Before Fantasy Magic Era

Before Fantasy Magic Era
Konflik kecil masa SMA


__ADS_3

"entah sejauh apa ilmu Mana tersebar di masa ini yang pasti belum saatnya aku ikut terjun ke dalam dunia spiritual secara terbuka, selain kekuatan ku yang masih lemah, merubah terlalu banyak variabel di masa ini akan membuat variabel di masa depan menjadi tidak stabil dan mungkin akan tercium oleh inner god yang akan mempersulit prediksi di masa depan, gampang nya acuhkan saja!" gumam Randa yang langsung membuang pemikiran rumitnya ke dalam memori terdalam nya.


"(Brak !!) oy njing belikan kami makanan!"


Selang satu detik Randa keluar dari lamunan nya hantaman keras tampak menggetarkan meja kayunya. Saat Randa mendongak 3 orang siswa telah berdiri di depannya dan memicu ingatan buruk Randa sewaktu SMA.


Sebenarnya hubungan Randa dengan 3 siswa di depannya sangat sederhana yaitu pembully dan korbannya.


Orang yang menggebrak meja nya sekarang adalah Alam atau di panggil A'al mempunyai tinggi 180 cm dia seorang siswa yang berprestasi dalam beladiri karate, prestasi ini juga yang enggan membuat guru-guru menegur kelakuan alam, dan bela diri karate nya ini juga lah yang membuat siswa yang dibully takut melawan.


Sayangnya Randa tidak seperti siswa pada umumnya, memiliki kakak yang atlit beladiri membuat harga diri Randa tinggi sehingga ia enggan menundukkan kepalanya pada Alam dan memilih melawannya, dan tentu saja selama SMA Randa babak belur.


Hanya pada kelas 3 SMA randa bisa tenang karena di pisahkan di kelas yang berbeda.


Untuk 2 minion yang dibelakang Alam, randa sama sekali tidak mengingat mereka karena aura kehadirannya yang rendah.


Randa menatap Alam dengan seksama tak ada ketakutan sedikitpun di wajah nya, matanya hanya mencermin kan ketenangan yang membuat Alam merinding, namun demi terlihat sangar Alam kembali menggonggong sambil memegang kerah Randa.


" apa kau lihat lihat?!, mau ku congkel matamu?!"


"Alam aku sarankan kau mencari mangsa lain, di hari pertama ku bersekolah aku tak mau mencari masalah" ujar Randa yang tersenyum dan tangannya tampak mencengkram lengan Alam dan melepaskan pegangan alam di kerahnya.


Disaat itu mood Randa rusak, ia bisa melihat kancing bajunya telah putus, akibat tarikan Alam.


Semua baju sekolah Randa berasal dari melati, dimana ia mengingat jelas bahwa melati bersusah payah menyisihkan uang nya untuk membiayai sekolahnya.


Alam melangkah mundur ia bisa merasakan nyeri yang sangat menyengat di lengan yang di cengkram Randa.


Namun sekeras apapun ia mencoba melepaskan tangannya, Randa seperti batu yang tak bergeming.


Seandainya ini tempat sepi Alam mungkin sudah menjerit kesakitan merasakan cengkraman Randa, namun karena rasa gengsi nya yang tinggi ia terus berusaha bungkam.


Kali ini Alam menatap Randa dengan penuh tanda tanya. Bagaimana tubuh sekecil itu menghasilkan tenaga yang begitu besar, dan lagi siapa sebenarnya Randa? apakah ada kemungkinan dia memancing musuh yang tidak bisa ia tangani.


Di tengah kepanikan itu, Randa menarik jatuh Alam, menjambak kepalanya dan menghantamkan nya ke meja kayu, hingga meja kayu itu hancur berkeping keping.


Semua orang shock melihat kejadian itu, mereka kira kengerian itu berhenti disana, namun ternyata, Randa kembali menampar wajah alam yang tergeletak tidak sadarkan diri di tanah yang kepalanya terlihat berlumuran darah.

__ADS_1


Saat alam bangun betapa horornya dirinya saat melihat tatapan dingin dan tajam dari Randa dimana insting bertahan hidupnya mengatakan bahwa Randa tak akan ragu menghabisi nya bahkan secara harfiah.


"ini peringatan pertama dan terakhir bajingan tengik, sekali lagi kau berulah di hadapan ku, tak hanya kepala mu yang remuk, namun seluruh organ tubuhmu, dan peringatan ini juga berlaku pada konco koncomu!" ujar Randa yang mengalihkan pandangan nya ke dua anak buah alam yang gemetar ketakutan.


Alam hanya diam ia tak berani membalas sedikit pun omongan Randa.


"sekarang pergi, ke UKS jika kau masih mempunyai rasa malu tak apa kau mengatakan kau tersandung dan jatuh menghancurkan meja ku, tetapi jangan lupa kembali untuk menggantinya" ujar Randa mengejek.


Anak buahnya alam langsung membantu alam untuk bangkit, mereka tampak sama sekali tak berani menatap Randa.


Setelah membawa Alam ke UKS, 2 konco tersebut langsung bergegas kembali ke Kelas membersihkan dan mengganti meja Randa.


Jika boleh jujur anak buah Alam ini cukup kompeten, walaupun mereka mempunyai mental tempe dari celana mereka yang basah.


