
#Badgirl_Cantik
"Oh yah, mama sama papa mana kak?" Tanya Siska.
"Ada kerjaan katanya, besok baru pulang, udah mending sekarang luh mandi sono!" Jawab Gibran.
"Iya kak gibran sayang," Ucap Siska sambil mengedipkan sebelah matanya lalu berlari ketangga karna kamarnya berada di lantai atas.
"Huftt, untung dah kebal," Ucap Gibran lalu pergi kekamarnya.
~Skip
Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi dan Siska masih main game diatas kasur berukuran queen size nya dengan keadaan belum mandi.
"Yah, masa dari tadi kalah mulu sih, udah lah mending gua mandi," Ucap Siska lalu beranjak ke kamar mandi.
Siska pun berangkat dengan diantar supirnya. Dia meminta untuk di turun kan di Supermarket dekat sekolah nya untuk membeli cemilan. Setelah selesai, ia pun berjalan kaki ke sekolahnya.
"Ya ampun, kunci gerbang nya lupa gua bawak," Gumam Siska. "Terpaksa nih harus lompat pagar."
Siska lalu melempar tas nya keatas gerbang terlebih dahulu. Lalu dia melompat keatas pagar, ketika dia sampai diatas gerbang tiba tiba..
"Awhh," Ucap seorang pria yg meringis kesakitan karna terkenah tas yang di lempar Siska.
"Mampus gua," Gumam Siska dari atas pagar ketika melihat siapa yang terkenah lemparan.
"Turun luh," Ucap pria itu.
Siska pun turun dan langsung menghampiri pria itu.
"Kak Devan, jidat nya merah banget, sorry yah" Ucap Siska sambil terkekeh.
"Luh tau apa yang udah luh lakuin?" Tanya Devan.
"Tau kak," Jawab Siska.
"Sekarang juga luh berdiri dilapangan," Ucap Siska.
"Asyap kak Devan jelek," Ucap Siska lalu pergi meninggal kan Devan yang sedang kesal.
"Dasar anak bandel, gak ada bosen dihukum terus," Gerutu Devan didalam hati lalu lanjut patroli keliling sekolah.
~Skip
"Eh Dinda, luh dihukum juga, bikin masalah apa luh?" Tanya Siska kepada Dinda yang sedang dihukum bersama dirinya.
"Biasa hobi gua," Jawab Dinda.
"Eh luh tau gak? Didekat sini ada cafe baru loh," Ucap Siska yang langsung membuat Dinda sumringah.
"Yang bener luh? Yaudah kita gas aja kesana dari pada berdiri disini," Ucap Dinda.
"Kuy cabut," Ucap Siska lalu melangkah pergi di ikuti Dinda.
~Skip
Setelah berhasil menyelinap untuk kabur, mereka pergi ke basecamp untuk bergani pakain. Disini lah mereka sekarang, di sebuah apartemen yang mereka beli dari hasil patungan uang mereka berempat. Siska dan Dinda sudah siap dengan pakaian nya.
"Yuk Din," Ucap Siska
"Ayukk," Ucap Dinda semangat.
Mereka pun pergi dengan Siska yang membawa mobil khusus party mereka berempat
~Skip
"Wah, enak juga makan disini, tempat nya juga bagus harusnya kita ajak Ara sama Jeni tadi," Ucap Siska.
"Bener juga luh, kenapa kita tadi gak kepikiran," Ucap Dinda.
"Pasti mereka nyariin kita dirooftop," Ucap Siska.
"Udahlah dah kelanjur, mending sekarang kita belanja," Ajak Dinda.
"Bener juga luh," Ucap Siska.
~Skip mall
"Gua dah belanja banyak nih, mending pulang," Ucap Siska.
"Iya deh, gua juga dah banyak," Ucap Dinda.
Mereka pun kembali ke apartemen, setibanya mereka disana, mereka berdua langsung di hadiah ih tatapan tajam dari Ara dan Jeni.
"Kenapa gak ngajak?" Ucap Ara dan jeni bersamaan.
"Kenapa gak ngajak?" Tanya Ara dan Jeni bersamaan.
