Before Fantasy Magic Era

Before Fantasy Magic Era
Regression


__ADS_3

Seorang kakek tua terlihat duduk ditengah gurun pasir antah berantah, ia menatap ribuan bintang yang bersinar berkelap-kelip, menghiasi malam bulan purnama.


ia terlihat menyeruput segelas teh melati yang hangat, menikmati kesunyian malam.


Di balik ketenangan kakek itu tersimpan sebuah kengerian, saat angin gurun bertiup, pasir- pasir yang berterbangan menunjukan ratusan pasang tulang belulang yang tertutupi oleh pasir, membentuk bukit yang diduduki oleh kakek itu.


"entah sudah berapa ribu tahun aku disini, menjaga bumi hingga manusia terakhir meninggalkan planet yang indah ini untuk menyelamatkan diri, ironis planet yang seharusnya menjadi rumah bagi manusia malah menjadi tempat yang paling berbahaya bagi mereka, dan seperti nya akupun akan berakhir di planet ini...."ucap kakek tua itu yang lalu menyalakan handphone layar sentuh yang dimilikinya.


Tampak masih berfungsi walaupun dengan layar kaca yang telah pecah yang seperti mendeskripsikan umur dari handphone tersebut.


Wallpaper hp itu mennampilkan seorang anak muda yang penuh senyuman sedang dipeluk dari belakang oleh seorang gadis muda berambut panjang dimana mereka tampak bahagia difoto itu.


Jika dilihat seksama anak muda di foto itu memiliki kesamaan struktur wajah dengan kakek tersebut.


"kakak sepertinya aku akan menyusul mu" ujar nya sambil tersenyum, dimana wajah keriput nya tampak "pecah" berkeping-keping menjadi debu intan diikuti dengan seluruh tubuhnya, yang akhirnya lenyap di tiup angin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Langit-langit ini?"


Bangun dari kasurnya anak muda itu berlari menuju cermin berdiri, yang ada di pojok kamar nya, ia terlihat panik sambil menyentuh wajahnya berulang kali.


Ia mengamati seksama wajahnya yang merupakan anak muda berumur 15 tahun berambut hitam dengan potongan rapi.


Tinggi nya tampak seperti anak SMA pada umumnya yaitu sekitar 165 cm, dimana tubuhnya memiliki sedikit otot karena melakukan olahraga rutin.


" ini bukan mimpi kan??, ini bukan ilusi outer god kan???? ya tuhan!"


anak muda itu lalu melompat kegirangan, ia lalu membuka pintu kaca balkon kamarnya, pemandangan kota di subuh hari yang petang terlihat jelas dengan lampu malamnya.


" aku Randa kembali ke masa lalu!!!!" ujar nya sambil melompat kegirangan.

__ADS_1


Randa tidak pernah menyangka bahwa perjuangan nya melindungi bumi akan dibayar dengan kembalinya jiwa nya ke masa lalu, terlepas dari teori dunia parallel dari segi sihir maupun sains.


Randa bisa merasakan bahwa "nafas" dunia nya masih sama layaknya sebelum bumi di invasi oleh outer god.


"mengirimkan jiwa ke masa lalu bukan lah sesuatu yang mampu dilakukan oleh dewa kacangan, terlebih ingatan dari masa depan milikku yang terasa sangat segar tanpa penyimpangan sedikitpun akibat hukum dunia. entah konspirasi para dewa atau merupakan rencana semesta, yang bisa kulakukan hanyalah menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin!" setelah mengoceh dengan bersemangat Randa kemudian kembali keatas kasurnya dan duduk dengan posisi lotus


"5 tahun lagi celah dimensi akan terbuka dimana mahluk-mahluk yang tidak bisa di tangani dengan senjata api akan muncul dan menggusur seluruh dunia, tak ada negara yang selamat selain negara adikuasa licik yang telah mengakses dan memonopoli kekuatan "spiritual" jauh sebelum celah dimensi muncul,


sialnya indonesia yang hanya negara lemah saat itu hanya bisa hancur dan meminta pertolongan ke negara lain dengan membayar biaya "perlindungan" berupa petarung berbakat mereka. sepertinya untuk mencegah hal itu terjadi aku harus mempersiapkan banyak hal,


Jika ini bukanlah dunia paralel seharusnya aku mempunyai akar spiritual, pertama kali aku mempelajari Mana adalah saat aku berumur 25 tahun sebagai "budak" tentara yang di jual ke inggris" gumam Randa yang mengingat masa lalu.


