Be My Girl

Be My Girl
PART V


__ADS_3

Pagi Harinya. Bevan pun bersiap berangkat sekolah. Dimulai dengan Sarapan pagi bersama sepupunya yang semalam menginap dirumah Bevan.


"Be, Bareng ya.." Pinta Agnes.


"Iye.. Iye.." Jawab Bevan sambil makan.


Selesai menyantap Sarapan pagi Bevan pun berangkat kesekolah bersama Agnes dengan menggunakan motor Tua-nya.


Setelah perjalanan yang cukup singkat. Bevan pun menuju Warung Bunda di belakang sekolah untuk memarkir motornya. Disana sudah ada Teman - Teman yang juga parkir disana dan ngopi sebelum masuk sekolah.


"Lu kalo mau duluan masuk. Duluan aja Nes. Gua mau ngopi dulu." Ucap Bevan.


"Lah kalo telat gimana?" Tanya Agnes.


"Yailah Nes. Baru jam 7 kurang, sekolah masuk aja jam 8. Gara - gara lu juga gua dateng kepagian." Jawab Bevan.


"Lah bukannya bagus kalo kepagian. Jadi ngga telat." Sahut Agnes.


"Nes masih pagi Nes.. Jangan ajak gua debat." Ucap Bevan.


"Oke Be. Yaudah bareng aja deh kalo gitu." Jawab Agnes.


Bevan pun memesan Kopi dan membakar rokok sambil bersantai di warung Bunda.


Tak lama kemudian. Datang lah Dandi yang disusul oleh Robi, yang juga memarkir motor di Warung Bunda.


"Anjir.. Udeh dateng aja si kambing." Ucap Dandi sambil bersalaman.


"Iya Dan. Nih gara - gara anak marmut. Gua jadi kepagian." Jawab Bevan.


"Dih.. Ada Agnes? Tumben lu dijemput Bevan?" Tanya Dandi.


"Kaga gitu Dan. Dia maksa bareng sampe nginep di rumah gua." Jawab Bevan.


"Iya Dan. Gua nginep di rumah Bevan." Jawab Agnes menambahkan.


"Beres kejadian semalem ya? Haha" Ucap Dandi sambil tertawa.


Kemudian datang lah Robi Menghampiri.


"Woi Be, kenapa bibir lu? Ciuman sama siapa lu?" Tanya Robi sambil bersalaman.


"Panjang lah Bi ceritanya. Tanya Agnes aja." Jawab Bevan.


"Hai Agnes. Kemana aja?" Tanya Robi ke Agnes.


"Hai Robi. Ada aja, emang jarang kesini." Jawab Agnes.


"Kenapa sepupu lu, Nes?" Lanjut Robi bertanya.


"Kemaren berantem sama mantan gua. Ada Dandi juga kok disana." Jawab Bevan.


"Wah yang bener? Kenapa ga ngabarin gua?" Sahut Robi terkaget.


"Dih.. Boro - boro inget ngabarin lu sih Bi. Orang lagi berantem." Jawab Bevan.


"Iya juga sih. Tapi ya.. Gak terima aja gua, lu seneng - seneng sama Dandi." Ucap Robi.


"Ngga sengaja itu Bi.. Ngga sengaja.." Jawab Bevan.


"Tapi Dandi mukannya aman - aman aja sih Be?" Tanya Robi.


"Jangan samain gua sama Robot dong." Jawab Bevan.


Mereka pun lanjut berbincang sambil bersantai. Saking asyiknya mereka berbincang tanpa disadari jam sudah menunjukan pukul 8 kurang 15 menit.


"Ayo ah masuk sekolah." Ucap Bevan.


"Yaudah ayo." Jawab Dandi.


Mereka pun beranjak ke sekolah. Disusul para murid yang juga bersantai di Warung Bunda.


"Boy! Ayo masuk." Sahut Dandi.


"Ayo!!" Jawab murid lain.


Akhirnya mereka semua pun beranjak menuju sekolah bersama - sama.


Sesampainya disekolah mereka pun langsung menuju kelas masing - masing dan mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti pada umumnya. Sampai tiba lah jam Istirahat.


Bevan, Dandi dan Robi pun berkumpul di Kantin, di tempat biasa mereka berkumpul.


"Eh itu murid kelas mana dah?" Tanya Dandi.


"Itu kelas 2 Dan. Kalo gasalah kelas 2-4 deh." Jawab Bevan.


Dandi pun melirik ke kanan dan ke kiri, mengamati situasi.


"Dewi belom ke kantin kan?" Tanya Dandi.


"Belom. Kenapa emang?" Bevan bertanya balik.


"Nanti kalo dia kesini. Amanin yah." Pesan Dandi.


