
"Kriiiing Kriiing Kriiing.. " Bel sekolah berbunyi.
Tanda Kelas akan segera dimulai. Semua siswa beranjak menuju kelas dan siap untuk memulai pelajaran.
sambil menunggu Pengajar mereka datang. Mereka pun berbincang - bincang di kelas, sembari mengecek siapa murid yang belum hadir di kelas.
Tak lama berselang, Pengawas Kelas pun datang dan memulai Pengecekan Pagi ke semua Kelas, ini bertujuan untuk melihat apakah Murid di kelas itu Sudah lengkap atau belum.
Bel berbunyi Jam 08.00 Pagi dan 15 menit kemudian Para Pengawas kelas melakukan absensi di masing - masing kelas. Lanjut masuk jam pelajaran pada jam 08.30
"Selamat Pagi anak - anak. Hari ini Bapak mau Absen dulu ya." Tegas sang Pengawas
"Selamat Pagi pak..." Jawab para Murid
Sang Pengawas pun melakukan tugasnya, yaitu melakukan Absensi, Dengan cara memanggil satu persatu nama mereka.
"Sudah Bapak duga, ada yang Kurang.." Gumam sang Pengawas tidak aneh.
"Ada yang tahu mereka kemana? Coba tolong Ketua kelas!!" Lanjutnya bertanya dengan nada naik sambil ber-inisiatif memanggil Ketua Kelas.
Terdengar suara gemuruh sepatu di Lorong dekat Kelas. Suaranya seperti 3 orang yang sedang berlari, seraya mengejar waktu
"Hmm.. Sepertinya Bapak sudah tau mereka dimana. Kamu silahkan Duduk!" Ungkap Sang pengawas sembari mempersilahkan Ketua Kelas kembali duduk.
Gemuruh itu pun berhenti dekat Kelas. Tak lama berselang Muncul lah mereka. Mereka adalah Bevan, Dandi dan Robi.
Mereka adalah Sahabat karib sejak di bangku Sekolah menengah Pertama, yang dipertemukan lagi satu kelas di Sekolah menengah Atas.
Walaupun memiliki sifat dan sikap yang berbeda, namun justu hal itulah yang menyatukan mereka dan membuat persahabatan mereka unik.
Dandi yang merupakan Kepala penggerak diantara mereka, sekaligus ketua Geng yang mereka dirikan. Walaupun begitu kepintarannya jauh dibawah kedua sahabatnya yang lain.
"Eh, Bapak. Udah ada dikelas.. Udah lama pak?" Tanya Dandi sambil masuk kedalam Kelas.
Pengawas yang kesal terlihat enggan menjawab pertanyaan Basa Basi dari Dandi.
"Oke Pak, langsung Berdiri di depan aja nih? Ga boleh duduk dulu?" Lanjut Dandi seakan bisa menebak isi kepala Pengawas.
Kemudian Robi yang bisa dibilang pintar membaca situasi dan dapat memanipulasi fikiran orang atau dengan kata lain pintar menipu, yang merupakan otak diantara mereka bertiga.
"Selamat Pagi.. Eh Bapak? Kayaknya gaada jadwal Bapak deh Hari ini" Tanya Robi, seolah - olah tidak tahu.
"Oh ngga kok, Bapak cuman mau ngecek anak - anak kesayangan bapak." Jawab Pengawas Kesal.
"Emmmhh.. Gitu toh pak. Baik banget Guru Pengawasku yang satu ini" Robi mencoba menjilat.
"Tentu harus seperti itu, Sini dong kamu. Bapak mau ngobrol. Mana satu lagi?" Ungkap Pak Pengawas
"BEVAN!! SINI KAMU!!" Teriak Pak Pengawas.
Sedangkan Bevan bisa dibilang paling cerdas diantara mereka, walaupun banyak kurangnya dibadingkan dengan kedua sahabatnya.
"Loh kok, Bapak tau ada saya didepan? Jago nebak ya bapak? Hehe.." Ungkap Bevan yang masuk dengan malu - malu.