Mana merupakan energi yang di pancarkan oleh seluruh mahluk hidup dan benda yang ada di alam semesta, jika didalam sains maka Mana adalah energi yang disebutkan dalam Hukum kekekalan energi.


Mana sendiri bisa di gunakan oleh dua macam individu yaitu mereka yang lahir dengan akar spiritual dan mereka yang berlatih fisik untuk membentuk tubuh yang mampu menyerap mana.


Mereka yang mempunyai akar spiritual biasanya di sebut dengan penyihir, dan mereka yang membentuk tubuhnya untuk mampu menyerap dan menggunakan mana di sebut dengan kesatria Aura.


Kesatria Aura menggunakan tubuhnya untuk memanifestasikan sihir mereka, sedangkan Penyihir menggunakan mana secara eksternal dengan perantara sigil pentagram untuk memanifestasikan sihir mereka, Dan seorang penyihir bisa menjadi kesatria Aura namun tidak sebaliknya.


Dengan menutup matanya randa masuk kedalam keadaan meditasi murni, yaitu sebuah pemikiran kosong yang berfokus hanya pada satu hal.


sebuah metode berlatih yang sudah ribuan kali ia lakukan di kehidupan sebelumnya.


Randa tampak dengan rileks menarik nafas nya sembari ia membayangkan kemunculan partikel putih.


Dari satu menjadi dua, dua menjadi empat, dan akhirnya partikel tersebut memenuhi lingkungan sekitar Randa.


Perlahan randa kembali menarik nafasnya, ia bisa merasakan partikel putih masuk mengikuti aliran nafas nya terserap ke dalam tubuhnya.


Partikel putih itu lalu mengalir, berkumpul di jantungnya membentuk bola cahaya kecil penuh akar yang merambat.

__ADS_1


Dari alam bawah sadarnya Randa bisa merasakan dan "melihat" di setiap detak jantung nya, mengalir energi Mana yang di hasilkan oleh bola cahaya kecil itu.


Sebuah senyuman muncul dari wajah Randa.


Ia berhasil membangunkan Wadah Mana yang ia miliki.


Walaupun tampak mudah, jika dilakukan tanpa guru maka tahapan membangunkan wadah mana bisa memakan waktu bertahun tahun.


Hal Ini di karenakan saat seseorang ingin membangunkan wadah mananya ia harus mencari sendiri bayangan jenis Mana yang akan ia serap dan harus sesuai dengan jenis elemen akar spiritual yang ia miliki.


Benar Mana memiliki berbagai macam jenis, mereka ada dimana mana namun mereka juga terpusat di tempat khusus. contoh mudahnya adalah jika kita mencoba menyerap Mana di hutan maka Konsentrasi mana yang paling banyak di sana adalah Mana hijau berelemen kayu.


Akar spiritual memiliki elemen khususnya sendiri, berada dilingkungan yang sesuai dengan elemen akar spiritual akan mempercepat regenerasi mana.


Namun semakin tinggi kelas akar spiritual maka semakin besar kecepatan menyerap mana tanpa perlu mengikuti persyaratan jenis elemen.


akar spiritual memiliki tingkat kelas C sampai SSS, sebenarnya tingkat terendah adalah F namun kelas F - D hanya akan bisa menggunakan jenis sihir kehidupan sehari hari, seperti mengeluarkan air berjumlah satu liter, mengeluarkan angin untuk mengeringkan baju dan sebagainya.


Akar spiritual di bagi lagi menjadi yang mampu di kembangkan dan stagnan, seperti namanya nya akar spiritual mampu di kembangkan dengan menggunakan sumber daya eksternal, seperti meminun darah mahluk buas mistik tertentu dan sebagainya.


Nilai kualitas akar spiritual sendiri biasanya di lihat dari warnanya F-D coklat, C biru, B, Perunggu, A silver (Putih), S kuning, dan diatas S biasanya akar spiritual langka yang memiliki warna wadah spiritual unik tersendiri.


Di kehidupan sebelumnya Randa membutuhkan waktu 2 tahun untuk membuka Wadah mananya sambil bekerja sebagai tentara.


Hal ini dikarenakan status nya sebagai budak perang yang membuatnya mempelajari sihir secara otodidak.


Randa lalu membuka telapak tangannya tampak Mana berwarna silver membentuk kristal es sebesar kepalan tangan dalam hitungan detik.


"Sepertinya bakat ku dalam sihir elemen es tidak jauh berbeda dari kehidupan ku sebelumnya"


ujar Randa sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2