
Sesampainya dirumah Bevan langsung mendapat kabar Grup, bahwa Pentolan SMA Patriot ingin bertemu dengan Pentolan SMA Veteran.
Baru beberapa saat sampai dirumah. Bevan pun langsung berangkat lagi menuju rumah Dandi.
Sesampainya dirumah Dandi. Terlihat Dandi juga sedang bersiap untuk keluar Rumah. Tanpa banyak berbincang dan hanya bertatap mata. Dandi pun melompat naik ke motor Bevan dan langsung tancap Gas.
Diperjalanan menuju titik pertemuan. Mereka berpas - pasan dengan Robi yang berboncengan dengan Ucup. Bevan pun menatap mata Robi dan Robi pun langsung membuka jalur.
Setelah kurang lebuh 15 menit berkendara sampailah mereka berempat di tempat, dimana para murid SMA Patriot berkumpul atau nongkrong.
"Disini Cup?" Tanya Bevan sambil membakar sebatang Rokok.
"Iya Be. Ini lokasi yang dia kirim." Jawab Ucup.
Tak lama kemudian datang seseorang berbadan gempal menghampiri.
"Bang, dari SMA Veteran?" Tanya orang berbadan gempal itu.
"Iya bang, bener." Jawab Ucup.
Tak lama kemudian orang itu pun memanggil seseorang.
"Woyy.. Jibon.. Ada anak Veteran nih!!" Teriak orang itu.
Tak lama kemudian datanglah 4 orang menghampiri.
"Mana Pentolannya?" Tanya seseorang berwajah sangar sambil membuang ludah.
"Gaada Bro. Veteran itu Netral, gaada pentolannya. Langsung aja bro, ada apa?" Jawab Dandi.
"Gini bang. Gua bukannya mau cari masalah, cuman ini ada anak Veteran yang ngacak - ngacak tempat ini." Pungkasnya orang itu.
"Lu tau darimana kalo itu anak Veteran?" Tanya Bevan.
"Soalnya ada tanda Pilok Veteran disitu." Jawab orang tersebut.
"Gini Bro.. Sorry siapa nama lu?" Tanya Bevan.
"Aji bang, panggil aja Jibon." Jawab Jibon.
__ADS_1
"Gini Bro. Biar sama - sama enak aja. Gua bakal cari orangnya, kalo ketemu gua bawa kesini deh." Pungkas Bevan.
"Yaa.. Kalo gitu mah oke bang. Cuman gimana ya, ini kan rugi juga nih warung.." Ucap Jibon.
"Lah kenapa jadi minta ganti rugi?" Tanya Dandi dengan nada sedikit naik.
"Ya kan tongkrongan gua acak - acakan juga." Jelas Jibon.
"Kan belom tentu juga anak - anak gua, yang ngacak - ngacak." Pungkas Dandi.
"Ya tetep bang. Sementara ini kan tertuduhnya anak Veteran." Jelasnya sedikit memaksa.
"Yaudah nanti sekalian gua bawa pelakunya dah." Jawab Bevan.
"Yaudah deh bang kalo gitu." Sahut Jibon.
"Yaudah gua cabut deh." Ucap Dandi.
Bevan, Dandi, Robi dan Ucup pun beranjak pergi dari tempat itu. Tiba - Tiba terdengar suara.
"Gembel anjing!" Ucap seseorang.
Dandi pun memutar balikkan pandangannya, diikuti Bevan, Robi dan Ucup, lalu memasang posisi bersiap lari dan berteriak.
"AYO ANJING!!!" Teriak Dandi.
Jibon dan yang lainnya pun berlari ke arah Dandi dan yang lainnya. Melihat hal tersebut Dandi pun berlari ke arah Jibon.
Terjadilah baku hantam saat itu juga. Bevan yang mempunyai lawan sedikit lebih besar darinya sedikit terpojok, namun masih bisa membalikkan keadaan.
Robi mampu mengimbangi bahkan mendominasi pertarungan walaupun memiliki lawan bertubuh Gempal.
Sementara Ucup sedikit terpojok karena posisinya yang membelakangi Tembok.
Dandi yang sudah panas sejak mendengar kabar dan ancaman dari SMA Patriot pun menumpahkan semua rasa kesalnya kepada lawannya.
Akhirnya mereka pun berhasil mempertahankan diri mereka dengan mengalahkan lawannya.
Bevan berhasil menang walau sedikit babak belur di daerah jidat dan pipi.
__ADS_1
Ucup yang dari awal terpojok pun terpaksa membanting kepala lawannya ke tembok, yang ada di belakangnya.
Robi pun berhasil menang mudah karena kelincahannya.
Sementara Dandi masih tetap memukuli muka Jibon, walau Jibon sudah tergeletak dan meminta ampun.
Bevan pun langsung lari menghampiri Dandi.
"Udah Dan.. udah.. Dia udah minta ampun." Teriak Bevan sambil menarik badan Dandi.
"LEPASIN BE, GUA BIKIN ANCUR SI BANGSAT INI." Teriak Dandi sambil meronta.
"Udah Goblok! Udah ga berbentuk mukanya. Bisa sembuh juga syukur." Tegur Bevan.
Dandi pun berhenti meronta dan melihat Jibon yang tergeletak dengan darah keluar dari hidung.
Bevan pun melepas Dandi. Terlihat beberapa murid SMA Patriot masih ada yang bisa bergerak, Dandi pun menghampiri dan menarik kerah bajunya.
"Inget, lu colek lagi temen atau tongkrongan gua, gua abisin lu. Bawa tuh si Jibon itu." Pungkas Dandi.
Akhirnya mereka pun beranjak pergi meninggalkan tongkrongan SMA Patriot dan berkumpul kembali dirumah Dandi.
"Anjing tuh anak! Sebel banget gua.." Ucap Dandi.
"Ya.. Lu kesel boleh. Tapi liat lawan lu dong. Muka udah ga berbentuk gitu masih disikat." Ungkap Bevan.
"Ya.. Namanya orang kesel. Eh tapi makasih be udah nahan gua.." Pungkas Dandi.
Mereka pun bersantai sejenak melepas rasa lelah akibat baku hantam tadi. Sementara Bevan mengkompres luka di bagian Jidatnya dan memar di bagian Pipinya dengan air panas
"Eh iya Cup. Gak usah cari lagi pelakunya siapa.." Ucap Robi.
"Kenapa Bi?" Tanya Ucup.
"Gak usah pokoknya. Buang tenaga!" Jelas Robi.
Tak terasa, Waktu menunjukan pukul 12 tengah Malam dan hari teringat besok mereka harus masuk pagi.
Mereka pun membubarkan diri. Bevan, Robi dan Ucup pun meninggalkan rumah Dandi dan menuju Rumah mereka masing - masing.
__ADS_1