__ADS_1
🌻
Sementara di Sma Garuda. Devan sedang keliling sekolah untuk mencari Siska dan Dinda yang kabur dari hukuman.
"Ck, mereka kemana sih? Kalo kayak gini bisa - bisa gua yang dihukum bu Indi," Ucap Devan.
Karna lelah mencari Devan memutuskan untuk menemui Bara, Gibran, Gio, dan Raffy dikantin. Sekarang bel istirahat itu sebabnya Jeni dan Ara bisa kabur ke apartemen.
"Luh kenapa si Van, tumben banget tadi gak masuk kelas," Tanya Bara.
"Siska sama Dinda tadi gua hukum tapi mereka kabur, gua dah nyari tapi gak ketemu," Jawab Devan.
"Emang mereka gak bosen apa tiap hari bikin ulah?" Tanya Raffy.
"Tau tuh," Ucap yang lainnya.
🌻
"Kita tadi gak sempat ke kelas karna dihukum makanya gak ngajak kalian," Jawab Siska.
"Iya sorry banget kita tadi buru buru," Ucap Dinda sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Oke untuk kali ini kalian berdua kita maafin," Ucap Ara dan Jeni kompak.
"Huwaa makasih," Ucap Siska dan Dinda lalu berhambur memeluk sahabatnya dan kemudian tersenyum bersama.
Mereka berempat kini sibuk bermain ponsel masing - masing, Ara yang mulai bosan pun mengeluarkan suara.
"Eh gimana kalo kita kesalon? Dah lama nih gak warnain rambut," Ucap Ara.
"Yaudah kita gas ajaaa," Ucap mereka bertiga semangat.
Mereka berempat pun pergi kesalon dengan Siska yang mengendaraih mobil. 20 menit kemudian mereka sampai karna jarak apartemen dengan salon tidak terlalu jauh.
"Kuy masuk," Ucap Dinda.
Mereka pun memilih warna rambut.
"Gua mau warna ungu," Ucap Jeni.
"Gua warna merah," Ucap Ara.
"Kalo gua warna hijau," Ucap Dinda.
"Lah luh warna apa sis?" Tanya mereka bertiga bersamaan.
"Kalian duluan aja gua masih bingung," Jawab Siska.
"Aha gua tau," Ucap Siska sambil tersenyum manis.
Dia pun menyusul para sahabatnya.
🌻
"Siska mana kok belum keluar?" Tanya Dinda karna mereka sudah selesai dari tadi.
"Mungkin belum selesai mending kita tunggu aja," Jawab Ara.
Tak lama kemudian Siska keluar dari salon dengan rambut sepunggungnya yang di warna ih menjadi....
"Wah keren banget warna rambut luh Sis," Puji Jeni.
"Gua juga mau, kenapa kita tadi gak kepikiran yah?" Tanya Dinda.
"Habisnya gua bingung karna semua warna rambut gua dah coba," Ucap Siska.
"Habisnya gua bingung semua warna rambut gua dah coba semua," Ucap Siska.
Ketiga sahabatnya pun menatap takjub rambut Siska yang berwarna Rainbow.
"Gila keren banget cuy," Ucap Ara.
"Udahlah mending kita pulang ini juga dah sore," Ucap Dinda.
Mereka pun pulang ke apartemen untuk mengembalikan mobil khusus mereka party. Kemudian menelpon supir mereka masing - masing untuk menjemput.
Pukul 17.30 Siska tiba dirumahnya.
"Assalamualaikum Siska yang cantik pulang,". Teriak Siska.
"Astafirullah dek kalo pulang tuh jangan teriak - teriak, rambut luh kenapa bisa ada warnanya?" Tanya Gibran.
"Yah karna dikasih warna lah kak Gibran," Jawab Siska.
"Oh iya satu lagi?"
"Apa lagi kak?"
__ADS_1
"Luh tadi kabur dari hukuman yah? Devan keliling sekolah nyari luh pada sampai - sampai dia gak masuk pas jam pertama," Ucap Gibran.
"Hah yang bener kak?" Tanya Siska dengan raut wajah yang dikaget - kaget kan.
