Badgirl Cantik

Badgirl Cantik
part 2


__ADS_3

#Badgirl_Cantik


Waktu istirahat pun tiba kini ketiga gadis cantik itu sedang duduk dibawah pohon dekat lapangan sambil mengibas - ngibaskan tangan mereka.


"Ampun dah panas bener lama - lama bisa hitam gua," Ucap Dinda.


Tak lama kemudian Jeni pun datang menghampiri mereka sambil membawa air mineral.


"Woi Jeni tumben amat luh gak telat?" Tanya Siska.


"Gua kebangun," Jawab Jeni singkat.


"Orang cantik harus sabar dalam menghadapi beruang kutub," Ucap Siska sambil mengelus dada.


"Jam kedua kalian mau bolos?" Tanya Jeni lagi.


"Jam kedua pelajaran apa," Tanya Ara balik.


"Fisika woi," Ucap Dinda.


"Dahlah mending ke rooftop nyari angin," Ucap Siska.


"Ide bagus," Ucap mereka bertiga serempak.


"Eh jen luh gak ngantin?" Tanya Ara


"Udah sarapan tadi," Jawab Jeni dingin.


15 menit kemudian bel masuk berbunyi..


"Kuy otw," Ajak Dinda.


"Gasken," Ucap Siska dan Ara sedangkan Jeni hanya berdehem.

__ADS_1


Saat hendak berjalan kerooftop Siska bertabrakan dengan devan karna asik mengobrol dengan Ara. Kepala Siska pun bertabrakan dengan dada bidang Devan.


"Aww," Ucap Siska meringis sambil memegang kepala dan pantatnya yg mendarat sempurna dilantai.


"Ih enak banget tabrakan sama bebeb Devan, Siska tukaran posisi yuk, gua juga pengen woi," Kira - kira seperti itulah bisik bisik siswi dikoridor yang mampu didengar Siska.


"Enak dari hongkong, yang ada pantat gua yang bohay ini jadi tepos," Ucap Siska yang sedang kesakitan.


"Sis, luh gapapa kan?" Tanya Dinda, Ara, dan Jeni.


"Sorry," Ucap Devan lalu melenggang pergi dengan muka datarnya.


"Ihh, mentang - mentang ketua osis," Ucap Siska lalu berdiri dengan mata yg melotot sehingga membuat orang - orang yang melihatnya bergidik ngeri.


Disinilah mereka sekarang, diatas rooftop SMA Garuda. Sambil menikmati cemilan yang mereka beli dikantin.


"Huuh senikmat inikah bolos," Ucap Siska.


"Woi kitakan belum bersihin toilet," Ucap Ara frontal sehingga mampu membuat Siska dan Dinda kaget.


"Gimana nih," Ucap Siska dan Dinda bersamaan.


"Udah tenang aja, gua tadi habis dari toilet terus toiletnya bersih banget tuh," Ucap Jeni.


"Jen, luh kesambet?" Tanya Siska.


Jeni hanya menaikkan satu alisnya pertanda tidak mengerti.


"Dahlah lupain," Ucap Siska pasrah.


"Bentar - bentar gua kesambet apa?" Tanya Jeni yang mulai kepo.


"Coba luh hitung deh luh tadi ngomong berapa kata, biasanya luh gak pernah ngomong lebih dari lima kata," Ucap Siska sambil terkekeh.

__ADS_1


"Oh," Ucap Jeni. Singkat, padat, dan jelas, namun mampu membuat Siska menggeram kesal.


Ara dan Dinda yang melihat itu hanya mampu menahan tawa.


Bel pulang pun berbunyi sehingga mampu membangunkan keempat badgirl yang sedang tertidur pulas.


"Hoam, bangun woi dah bel pulang," Ucap Dinda sambil menguap. Sedangkan Ara, Siska, dan Jeni masih mengumpulkan nyawa.


"Perasaan gua baru tidur lima menit," Ucap Siska.


"Mending pulang yuk," Ajak Ara.


"Kalian duluan aja, gua ada latihan basket," Ucap Siska.


Mereka pun turun dari rooftop...


"Kita duluan yah Sis," Pamit mereka bertiga.


"Iya," Ucap Siska sambil berlari ke toilet untuk berganti pakaian Basket.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 17.00 dan Siska baru selesai dari latihan basket. Ia pun menelpon supirnya dan tidak lama kemudian supirnya pun datang.


Setibanya dirumah..


"Assalamualaikum, Siska yang cantiknya gak ketulungan udah pulang," Teriak Siska sambil masuk kedalam rumahnya.


"Woi dek kok baru pulang, tadi kakak cari gak ada, dari mana aja luh? Tanya Gibran kepada adiknya yang nakal itu.


Ih mas nya gak usah marah - marah dulu atuh, dedek teh habis tidur dirooftop terus latihan basket.


"Sabar gibran," Ucapnya seraya menyemangati diri sendiri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2