"Oke." Jawab Bevan.


Dandi pun menghampiri adik Kelas tersebut dan mengajaknya berkenalan.


"Kenapa lu iya- in Be?" Tanya Robi.


"Ngga apa - apa. Biarin aja." Jawab Bevan.


"Nanti kalo ketangkep basah Dewi gimana?" Lanjut Robi bertanya.


"Ya gatau.. Paling jadinya lucu Bi." Jawab Bevan.


"Si Goblok... Yaudah deh kalo gitu." Ucap Robi.


Tak lama kemudian. Datanglah Dewi bersama kedua sahabatnya, yaitu Nisya dan Rani, menghampiri Bevab dan Robi.


"Hai Bevan.. Hai Robi.." Sapa Dewi.


"Hai Dewi.." Jawab Bevan dan Robi.


"Berdua aja, Dandi kemana?" Tanya Dewi.

__ADS_1


"Tadi sih lagi beli makan. Tunggu aja disini." Jawab Bevan.


"Be.. Es Teh enak kayanya." Ucap Robi sambil memberi kode.


"Ohiya? Yaudah gua beli Es Teh dulu." Sahut Bevan.


Bevan pun beranjak pergi. Dengan dalih membeli Es Teh, Bevan langsung menghampiri Dandi yang sedang menggoda Adik Kelas.


"Ada Dewi.." Bisik Bevan.


Tanpa sepatah kata dan hanya memberi Bevan Jempol, Dandi langsung bereaksi dan meninggalkan Adik Kelas, yang ia Goda.


Bevan pun kembali sambil membawa Es Teh.


"Nih Bi, Es Teh Manis." Ucap Bevan sambil memberi jempol tanda aman.


"Oke Be. Makasih." Jawab Robi.


Tak lama kemudian datanglah Dandi.


"Tuh Dandi." Tunjuk Bevan.


"Kenapa Be?" Tanya Dandi.


"Ini Dewi tadi nanyain." Jelas Bevan.


"Kenapa Dew?" Tanya Dandi ke Dewi.


"Dari mana lu?" Tanya Dewi sedikit sinis.


"Abis makan.. Kenapa?" Jawab Dandi.


"Tumben ga makan disini bareng Bevan sama Robi." Tanya Dewi mengintrogasi.


"Tadinya.. Cuman ada Ucup disana. Jadi ngobrol dulu, daripada dingin, mending sekalian makan disana." Jelas Dandi.


"Ohhh... Gitu..." Sahut Dewi.


"Dih.. Kenapa? Ngga percaya? Tanya aja sana ke Ucup." Pungkas Dandi.


Secara kebetulan Ucup, teman sekelas dan satu tongkrongan Dandi pun lewat.


"Woi Cup.." Panggil Dandi.


"Kenapa Dan?" Tanya Ucup sambil menghampiri.


"Cup tadi Ngobrol apa sama Dandi?" Tanya Dewi.


"Oh itu.. Tadi gua minta tolong benerin motor gua ke Dandi." Jawab Ucup.


"Ohh.. Kapan?" Tanya Dewi lagi.


"Abis pulang sekolah. Lagian motor gua parkir di Bunda juga kan." Jelas Ucup.


"Ohh.. Gitu.. Yaudah Cup makasih." Pungkas Dewi.


"Tenang Dew. Ga macem - macem gua sama Dandi. Aman." Jelas Ucup.


"Iya cup percaya." Jawab Dewi.


"Yaudah lah gua cabut dulu ya.." Pamit Ucup.


"Kan.. Gua bilang apa ngga percaya sih lu." Ucap Dandi.


"Iya maaf.." Jawab Dewi.


"Yaudah gih makan dulu. Lu rese kalo laper." Pungkas Dandi.


"Iya.. Iyaudah. Aku makan dulu." Sahut Dewi.


Dewi dan kedua sahabatnya pun pergi meninggalkan Bevan, Dandi dan Robi.


"Ucup bisa diajak kompromi juga ya." Ucap Bevan.


"Kaga Goblok. Emang tadi gua sempet ngobrol sama dia." Jawab Dandi.


"Emhh.." Sahut Bevan.


Robi hanya memasang wajah curiga..


"Apa Bangsat? Serius gua." Dandi coba meyakinkan.


"Iya.. Percaya.." Jawab Bevan dan Robi.


"Emang Anjing lu berdua." Kesal Dandi.


Tak lama Bel pun berbunyi. Tanda Waktu istirahat sudah selesai. Mereka dan para murid lainnya pun kembali ke Kelas masing - masing dan mengikuti pelajaran hinggal Bel pulang sekolah berbunyi.