"Loh ya iya dong Bapak Tahu. Kalian kan kalo Telat sepaket toh.. Moso Udah muncul 2 yang 1 nya gaada" Tegas Pak pengawas.
"Ayo mau kasih Alesan apalagi sampean bertiga? Yang dibuat - buat atau jujur?" Tanya pak Pengawas menantang.
Mereka bertiga diam, sambil memikirkan alesan yang cukup logis yang bisa menyelamatkan mereka dari hukuman guru pengawas.
"Loh heh, Malah diem? Darimana aja kalian bertiga, baru dateng jam segini? Kalian kan tahu kelas mulai jam berapa." Lanjut Pak Pengawas memancing.
"Macet pak tadi di jalan." Jawab Dandi.
"Oh, macet.. Harusnya kamu bisa bangun lebih pagi biar ga kena macet" Pak Pengawas memberi saran sambil memukul halus Pipi Dandi.
"Kalo kamu Robi, Apa Alesan kamu?" Lanjutnya bertanya ke Robi.
"Sama Pak. Kena macet juga" Jawab Robi.
"Kok bisa??" Pak pengawas heran.
"Iya pak, kan saya biasa nebeng sama Dandi, ya kalo dia kena macet ya saya juga ikut telat.. Gitu pak." Robi menjelaskan kronologi
"Loh, kenapa ga kamu tinggalin aja si Dandi, jadi kamu ga telat datengnya." Saran Pak pengawas
"Ya ga bisa dong pak, nanti Dandi kerumah saya, saya ngga ada gimana?" Robi mencoba berkelit.
"Yakan bisa di telpon dulu toh, si Dandi nya, baru kamu berangkat." Pengawas dengan nada kesal sambil memukul tipis Pipi Robi
"Nah ini dia murid kesayangan Bapak. Apa Alesan kamu?" Pak Pengawas melanjutkan interogasi.
"Gara - gara mereka telat? Jadi kamu telat" Tebak sang Pengawas
"Yah pak. Itukan jawaban saya. Jangan ditebak dong" Jawab Bevan tanpa mengelak.
"Loh ya kamu, kenapa ga mikirin alesan yang lain. Bodoh kamu" Ungkap pak Pengawas.
"Gatau pak udah abis alesan saya." Pungkas Bevan
"Mangkannya jangan Telat!!!" Tegas Pak pengawas sambil mendaratkan tangannya di Pipi Bevan.
"Yasudah! Kalian bertiga ikut keruangan Bapak" Lanjut Pak Pengawas.
"Ya.. Anak - anak, kalau ada guru yang absen. Jawab saja mereka bertiga ada di ruangan saya!" Pesan Pak Pengawas ke seluruh murid di Kelas itu.
Pak pengawas pun keluar dari kelas dengan di ikuti Ketiga murid kesayangannya. Mereka menjadi murid kesayangan karena mereka paling sering mengunjungi Ruang Pengawas.
Ditengah Perjalanan. Pandangan Bevan Tertuju pada salah satu Siswi dari Kelas 3-1, yang sedang berolahraga pagi di lapangan.
Pandangan yang menunjukan banyak pertanyaan pada diri Bevan. Siapakah Gadis manis berkaca mata dengan bibir mungil dan tinggi yang proposional itu..
"Woi Be.. ayo! Masih pagi lah, Udah Mupeng aja Lo!" Panggil Dandi.
"Hah? Kaga - kaga. Iya, ayo lanjut" Kaget Bevan sambil berlari kecil menghampiri kedua Sahabatnya.
"Liatin siapa sih lu?" Tanya Robi penasaran
"Itu Cewe yang pake Kacamata" Jawab Bevan.
"Ohh.. Nani? Tumben lu merhatiin dia? Abis nonton kategori Big Size Women ya?" Sahut Robi
"Yeuh.. Si brengsek. Bukan dia! Yang satu lagi" Jelas Bevan kesal
"Yang mana? Yang sebelah Cewe gua?" Tanya Dandi Spesifik.
"Iyaa. Yang pake Kacamata. Kayaknya Gue baru liat dia deh? Murid baru ya?" Jawab Bevan sambil bertanya tanya.
