
Malam Harinya di Pos dekat Rumah Dandi, yang biasanya digunakan oleh Masyarakat sekitar untuk berkumpul atau melakukan musyawarah.
Malam itu tepat pada pukul 9. Bevan dan Dandi menunggu yang lainnya datang ke Pos tersebut. Bevan dan Dandi sudah bersiap untuk mendatangi suatu tempat, yang biasanya digunakan para Murid SMA Patriot untuk berkumpul.
Tempat yang biasa disebut 'Underbase' itu, biasanya digunakan para Murid SMA Patriot untuk berkumpul, sekedar nongkrong atau menjadi titik Kumpul, jikalau ada kegiatan Wara - Wiri Malam.
Tak lama kemudian, datanglah Ucup.
"Cup, ada Info?" Tanya Bevan kepada Ucup.
"Kemaren sih udah gua tanya soal kejadian itu, tapi ngga ada yang ngaku dari pihak Patriot nya." Jelas Ucup.
"Sekarang mereka dimana?" Lanjut Bevan bertanya.
"Di Underbase. Lagi pada ngumpul atau mungkin lagi pada siap - siap juga." Jawab Ucup.
"Yaudah tunggu aja yang lain." Ucap Bevan.
Mereka berempat pun kembali menunggu yang lainnya datang. Sekitar 30 menit sudah mereka berkumpul. Tapi hanya terkumpul 5-10 orang saja.
"Yaudah lah berangkat aja." Ucap Dandi.
"Yakin Dan? Cuman 10 orang?" Tanya Ucup.
"Ya segini yang siap Cup. Dari awal kan emang gua pernah bilang, kalo masalah ribut gua ngga pernah maksa. kalo emang siap dan mau, yaudah ikut aja." Jelas Dandi.
Ucup pun terdiam, sementara yang lain bersiap untuk berangkat.
"Cup ayo. Siap - siap." Ucap Bevan.
"Tapi Be.." Sahut Ucup.
"Cup bukan masalah banyak atau dikitnya. Percuma kalo banyak tapi ngga ngasih efek apa - apa." Jelas Bevan.
Mendengar itu, Ucup pun ikut bersiap dan akhirnya mereka pun bergegas untuk bergerak menuju Underbase.
Ketika diperjalanan, mereka bertemu dengan murid Veteran lainnya, yang sedang menuju Rumah Dandi. Terhitung sekitar 6 orang.
__ADS_1
"Langsung aja boy!" Teriak Bevan
Mereka pun putar balik arah dan bergabung dengan Dandi dan Bevan. Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu, sampai lah mereka di Underbase.
Sesampainnya mereka di Underbase, mereka langsung disambut oleh para murid SMA Patriot, yang sudah bersiap menyambut. Terhitung sekitar 30 orang berada disana atau 2 kali lipat dari jumlah murid SMA Veteran, yang datang ke Underbase.
"Mana Jibon!?" Teriak Dandi.
Tiba - tiba seseorang maju kedepan, lebih kurus dari Jibon.
"Ngapain nyari yang ngga ada Bro?" Ucap orang itu
Para Murid SMA Veteran pun terdiam kebingungan.
"Jibon masih sakit. Mending sampein aja langsung ke pentolan nya." Pungkas Orang itu lagi.
"Mana Orangnya!?" Tanya Dandi sambil berteriak.
"Lu lagi ngobrol langsung sekarang sama orangnya." Jawab Orang tersebut.
"Lu? Siapa lu?" Lanjut Dandi bertanya.
"Oke.." Sahut Dandi.
"Jadi kenapa rame - rame nyamperin gua?" Tanya Ohang.
"Gua cuman pengen Cross Check, orang yang kemaren repot - repot Sweeping ke tongkrongan gua." Jelas Bevan.
"Ohh.. Yang itu.. Itu orang - orang gua. Anggap aja balesan buat perlakuan lu ke Jibon." Jawab Ohang.
"Dih. Orang Jibon yang duluan mulai." Pungkas Bevan.
"Gak perduli siapa yang mulai. Yang jelas lu udah bikin orang gua masuk Rumah Sakit." Jelas Ohang.
