Bahagia Sekali Lagi

Bahagia Sekali Lagi
Bagian 3. Darren


__ADS_3

Clara menghubungi Darren esok paginya, ia ingin berkunjung ke rumahnya dan dengan jujur ingin meminta bantuan dari Darren.


Darren seumur dengan Clara. Ia adalah seorang laki-laki yang tidak tertarik dengan pernikahan. Ia lebih suka hidup sendiri. Ia tidak mau direpotkan dengan berbagai masalah keluarga. Ia tidak percaya dengan wanita manapun. Ia beranggapan tidak ada wanita yang menyukai dirinya, mereka hanya menyukai kekayaannya saja. Begitu cerita mengenai diri Darren yang didengarnya dari Sam.


Saat Clara sampai di rumah Darren, ia menyambutnya dengan wajah bersimpati. Mereka duduk berseberangan di meja makan berukuran sangat besar. Clara tidak membuang waktunya, ia segera mengutarakan maksud kedatangannya hari ini.


"Seperti yang kamu tahu, aku sendirian saat ini dan harus tetap bertahan demi anak-anakku. Darren, aku sangat butuh bantuanmu. Aku ingin meminjam sejumlah uang untuk membuka tokoku sendiri. Terserah bagaimana sistemnya, apakah kamu sebagai investor ataukah kamu akan meminjamkan dana untukku. Tapi saat ini hanya jalan ini yang terpikir olehku untuk dapat terus maju."


Darren sedikit terkejut mendengar hal itu, ia terdiam cukup lama sambil berpikir. Sementara Clara tidak bisa tenang dalam duduknya. Ia bergeser kesana kemari sambil terus menyesap minuman di dalam gelas di depannya. Ia memperhatikan wajah Darren tanpa mengetahui apa yang ada dalam pikiranya saat itu.

__ADS_1


Hingga beberapa menit kemudian Darren membuka suaranya, "Clara, aku rasa kamu datang pada orang yang tepat. Aku akan membantumu." Clara terkejut mendengarnya. Clara tahu ia mungkin tidak akan mendapatkan bantuan dari Darren, ia mungkin harus berpikir kembali untuk meminjam dari bank, karena itu Clara sangat terkejut. Darren tidak bertanya apapun tentang peruntukan uangnya, ia hanya setuju saja. "Terima kasih Tuhan." bisik Clara dalam hati.


"Dengan satu syarat." Darren meneruskan kalimatnya. Deg, Clara terbangun dari rasa gembiranya.


"Apa itu?" Tanya Clara pada Darren.


Clara langsung terdiam selama beberapa detik dan ia pun menatap mata Darren tanpa berkomentar. "Kamu bilang apa barusan? Kamu ingin aku jadi istrimu?" Tanya Clara cepat.


"Ya, aku mau kamu menjadi istriku. Saat kamu sudah menjadi istriku, uangku adalah uangmu juga, dan kamu bisa menggunakannya sesukamu. Kamu tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini. Aku tidak tahu harus berduka atau lega ketika mendengar Sam meninggal. Aku sendiri tidak tahu pasti apa yang terjadi pada diriku. Clara, aku mencintaimu." Jawab Darren. Ada ragu tetapi ada kepastian yang terlihat di raut wajah Darren.

__ADS_1


"Hah, apa katamu? Aku sungguh tidak mengerti, Darren. Aku tidak tahu harus bagaimana meresponmu. Belum satu bulan sejak Sam meninggal. Aku tidak tahu, Darren. Apa kamu gila? Kamu sedang menyatakan perasaanmu pada seorang janda beranak dua. Di luar sana kamu bisa mendapatkan gadis manapun, mereka tersedia untukmu. Aku tidak mau dikasihani seperti ini, Darren. Aku tidak butuh suami, aku hanya butuh uangmu. Kalau kamu tidak bersedia membantuku, tidak apa, setidaknya aku sudah berusaha menemuimu. Aku akan berusaha meminjam ke bank. Aku sangat membutuhkan uang itu." Jawab Clara dengan tatapan tajam ke mata Darren.


Darren hanya diam saat mendengarkan respon Clara tetapi ia tidak berhenti menatap Clara dlaam-dalam. Ia tahu saat itu juga, Clara memang wanita yang baik, sesuai dengan cerita yang sering ia dengar dari Sam. Sam telah membuatku jatuh cinta dengan sosok Clara. Tapi hari ini berbeda, aku mengalaminya sendiri. Dengan melihat dan berbincang dengannya, aku benar-benar sudah jatuh cinta dengan Clara, istri Sam. Pikiran Darren berkecamuk di kepalanya. Ia tidak dapat menahan dirinya untuk memeluk Clara, memberikan rasa aman pada dirinya, melimpahi Clara dengan cintanya.


Darren tahu, tidak ada yang dapat ia lakukan saat ini. Ia harus mendapatkan kepercayaan dari Clara, membuat Clara merasakan ketulusan cintanya hingga akhirnya Clara dapat merasa nyaman di sisinya. "Ya, aku akan melakukannya perlahan, aku harus dapat menjadikan Clara sebagai istriku." Darren menyemangati dirinya sendiri.


Clara tidak dapat berkata apapun lagi. Secepat kilat, Clara segera pergi dari rumah Darren. Clara tidak mau mendengar omong kosong apapun dari mulut Darren. "Terima kasih untuk waktumu, Darren. Aku tidak akan mengganggumu lagi." Ujar Sarah saat masuk ke mobilnya.


Darren sama sekali tidak menahannya. Ia hanya melihat punggung Clara saat ia berjalan menjauhinya.

__ADS_1


__ADS_2