Badgirl Cantik

Badgirl Cantik
part 7


__ADS_3

#Badgirl_Cantik


Siska kini sedang menangis di balkon kamar nya sambil memeluk lututnya.


Kenangan masa kecil nya bersama Nayla terus terngiang di kepalanya.


Siska juga sudah memberi tau hal ini kepada para sahabatnya dan mereka semua kini sedang menangis memikir kan Nayla.


"Luh tega sama gua Nay, kemana janji luh yang dulu?!" ucap Siska lirih sambil menenggelam kan kepala nya diatas lutut.


Ketukan pintu tak memberhentikan aksi menangis nya.


Tok...tok...tok


"Sayang, makan dulu yuk mama udah masak yang spesial nih buat kamu, buka pintu nya dong sayang," ucap mama Siska.


"Siska gak laper mah, kalo mama mau masuk buka aja gak dikunci kok," ucap Siska sambil terisak.


Ceklek.. Pintu terbuka menampil kan sesosok wanita paru baya yang sedang tersenyum.


"Siska makan yah, nanti Siska sakit," ucap mama Siska.


"Gak mau ma," ucap Siska.


"Siska gak kasihan sama Nayla? Kalo Siska terus nangis nanti Nayla disana sedih.


"Hiks...hiks.. hiks Nay jahat mah dia udah ninggalin Siska pergi, dia janji mau kembali tapi kenapa mah, kenapa Nay gak nepatin janji," ucap Siska sambil menangis.


"Ajal itu gak ada yang tau sayang, mending sekarang Siska makan yah, nih mama udah bawain" bujuk sang mama dengan lembut.


Siska hanya mengangguk kan kepala nya pertanda setuju.


"Mama suapin yah? Buka mulut nya dong." ucap mama Siska sambil terkekeh pelan.


"Ihh mama apaan sih," ucap Siska.


Siska pun makan dengan di suapih mamanya.


🌻


Kini jam menunjukkan pukul 19.30 Siska sedang sibuk mencari album lama dilemari nya.


"Nah ketemu," ucap nya girang.


Siska mulai membuka album itu. Disana, banyak sekali foto mereka berlima.


Difoto itu terlihat lima orang gadis cantik yang duduk dibangku TK sedang makan permen bersama.


~Flash back on~


"Dinda tadi ke supelmalket tau jadi Dinda beli pelmen buat kita, nih ambil." Ucap Dinda kecil.


"Makacih Dinda," ucap yang lain nya.


Mereka pun mulai memakan permen Milkita yang diberika Dinda.


"Eh tadi mama nya Nay bawa kamela, kita foto sama - sama yuk?" ajak Nayla kecil.


"Yukk," ucap yang lain nya.


Nayla pun memanggil mama nya yang sedang berbincang - bincang bersama ibu - ibu lain nya yang sedang menunggu anak mereka.


"Mama, fotoin Nay sama Siska, Dinda, Ala, sama Jeni," ucap Nayla sambil menarik pergelangan tangan mama nya.


"Disini sayang? Yaudah gaya," ucap mama Nayla.


Satu..dua... tiga


Cekrek....


Terlihat jelas disana foto mereka yang sedang tersenyum sambil memegang permen.


"Imut banget sih kalian," ucap mama Nayla gemas.

__ADS_1


~Flash back off~


"Andai semua ini bisa diulang kembali, andai kita semua bisa berkumpul lagi, andai kita bisa bercanda tawa bersama lagi, gua tau Nay kalo ini semua udah gak bisa diulangi lagi, semoga luh tenang disana, gua sayang sama luh." Ucap Siska lirih tanpa sadar air matanya menetes difoto itu.


Kapan kita meninggal memang tidak ada yang tahu. Jadi, hargai lah sesuatu selagi masih ada.


Kehilangan seorang sahabat memang lah menyakit kan, apalagi terpisah karna kematian dari salah - satunya.


Lalu mengapa di dunia ini masih banyak yang menyia - nyiakan sahabat? Sahabat yang baik? Sahabat yang rela berkorban? Sahabat yang selalu ada?


Siska kini sedang sarapan bersama keluarga kecil nya. Hari ini ia sedang tidak mood untuk terlambat.


Dengan mata yang sembab karna menangis semalaman. Siska melajukan mobil Lambhorghini nya itu dengan kecepatan tinggi.


Sempat disuruh mama nya untuk diantar papa atau supir, paling tidak berangkat bersama Gibran tapi Siska menolak nya dan lebih memilih menyetir sendiri.


Mobil Lambhorghini berwarna merah itu terparkir sempurna di parkiran sekolah.


Semua mata langsung tertuju ke arah mobil itu. Siska pun turun dengan kaca mata hitam untuk menutupi matanya yang sembab.


Siska terus berjalan dengan muka datar. Tiba lah ia dikelas nya. Siska duduk dikursinya, dikelas sana juga sudah ada para sahabatnya.


Namun tidak ada yang menyadari kehadiran Siska karna semuanya sedang menunduk sedih.


Siska pun berdehem untuk memecah keheningan.


"Eh Siska udah datang aja," ucap Dinda.


"Kita udah tanya sama ortu kita ternyata Nayla emang udah meninggal," ucap Ara lirih.


Siska pun melepas kan kacamata hitam nya itu.


"Gua pengen ke London," ucap Siska lirih.


"Kita juga mau lihat makam nya Nay, kita kangen sama dia," ucap sahabat Siska lirih.


