
Keesokan harinya di sekolah, tepatnya di Kantin. Mereka, yang kemarin malam terlibat dalam pertempuran berkumpul di satu Meja.
"Gila! Ini Kantin udah kaya Rumah sakit, Banyak banget Orang luka." Ucap Dandi.
Datanglah Bevan sambil membawa Es Teh Manis.
"Yah.. Ini lagi si Kambing. Makin parah aja muka lu." Pungkas Dandi.
"Eh.. Sembarangan.. Kalo kata tentara, ini tuh hadiah Perang." Jawab Bevan.
"Iya.. Tapi kan lu pelajar, bukan tentara." Sahut Dandi.
"Iya sih. Tapi gua Respect sama lu semua. Rela jadi begini gara - gara satu orang." Ucap Bevan.
"Yoi Respect, walaupun Bonyok." Lanjut Dandi sambil tertawa.
Tak lama kemudian datanglah Robi bersama Rani.
"Anjing lu semua!" Ucap Robi kesal.
"Kenapa lu?" Tanya Bevan.
"Pokonya lu semua Anjing!" Pungkas Robi.
"Terserah lu mau bilang kita semua Anjing atau apa lah. Tapi kasih tau dulu alesan lu tiba - tiba emosi." Jelas Bevan.
"Ya lu, berantem ga ngajak gua! Emosi gua!" Jawab Robi.
"Si anjing. Beres digulung masih pengen ikutan berantem. Kepikiran apa lu?" Ucap Dandi.
"Ya abisnya pas lu pada berantem gua gaada. Pas gua sendiri malah dikeroyok." Jelas Robi.
"Ya salah lu sendiri Goblok! Orang kok gamau ketinggalan trend banget." Ucap Bevan.
Mereka semua pun bercanda tentang Robi yang kesal karena tak ikut serta kemarin Malam.
Sepulang sekolahnya di Warung Bunda. Bunda Itoh memasang wajah Heran karena melihat para murid yang memiliki luka.
"Alah.. Kalian teh kenapa? Kompak banget satu luka semua luka." Tanya Bunda Itoh.
"Biasa Bun. Lagi Trend.." Ucap Bevan bercanda.
"Style Bun." Ucap Robi
"Aih.. Kalian mah suka ada - ada aja." Ucap Bunda Itoh.
Mereka pun tertawa dan bercanda, sembari santai dengan minumannya masing - masing.
Tak lama kemudian datang lah Ucup dengan Dewi dan Rani.
"Woi Cup.." Sapa Bevan sambil melambaikan tangan.
"Tumben cewe lu ga ikut?" Tanya Robi.
"Dia pulang duluan. Ada acara keluarga." Jawab Bevan.
"Keluarga apa keluarga?" Tanya Robi meledek.
"Ya.. Keluarga lah." Jawab Bevan Ragu.
Robi pun menertawakan reaksi Bevan.
__ADS_1
"Udah dong. Gua tambahin lagi luka lu nih.." Ujar Bevan.
"Iya deh iya.." Sahut Robi sambil tertawa.
Tiba - tiba HP Bevan pun berdering.
"Panjang Umur nih.." Gumam Bevan.
Bevan mengangkat Telfon masuk, yang merupakan panggilan masuk dari Nisya.
"Halo Sya.." Sapa Bevan.
"Halo Be.. Kamu dimana?" Tanya Nisya.
"Di Warung Bunda.." Jawab Bevan. "Ada apa ya?" Lanjut Bevan bertanya.
"Iya aku lupa ngingetin. Kemarin yang kamu gak jadi ke rumah. Nah sekarang bisa gak?" Ujar Nisya.
"Sekarang banget? Bukannya sekarang lu ada acara keluarga?" Tanya Bevan.
"Iya.. sekarang acara Keluarga kecil kecilan.. Udah pokoknya kamu bisa gak kesini?" Jelas Nisya.
"Yaudah sebentar, gua siap - siap dulu." Pungkas Bevan sambil mematikan telfon.
Bevan pun bersiap - siap dan menghampiri Rani.
"Ran, Nisya tadi bilang ke lu ada acara keluarga?" Tanya Bevan meyakinkan.
"Iya kok.. Dia bilang begitu.. Kenapa emang?" Tanya Balik Rani.
"Terus ngapain gua disuruh ke rumahnya?" Bevan makin penasaran.
"Mau dikenalin ke keluarganya kali, Be.." Sahut Robi.
"Datengin dulu aja sih.." Pungkas Robi.
"Yaudah.. Gua cabut dulu.." Pamit Bevan.
Bevan pun langsung menuju ke Rumah Nisya. Sesampainya di Rumah Nisya, Bevan pun menekan Bel yang berada di Gerbang rumah Nisya.
Nisya pun datang menghampiri Bevan yang menunggu di depan Gerbang, serta membukakan Gerbang tersebut.
Bevan pun memasukkan Motornya dan turun dari Motor.
"Gak kenapa - kenapa nih gua dateng kondisi kaya gini, sementara lu lagi ada acara keluarga?" Tanya Bevan.