"wahh lihat itu alam dan anak buahnya tak berkutik di hadapan siswa itu?!"


" lam itu juara nasional karate loh?!"


"ya ampun setelah kuperhatikan dia cukup tampan!"


Seketika kelas menjadi penuh dengan siswa siswi yang berbisik, bagaimana tidak, pembully yang terkenal di daerah mereka, "dikalahkan" oleh bocah antah berantah, apalagi bocah itu terlihat sangat tampan.


"Tolong diam!" ujar guru pria itu yang langsung membuat seluruh kelas diam.


Guru pria tersebut lalu memberikan pelajaran bahasa inggris.


Selain dari Randa yang diam-diam melakukan meditasi menyerap mana untuk mempersiapkan pembentukan wadah mananya menjadi lebih besar, pembelajaran di hari itu berjalan seperti biasa.


Pada jam makan siang Randa ke kantin seperti biasa, tak sengaja Randa berpapasan dengan alam, dan Randa bisa merasakan bahwa Alam dengan kepala perbannya tampak menghindari dirinya.


Randa cukup takjub ia kira Alam hanyalah tokoh antagonis yang bersumbu pendek (tolol). Namun dari apa yang ia lihat ia tahu bahwa Alam tak berani mengganggu nya akibat perkenalan hangat tadi.


Yah kalau di ingat-ingat mereka masih memliki umur yang sepantaran (15 tahun) jadi kemungkinan bahwa kejadian tadi traumatis sangatlah besar.


Kantin SMA tidak ada yang menakjubkan selain berisi makanan buatan warteg yang menunya makanan sehari-hari orang indonesia, pecel, gado- gado, nasi goreng, mie ayam dan sebagainya.


Randa sendiri hanya memesan minuman teh es dikarenakan sudah sarapan tadi pagi, ia memibum es tehnya sembari menikmati keadaan damai yang tak pernah ia rasakan selama ribuan tahun.

__ADS_1


"entah kenapa aku tak pernah melihat mu lepas dari teh es ran" seorang siswa tampak duduk di kursi kosong di depan Randa, ia memiliki kulit sawo matang dengan rambut yang klimis.


"lama gak jumpa ron" balas Randa dengan senyum palsu


Roni atau biasa yang dipanggil Ron merupakan teman satu SMA nya, di kehidupan sebelum nya ia cukup dekat dengan Ron namun karena ke naifan nya mempercayai Ron di masa yang akan datang, menjadi penyesalan nya seumur hidup.


Di masa depan Bajingan tengik ini "menjebak" Randa untuk menjadi budak tentara, saat itu randa mempercayakan Ron mencarikannya pekerjaan untuk mencari nafkah mengobati kakaknya yang cidera berat saat turnamen.


Namun bukannya kontrak pekerjaan manusiawi yang ia tanda tangani melainkan kontrak perbudakan tentara dimana Ron mengambil 80% hasil penjualan dirinya.


Randa yang hanya bisa meratapi nasib nya menggunakan seluruh uang nya untuk mengobati kakaknya, yang akhir nya wafat di ranjang rumah sakit.


Maka dari itu jika Randa memiliki daftar orang yang paling ia benci maka Ron adalah peringkat kedua, dan walaupun di kehidupan sebelumnya Randa telah membalaskan dendam nya dengan membuat Ron mati perlahan di konsumsi semut ungu beracun selama 7 hari 7 malam, dorongan membunuh Ron masih berbisik lembut di telinganya.


Namun Randa "menahan" niatnya bukan karena ia tak mampu namun ia mempunyai rencana balas dendam yang lebih baik untuk menyiksa Ron di masa akan datang.


Randa tahu bahwa kedatangan Ron pasti bertujuan sesuatu, karena di kehidupan sebelumnya Ron hanya akan menghampirinya saat membutuhkan bantuan, dan bodohnya Randa ia masih mempercayai Ron adalah teman yang baik.


"jadi apa tujuan mu muncul di hadapan ku?"


"ya ampun dingin banget Ran, kita loh temenan dari SMP"


"maka dari lamanya pertemanan kita, aku tahu bahwa kau hanya datang pada saat ada maunya"


" okay okay, aku memang ingin meminta bantuan mu, malam ini ada party "mixer" anak nusa bangsa dan anak elit SMA garuda di selsius, kami rasa gak asik kalo kamu gak ikut maka dari itu kami mengundang mu" ujar Ron yang tampak 'bersahabat'


"bajingan bilang saja kau kekurangan orang untuk patungan open tab di diskotik, dan apa apaan pikiran anak muda di jaman ini belum menyentuh 17 tahun sudah berani mabuk...." keluh Randa dalam hatinya


Namun di balik respon negatifnya, Randa tampak memikirkan pilihannya dengan seksama.


setelah selang beberapa detik, baru lah ia memberikan jawaban nya


"baiklah aku join tapi aku hanya akan membayar meja, setelah nya kita bayar masing-masing!"


"okey!!! lue emang sahabat baik gue Ran!" ujar Ron yang lalu beranjak pergi, secepat kilat


Randa hanya membuka mulutnya setelah melihat Ron tidak ada lagi dalam pandangannya.

__ADS_1


"haah semoga ingatan ku benar" gumamnya yang lanjut meminum teh es yang dimilikinya sambil terus menyerap Mana, menunggu waktu istirahat berakhir.


__ADS_2