"Gua udah minta izin buat berangkat tapi gak dibolehin karna Nay itu korban kecelakan pesawat jadi makam nya gatau dimana," ucap Siska sambil terisak.


"Ya ampun Nay, maafin kita yang baru tau kejadian ini..hikss," ucap yang lain nya sambil menangis.


"Kita sekarang hanya bisa berdoa buat Nay, gua yakin suatu saat pasti kita akan ketemu lagi sama Nay di alam yang beda." ucap Siska sambil tersenyum getir yang diikuti oleh sahabat nya.


Semua orang yang ada dikelas menatap heran ke arah empat orang badgirl disekolahnya.


Karna sangat jarang melihat mereka menangis, bukan jarang melainkan tidak pernah.


Bel masuk pun berbunyi. Ibu Lala selaku guru fisika masuk kedalam ke dalam kelas.


"Assalamualaikum, anak-anak." Ucap bu Lala.


"Waalaikumsalam bu," ucap seluruh muris dikelas.


Ibu Lala merasa terkejut ketika melihat Siska dan genk nya ada di dalam kelas. Pasal nya, mereka berempat tidak akan masuk kelas sebelum membuat guru kesal.


"Tumben sekali." Pikir ibu Lala.


🌻


Bel istirahat pun berbunyi Siska dkk pergi kekantin untuk makan.


"Cel, mau ikut gak?" tanya Siska.


"Kalian duluan aja, aku masih ngerjain pr buat besok," ucap Celin.


"Yaudah tapi nanti nyusul yah," ucap Siska dkk.


"Iya tenang aja," ucap Celin sambil tersenyum manis.


Siska dkk pun pergi kekantin lalu memesan bakso dan juga es teh.


🌻


Celin sudah selesai mengerjakan tugas nya dan sekarang ia ingin menyusul Siska dkk dikantin.

__ADS_1


Ia berjalan dengan santai dikoridor sekolah tapi tiba-tiba muncul lah tiga orang dengan seragam ketat di hadapan nya.


"Per..mi..si...kak aku mau lewat," ucap Celin gugup.


Bukan nya pergi tapi ketiga orang itu malah menatap nya dengan senyum mengejek.


"Gais, ada cupu baru kerjain yuk," ucap Rissa.


Tepat sekali. Yang menghadang Celin adalah Rissa dkk kang bully di Sma Garuda.


"Jambak aja Ris," ucap Alesya dan Lily.


Rissa mulai mendekat kearah Celin lalu menjambak rambut nya yang di kepang dua itu.


"Aduh kak sakit, aku salah apa? Kenapa kakak bully aku? tanya Celin sambil terisak.


"Oh jadi luh mau tau apa salah luh? Salah luh itu karna luh udah berani nginjakin kaki disekolah ini!!" Bentak Rissa.


Semua murid yang melihat kejadian di koridor itu ada yang merasa kasihan ada juga yang malah merekam aksi Rissa.


"Apa aku gak berhak kak sekolah di sini? tanya Celin masih dengan keadaan menangis.


"Iya luh gak berhak sekolah disini! Sekarang juga gua akan minta bokap gua buat keluarin luh hahaha." Tawa Rissa yang juga di ikuti oleh kedua sahabatnya.


🌻


"Celin kemana kok belum nyusul?" tanya Jeni.


"Iya nih padahal kita udah habis tiga mangkok bakso," jawab Dinda.


"Kita? Luh aja kali." Ucap Siska dan Ara bersamaan.


"Udah mending kita samperin Celin di kelas," ucap Jeni.


Mereka pun pergi ke kelas, ditengah perjalanan mereka melihat murid yang sedang berkerumun.


Betapa terkejut nya mereka ketika melihat Celin yang sedang dibully dengan muka yang dicoret-coret dengan spidol dan juga rambut yang berantakan.


"Hentikan!" bentak Siska dkk dan langsung membantu Celin berdiri.


"Wah ada pahlawan kesiangan nih," ucap Alesya.


"Kalian mau bernasib sama kayak dia?" tanya Rissa dengan senyum mengejek.


"Cukup mending kalian semua pergi, gua lagi gak mood buat berantem!!" ucap Siska.


"Cih, bilang aja takut dikeluarin dari sekolah," ucap Lily yang tentu saja sudah memancing emosi Siska dkk.


"What? Gais kita mau dikeluarin." ucap Dinda.


"Ya ampun, gimana nih?" ucap Ara pura-pura panik.


Rissa dkk yang mendengar itu langsung tersenyum penuh kemenangan.


Sedangkan Siska dan Jeni yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala. Sempat-sempat nya Dinda dan Ara bercanda di situasi ini.


Mereka pun lalu ikut-ikutan bersandiwara.


"Gimana dong? Gua takut nanti kita dikeluarin." ucap Siska.


"Iya kak, please yah jangan keluarin kita," ucap Jeni dengan wajah memelas.


"Oke, tapi ada syarat nya," ucap Rissa.


"Syarat nya apa?" tanya Siska dkk.


"Syarat nya gampang, kalian harus berlutut dikaki gua," ucap Rissa dengan senyum mengejek.


"Baiklah kalo itu yang kakak mau," ucap Siska dkk.


"Gua aja yang duluan," ucap Siska kepada sahabatnya.


Siska mulai mendekat kerah Rissa tapi bukan nya berlutut, Siska malah menendang perut Rissa hingga ia terbanting kebelakang.

__ADS_1


bersambung papay hihii


See youu💚


__ADS_2