
#Badgirl_Cantik
Disinilah Siska dan sahabatnya sekarang. Di ruang kepala sekolah dan sedang berhadapan langsung dengan bu Indi dan pak Hardi kepala sekolah Sma Garuda--bokap nya Rissa.
Sedangkan Rissa saat ini sedang berada dirumah sakit di sebab kan kondisi nya yang memuntahkan darah ketika Siska menendang perutnya.
"Mengapa kamu menendang anak saya?" tanya pak Hardi.
"Karna anak bapak udah bully temen saya," ucap Siska enteng.
Siska adalah tipe orang yang akan membalas perbuatan orang sesuai orang itu memperlakukan diri nya.
Jika, orang itu bersikap baik maka dia akan lebih baik. Jika, orang itu bersikap jahat maka dia bisa lebih jahat.
"Saya akan adukan ini semua ke orang tua kalian berempat untuk meminta tanggung jawab," ucap pak Hardi.
"Silahkan pak, aduin aja, gapapa kita salah di mata orang tapi yang penting kita udah ngelakuin hal yang baik," ucap Siska dkk santai.
"Dengan membuat anak saya masuk rumah sakit? Itu yang kalian bilang baik?! " bentak pak Hardi.
Siska dan sahabat nya yang mendengar itu langsung tersulut emosi.
"Apakah yang anak bapak lakukan selama ini baik?" tegas Dinda.
"Bahkan yang kami lakukan jauh lebih baik dari anak bapak!" ucap Jeni lantang.
"Anak saya cuman sekedar jahil kepada siswa disini," ucap pak Hardi dengan senyum mengejek.
"Apakah dengan mempermalukan siswa lain itu masuk dalam daftar kejahilan?! bentak Ara.
"Terserah anak saya mau seperti apa, itu bukan urusan kalian!" bentak pak Hardi.
"Berarti terserah kita juga mau berbuat seperti apa?!" bentak Jeni disertai smirk.
"Memang nya kalian siapa? Tidak usah mengatur saya dan anak saya." ucap pak Hardi.
Siska yang sedari tadi diam kini angkat bicara.
"Udah bosen jadi kepala sekolah?" tanya Siska dengan senyum sinis.
🌻
Rissa sedari tadi belum sadar kan diri sehingga membuat para sahabat nya khawatir.
"Belum sadar juga Sya? tanya Lily.
"Belum," jawab Alesya.
"Gua gak sabar buat lihat Siska sama sahabat nya dikeluarin," ucap Lily.
__ADS_1
"Sama gua juga, apa kita kesana aja?" tanya Alesya.
"Yah, janganlah kan bokap nya udah nitipin Rissa sama kita." ucap Lily yang hanya di balas anggukan oleh Alesya.
Memang benar setelah kejadian itu semua murid di suruh pulang. Karna menurut pak Hardi "Anak nya sedang sakit jadi sekolah harus di pulangkan."
Sedangkan Siska dan sahabat nya tidak diperboleh kan pulang sebelum di beri hukuman atau di keluarkan dari sekolah.
Celin? Ia sedang dirumah sakit untuk merawat Rissa bersama Lily dan Alesta. Karna ini kesalahan dia sehingga Siska menendang Rissa. Itu menurut dia!
Tapi menurut Siska dan sahabat nya itu semua salah Rissa karna sudah berani bermain-main dengan nya.
Meskipun Siska dan sahabat nya itu seorang bad girl tapi mereka tidak pernah membully Siswa di sekolah.
Bahkan semua kekayaan dan kekuasaan mereka tidak ingin di pamer kan dengan hanya menyebut inisial marga.
Pak Hardi yang mendengar pertanyaan Siska pun langsung tersenyum mengejek.
"Apa, anda mau memecat saya?" tanya pak Hardi tidak lupa dengan senyumnya.
"Sebenarnya saya masih menghormati bapak tapi bapak malah membelah anak bapak yang jelas-jelas salah! Bapak tau? Itu sama saja dengan bapak bersikap tidak adil!" ucap Siska dengan suara yang sudah naik satu oktaf.
"Apa bapak tidak memikirkan perasaan siswa yang sudah di bully oleh anak bapak?! bentak Jeni.
"Ck! Pemimpin macam apa itu!" ucap Siska dan sahabatnya sambil berdecak.
"Cukup! Saya akan menelpon orang tua kalian untuk datang kesini lalu mengeluarkan kalian semua!" bentak pak Hardi--kepala sekolah yang sok berkuasa itu.
"Kirim nomornya lewat WA," suruh pak Hardi.
Siska dkk juga merahasiakan nomor telpon milik orang tua nya. Alasannya satu, supaya semua orang tidak menjauhi mereka karna takut.
Pak Hardi mulai mengubungi nomor orang tua Siska dkk.
Orang tua mereka memang sudah kembali dari tugas di luar negeri.
🌻
20 menit kemudian 4 mobil mewah dengan merk lambhorghini sudah terpakir rapi di halaman sekolah.
"Hallo bro," ucap seorang lelaki paru baya-- Dodi Eka Bramasta papa nya Jeni.
"Woy bro, loh di panggil juga kesekolah?" tanya-- Daniel Alexander papanya Siska.
"Biasa bro, anak kita kan rada-rada bad kayak kita dulu," ucap-- Raditya Edward papa nya Ara.
"Biasa ketularan kita," ucap-- Herman Dewa Brata papa nya Dinda.
"Kenapa sepi? Bukan nya ini masih jam pelajaran?" tanya papa Siska.
__ADS_1
"Udahlah, mending masuk," ucap papa Dinda.
Ke empat lelaki paruh baya itu masuk kedalam ruang kepala sekolah.
"Assalamualaikum," ucap mereka ber empat bersamaan.
"Waalaikumsalam, eh tuan berempat kenapa kesini?" tanya pak Hardi dengan sopan.
"Dasar busuk," batin Siska dkk.
"Loh bukan nya bapak yang memanggil kita?" tanya papa nya Ara.
"Tidak pak, saya hanya menelpon orang tua mereka berempat" ucap pak Hardi sambil menunjuk Siska dkk.
"Ohh jadi bapak belum tau," ucap mereka berempat.
"Saya papa nya Siska,"
"Saya papa nya Dinda,"
"Saya papa nya Ara,"
"Saya papa nya Jeni."
Pak Hardi yang mendengar itu langsung mengunci mulut nya rapat-rapat disebabkan gugup berhadapan dengan empat orang terkaya di dunia.
🌻
"Eugh," lenguh Rissa saat sudah sadar dari pingsan nya.
"Eh Ris, luh udah sadar?" tanya Alesya.
"Dimana Siska dan genk nya?" tanya Rissa balik.
"Udah luh tenang aja, gua yakin Siska sama genk nya pasti sekarang udah di keluarin dari sekolah," ujar Alesya.
Lily? Gadis itu sedang tertidur karna mengantuk.
Ya iyalah karna mengantuk masa karna kelaparan, gimana sih author?! Hehe.
Rissa yang mendengar ucapan sahabat nya itu langsung tersenyum penuh kemenangan.
"Rasain tuh! Siapa suruh main-main sama gua," gumam Rissa.
Bersambung...
Author sengaja pendekin biar kalian penasaran pluss gemess!!!
Maafin author dahh😹
__ADS_1
See youu💚