"Ah itu, Gatau dah gua. Kan gua kalo cabut sekolah bareng lu pada. Lu juga malah nanya gua" Pungkas Robi.
"Kenapa emang? Napsu lu ya liat dia? Yee si bego. Masih Pagi kambing!" Lanjut Dandi dengan nada bercanda.
"Asal ngomong dah si Goblok satu ini. Penasaran aja Gue... Kok gua jarang liat gitu." Kesal Bevan.
"Ya lu aja jarang masuk. Yaudah, Nanti juga bakal tau lu." Robi memecah Obrolan.
Sampailah mereka di Ruang Pengawas.
"Kalian ini.. Gaada bosen - bosen nya terlambat. Saya aja bosen ngehukum kalian" Tegas Pak Pengawas.
"Yah pak sebenernya juga gamau terlambat. Tapi gimana lagi" Jawab Bevan.
"Gimana apanya? Bapak sih salut sama persahabatan kalian bertiga, dari kelas 1 sampe sekarang ga berubah. Tapi kalo arahnya negatif buat apa.." Ungkap pak Pengawas.
"Yaudah lah mau hukuman apa kalian? Bersihin kamar mandi, Menulis perjanjian atau dijemur di lapangan?" Lanjut Pak Pengawas bertanya dan memberi pilihan
"Jemur aja lah pak, matahari pagi baik buat kesehatan." Jawab Dandi.
"Oke, yang lain setuju?" Tanya Pengawas ke Bevan dan Robi.
__ADS_1
"Iyaudah iya pak, itu aja" Jawab Bevan dan Robi
"Yaudah, buka sepatu kalian. Terus ikut bapak ke lapangan" Perintah pak Pengawas
"Agak sedikit berubah nih aturannya." Gumam Bevan
Setelah mereka melepas sepatu, mereka pun pergi ke lapangan.
"Berdiri disana, jangan masuk kelas sampe istirahat kedua, jam 12.00. Nanti bapak yang izin ke Wali kelas kalian" Instruksi Pengawas.
"Wah bener Agak Laen ini aturannya." Ungkap Bevan.
"Sudah ikuti aja. Kalian udah keseringan di jemur soalnya" Tegas pak Pengawas.
Mereka bertiga pun Menjalani masa Hukuman itu tanpa ragu. Sambil diawasi oleh Pak Pengawas yang lalu dilanjutkan oleh Ketua Kelas mereka.
Mereka Bertiga Berdiri dilapangan sambil dikelilingi oleh murid dari kelas 3-1 yang juga sedang berolahraga di Lapangan tersebut.
"Lama kelamaan bosen juga ya" Pungkas Dandi.
"Santai Dan, selama ada pemandangan, jadi ga bosenin." Jawab Bevan
"Yeuuh.. Si Kambing mulai Mupeng!" Sahut Dandi.
"Woy.. Hengki.. Sini dah.." Robi memanggil seorang murid kelas 3-1.
Hengki pun menghampiri.
"Kenapa Rob?" Tanya Hengki.
"Bevan tadi nanyain itu cewe yang pake Kacamata." Jelas Robi.
"Ohh.. Nani? Masa lu kaga kenal si Be?" Tanya Hengki.
"Bukan dia, Bego! Yang satunya lagi!!" Jawab Bevan sambil menendang Hengki.
"Weits.. Tenang - Tenang.." Hengki sambil menghindar.
"Lagian lu ngeselin sih!" Kesal Bevan.
"Mau tau banget lu Be?" Tanya Hengki.
"Iya Ki.. Kalo lu nyusahin, nanti bakal susah lu" Sahut Bevan.
"Iya Be.. Iya.. Itu Nisya. Kenapa emang? Mau gua salamin?" Pungkas Hengki.
"Kaga.. Kaga.. Yaudah, sana lu balik Olahraga." Jawab Bevan.
Setelah hampir 4 jam mereka dijemur di lapangan. Akhirnya mereka bebas dari hukuman dan langsung pergi ke Kantin.
Di kantin mereka pun mulai kembali dengan Topik obrolan tadi. Si gadis berkacamata yang membuat Bevan penasaran.
