Bahagia Sekali Lagi

Bahagia Sekali Lagi
Bagian 1. Sam & Clara


__ADS_3

Sam adalah seorang pekerja kantoran biasa. Ia tidak berbakat dalam menyenangkan hati atasannya, sehingga posisinya tidak banyak berubah sejak awal bekerja di sana, sedangkan atasannya adalah seorang yang haus dihormati.


Pekerjaan Sam menghasilkan cukup uang untuk kehidupan sehari-hari keluarga mereka dengan dua anak. Clara harus dengan baik mengelola keuangan keluarga mereka setiap bulannya. Sam cenderung boros dengan hobinya, ia menyukai barang berteknologi tinggi dan ingin memiliki sebagian besarnya.


Sam tidak memiliki banyak keinginan untuk berbisnis dan mengelola usahanya sendiri, ia tidak memiliki keberanian untuk itu. Pikirannya selalu negatif untuk hal ini. Ia dihantui dengan kegagalan yang mungkin muncul, sehingga ia pun tidak pernah berani melangkah. Walaupun Sam sebenarnya memiliki banyak keterampilan dalam dirinya, dan rasanya itu cukup untuk memulai suatu hal yang baru. Hanya kurang satu hal, keberanian.

__ADS_1


Clara adalah seorang karyawan biasa sebelum menikah dulu. Setelah 3 bulan menikah, Clara hamil dan ia memutuskan untuk berhenti bekerja saat anaknya sudah mencapai usia untuk makan pertamanya, 6 bulan. Clara seorang yang mandiri, ia sudah terbiasa untuk mencukupkan dirinya sendiri sejak kuliah. Ia tidak pernah lagi mendapatkan uang saku sejak kuliah. Ia juga seorang dengan harga diri jika menyangkut soal uang. Ia tidak pernah dengan gamblang meminta sejumlah uang kepada suaminya untuk dirinya sendiri. Walaupun ia tahu bahwa suaminya bertanggung jawab penuh pada dirinya. Tapi harga diri Clara melarangnya berbuat ssperti itu. Clara menjual berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, hal ini membuatnya tetap berharga dalam hatinya.


Sam dan Clara dikaruniai 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Anak- anak mereka adalah anak-anak yang baik dan pengertian. Mereka tidak pernah meminta atau merengek untuk suatu hal seperti anak lain. Dengan sifat gabungan dari Sam dan Clara, anak-anak mereka tumbuh dengan baik. Keluarga mereka sudah cukup bahagia saat itu.


"Dengan ibu Clara, saya dari rumah sakit ingin mengabarkan bahwa suami Anda, Sam Andreas kecelakaan. Beliau butuh seorang wali sehingga rumah sakit bisa segera melakukan tindakan padanya." Demikian kata suara di seberang sana.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Clara segera pergi ke rumah sakit. Sesampainya di sana, Clara mendapati suaminya sedang terbaring tidak sadar di sebuah ranjang kecil di ICU dengan perban yang mengelilingi kepala dan di beberapa tempat lainnya lengkap dengan berbagai selang-selang di tubuhnya. Clara terhenyak melihat hal itu. Pikirannya mulai dihantui dengan segala hal yang bisa terjadi kemudian.


Ia segera menemui dokter yang menangani suaminya. Sam mengalami kecelakaan motor dan lukanya cukup parah di bagian kepalanya. Dokter berkata agar Clara bersiap untuk keadaan terburuk. Malam ini adalah masa kritisnya.


Malam itu Clara menemani Sam di samping tempat tidurnya. Ia tidak henti berdoa untuk kepulihan Sam. Tapi naas, tengah malam Sam menghembuskan nafas terakhirnya tanpa pernah sadar. Clara menangis beberapa saat dan dengan cepat memulihkan dirinya sendiri. Ia segera menelepon ibu Sam pada pagi harinya. Setelah ibu mertuanya datang, Clara segera mengurus segala hal yang diperlukan untuk pemakaman Sam. Ia sangat sedih dan terpukul, tapi untuk saat ini Clara harus kuat, ia menguatkan dirinya sendiri untuk bertahan dalam keadaan buruk ini. Ia menyeka air matanya dan terus melangkah maju. Masih ada dua orang anak yang bersandar padanya, ia harus kuat saat ini.

__ADS_1


__ADS_2