Setelah pulang sekolah mereka pun langsung menuju Warung Bunda. Seperti biasa para Murid disana berbincang, bercanda dan sekedar Nongkrong. Bevan, Robi dan Dandi pun mempunyai kegiatan masing masing.


Bevan yang bersantai dan berbincang sambil meminum Kopi dengan Murid Lain. Robi yang terkadang membantu Bunda menyiapkan pesanan. Dandi yang kadang sibuk membongkar motor murid lain yang bermasalah.


Semuanya mempunyai kegiatan masing - masing.


Tiba - tiba ada seorang murid, yaitu Ucup menghampiri Bevan dan berbisik. Bevan pun langsung memasang wajah kaget dan langsung mengisyaratkan Ucup untuk memanggil Dandi dan Robi.


Dandi dan Robi pun langsung menghampiri Bevan, Ucup pun lalu mengumpulkan murid - murid yang lain, yang berada di Warung Bunda.


Setelah mereka semua berkumpul di Gazebo, Ucup pun menutup Gazebo tersebut menggunakan Tirai Bambu, biasanya Tirai Bambu ini dibuka ketika Hujan dan Jika ada perbincangan penting saja.


"Beres Cup?" Tanya Bevan.


Ucup pun mengacungkan Jempolnya.


"Oke. Sebelumnya sorry nih gua minta waktu kalian sebentar. Ucup ada sedikit Informasi." Pungkas Bevan.


"Jadi gini. Tadi gua dapet Info dari anak SMA Patriot katanya ada anak SMA Veteran yang ngerusuh di tongkrongannya." Jelas Ucup.


"Ngerusuh gimana Cup?" Tanya murid lain.


"Emang siapa Cup orangnya?" Murid lainnya lagi bertanya.


"Tenang - tenang gua juga belom tau siapa orangnya. Cuman dari penjelasan SMA Patriot, tongkrongan-nya berantakan, terus ada tanda pilok Veteran." Lanjut Ucup menjelaskan.


"Lu udah tanya lebih jelas Cup?" Tanya Robi.

__ADS_1


"Belom Bi, ini masih gua tanya - tanya sama anak Patriot." Jawab Ucup.


"Yaudah Cup kalo emang ternyata mereka yang cari masalah. Sikat aja lah." Ucap Dandi dengan nada kesal.


"Santai dulu Dan. Masalahnya belom jelas juga itu dari anak - anak kita atau bukan. Kalo taunya bukan malah panjang nanti urusannya." Sahut Bevan.


"Terus itu ada tambahan lagi ga Cup?" Tanya Dandi.


"Ohiya. Terakhir mereka ngasih peringatan, jangan kaget kalo anak Veteran ngacak - ngacak balik." Jelas Ucup.


"Dih.. Tengil juga mereka! Yaudah cup ajak janjian aja." Pungkas Dandi dengan nada tinggi.


"Santai dulu Dan.." Ucap Bevan mencoba menenangkan suasana.


"Bukan masalah Santai Be. Masa Pride lu di gores, lu mau diem aja? Yaudah ajak ketemuan aja langsung atau mau gua samperin orang ke tongkrongannya?" Pungkas Dandi semakin kesal.


"Yaudah.. Yaudah.. Gini aja, ini kan belom tau juga akar masalahnya, siapa yang salah, siapa yang bener. Mending cari dulu orangnya." Jelas Bevan.


"Lama Be kalo gitu. Langsung aja samperin." Ucap Dandi.


"Udah.. Udah.. Santai dulu, Cup lu terus kontakan aja sama anak Patriot, yang lain cari juga bantu cari orangnya siapa. Terus selama ini belom beres, setiap nongkrong siap - siap aja, jaga - jaga anak Patriot Sweeping ke Warung Bunda." Jelas Robi menengahkan.


"Gua setuju sama Robi." Sahut Bevan.


"Yaudah kalo Robi udah bilang gitu." Ucap Dandi.


"Yaudah Cup ada yang mau disampein lagi ga?" Tanya Bevan.


"Cukup Be." Jawab Ucup.


"Yaudah kalo gitu. Sidangnya kita tutup, inget kata Robi, siap - siap aja kalo Nongkrong. Buat yang mau langsung cabut silahkan dan yang mau lanjut nongkrong juga silahkan. Sorry udah ganggu waktunya. Makasih udah ikut sidang." Pungkas Bevan menutup Sidang.


Ucup pun membuka kembali Tirai Bambu dan murid - murid lain pun meninggalkan Gazebo. Sebagian murid langsung pulang dan ada juga sebagian murid lainnya lanjut nongkrong.


"Eh anjing! Kenapa lu masih santai - santai aja sih Be?" Tegur Dandi ke Bevan.