"Ahh Be.. masih mikirin cewe tadi lo? Woy Be!" Tegur Robi sambil membawa dua Es Teh Manis.
"Iya nih Bi. Penasaran banget gua" Bevan menjawab sambil mengambil Es tersebut.
"Udah lah, kan lu udah tau namanya. Bentar juga dia ke Kantin" Robi mencoba menenangkan Bevan.
Tidak lama menunggu datanglah Dandi yang sedang membawa makanan.
"Jangan di fikirin mulu Be. Kemaren Ayam tetangga gua mati gara - gara banyak fikiran" Lanjut Dandi memecah suasana.
"Sialan Lo! Gua di samain sama ayam!" Bevan Kesal.
Bevan pun merenung seraya memikirkan Gadis bernama Nisya itu. Tak lama berselang, Ada 3 Gadis yang datang ke kantin dan langsung menuju ke meja mereka.
"Nah ini. Dari tadi yang gua tunggu" Ungkap Dandi kegirangan
Ketiga Gadis itu adalah Dewi, Rani dan juga Nisya. Dewi yang merupakan pacarnya Dandi secara kebetulan adalah Sahabat dekatnya Nisya
Dewi pun menghampiri Dandi, sementara Rani dan Nisya langsung menuju kedai untuk memesan makanan.
"Udah kok Dew, kamu mesen dulu sana." Pungkas Dandi.
"Udah kok itu dipesenin sama Rani" Jawab Dewi
Dewi pun duduk di samping Dandi. Melihat Bevan diam saja, Dewi pun penasaran dan langsung menegurnya
"Hei Be. Diem aja lo? Sakit ya lo?" Tanya Dewi ke Bevan
Tanpa Sepatah kata Bevan hanya mengacungkan Jempol menjawab pertanyaan Dewi
"Kenapa si Bevan?" Tanya Dewi ke Dandi dan Robi.
"Biasa, lagi mikirin Temen lu" Jawab Robi
Bevan pun mengangkat kepalanya dan langsung menatap Robi.
"Siapa sih Be? Coba kasih tau gua" Dewi memaksa Bevan
"Nah kebetulan Be. Tanya aja langsung ke Dewi" Ucap Dandi
Mendengar itu Bevan langsung menatap tajam Dandi
"Siapa sih Be? Penasaran deh Gue" Dewi terus Bertanya
Belum sempat terjawab, Rani dan Nisya pun menghampiri Meja mereka
"Mau makan dimana Dew?" Tanya Rani.
"Disini aja sih Ran. Jauh kalo dibawa ke kelas." Jawab Robi mewakili.
"Iya Ran, disini aja. Gua lagi ngobrol sama Bevan" Jawab Dewi menegaskan.
Bevan yang melihat Nisya, yang duduk di samping Rani pun terdiam sesaat. Lalu menarik Robi
"Dew, lu lanjut makan dulu aja. Gua mau beli minum dulu sama Robi" Pungkas Bevan.
"Ohiyaudh. Sekalian deh nitip" Jawab Dewi.
"Iya nanti gua beliin" Teriak Bevan sambil pergi.
Bevan dan Robi pun pergi membeli Minum.
Ditengah perjalanannya, Bevan pun membahas Gadis yang bersama Rina dan Dewi.
"Bi, itu tuh orangnya. Yang duduk disamping Dewi." Tunjuk Bevan
"Yang itu? Tapi iya, gua jarang liat dia.. Tadi juga gua mau nanya itu ke Rani. Tapi lu keburu ngajak beli minum" Ungkap Robi.
"Nah kan. Emang bikin penasaran si Nisya ini.. Heran Gue" Sahut Bevan
"Yaudah sikat aja Be" Lanjut Robi.
"Dikantin banget? Depan lu semua? Kan rame Bi." Jawab Bevan tidak yakin.
"Ajak Kenalan Bego! Suka mikir yang aneh - aneh lu. Kenalan aja belom" Kesal Robi sambil memukul Pundak Bevan
"Ohiya iya. Tapi gimana?" Tanya Bevan
"Nih ini kan kita beli minum. Lu kasih lah ke dia" Robi memberikan instruksi.