"Bacot lu gede juga ya!" Ucap Dandi.
Ohang pun menyeringai dan langsung berlari seketika ke arah Dandi, diikuti oleh Murid SMA Patriot yang lain dibelakangnya.
__ADS_1
Melihat itu, Dandi pun ikut Berlari ke arah Ohang, yang dibarengi Bevan dan yang lainnya, yang ikut berlari. Pertempuran besar antara kedua sekolah pun tak terhindarkan.
Dikarenakan kalah Jumlah, SMA Veteran sempat terpojok, beberapa bahkan hampir tumbang, namun karena beberapa murid yang lain mempunyai bekal bela diri jalanan yang cukup, mereka pun bisa membalikan Keadaan.
Keadaan pun menjadi berimbang, walaupun beberapa murid SMA Veteran sudah tumbang. Bevan berjuang sekuat tenaga membela diri, meskipun sudah berlumuran darah dan lebam di bagian Muka.
Begitu pula Ucup yang mampu bertahan melawan 3 Orang, walaupun sempat hampir Tumbang. Hanya Dandi yang mampu bertahan dengan sedikit luka melawan Ohang dan 3 orang lainnya.
Pertempuran itu berlangsung cukup lama, dikarenakan tempat yang tertutup, mustahil untuk Warga mengetahui apa yang terjadi di tempat itu.
Tiba lah di akhir pertempuran, dimana Bevan sudah benar - benar kehabisan tenaga dengan wajah yang lebam dan darah yang bocor dari bekas Luka, akibat pertempuran sebelumnya.
Ucup yang sudah bersandar di Tembok namun masih berdiri sambil menahan sakit, dengan Darah dan Keringat yang bercampur, serta keringat tersebut menetes ke Luka.
Juga Dandi yang masih bertarung dengan Ohang, mereka sama - sama masih berdiri tangguh sambil saling berbalas pukulan dan tendangan.
Bevan terdiam memandangi pertarungan tersebut. Ucup menatap Bevan seakan menunggu komando. Bevan pun membalas tatapan tersebut seakan - akan memberi komando untuk membantu teman - teman yang sudah Tumbang.
Dandi yang masih beradu Otot dengan Ohang, akhirnya berhasil memojokan Ohang. Ohang pun terjatuh dan Dandi pun langsung menindihnya, menahan kedua tangan Ohang dengan Lututnya, lalu memberikan pukulan bertubi - tubi tepat di wajah Ohang.
Ohang pun terkapar tidak berdaya dengan wajah yang hampir tidak berbentuk. Dandi pun bangun dan membalik badan. Memandang Bevan, yang masih berdiri mematung.
Dandi pun tersenyum, yang dibalas tanda Jempol oleh Bevan, lalu Dandi berteriak menandakan kemenangan untuk SMA Veteran.
Tak lama terdengar suara sirine Polisi dan Mereka semua pun bubar dan meninggalkan tempat itu beserta Murid SMA Patriot yang terkapar dan tak bisa bergerak.
Mereka kembali berkumpul di Pos dekat Rumah Dandi, yang dimana itu adalah tempat awal berkumpul sebelum pertempuran. Tepat jam 11 Malam mereka sampai disana.
"Yang mau Kompres luka, ambil aja alatnya sendiri." Ucap Dandi. "Makasih buat lu yang udah dateng." Lanjut Dandi.
Sebagian dari mereka pun mengkompres luka akibat pertempuran tadi.
"Cup, ada kabar dari Rani?" Tanya Bevan.
"Terakhir, Rani ngasih kabar tadi, katanya Robi udah Sadar. Rani juga udah pulang dari rumah Robi." Jelas Ucup.
"Yaudah Cup. Kemungkinan besok juga Robi gak masuk, kita Jenguk aja kerumahnya." Ucap Bevan memberi ide.
__ADS_1
Malam itu pun menjadi malam yang panjang untuk mereka. Setelah selesai dari Pertarungan dan mereka istirahat serta mengobati luka mereka. Mereka pun pulang ke Rumah masing masing.