Badgirl Cantik

Badgirl Cantik
episode 10


__ADS_3

#Badgirl_Cantik


#Part_10


Bel istirahat pun berbunyi. Ara dan Jeni sudah bersiap untuk pergi ke rooftop.


Karna takut Celin terkenah bullyan, mereka memutuskan untuk mengajaknya.


Meski sempat menolak tapi akhirnya Celin luluh juga.


Mereka bertiga lalu pergi ke rooftop bersama tapi ketika mereka tiba...


"Astagfirullah!" ucap Jeni.


"Woi curut. Bangun!" teriak Ara.


Siska dan Dinda masih terlelap tidur sepertinya mereka tidak terganggu sedikit pun.


Karna Ara dan Jeni adalah sahabat yang baik mereka memutuskan untuk menyiram wajah Siska dan Dinda.


"Byurrr!"


"Ahh! sahabat laknat!"


Celin yang melihat itu hanya tertawa di dalam hati.


🌻


Devan dkk kini sedang menikmati makanan favorit mereka dikantin. Apalagi, kalo bukan mie ayam.


"Woi! kalian ngelihat Dinda gak?" tanya Bara.


"Kagak!"


Lima menit berlalu. Siska dkk mulai memasuki kantin, dengan seragam putih nya yang dikeluarkan, tentu saja tanpa dasi.


Tapi tunggu? mata Devan dkk malah tertuju kepada seorang cewek dengan rambut dikepang dua, tidak lupa dengan kaca mata bulatnya. Berjalan bersama Siska dkk.


"Siapa itu?" batin Devan dkk.


Berbeda dengan Bara, dia langsung pergi ke arah meja Siska dkk.


"Neng Dinda!" panggil Bara lalu menuju meja Siska dkk.


"Hai, kak Bara?" ucap Dinda.


"Boleh gabung?" tanya Bara.


"Boleh kak!"


Devan, Gibran, Gio, dan Raffy yang melihat itu hanya menghembuskan nafas pelan.


"Dasar Bara!"


🌻


Sementara dirumah sakit tempat Rissa dirawat...


"Kamu hari ini udah boleh pulang nak," ucap Melani-- mama Rissa.


"Iya!" ucap Rissa, padahal dalam hati ia sedang tertawa senang. "Tunggu aja pembalasan gue!" batin nya sambil tersenyum smirk.


🌻


Karna rasa penasaran yang besar, Raffy memutuskan untuk bertanya.


"Dia siapa?" tunjuknya kepada Celin.


"Dia Celin kak. Murid baru," jelas Siska.


"Oh," ucap Raffy.


"Untung kakak kelas!" batin Siska.


Bersambung...


Author lagi mood nih, gaskeunn double part!


Lanjut lagi readersss💚


Gabung aja yah hehe:v

__ADS_1


***


#Badgirl_Cantik


#Part_24


Jam pulang sudah berbunyi dari lima menit yang lalu. Siska juga sudah berada di dalam mobil nya.


Lima belas menit kemudian, mereka tiba dirumah...


"Assalamualaikum. Mama, Siska cantik pulang!" teriak Siska.


"Waalaikumsalam," ucap Lita-- mama Siska yang sedang sibuk membaca majalah.


"Tumben gak marah?"


"Mama lagi fokus!"


"Oh iya ma, Siska boleh mintak sesuatu gak?"


"Apa?"


"Beliin Siska motor kayak yang punya kak Gibran yah ma. Please!" pinta Siska, tidak lupa dengan pupy eyes nya.


"Warna apa?"


"Siska mau warna hijau. Ma!" ucap Siska semangat.


"Yaudah, nanti dibawain papa pas pulang," ucap Lita.


"Huwaaa! tengkyuu my momssss." Teriak Siska lalu memeluk sang mama.


🌻


Siska sudah tidak sabar menunggu kepulangan papa nya dari kantor. Karna gabut dirumah dia menelpon Dinda.


"Dinda, main yukk!


["Dirumah siapa?"]


"Ntar gua kerumah lo, sekalian ajak Ara sama Jeni,"


["Oke!"]


Ia memilih sneakers berwarna putih lalu memakainya.


"Perfect." Ucap Siska lalu melangkah keluar rumah.


