Bahagia Sekali Lagi

Bahagia Sekali Lagi
Bagian 5. Keberhasilan pertama Clara


__ADS_3

Sudah 2 tahun ini Clara sibuk sekali baik di rumah atau di tokonya. Ia yang mengurus segala sesuatunya. Tidak disangka, tokonya begitu diminati pelanggan, setiap hari selalu ramai. Dengan pelayanan yang baik dan harga bersaing, toko Clara selalu dipenuhi pembeli. Clara selalu mengingatkan agar karyawannya bersikap baik dan sopan dalam melayani pelanggan. Menurut Clara, hal itu adalah kunci.


Clara semakin baik dalam menjalani perannya sebagai usahawan dan seorang ibu. Setiap pulang sekolah, kedua anaknya pulang ke toko. Hal ini dilakukan agar Clara dapat tetap memantau perkembangan kedua anak itu. Mereka pun suka membantu ibunya di toko. Mereka tahu, ibunya harus bekerja demi mereka. Mereka tetap bertumbuh dengan baik, sangat baik. Mereka bertiga masih merayakan ulang tahun Sam beberapa bulan lalu. Mereka membeli kue dan makan bersama malam itu. Sam tidak terlupakan bagi mereka.


Ibu Sam seringkali menasihati agar Clara membuka hatinya kembali untuk pria lain. Beliau sangat memaklumi hal itu. Ia hanya ingin menantunya bahagia dan tidak menjadi terlalu mandiri. Walau begitu, ia sangat amat bangga pada menantunya.


Hari Jumat ini Clara harus mengunjungi Darren dan memberikan laporan keuangan toko. Ia sudah mengatur toko sedemikian rupa sehingga dapat berjalan dengan baik walaupun tanpa ada dirinya. Ia pun sudah memasak untuk makan siang dan makan malam kedua anaknya. Anak-anaknya sudah dapat ditinggal di rumah. Mereka selalu membantu ibunya mengerjakan urusan di rumah, selain pekerjaan sekolah yang utama tentunya.

__ADS_1


Clara mengendarai mobilnya menuju rumah Darren. Sesampainya ia di sana, ia mendapati Darren sedang makan siang sendirian di meja makan besar itu.


"Hai, Clara. Maaf aku sedang makan siang. Apa kamu sudah makan? Duduklah, aku akan membelikanmu makanan." Ujar Darren terburu-buru.


"Tidak tidak. Duduk dan lanjutkan makanmu saja. Aku sudah makan siang tadi sebelum kemari. Jangan terburu-buru. Aku akan duduk disini saja." Ujar Clara sambil menarik kursi di seberang Darren.


Clara memperhatikan Darren yang sedang makan. Darren pasti hanya memesan makanan dari sembarang rumah makan. Hari ini Darren memesan nasi dengan daging sapi asap. Minggu lalu, Darren memesan nasi dengan ayam goreng.

__ADS_1


"Baiklah, Clara. Aku sudah siap mendengar laporanmu hari ini." Perkataan Darren membuyarkan lamunan Clara. Di seberangnya terlihat Darren tersenyum kecil. Clara tertawa kecil sambil memberi isyarat bahwa Darren meninggalkan butiran nasi di pipinya. Namun Darren tidak sadar dan akhirnya Clara mengulurkan tangannya menuju pipi Darren dan mengambil sebutir nasi itu, sambil berkata, "Kamu meninggalkan butiran nasi ini untuk siapa?"


Clara tidak tahu, gerakan kecil Clara membuat jantung Darren berdebar sangat keras. Darren berdeham agak keras untuk menyembunyikan degupan jantungnya. Ia takut Clara akan mendengarnya. Selama 2 tahun ini mereka rutin bertemu setiap minggunya. Tidak banyak hal pribadi yang mereka bicarakan. Clara hanya akan melaporkan segala kegiatan di toko. Dan Darren akan mendengarkannya dengan sabar. Darren juga akan sedikit bercerita tentang kehidupan pekerjaannya yang cukup banyak menyita waktu. Namun waktu yang sebentar itu sangat dinantikan Darren sepanjang minggu, ia selalu bersemangat jika tahu bahwa ia akan bertemu dengan Clara esok hari. Setiap minggu, Darren selalu memperhatikan keadaan Clara. Panjang rambutnya, warna kulitnya, cara bicaranya, hal-hal ini membuat Darren semakin mencintai Clara. Cintanya bertambah besar setiap kali mereka bertemu.


Sementara Darren melamun, Clara membicarakan tentang tokonya yang sudah cukup stabil. Ia bilang, "Sepertinya aku sudah mengembalikan hampir semua dana yang kau pinjamkan padaku. Terima kasih banyak, Darren. Aku tidak tahu apa jadinya aku tanpa pertolonganmu, aku sangat bersyukur. Aku harap hal baik akan terus terjadi padamu."


Darren berkata, "Aku yakin dan percaya pada kemampuanmu, Clara. Aku tidak salah menanamkan danaku kepadamu. Kamu wanita hebat, Clara."

__ADS_1


Mereka lanjut berbincang sebentar sebelum Clara pamit untuk pulang. Darren mengantar Clara ke pintu depan. "Clara, apakah aku melewati batas jika aku mengajakmu makan malam besok? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, makanannya enak, musiknya enak dan suasananya membuat kita santai. Aku ingin kamu pun beristirahat sejenak dari kesibukanmu. Aku pun begitu. Jadi aku rasa akan baik jika kita berdua bersama ke sana." Ujar Darren sambil bersandar ke mobil Clara.


Clara berpikir sejenak. Ia ragu apakah harus menerima ajakan itu. Ia takut memberikan harapan kosong kepada Darren. Tapi tidak sopan jika ia menolaknya. Bukankah Darren dan aku hanya berteman baik. "Tidak apa, Darren. Apakah aku harus pakai baju formal atau santai sebaiknya ya?" Tanya Clara. "Baju santai saja, tidak perlu terlalu formal. Aku pun begitu. Terima kasih kamu tidak menolak ajakanku. Aku akan menjemputmu besok jam 5 sore. Tunggu aku ya. Selamat malam, Clara."


__ADS_2