Badgirl Cantik

Badgirl Cantik
part 6


__ADS_3

#Badgirl_Cantik


5 hari sudah berlalu, hari Selasa pun tiba dan ini saatnya Siska dkk untuk kembali kesekolah.Pukul 06.30.


"Okey karna hari ini hari pertama kita masuk sekolah jadi kita harus rapi," ucap Siska.


Mereka pun memakai seragam dengan rapi dan lengkap. Rambut? Mereka sudah mewarnaih nya hitam kembali.


Dengan rambut yang tergerai indah serta parfum wangi khas bunga mawar menambah kecantikan mereka.


Tidak lupa juga memakai lipbam. Lipstik? Tentu saja tidak karna bibir mereka sudah pink alami.


Mereka juga membawa kaca mata berwarna hitam untuk menambah gaya saat turun dari mobil mewah merk BMW nya.


"Udah siap semua kan?" tanya Siska.


"Udah, yuk berangkat." Ucap yang lainnya.


Siska mulai mengendari mobil nya. Pukul 07.45 mereka tiba disekolah.


Mobil mewah mereka yang berwarna merah itu masuk sempurna kedalam gerbang sekolah.


Semua pasang mata tertuju kearah parkiran. Pasal nya mereka tidak pernah melihat mobil itu datang kesekolah.


"Ada murid baru yah?"


"Mobil nya keren banget,"


"Orkay pasti nih,"


"Kok belum keluar - keluar yah?"


Bisikan para murid terdengar jelas ditelinga mereka berlima.


Siska dkk yang sedang didalam mobil sudah siap dengan kacamata yang bertengger diatas hidung mancung itu.


"Yuk turun," ucap Siska.


Mereka pun turun dari mobil dan semua mata langsung tertuju kepada mereka.


"Gila cantik banget,"


"Ternyata Siska sama sahabatnya,"


"Enak banget yah jadi mereka,"


"Body nya bagus banget,"


"Andai gua salah satu pacar mereka,"


"Dih, sok cantik,"


"Gua iri bos,"


Bisikan itu hanya dianggap angin lalu oleh mereka berlima.


Mereka terus berjalan dikoridor dengan santai sesekali tebar pesona.


Ditengah jalan mereka bertemu dengan Devan beserta sahabat nya.


"Hay neng Dinda," Sapa Bara.


"Hallo akang Bara," ucap Dinda sambil tersenyum.


"Dunia terasa milik berdua," ucap Ara.


"Jemuran dirumah gua juga lagi digantung tuh," ucap Raffy.


"Apaan sih!" ucap Dinda dan Bara bersamaan.


"Kompak nih yee," ejek Siska.


"Berasa ngontrak didunia," ucap Jeni.


"Jadian nya kapan sih Bar?" tanya Gio.


"Hustt, kita masih pdkt nih, iyakan neng Dinda?" ucap Bara.


"Iya dong akang Bara sayang," ucap Dinda.


Bara yang medengar itu langsung dibuat salting.


"Hiyaa, Bara salting," ucap Gibran.


"Jadi ngeri," ucap Gio.


Mereka terus mengoceh berbeda dengan Devan yang hanya diam bak patung.


Tiba - tiba datanglah 3 orang nenek sihir yang langsung bergelayut manja ditangan Devan, Bara dan Gibran.


"Halo Devan sayang,"


"Hai bebeb Bara,"


"Good morning yayang Gibran,"


Sedangkan Siska, Dinda, Ara, Jeni, Gio, dan Raffy yang melihat nya pun langsung tertawa terbahak - bahak.

__ADS_1


Sedangkan Devan, Bara, dan Gibran sudah menggeram kesal.


"Lepas!" ketus Devan. Rissa yang mendengar itu pun langsung melepaskan tangan nya dari tangan Devan.


Begitu juga dengan Alesya dan Lily mereka juga sudah melepas tangan nya karna takut dengan suara Bara dan Gibran yang sedang marah.


"Neng Dinda, akang Bara duluan yah," ucap Bara lalu pergi.


"Kita juga duluan yah," ucap yang lain nya lalu menyusul Bara.


"Ini semua gara - gara kalian," ucap Rissa.


"Lah kok kita?" tanya Siska.


"Coba aja kalo gada kalian, kita tadi pasti udah bisa meluk mereka," ucap mereka bersamaan.


"Oh," ucap Siska dan sahabatnya lalu pergi kekelas.


"Hei, jangan pergi luh!"


"Awas aja gua pastikan mereka bakal diskor lagi," ucap Rissa.


"Pokok nya luh harus ngadu ke bokap luh Ris supaya mereka ditendang dari sekolah ini," ucap Alesya.


"Udah kalian tenang aja, bokap gua kan kepala sekolah jadi bebas dong mau ngapain." ucap Rissa. Mereka lalu tertawa bersama sambil tersenyum smirk.


🌻


Siska dan sahabatnya kini sudah tiba dikelas.


"Males banget gua ngeladani mak lampir kek mereka!" ucap Ara dan Dinda.


"Ciah, bilang aja cemburu," ucap Siska dan Jeni.


"Cemburu?" tanya Ara dan Dinda.


"Iya kalian cemburu karna mereka tadi nyentuh kak Bara sama kak Gibran kan?" tanya Siska dan Jeni balik.


"Mana ada!" Ketus Ara dan Dinda.


Tepat pukul 07.00 bel pun berbunyi dan jam pelajaran pun dimulai.


Ibu Nurma selaku guru mtk sekaligus wali kelas XI Ipa 1 masuk kedalam kelas dengan seorang siswi dibelakang nya.


"Assalamualaikum anak - anak," ucap bu Nurma.


"Waalaikumsalam bu," ucap murid sekelas.