"Ma, Siska izin keluar kerumah Dinda," ucap Siska.


"Iya, pulang nya jangan kelamaan!"


Siska, lalu menyambar kunci mobil dengan merk lambhorghini. Si merah, kesayangan Siska.


Sebenarnya, rumah Siska dan Dinda itu berada di dalam satu komplek perumahan yang sama.


Tapi, Siska terlalu mager untuk berjalan kaki.


Tidak membutuhkan waktu lama, Siska sudah tiba dirumah Dinda. Dia pun turun dari mobil lalu mengetuk pintu


Tok... tok... tok


"Assalamualaikum, Dinda ini gue!" ucap Siska.


Ceklek! pintu rumah terbuka, menampilkan Dinda yang dibelakang nya terdapat Ara dan Jeni.


"Oh, tuan putri baru sampai?" tanya Dinda sinis.


"Hehe," ucap Siska sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ayo Din masuk, gausah malu-malu."


Lah?


"Oh iyah, gua di beliin papa motor kayak kak Gibran," ucap Siska sambil mengemil keripik singkong.


"Beneran?" tanya Dinda.


Siska hanya menganggukkan kepala nya.


"Kita juga mau beli biar samaan," ucap ketiga sahabat nya kompak.


Setelah puas menghabiskan waktu bersama, mereka pun pulang kerumah masing-masing.

__ADS_1


"Sepi lagi dah!" batin Dinda.


***


Pukul 19.00 malam, papa Siska pulang dari kantor nya.


"Papa! Motor Siska mana?" tanya Siska sambil berlari menuruni tangga.


"Itu diluar lihat aja dulu, papa mau mandi," ucap Daniel.


"Makasih papa," ucap Siska sambil berlari keluar rumah.


"Iya sama-sama," ucap Daniel.


***


"Wih keren, lumayan buat kebut-kebutan!" ucap Siska.


Setelah puas mengamati motor nya, Siska masuk kedalam rumah.


Siska pergi kedalam kamarnya lalu tertidur lelap.


Keesokan harinya Siska terbangun lalu pergi untuk mandi.


"Pagi ma, pa, kak Gibran!" ucap Siska.


"Seragam kamu kok gak rapi dek?" tanya Gibran.


"Biar keren kak!" ucap Siska sambil mengacunkan pisau eh salah jempol nya.


"Yuk makan nak, habis itu berangkat," ucap Lita.


"Iya ma," ucap Siska lalu duduk di samping Gibran.


"Sis, kamu sekolah gak usah bawak motor yah," ucap Daniel.


"Kenapa pa?"


"Ck! Lo kan pakek rok dek," ucap Gibran.


"Oh iya lupa!" ucap Siska sambil menepuk jidat nya.


Siska pun memutuskan untuk pergi bersama si merah nya.


***


Rissa sudah kembali masuk ke sekolah. Ia bersama sahabat nya juga sudah merencanakan sesuatu.


Rissa berjalan dengan santai di koridor sekolah, sesekali mata nya melihat sekeliling.


"Hay, Devan!" teriak Rissa sambil melambaikan tangan.


Namun Devan tetaplah Devan. Berjalan lurus dengan muka datar tanpa menatap sekelilingnya.


Rissa yang di perlakukan seperti itu berjalan dengan pipi yang di kembungkan dan kaki yang di hentak-hentakan.


***


Disisi lain, Siska sedang berada di kantin untuk membeli permen karet. Tetap sama seperti biasa, baju yang di keluarkan tanpa dasi.


Berjalan ke kelas sambil memakan permen karet, hitung-hitung tebar pesona.


"Nah, ini yang bikin gua selalu di marahi bu Indi," suara seorang Siswa sambil mendekat ke arah Siska.


"Gua?" tanya Siska sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ck! Iya lo," ucap Devan.


"Gua kenapa?"


"Baju lo gak rapi!" ketus Devan.


"Oh,"


"Ck, ngeselin lo!" ucap Devan.


"Nyenyenye! kek lo gak pernah aja!" gumam Siska kecil tapi masih mampu di dengar oleh Devan.


Bersambung...


Sorry kemarin gak up🙏

__ADS_1


Ada yang nungguin gak?


See youu💚


__ADS_2