"Iyalah mana pernah gua bohong," Jawab Gibran.
"Bwahahaha, mampus luh Ketos kutub pasti capek banget tuh," Tawa Siska pecah saat itu juga.
"Gila luh dek, gak bosen apa bikin ulah?" Tanya Gibran.
"Tentu saja tidak," Ucap Siska lalu melenggang pergi meninggalkan Gibran.
Malam hari nya keluarga mereka sedang makan malam bersama.
"Siska kenapa kamu warnain rambut nak?" Tanya papa.
"Bosen pah, warna hitam mulu," Jawab Siska.
"Emang gak dihukum di Sekolah nak?" Tanya mama.
"Dihukum mah kalo ketahuan tapi aku mah sans aja udah kebal," Jawab Siska lagi.
"Wah keren dong anak papa sama mama," Ucap orang tua Siska bersamaan.
Gibran yang mendengat itu hanya geleng - geleng kepala.
"Punya keluarga gini amat dah, untung aja gua gak ketularan," Batin Gibran.
"Oh iya besok pagi papa sama mama mau berangkat ke London," Ucap papa.
"Berapa lama pah?" Tanya Gibran.
"Gak lama cuman satu minggu," Jawab papa.
"Jangan lupa oleh - olehnya yah papa sama mama siska yang cantik dan tampan," Puji Siska ketika ada maunya.
"Iya nak," Ucap orang tuanya bersamaan.
Besok paginya orang tua Siska sudah siap dengan koper ditangannya.
"Dek bangun papa sama mama udah mau berangkat," Ucap Gibran sambil menggoyangkan badan Siska.
"Emang ini jam berapa kak?" Tanya Siska sambil mengusap matanya.
"Ini masih jam 06.15," Jawab Gibran.
"Kok kakak udah pakek seragam sekolah?" Tanya Siska lagi ketika melihat Gibran sudah siap dengan seragamnya.
"Kakak kan emang tiap hari berangkat nya jam segini, kamu aja yang hobinya telat," Jawab Gibran.
Siska dan Gibran pun turun untuk mengantar orang tuanya sampai depan pintu.
"Papa sama Mama hati - hati yah di jalan," Ucap Siska dan Gibran sambil menyalimih tangan kedua orang tuanya.
"Iya sayang, Gibran kamu jaga adik kamu yah," Ucap ortunya bersamaan.
"Iya pah mah, Gibran pasti jagain Siska,"
"Yah sudah kalo begitu papa sama mama berangkat dulu yah sayang,"
"Iyah pah mah," Ucap Siska dan Gibran berasamaan.
Papa dan mama pun berangkat kekantor mereka terlebih dahulu untuk mengambil berkas lalu pergi kebandara dengan diantar supir. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06.30.
"Dek, gua mau berangkat dulu yah ntar luh diantar supir aja, Assalamualaikum," Ucap Gibran lalu bergegas menaiki mobil mewahnya.
"Iya kak, Waalaikumsalam," Ucap Siska lalu masuk kedalam rumah.
"Sekarang gua ngapain yah? Mandi, ngegame atau baca novel?"
"Dahlah mending ngegame," Ucap Siska.
Jam menunjukan pukul 07.30 dan Siska baru selesai dengan game nya. Ia pun bergegas masuk kekamar mandi.
15 menit kemudian Siska keluar dari kamar mandi dengan rok sebatas lutut, baju dikeluarkan tanpa dasi serta rambut berwarna rainbow yang dibiarkan tergerai.
Memakai sepatu berwarna putih dan dengan santai lalu masuk kedalam mobil. Jam menunjukkan pukul 08.15
Siska baru saja tiba disekolah.
Setelah masuk melalu gerbang belakang Siska dengan santainya berjalan dikoridor sekolah dengan pakaian acak acakan serta wajah tanpa make up tapi tetap cantik bahkan paling cantik seantero sekolah.
Tiba tiba seseorang memanggilnya dari belakang.
"Woi berhenti luh," Ucap Seorang pria dari arah belakang.
Bersambung....
__ADS_1
Siapakah pria itu?
Lanjut part selanjutnya🤣🤗