"Ok!" Jawab Bevan dengan Yakin.
Mereka pun kembali membawa minuman untuk yang lainnya. Bevan membawa nampan berisi minuman dan Robi yang membagikan.
"Nih gua sisain 2, buat lu sama dia. Udeh sikat sana" Bisik Robi ke Bevan Sambil meyakinkan.
"Oke Bi. Siap!" Pungkas Bevan dengan yakin.
__ADS_1
Bevan pun memberikan minum ke Nisya dan Duduk berhadapan dengannya.
"Nih minum buat lu" Bevan memulai percakapan sambil memberi minum.
"Makasih.." Jawab Nisya.
"Sorry nih. Tapi kayanya gua baru liat lu lagi deh Sya?" Tanya Bevan.
"Oh iya, memang aku jarang masuk. Gara - gara sakit. Ujian kenaikan kemarin aja aku ngerjainnya di Rumah Sakit." Jawab Nisya.
"Pantesan jarang keliatan." Pungkas Bevan.
"Oh.. Gitu Be jadinya.." Ucap Dewi yang rasa Penasarannya Terjawab
"Dew! Berisik deh lo!" Gumam Bevan.
"Kalo istirahat kesini aja, bareng Dewi sama Rani. Kita biasa makan bareng disini Sya." Ucap Robi.
"Iya makasih." Sahut Nisya.
Mereka pun berbincang dan tertawa bersama sambil menghabiskan jam istirahat Kedua.
"Kring... Kring... Kring..." Bel masuk jam terakhir pun Berbunyi.
"Masuk yu." Ajak Nisya.
"Ayo sya" Jawab Dewi.
"Kita duluan ke kelas ya.." Pamit Dewi
"Yaudah gih duluan kamu sana" Jawab Dandi.
Dewi, Rani dan Nisya pun pergi duluan menuju ke Kelas.
"Eh, kenapa ga gua ajakin Pulang bareng si Nisya" Ucap Bevan baru tersadar.
"Yaudah sih Be, nanti aja, kaya ngga akan ketemu lagi aja" Jawab Robi.
"Yaudah ayo ke kelas. Pengen tidur gua" Lanjut Dandi mengajak yang lain.
Mereka bertiga pun langsung menuju ke kelas, melanjutkan pelajaran terakhir. Tak lama bel Pulang sekolah pun berbunyi, Bevan pun langsung bergegas keluar kelas.
"Liat kelakuan temen lu deh, kalo Lagi ngebet banget sama Cewe, kaya kucing kebelet kawin." Ucap Dandi kepada Robi.
"Yaa... Gitu lah Bevan. Kadang suka kasian, mana masih muda." Sahut Robi
Bevan berlari, secara kebetulan, Nisya sedang berdiri dan berbincang dengan Temannya. Melihat itu, Bevan pun langsung menghampirinya.
"Eh, Nisya.. Pulang sama siapa hari ini? Tegur Bevan.
"Eh Bevan, Aku di jemput sama Kakak aku Hari ini. Tuh dia di depan gerbang." Jawab Nisya.
"Yah, oke deh. Kalo gitu." Lanjut Bevan sedikit kecewa.
"Ada apa Emang, Be?" Tanya Nisya penasaran.
"Ngga.. Ngga.. Ngga apa - apa kok. Nanya aja.." Tegas Bevan.
"I.. I.. Yaudah aku duluan." Ungkap Nisya.
"Iya Sya, Hati - Hati ya.." Jawab Bevan.
Nisya pun meninggalkan Bevan dan menghampiri Kakaknya. Bevan pun terduduk di kursi kantin dengan sedikit Rasa Kecewa.
Tak mau berlarut - larut memikirkannya, Bevan pun langsung memutuskan untuk pergi ke Warung Belakang Sekolah, dimana tempat Bevan dan Teman - Teman nya biasa Nongkrong.
Sesampainnya di Warung Belakang Sekolah. Bevan langsung disambut oleh kedua Sahabatnya, Dandi dan Robi.
