
Hari pernikahan mereka telah tiba. Clara dan Darren hanya menyelenggarakan upacara pernikahan yang sederhana di taman rumah Darren. Clara tidak menginginkan pesta besar. Mereka hanya mengundang keluarga dan sahabat.
Clara mengenakan gaun pengantin berwarna putih gading dengan model duyung lengkap berekor pendek dengan cadar sepanjang pinggang dan rambut yang tertata sederhana dan cantik.
Darren sudah berdiri di depan altar. Ia mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan sepatu hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu berwarna putih gading. Ia berdiri dengan gelisah menanti kedatangan pengantin wanitanya, Clara.
Di kursi paling depan duduk orang tua Clara, orang tua Darren dan ibu Sam. Mereka tidak hentinya tersenyum. Anak yang mereka cintai akhirnya melangsungkan pernikahan.
Lagu mars pernikahan dimainkan, tanda Clara akan memasuki ruangan. Dari kejauhan tampak Clara yang sangat cantik berjalan digandeng oleh Simon dan Lily di sisinya. Darren tidak melepaskan pandangannya dari Clara, begitu juga Clara. Mereka saling menatap penuh cinta hingga Clara tiba di depan Darren. Simon dan Lily mencium pipi Clara dan menyerahkan tangan Clara kepada Darren.
"Sebaiknya kau menjaga ibuku dengan baik." Ujar Simon dengan wajah yang pura-pura galak.
"Kalau kau membuat ibuku menangis, kau akan berurusan dengan kami." Lily berkata dengan nada galak. Ia tidak main-main.
__ADS_1
Darren tersenyum dan menyambut tangan Clara, lalu mencium pipi Simon dan Lily lalu berbisik, "Kalau ibumu sampai menangis karenaku, kalian boleh menghukumku. Aku mencintai ibu kalian dan aku mencintai kalian berdua. Terima kasih karena kalian sudah mempercayakan ibu kalian kepadaku. Aku berjanji akan membuatnya bahagia, lebih dari yang kalian bayangkan."
Para tamu tersenyum menyaksikan hal itu.
Upacara pernikahan dilakukan dengan baik dan semua berjalan dengan lancar. Darren membuka cadar Clara dan mencium keningnya, lalu kedua pipinya dan mencium lembut bibir Clara. Lalu Darren berbisik lembut di telinga Clara, "Aku senang melihatmu bahagia, aku harap kamu selalu bahagia bersamaku. Aku mencintaimu, Clara-ku."
Dalam resepsi malam itu, Darren dan Clara menjamu tamu-tamu mereka dengan makanan dan musik yang sama enaknya. Mereka berdua ingin mengenang saat ini sebagai saat pertama mereka bersama sebagai pasangan suami istri. Mereka berdansa, berpelukan dan saling memandang sepanjang malam itu.
Clara sedang duduk menikmati kue manis di ujung tempat itu saat Darren menghampirinya. "Ada apa, istriku, Clara?" tanya Darren sambil tersenyum nakal.
"Sudah lama aku tidak memakai sepatu bertumit tinggi selama ini." lanjut Clara lagi.
"Sebaiknya setelah ini, aku kembali menggunakan sepatu ketsku saja. Lebih aman untuk kami berdua." ujar Clara santai.
__ADS_1
"Berdua?" tanya Darren.
"Ya. Berdua." jawab Clara lagi sambil mengelus perutnya dan tersenyum kecil.
"Kamu akan menjadi seorang ayah, Darren. Ayah dari anakmu sendiri. Anak kita." Clara mencium lembut pipi Darren sementara pria itu masih mematung mendengar kata-kata Clara.
Clara dan kedua anaknya pindah ke rumah Darren. Rumah Clara tidak dijual, hanya disewakan. Clara ingin tetap menyimpan kenangan bahagia bersama Sam di dalam rumah itu , Darren tidak keberatan. Clara masih menyimpan foto Sam di dompetnya. Sekarang bertambah satu foto lagi di dompetnya, foto Darren, suaminya.
Clara pun masih menjalankan tokonya dengan lancar dan memberikan laporan mingguannya dengan rutin kepada Darren.
Rumah Darren yang tadinya terasa terlalu besar dan dingin, sekarang menjadi hangat dan penuh sukacita. Tiap hari terdengar tawa gembira dari dalam rumah itu dan kebahagiaan tampak jelas di wajah mereka semua.
Darren sangat bahagia, ia akhirnya menemukan wanitanya, yang ia dambakan selama ini.
__ADS_1
Clara merasa sangat bahagia, sekali lagi.