
Keesokan harinya Bevan berangkat ke Sekolah dan datang dengan kedua sahabatnya seperti biasanya.
Namun kali ini berbeda, mereka lolos dari hukuman. Karena masuk ke kelas berbarengan dengan sang pengawas yang hendak melakukan absensi.
"Pagi pak. Aman dong?" Sahut Dandi.
"Gak harus di Hukum dong pak?" Timpal Robi
Bevan hanya mengeluarkan senyum licik tanpa sepatah kata pun.
"Memang kalian tidak Telat, tapi waktunya terlalu mepet" Gumam Pak Pengawas.
Bevan yang mendengar itu, mundur kembali dan mendekat ke pak pengawas.
"Yang penting kan On Time pak. Perubahan itu sedikit - sedikit kan, ngga bisa langsung." Pungkas Bevan sambil berbalik meninggalkan pengawas.
Sang Pengawas yang mendengar kata itu pun langsung tertawa kecil diikuti muka kesal yang menghiasi kepalanya yang tak ber-rambut.
Mereka pun mengikuti proses pembelajaran dengan cara mereka sendiri, yaitu tidur saat guru menjelaskan.
Setelah melewati dua kali istirahat. Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi dan para murid bersiap keluar kelas.
Mereka bertiga pun berkumpul di kantin sekolah sebelum mereka pulang, sembari menemani Bevan yang ingin melancarkan rencana nya.
"Jadi hari ini ngajak balik Nisya?" Tanya Robi ke Bevan.
"Kalo dia mau, yang penting kan usaha. Kalaupun gagal, setidaknya bisa ngobrol berdua sama doi." Jawab Bevan dengan penuh persiapan.
"Tuh Nisya lewat, Be. Sikat sana." Sahut Dandi menyelak obrolan.
"Nah kan. Gua usaha dulu ya. Doain gua ya Bro - bro. " Ungkap Bevan kepada kedua sahabatnya sambil bergegas.
Bevan pun meninggalkan kedua sahabatnya.
"Berhasil ga menurut lu?" Tanya Dandi ke Robi
"Yaaa.. Kita tunggu di bunda aja lah. Kalo dia dateng mukanya di tekuk berarti gagal" Jawab Robi
"Mau taruhan ga?" Ajak Dandi
"Gila ya lu, masa temen sendiri di jadiin bahan taruhan. Pokonya kalo dia berhasil lu traktir Rokok sebungkus." Sahut Robi sambil mengajak bersalaman.
"Oke deal. Kalo gagal lu yang traktir" Dandi sambil menjabat tangan nya Robi.
Mereka berdua pun meninggalkan sekolah dan pergi menuju Warung Bunda.
Sementara itu Bevan yang sedang menjalankan aksinya, berusaha mencari Nisya.
Setelah lama mencari, Nisya pun muncul dengan teman - temannya menuju gerbang sekolah.
"Sya.. Hey Nisya.. Tunggu.." Panggil Bevan.
Nisya yang sedang berjalan, mendengar Bevan memanggilnya pun berhenti. Bevan pun menghampiri Nisya dengan penuh percaya diri.
"Eh.. Sorry ganggu ya?" Tanya Bevan.
"Ngga kok Be.. Lanjut aja. Kita pulang duluan ya, dah Be. Dadah Nisya." Jawab Gadis yang merupakan sahabatnya Nisya
"Ohiyaudah, bagus deh" Gumam Bevan.
"Yaudah Dahh.. Hati - hati ya" Sahut Bevan dan Nisya kepada gadis itu.
"Ohiya.. Ada apa Be?" Tanya Nisya penasaran.
"Ohiya sampe lupa.. Eh.. Lu.. Lu hari ini sibuk ga?" Bevan sambil terbata - bata.
"Engga sih, emang ada apa?" Nisya makin penasaran.
Belum selesai Bevan menjalankan aksinya. Datanglah kedua sahabatnya yaitu Dewi dan Rani.
"Nisyaaaa.. Ikut yu.. Lagi kosong kan? Kosong dong? Kosong yah.. Yah.." Sahut Dewi yang menghampiri dari kejauhan.