"Hari ini kita kedatangan murid baru, ayo silahkan masuk," ucap bu Nurma sambil mempersilahkan siswi itu masuk.


Siswi dengan kacamata bulat dan rambut yang dikepang dua itu masuk kedalam kelas sambil menunduk.


"Hai, nama saya Celin saya pindahan dari Desa Cibol.


(Author ngarang yak xixixi)


"Oh ternyata dari desa,"


"Cih, pantas aja cupu,"


"Gua jijik sama dia,"


Celin yang mendengar bisikan dari teman sekelas nya hanya bisa menunduk.


"Kamu, duduk dibangku belakang aja yah," ucap bu Nur.


Celin pun duduk dibangku paling belakang sendiri. Dia berjalan kekursinya sambil menunduk.


"Eh Siska, Dinda, Ara, Jeni, tumben kalian masuk kelas?" tanya bu Nurma.


"Biasa buk, habis diskor." Ucap mereka berempat.


Ibu Nurma yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepala nya.


Jam pelajaran pun selesai, kini saat nya jam istirahat.


Siska dan sahabat nya sudah siap untuk pergi kekantin.


"Gua kasihan sama Celin, kayaknya gak ada yang mau temenan sama dia," ucap Dinda.


"Samperin yuk," ajak Siska.


Mereka pun pergi kemeja Celin yang kebetulan dekat dengan meja mereka.


"Hai Celin, kenalin gua Siska,"


"Gua, Dinda,"


"Gua, Ara,"


"Gua, Jeni,"


"Hai Siska, Dinda, Ara, Jeni," sapa Celin ramah.


"Kantin bareng yuk," ajak Siska.


"Yok, seru nih kalo berlima," ucap mereka bertiga.

__ADS_1


"Kalian gak malu temenan sama aku?" tanya Celin sambil nunduk.


"Eh gak boleh nunduk dong, ngapain kita harus malu? Yuk otw kantin." ucap Siska dkk.


"Kalian tetap sama gak pernah berubah, gua sayang sama kalian." Batin Celin tersenyum.


🌻


Saat ini mereka sedang menyantap bakso dan es teh dikantin, walaupun Celin tadi sempat menolak untuk dibayar ih karna uang nya tidak cukup.


"Cel luh beneran dari Desa Cibol?" tanya Ara.


"Iya aku dari sana," jawab Celin.


"Kok gua kek merasa udah pernah ketemu luh yak?" tanya Ara lagi.


"Perasaan kamu aja kali," ucap Celin


Sejak tadi Siska terus saja diam.


"Eh Sis, tumben luh diem aja?" tanya Dinda.


"Gua kangen sama Nayla," ucap Siska lirih.


"Gua juga kangen sama Nayla," ucap Dinda sambil menghapus air mata nya.


"Nay, kita disini berharap semoga aja luh nepatin janji." ucap mereka bersamaan dengan nada lirih


Karna banyak yang minta jadi author bakalan tulis ulang.


Jam pulang sekolah kini telah berbunyi Siska dkk pun sudah siap untuk pulang.


"Yuk pulang," ajak Siska.


"Jangan dulu dong, kita kan belum ngerjain kakak kelas kang bully itu." Ucap Ara.


"Siapa?" tanya Siska sambil mengernyitkan dahinya.


"Rissa and antek antek nya lah begoo," ucap Ara.


Mereka memang berencana akan menjahili Rissa dkk selama 5 hari sebagai ucapan terima kasih. Karna telah membuat mereka diskorsing.


"Oh iya lupa, mau kita kerjain apa lagi?" tanya Siska.


"Gua punya ide," ucap Jeni.


"Apaan?" tanya yg lain.


"Sini gua bisikin," ucap Jeni lalu membisik kan sesuatu disertai senyum devil diakhir kalimat yang di ikut ih oleh ketiga sahabat nya.


"Ide bagus."


🌻


Devan dkk kini sudah berada diatas motor sport mereka masing - masing.


Tiba - tiba datang lah Rissa dkk.


"Dev, antarin aku pulang yah? Mobil aku bensin nya habis.


"Bara juga antarin Alesya yah,"


"Gibran antar lily pulang yah,"


"Gak mau!" ucap mereka bertiga sambil melajukan motornya yang di ikuti oleh Gio dan Raffy.


Tak jauh dari parkiran Siska dkk sedang tertawa terbahak - bahak karna rencana mereka berhasil.


"Awas aja kalo gua tau siapa pelaku nya!!!" ucap Rissa geram.


"Terus kita pulang gimana?" tanya Lily.


"Ikut bokap gua , tapi dia masih ada kerjaan terpaksa kita harus nunggu," ucap Rissa lalu pergi keruang kepala sekolah bersama para sahabatnya.


🌻


"Bensin nya mau dikemanain?" tanya Dinda.


"Kasih ke pak Dodi aja lumayan buat motornya," ucap Siska enteng.


"Bener juga luh," ucap yang lainnya.


Mereka pun pergi ke post satpam di dekat gerbang untuk menemui pak Dodi, satpam disekolah ini.


"Hay pak Dodi," ucap mereka berempat ramah.


"Hay juga neng cantik," ucap pak Dodi sambik tersenyum.


"Kita bawak bensin nih, ambil aja buat motor pak Dodi," ucap Dinda.


"Wah makasih neng cantik, bapak jadi gak harus repot buat beli lagi," ucap pak Dodi.


"Hehe iya sama - sama pak,"


"Kalo begitu kita pulang yah pak," ucap merek berempat.


"Hati - hari dijalan yah neng," ucap pak Dodi.

__ADS_1


Beruntung pak Dodi tidak curiga dari mana mereka mendapatkan bensin itu.


Bersambung..


__ADS_2