilihatnya adalah Jeni yang sedang tidur disofa, Ara yang sedang ngemil sambil menonton dan Dinda yang sedang? kemana sih Dinda yah? Pikir Siska.
"Hello gaisss," Teriak Siska yang mampu membangunkan Jeni.
"Sendiri aja Sis? Dinda mana?" Tanya Ara.
"Gatau tuh," Jawab Siska lalu memilih untuk duduk disofa.
Tidak lama kemudian terdengar teriakan seorang gadis siapa lagi kalo bukan Dinda.
"Datang juga luh," Ucap Ara.
"Iyalah orang kita mau party," Ucap Dinda.
"Oh iyah, gua mau bajak Cctv sekolah supaya bisa tau siapa aja tadi yang masuk keruang BK," Ucap Ara.
"Supaya kita tau siapa tadi yang ngaduin gblk," Ucap Jeni setelah berhasil mengumpulkan nyawa.
"Yaudah coba bajak," Ucap Dinda.
Perlu kalian ketahui kalau Ara punya keahlian dalam bidang komputer.
"Oh ternyata si mak lampir yang ngaduin kita," Ucap Dinda.
"Mak lampir siapa? Kalian kenal dia? Tanya Jeni.
"Dia itu Clarissa, Alesya, sama Lily yang hobinya ngebully murid karna Clarissa yang notabennya adalah anak kepala sekolah jadi semua murid takut sama dia," Ucap Ara panjang lebar.
"Gua yang anak pemilik sekolah aja gak ada yang takut," Ucap Siska.
"Gimana mereka mau takut kalo luh aja gak pernah ngasih tau," Ucap Dinda.
"Gua kan gak hobi sama yang namanya pamer," Ucap Siska.
"Iyain," Ucap Dinda.
"Mau main - main mereka sama kita," Ucap mereka berempat disertai senyum devil sehingga orang yang melihatnya bergidik ngeri.
Malam harinya mereka tengah sibuk memasak makan malam. Emang calon istri idaman dah cantik, pintar masak, tapi sayangnya biang onar.
Kini mereka berempat sedang makan malam bersama.
"Widih gak nyangka masakan kita enak," Ucap Jeni.
"Iya nih padahal cuman bikin ayam goreng sama sambel," Jawab Ara.
Aduh duh author jadi baper eh laper:v
__ADS_1
Mereka bertiga pun pergi kekamar meninggal kan Siska yang sedang kesal.
"Siska sahabat ku yang cantik, cuci piringnya yah kita bertiga mau mabar babayyy," Ucap mereka bertiga lalu berlari.
"Sialan," Umpat Siska.
Siska pun mengambil piring sisa mereka makan lalu mencucinya. Setelah mencuci Siska pergi menyusul sahabatnya untuk ikutan mabar.
"Ah luh mah mainnya curang masa dari tadi nge campah gua mulu," Ucap Ara kesal.
"Udahlah Ra kalo noob yah noob aja," Ucap Dinda.
Ara tidak menjawab Dinda. Ia lebih memilih untuk menonton tv dikamar mereka. Memang mereka memilih tidur sekamar biar lebih epic.
Siska dan Jeni yang melihat pertengkaran sahabatnya pun hanya cuek saja. Toh bentar lagi juga baikan.
"Eh pesan pizza sama minuman soda kek biar gadang nya lebih seru," Ucap Jeni.
"Guaa dah order 4 box pizza tunggu aja bentar lagi juga nyampek," Ucap Siska.
"Wah makin seru nih," Ucap Ara dan Dinda bersamaan.
15 menit kemudian pizza pesanan Siska pun tiba mereka lalu mengambil, masing - masing satu box pizza.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 malam tapi mereka berempat belum ada yang tidur.
Siska yang masih main game bersama Ara, Jeni yang asik menonton tv dan Dinda yang sibuk membuat Tiktok memang diantara mereka Dinda lah yang paling centil bahkan satu sekolah menjuluki Dinda dengan sebutan "Queen of playgirl".
Siska dan Ara yang sudah mengantuk pun memilih untuk tidur duluan. Disusul Jeni dan Dinda yang memang sudah bosan.
Subuh nya mereka bangun pukul 05.00 kemudian mandi lalu Sholat. Bayangkan saja mereka tidur cuman 3 jam.
"Gaiss hari ini kita mau kemana?" Tanya Ara disela - sela mereka sarapan bersama.
"Dufan aja cuy," Ucap Dinda.
"Kita sih ngikut aja," Ucap Siska dan Jeni.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi dan mereka pun sudah siap didalam mobil.
🌻
Sekarang bel masuk sudah berbunyi di salah satu sekolah elit apalagi kalo bukan SMA Garuda.
Para murid pun berhamburan masuk kekelasnya masing - masing.
🌻
Bel istirahat pun sudah berbunyi.
Dikantin sekolah🌻
"Tumben banget genk nya Siska gada dikantin?" Ucap Bara.
"Mereka berempat kemarin dipanggil keruang BK, kayaknya mereka diskor," Ucap Devan.
"Lah emang," Batin Gibran karna dia sudah membaca Wa yang dikirimkan oleh adik satu - satunya itu.
"Gila, emang mereka gak bosen?" Tanya Bara.
"Gua sama bu Indi dah capek ngehukum mereka," Ucap Devan.
"Sabar aja van, siapa suruh loh jadi ketos," Ucap Gio.
"Hm," Jawab Devan cuek.
"Kumat dah kutubnya," Batin sahabat Devan.
Tiba - tiba datanglah 3 orang cewek yang salah - satunya malah bergelayut manja ditangan Devan.
__ADS_1
"Ihh Devan kamu kemana aja sih beb," Ucap cewek itu.
Lanjut dipart selanjutnya heheee😁