"Eh Kalian, Ada apa?" Tanya Nisya.
"Duh. Alamat gagal rencana gua." Gumam Bevan dalam hati.
"Aku sama Dewi mau pergi.. Ikut ga?" Ajak Rani ke Nisya.
"Eh iya, tapi sebentar. Aku lagi ngobrol sama Bevan." Jawab Nisya.
"Ehiya.. ada Bevan. Hai Be." Sapa Dewi ke Bevan.
"Hai juga, daritadi loh ini gua disini." Jawab Bevan sambil memasang muka sedikit kesal.
"Maaf ganggu ya, emang ada apa Be?" Tanya Rani.
"Ah ngga ada apa - apa, tadi ngeliat Nisya duduk sendiri, kasian. Yaudah gua ajak ngobrol." Jawab Bevan beralasan.
"Yaudah, Sya.. Udah ada Dewi sama Rani. Gua pergi dulu ya. Sampe nanti Sya" Lanjut Bevan sambil beranjak pergi.
Bevan pun Pergi meninggalkan mereka bertiga dengan perasaan Gagal. Karena aksinya tidak berjalan dengan lancar.
"Aneh banget si Bevan. Emang tadi kalian lagi ngobrolin apa?" Tanya Dewi mengintrogasi.
"Gatau. Tadi kaya mau ngajak sesuatu, tapi pas kalian dateng. Malah gitu" Jawab Nisya.
"Kasian Bevan, jadi ke ganggu" Ungkap Rani.
"Emang kita ganggu ya Ran?" Tanya Dewi dengan polos nya.
"Ah.. Kamu nanya terus, kaya tukang sayur depan rumah aku. Udah lah mending kita pergi sekarang" Jawab Rani sambil mengajak kedua temannya.
__ADS_1
"Emang kita mau kemana sih?" Nisya kebingungan.
"Toko Buku, aku denger ada Novel baru rilis." Jawab Dewi.
Mereka bertiga pun meninggalkan sekolah dan pergi ke toko Buku.
Di sisi lain. Bevan yang sedang berjalan menuju Warung Bunda pun terhenti seakan - akan ada yang tertinggal.
"Ah Bangsat. Kenapa gua ga minta nomer HP nya, tadi. Bego banget gua" Gumam Bevan merasa kesal.
"Kalo gua balik lagi, Pasti udah pergi juga doi. Yaudah lah, kalo jodoh mah nanti juga dapet" Lanjut Bevan berusaha menghibur diri.
Sambil menghisap Rokok nya, Bevan pun melanjutkan perjalanannya menuju Warung Bunda.
Dengan wajah sedikit kesal bercampur jengkel sampai lah Bevan di Warung Bunda.
Kedua sahabat dekatnya, yaitu Robi dan Dandi yang melihat raut wajah Bevan dari kejauhan, ikut kesal juga bahagia.
"Nah tuh dia anaknya.." Sahut Dandi.
"Mana? Yah alamat bayarin orang gua." Robi saat melihat raut wajah bevan.
"Hahaha.. Yang sabar Bi" Dandi sambil mengelus pundak Robi.
"Eits.. Kan belom pasti. Siapa tau dia kesel gara - gara Rokoknya patah." Robi coba mengelak.
"Udah jelas lu kalah, bi. Dia aja dateng sendiri." Jelas Dandi.
"Yakan, siapa tau Nisya nya nunggu di gerbang Sekolah." Jawab Robi.
"Yaudah, langsung tanya aja ke orangnya." Sahut Dandi.
Tak lama Bevan pun sampai di Warung Bunda.
"Hey.. Apa kabar Kambing Jantanku. Gimana hasilnya? Bad news? Good news?" Sapa Dandi mencairkan suasana.
"Yoi Be. Gimana hasilnya? Cerita dong" Lanjut Robi penasaran.
"Yahh.. Gitu deh, nothing Special." Jawab Bevan sambil menghela nafas panjang.
"Gitu deh gimana? Ga ngejelasin kan si bangsat." Ungkap Robi sedikit Kesal.
"Nanti lah malem gua ceritain dirumah. Gua pengen Ngopi dulu. Belom ngopi gua dari SD." Jelas Bevan.