"Gimana Be? Lancar?" Tanya Robi.
"Gagal Bi.. Doi dijemput Abangnya." Jawab Bevan.
"Yakin Abangnya?" Lanjut Robi.
"Yak... In.. Lah." Jawab Bevan terbata - bata.
"Siapa tau cuman Abang - abangan, Be." Jelas Robi.
"Iya juga ya.. Bisa jadi sih, Bi.. Tapi gua yakin itu abangnya beneran, orang mukanya mirip kok." Jelas Bevan membalas Robi.
"Yee.. Orang kalo Jodoh juga mukanya mirip, Be." Celetuk Dandi.
"Wah.. Bener juga ya. Emang bangsat lo berdua! Udah ah mending ngopi gua." Sahut Bevan sambil tertawa dan meninggalkan Dandi dan Robi berdua.
Bevan pun duduk sendiri ditemani Kopi sambil menghisap Rokok di Gazebo, yang terletak di samping watung dan tempat ini merupakan tempat favorit Bevan untuk bersantai.
Mereka pun menghabiskan waktu cukup lama di Warung Belakang sekolah, yang juga sering disebut Warung Bunda, karena sebutan mereka kepada sang pemilik Warung, yang bernama Bunda Itoh.
Disana juga mereka bukan hanya sekedar nongkrong dan ngopi - ngopi, tapi terkadang membantu Bunda berjualan.
"Sini Bun, biar Robi aja yang bikin minumannya, Bunda langsung goreng aja" Ungkap Robi sambil membuat kopi
"Ngga apa - apa? Yaudah bunda lanjut Goreng lagi ya" Bunda melanjutkan menggoreng.
Robi pun membuat kopi dan minuman untuk yang lainnya.
"Bun, Robi kedepan ya. Makasih ya Bun" Pungkas Robi sambil membawa nampan berisi minuman
Robi pun membagikan minumannya ke anak - anak yang lain.
"Nih Be, kopi nya" Robi memberikan Kopi ke Bevan.
"Iya Bi, makasih" Bevan mengambil Kopi.
"Yaelah Be Masih dipikirin aja. Becanda kali tadi" Celetuk Robi.
"Kaga Bi, gua masih mikirin gimana caranya gua balik bareng sama dia." Jelas Bevan.
"Yah ilah Be, kayak yang gak ada waktu lain aja. Besok juga lu ketemu lagi sama dia" Pungkas Robi.
Tak lama datang lah Dandi.
"Hai guyss.. Gua cabut dulu ya. Mau nganter bebeb pulang dulu." Pamit Dandi
"Eh Dan. Oke.. Hati - hati lu" Jawab Bevan dan Robi
"Nanti gua balik lagi kesini. Lu berdua jangan dulu cabut." Pesan Dandi.
"Iya Dan.. Santai" Jawab Bevan.
Dandi pun pergi meninggalkan Robi dan Bevan.
"Lu Kaga Nganter Cewe lu Bi?" Tanya Bevan.
"Biarin aja lah. Udah gede juga dia." Jawab Robi.
"Dih si anjing. Serius bego." Pungkas Bevan
"Serius. Lagian dia ada acara sama temen - temennya." Jelas Bevan.
Robi pun membantu Bevan mengatur rencana, agar bisa mendapatkan waktu berdua dengan Nisya, bahkan sampai mengantar Nisya pulang kerumah.
"Yaudah lah Bi. Makasih Sarannya, besok gua bakal ngajak dia balik bareng." Ungkap Bevan.
"Ngapain nunggu besok, langsung aja telfon sekarang. Biar Abangnya ngga jemput." Ucap Robi
"Nah itu Bi masalahnya. Gua lupa minta nomer Telfon nya." Jawab Bevan.
"Yeh.. Si bangsat. Ngobrol aja lu sana sama gelas!!" Ucap Robi kesal, sambil meninggalkan Bevan.
__ADS_1
Selesai berdiskusi soal Rencana untuk Bevan, mereka pun lanjut nongkrong sekaligus membantu Bunda Itoh berjualan. Siswa yang lain pun satu per satu datang dan pergi.