"Ya.. Gapapa Dan. Lagian belom jelas juga masalahnya." Jawab Bevan.


"Belom jelas gimana? Udah jelas mereka cari masalah Be." Ucap Dandi.


"Yaudah. Gini Dan, kenapa gua masih santai. Gua gamau buru - buru ambil tindakan Otot. Lu liat yang nongkrong disini. Kebanyakan mereka yang emang niat nongkrong aja. Gaada niat berantem. Keitung paling yang turun ke lapangan." Jelas Bevan.


"Logis. Gua setuju sama Bevan." Sahut Robi.


"Dari awal kan kita udah nekenin. Gak peduli berapa jumlahnya, kalo emang lu siap dan mau turun ke lapangan, yaudah turun." Ucap Dandi.


"Ngerti gua Dan, kalo masalah itu. Tapi masalahnya..." Pungkas Bevan.


"Apa masalahnya? Lu gak siap turun? Yaudah lu gak usah turun. Lu nonton aja." Ucap Dandi menyelak Bevan.


"Udah! Udah! Udah selesai debatnya?! Capek gua dengernya! Yang satu gila ribut, yang satu terlalu defensif. Mending kita liat aja besok gimana jadinya. Sidang juga udah ditutup barusan." Pungkas Robi melerai dengan nada tinggi.


"Yaudah sorry Dan, gua emang terlalu defensif karena emang gua gamau orang yang gatau masalahnya jadi ikut kena." Jelas Bevan.


"Ngga Be, gua yang salah, gua terlalu panas denger kabar ini." Sahut Dandi.


"Asik. Udah baikan. Ngopi bareng lagi dong." Pungkas Ucup bercanda memecah kecanggungan.


"Diem lu anjing!" Sahut Dandi sambil menendang Ucup.


Tak lama setelah Bevan dan Dandi berdebat Hebat. Datanglah Dewi, Nisya dan Rani, mereka bertiga langsung menghampiri ke arah Gazebo.


"Yah. Obat nyamuk gua disini. Gua ke warung aja dah ngobrol sama Bunda." Pungkas Ucup.


"Yaudah Cup. Kontekan terus aja. Nanti share aja di Grup, kelanjutannya gimana." Ucap Bevan.


"Oke oke Be. Tenang." Jawab Ucup.


Dewi, Rani dan Nisya pun kebingungan.


"Ada masalah bukan Be?" Tanya Dewi.


"Ngga ada kok Dew. Biasa obrolan acara malem minggu aja." Jawab Bevan.


"Hmm.. Kan masih lama." Sahut Dewi.


"Ya.. Kan harus disusun rencananya.." Jawab Bevan.


Kondisi pun kembali kondusif meskipun memang masalah dengan SMA Patriot masih berlanjut.


Mereka pun lanjut nongkrong di Warung Bunda, menghabiskan sisa waktu bersama, berbincang, bercanda dan sekedar melepas lelah di Warung itu.


Lalu mereka pun pulang kerumah masing - masing.


"Sya Balik bareng gua aja." Ucap Bevan.


"Ngga apa - apa Be? Ngerepotin ngga?" Tanya Nisya.


"Yailah. Masih aja kaku, kaya kanebo kering." Jawab Bevan.


"Yaudah kalo gitu." Ucap Nisya sambil naik ke motor Bevan.


Mereka pun pergi meninggalkan Warung Bunda, dibarengi Robi, Dandi dan murid lainnya juga.


Diperjalan menuju rumah Nisya. Tiba - tiba Nisya bertanya.


"Be, yakin gamau cerita masalahnya apa?" Tanya Nisya.


"Apa sih Sya? Masalah apa?" Ucap Bevan.


"Jangan Bohong Be. Aku tau kok kamu nutupin ke Dewi sama Rani." Pungkas Nisya.


"Dukun lu? Sotau banget." Jawab Bevan.


"Yaudah deh kalo gitu." Sahut Nisya.


Sesampainya mereka dirumah Nisya. Nisya pun turun dari motor Bevan dan kembali bertanya.


"Yakin gamau ngasih tau?" Tanya Nisya.


"Apa sih Sya.. Ngasih tau apa? Orang gaada apa - apa juga." Jawab Bevan.


"Yaudah deh. Aku masuk ya. Makasih Be." Ucap Nisya


"Oke Sya. Gua juga pamit ya." Pamit Bevan.

__ADS_1


"Eh Be.." Ucap Nisya sambil menarik tangan Bevan. "Jangan lupa Besok ya.." Lanjut Nisya berpesan.


Bevan hanya tersenyum, meng-iyakan ucapan Nisya. Bevan pun pergi meninggalkan Rumah Nisya dan pulang menuju Rumah-nya.


__ADS_2