Bevan pun pergi memesan Kopi dan meninggalkan kedua Sahabatnya.
"Si Kambing bikin penasaran aja." Gumam Robi.
"Tau ya.. Curiga gagal gua" Sahut Dandi.
"Iya.. Kasian juga kalo gagal." Ungkap Robi.
"Gua malah lebih kasian sama lu. Harus bayarin gua" Ungkap Dandi.
"Yaudah lah. Pesen dulu aja, nanti gua yang bayar." Ungkap Robi dengan nada lemas.
"Asyikk.. Yaudah gua mau mesen dulu" Sahut Dandi girang sambil meninggalkan Robi.
Mereka pun Berkumpul dan berbincang - bincang seputar apa saja di warung tersebut.
Tiba - tiba Bevan bangun dari duduknya.
"Gua mau ke Halaman depan lah. Cari angin." Ungkap Bevan sambil beranjak membawa kopi nya.
"Kalo ada yang nyari suruh ke Halaman aja" Lanjut Bevan berpesan kepada yang lain.
Bevan pun pergi ke Halaman Depan Bunda.
Halaman Depan Bunda merupakan bagian Halaman dari Warung Bunda, yang biasa di gunakan untuk berdiskusi, karena suasana nya yang tenang dan jauh dari keramaian.
"Kebiasaan dia. Kalo ada apa - apa ngga pernah Cerita." Ungkap Robi.
"Yah.. Emang gitu dia mah Bi, kayak yang baru kenal aja lu." Sahut Dandi.
"Yaudah lah, biarin aja lah. Jangan di ganggu dulu" Lanjut Robi.
Mereka pun lanjut bercengkramah dengan siswa yang lainnya dan membiarkan Bevan menenangkan fikiran dan perasaannya sendirian.
Beberapa saat kemudian terlihat tiga Gadis yang sedang berjalan dari kejauhan.
"Woi Dan, itu bukannya Dewi ya?" Tanya Robi berteriak sambil meyakinkan.
"Hah? Mana mungkin kesini.." Jawab Dandi.
"Sini dah lu.. Belom juga di liat" Panggil Robi.
Dandi Pun menghampiri Robi.
"Lah iya.. Itu cewe gua. Bareng sama cewe lu lagi." Pungkas Dandi.
"Eh iya, itu cewe gua. terus satu lagi siapa?" Robi Penasaran.
Mereka pun memperhatikan lagi dengan seksama.
"NISYAA!!??" Kaget Robi dan Dandi.
Dewi, Rani dan gadis yang tidak di duga - duga, yaitu Nisya tiba di Warung Bunda, dan langsung menghampiri Dandi dan Robi.
"Hai guys.. Kaget yah kita kesini?" Ungkap Dewi.
"Eng.. Engga sih kalo kamu sama Rani" Pungkas Dandi.
__ADS_1
"Iya bener. Lu sama Rani sih gua ga kaget." Lanjut Robi.
"Kenapa? Nisya yah?" Tanya Rani.
"Iya.. Jarang - jarang aja Nisya ke sini" Jawab Robi.
"Bukan Jarang, cumi. Emang kaga pernah" Jelas Dandi.
"Iya tadi aku disuruh ikut mereka berdua kesini dulu beres dari Toko Buku." Jelas Nisya.
"Oh gitu.. Yaudah mau minum apa?" Tanya Robi.
"Pesen Es aja 3." Jawab Dewi
"Tunggu di Gazebo aja, nanti langsung dianter ke sana minumnya." Lanjut Robi.
"Eh.. Kalian duluan aja ke sana. Nanti aku nyusul." Ucap Nisya.
"Yaudah. Kita duluan ya sya.." Jawab Rani.
Dandi pun langsung Menuju Gazebo, mengantar Dewi dan Rani. sementara Robi membantu Bunda membuatkan minum untuk ketiga gadis itu, sebelum menuju ke Gazebo.
"Bi.. Hei Robi.. Kok aku ga ngeliat Bevan disini? Dia ngga kesini?" Bisik Nisya bertanya kepada Robi.
