Bahagia Sekali Lagi

Bahagia Sekali Lagi
Bagian 2. Bertahan


__ADS_3

Sudah 2 minggu sejak kepergian Sam. Dalam 2 minggu itu, Clara telah menyelesaikan hampir semua urusan suaminya. Ia telah mengurus surat kematian Sam, memindahkan seluruh tabungan Sam ke rekeningnya, juga mengepak pakaian Sam untuk disumbangkan. Clara hanya menyimpan beberapa pakaian yang memiliki banyak kenangan di dalamnya dan menyimpan seluruh barang berharga Sam di dalam sebuah kotak berukuran besar. Ia meletakkan kotak besar itu di dalam lemari di kamar mereka. Ia juga meletakkan sebuah foto Sam di samping tempat tidurnya. Ia ingin selalu merasa Sam ada di sisinya, menguatkannya, memberinya rasa aman, seperti sebelumnya.


Anak-anak sudah cukup mengerti bahwa papanya sudah meninggalkan mereka dan tidak akan pernah ada lagi di rumah itu. Dengan melihat anak-anaknya, Clara tahu bahwa ia harus segera bangkit demi mereka dan dirinya sendiri. Malam itu ia menuliskan berbagai hal yang dapat ia lakukan untuk tetap bertahan. Ia harus segera melangkah.

__ADS_1


Orang tua Clara ingin Clara tinggal bersama mereka saja. Kakek dan Nenek bisa merawat cucu mereka selagi Clara membereskan segalanya. Tetapi Clara merasa tidak perlu, anak-anak sudah cukup mandiri, mereka sudah dapat mengurus diri mereka sendiri. Clara hanya tinggal memutar otak untuk mencari jalan keluar dalam hal finansial keluarganya. Ia masih memerlukan banyak biaya untuk kelangsungan hidup keluarganya. Ia tidak ingin anak-anak menjadi korban karena ibunya tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka.


Clara sangat suka tinggal di rumahnya sendiri. Di sana ia dapat bergerak bebas dan mengatur segalanya dengan baik. Saat ini ia tidak punya waktu untuk memikirkan perasaan orang lain, ia dengan cepat menolak saat ibu mertuanya datang dan ingin tinggal bersama. Ia tidak ingin direpotkan dengan drama mertua menantu maupun drama dengan orang tuanya sendiri. Saat ini ia hanya perlu mengandalkan dirinya sendiri saja.

__ADS_1


Clara tidak mungkin untuk bekerja sebagai karyawan seperti dahulu, usianya tidak muda lagi, ia akan bersaing dengan orang muda yang lebih energik dan segar. Ia memutuskan untuk membuka usahanya sendiri saja. Tabungan yang selama ini mereka miliki hanya cukup untuk biaya sekolah anak-anak saja. Tidak ada dana lebih untuk modal usaha Clara ini.


Clara sedang kusut pikirannya saat ia teringat dengan teman suaminya. Sebenarnya dia adalah teman mereka berdua, tetapi suaminya lebih dekat hubungannya, Clara hanya pernah sekali mengunjungi rumahnya bersama suaminya. Ia adalah seorang laki-laki bujang yang hidup sendirian. Ia memiliki sebuah usaha properti yang cukup besar dan berjalan dengan baik sekali.

__ADS_1


Benar, dia adalah penyelamatku saat ini, apapun akan kulakukan untuk bertahan, begitu pikir Clara cepat. Ia tidak memikirkan gengsinya saat ini, padahal Clara adalah seorang sangat tidak bisa meminta bantuan dari orang lain. Ia selalu berusaha mencukupkan dirinya dengan kemampuannya sendiri. Namun, saat ini tidak ada jalan lain yang dapat ia pikirkan.


Clara tertidur sambil tersenyum. Akhirnya ada secercah harapan menantinya.

__ADS_1


__ADS_2