"Ya nggak apa - apa dong. Lagian kakak aku yang nyuruh.." Jawab Nisya.
"Lah? Disuruh gimana?" Tanya Bevan penasaran.
"Kakak aku hari ini ulang tahun, terus dia request pengen ketemu cowo yang lagi deket sama aku.. Mangkannya aku telfon kamu.." Jelas Nisya.
"Astaga.. Kalo lu ngejelasin dari awal aja.. Kayanya gua gak dateng Sya.." Ucap Bevan.
"Please.. Please banget.. Tolongin aku.." Ucap Nisya memohon.
"Yaudah. Tapi nanti gantian, gua juga ada permintaan." Pungkas Bevan.
"Apa?" Tanya Nisya.
"Ada deh.. Nanti gua kasih tau. Sekarang tugas gua bikin seneng Kakak lu dulu.." Jawab Bevan.
__ADS_1
Dengan wajah penuh plester dan perban, Bevan pun hadir sebagai pendamping Nisya di Acara Ulang Tahun Kakaknya. Acara tersebut berjalan dengan Baik dan Seru, Bevan pun berhasil menjaga kesan Baik di depan keluarga Nisya, terutama Kakaknya.
Bevan pun keluar untuk Merokok, tak lama Kakak dari Nisya pun menghampiri.
"Udah lama deket sama Nisya?" Tanya sang Kakak.
"Cukup lama bang. Walaupun satu sekolah tapi kan kelas kita cukup jauh ya.." Jelas Bevan.
"Jauh gimana?" Lanjut tanya sang Kakak sambil membakar Rokok.
"Ya kan Nisya masuk ke Kelas 3-1 yah, termasuk kelas unggulan, sementara saya kan 3-5 bang, kelas yang punya kesan kurang menarik lah dari Guru.." Jelas Bevan.
"Wah.. Bisa juga Nisya deket sama lu ya?" Tanya kembali sang kakak sedikit sinis.
"Kenal dari temen ke temen sih bang. Lagian ya bisa banyak belajar juga dari Nisya, kebetulan kan udah tingkat tiga juga.." Jawab Bevan sedikit tegang.
"Haha.. Santai aja Bro. Gua gak pernah ngebatasin pergaulan Adik gua kok.. Gausah tegang." Ucap Sang Kakak.
"Eh.. Iya bang." Ujar Bevan sedikit canggung.
"Panggil gua Niko. Lu tau alesan gua pengen ketemu lu?" Tanya Niko.
"Nggak tau bang, taunya bang Niko Ulang Tahun, terus minta ketemu saya.." Jawab Bevan.
"Alesan gua pengen ketemu, selain gua pengen kenal sama lu. Ya.. Gua pengen titipin Nisya ke lu. Gua gamau ngebatasin dia, tapi gua juga ga munafik. Gua takut dia kenapa - kenapa.." Jelas Niko.
"Kenapa titipnya ke gua bang? Makin gak ngerti gua." Ujar Bevan semakin bingung.
"Ya.. Gua cuman bisa jagain dia di Rumah dan waktu gua lagi sama dia. Tapi, ketika dia di Luar Rumah dan gua lagi gak sama dia, siapa yang bakal jagain dia.." Pungkas Niko.
"Itu dia alesannya abang titipin Nisya ke saya, soalnya saya deket sama Nisya?" Tanya Bevan meyakinkan.
"Nah itu lu ngerti.." Jawab Niko.
"Kalo itu mah tenang bang, gak akan gua balikin Nisya dalam keadaan Lecet." Pungkas Bevan.
"Gua bisa pegang kata - kata lu?" Tanya Niko.
"Bisa bang. Tapi, saya mau tanya satu hal lagi.." Ucap Bevan.
"Apa itu Be?" Tanya Niko.
"Abang ngerestuin saya ga?" Tanya Bevan berbisik.
"Selama omongan lu bisa gua pegang.. Kenapa ngga.." Jawab Niko.
"Makasih bang!" Ujar Bevan dengan senang.
Tak lama datang lah Nisya menghampiri.
"Hayoloh.. Ngomongin aku ya??" Pungkas Nisya.
"Pede banget kamu.. Orang lagi ngomongin bisnis sama Bevan.." Jawab Niko bergurau.
Bevan hanya tertawa mendengar jawaban Niko.
Mereka pun bercanda dan bercengkramah bersama saat itu dan tak lama berselang acara pun selesai. Bevan pun pamit Pulang kepada keluarga dan Kakaknya Nisya.
Bevan pun pulang menuju Rumah dan sesampainnya di Rumah. Bevan mendapat pesan dari Nisya.
"Kakak aku seneng bisa ngobrol sama kamu.." Isi Pesan Nisya.
__ADS_1
Bevan yang membaca itu pun tersenyum sambil berjalan menuju Kamarnya. Bevan tak bisa melupakan moment itu dan dia masih tersenyum - senyum sendiri di dalam Kamarnya.