"Ada kok. Dia di Halaman Depan, kalo mau kesana nanti gua anterin" Jawab Robi membalas bisikan Nisya.
Nisya pun mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Nih minum Lu. Gua mau nganter minum buat yang lain dulu ya." Pungkas Robi.
Robi pun mengantar dan membagikan minuman yang selesai ia buat ke Gazebo dan kembali menghampiri Nisya.
"Yaudah Sya, ikutin gua. Ohiya minumnya dibawa aja." Ucap Robi.
Robi pun pergi menuju tempat Bevan dengan di ikuti oleh Nisya dibelakangnya
Mereka berdua pun sampai di Halaman Depan. Terlihat Bevan sedang duduk mendinginkan kepalanya sambil menghisap rokok dan ditemani kopi favoritnya.
"Tuh Bevan disana. Gua nganter sampe sini aja ya. Good luck." Ungkap Robi.
"Iya Bi. Makasih yah." Jawab Nisya.
Robi pun langsung pergi kembali menuju Gazebo. Sementara Nisya langsung menghampiri Bevan yang sedang duduk.
"Hey.. Aku ganggu ga?" Sahut Nisya.
"Eh Nisya. Ngga kok, sini sini.. Duduk." Jawab Bevan sambil terkaget.
"Pasti anak - anak yang nyuruh lu kesini ya?" Lanjut Bevan bertanya.
"Ngga kok, tadi aku tanya ke mereka. Terus disuruh kesini deh." Jelas Nisya.
"Kenapa kamu lebih pilih sendiri disini? Kenapa ga gabung sama yang lain?" Lanjut Nisya bertanya.
"Yah.. Biasanya sih gabung. Cuman kadang kan setiap orang juga butuh waktu buat sendiri juga." Jelas Bevan.
"Kenapa lebih pilih disini. Kan kalo gitu bisa langsung pulang." Pungkas Nisya.
"Yaa.. Karena disini suasana nya lebih enak dibanding di Rumah. Cobain aja deh kalo ga percaya." Ungkap Bevan.
"Iya kah? Gimana caranya?" Tanya Nisya penasaran.
"Gini caraya. Tutup mata lu, tarik nafas dalem, buang pelan - pelan. Rasain sensasi anginnya" Bevan memberi instruksi.
Nisya pun melakukan, apa yang di instruksikan oleh Bevan.
"Gimana? Nyaman ga?" Tanya Bevan.
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Nisya.
Bevan pun memandang Wajah Nisya dengan senyuman, lalu ikut menikmati suasana di Halaman Depan.
Semakin larut mereka menikmati suasananya dan tanpa disadari Nisya pun bersandar di bahu Bevan.
Bevan yang kaget dan sadar akan hal itu, memilih untuk tidak mengganggunya dan membiarkannya.
Tiba - tiba suasana pun terpecah oleh nada dering yang keluar dari HP Nisya. Mereka pun tersadar dan Nisya pun langsung menjawab telfon tersebut.
"Sorry, kalo boleh tau Telfon dari siapa Sya?" Tanya Bevan.
"Ini Dewi, katanya mereka mau pulang bareng." Jawab Nisya.
"Oh iyaudah, sini gua anter ke depan." Pungkas Bevan.
Mereka pun pergi menemui Dewi dan Rani.
"Nah ini dia. Ayo Sya kita Pulang." Sahut Dewi.
"Iya.. Iya.. Ayo kita pulang" Jawab Nisya.
Mereka bertiga pun beranjak pergi.
"Dadah Guys. Kita pulang duluan ya. Sampe ketemu lagi" Pamit Dewi.
Mereka bertiga pun meninggalkan Warung Bunda.
"Menang banyak dong Be?" Tanya Robi menggoda Bevan.
Bevan yang tak menjawab langsung Pergi menuju Gazebo.
"Jangan lupa malem. lu janji cerita!" Ungkap Robi berteriak.
__ADS_1
Hari itu memang tidak sesuai dengan Rencana Bevan, tapi sebagai gantinya dia mendapatkan yang lebih indah. Yaitu waktu berdua dengan Nisya, walau tidak lama.