Before Fantasy Magic Era

Before Fantasy Magic Era
The lowest moloch


__ADS_3

"Anima Contractus Fussa!" teriak Randa yang seketika rantai di tubuh moloch tidak lagi mengikat namun menancap tubuh moloch dan menjatuhkan nya dalam posisi tersungkur ke tanah.


mata raksasa moloch menatap geram Randa dimana ia sudah tau nasib kebebasan maupun kehidupannya sudah terkunci.


"untuk berjaga, Demonicia memorum librari sigil" disaat itu sigil pentagram rumit muncul di kepala Moloch.


"kau.... bagaimana bisa manusia memiliki struktur sihir pentagram 4 Baginda? siapa kau sebenarnya manusia?" kali ini moloch tak lagi mengamuk hanya ada kekaguman dimatanya saat melihat sigil pentagram yang Randa buat kepadanya.


"uhuk setiap orang punya rahasia banteng gila" ujar Randa yang lalu batuk darah


" Randa ? ka..mu..tak apa?" ujar theresia yang khawatir dan mengelap darah yang keluar dari mulut Randa


" aku tidak apa-apa ini hanya konsekuensi ringan, Theresia sekarang gunakan tangan kananmu, dan apapun yang terjadi jangan menolak energi mana yang mengalir kau harus menerima semua nya" ujar Randa yang sudah melepaskan gendongan nya dan membopong Theresia.


Theresia mengangguk ia lalu menempelkan tangannya ke hidung moloch, yang tampak mengaktifkan Pentagram sihir.


Seketika tubuh moloch berubah menjadi api merah dan tertarik ke arah Theresia menciptakan pusaran api.


Awalnya Theresia ingin lali teringat akan panas nya api yang diberikan oleh moloch namun ia ingat kata-kata Randa, ia mencoba bertahan dan betapa terkejutnya ia api moloch terasa hangat seperti kehangatan musim semi.


Suara moloch muncul di kepala Theresia namun kali ini terdengar tenang yang berkata


"aku moloch sang pangeran negeri air mata dibawah perintah mu"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" hum aneh kenapa belum selesai juga? hei kamu sudah berapa lama sejak kita melaksanakan ritual?"


" mohon maaf ketua sudah 15 menit kobaran api tersebut melahap tubuh pengorbanan kita tapi aneh nya tak ada tanda terbakar sedikit pun!"


"apa ?! bagaimana bisa?! aneh aku tidak pernah mengalami kejadian ini!"


Ditengah kebingungannya sang ketua tiba tiba menatap tajam tubuh Randa dan Theresia, ekspresi curiga nya berubah menjadi ketakutan.


"SEMUA NYA LARI!!" Ketua sekte tersebut tampak berlari sekuat tenaga.


"GLEGAR!!!" terjadi sebuah ledakan api merah yang mengerikan, anak buah ketua sekte yang tak sempat merespon terbakar hidup hidup dan "meleleh" kurang dari 1 detik.


" apa yang sebenarnya terjadi ?!" Ketua sekte tersebut tampak panik mata nya tertuju siluet yang muncul dari tengah kobaran api merah itu


"demi dewa Dewi dunia bawah, kenapa, kenapa dewa moloch hadir di dunia ini dan bukan dari golongan kami!?"

__ADS_1


Di saat itu ketua sekte tersebut melihat Theresia yang berdiri dengan tatapan dingin, matanya yang semula biru berubah menjadi merah dengan pupil vertikal yang tajam.


Dikepalanya muncul tanduk banteng yang terbuat dari api dan tampak siluet Moloch yang melipat tangannya berdiri tegak di belakang Theresia.


" inikah kekuatan yang dimaksud Randa?....." Theresia langsung mengepalkan tangan nya meluncurkan tinju yang menjadi pusaran api merah berdiameter 1 meter membakar orang orang sekte yang tiba-tiba menyerangnya ".....kekuatan ini membuat ku percaya bahwa aku bisa melakukan segalanya entah itu baik atau buruk"


" Kau, kau.... KAU WANITA ****** BERANINYA KAU MEMBANTAI ANGGOTA SEKTE KU!?!!" Ketua sekte tersebut tampak mengamuk ia langsung mengaktifkan sihirnya membuat pentagram yang menghasilkan bola api sebesar 2 meter yang langsung melesat ke arah Randa.


" oh api itu kah yang kau gunakan untuk membakar ku tadi ? bagaimana jika kau mencoba nya?" Theresia yang kini mampu mendeteksi elemen api merasakan sensasi familiar dari api tersebut yang merupakan api yang membakarnya saat tertidur.


Theresia membuka telapak tangannya mengarahkan nya ke arah datangnya bola api, saat bola api tersebut ingin membakar tangan Theresia, bola api itu seketika "pecah" dan berkumpul kembali di tangan theresia, membentuk bola api yang lebih kecil namun bisa di rasakan jauh lebih panas.


" Semua api tunduk di tangan ku" ujar Theresia yang lalu mengembalikan bola api tersebut.


" beginilah aku menemui ajalku?" ujar ketua sekte tersebut sebelum mati terbakar menjadi abu dalam kurang dari satu detik saat menerima bola api Theresia.


" aku kira manusia adalah mahluk yang penuh drama tapi ternyata kau sama bengis nya seperti iblis, sepertinya aku harus berterima kasih pada bocah busuk itu menemukan tuan sepertimu, setidak nya hari hari ku tak membosankan" ujar moloch dalam bentuk siluet api yang berdiri dibelakang Theresia perlahan hilang memudar.


Theresia hanya menatap kosong mayat-mayat yang ada, baik korban sekte maupun yang ia bakar hingga jadi debu. entah kenapa saat ia membunuh para penganut sekte sesat ini, ia tidak memiliki perasaan simpati sedikitpun.


Padahal beberapa jamnya Theresia masihlah masyarakat biasa yang tak pernah memegang senjata maupun menumpahkan darah manusia.


Theresia bahkan masih takut untuk melihat darah ikan, namun sekarang ia bisa mencabut nyawa orang layaknya membunuh ayam.


"Dasar moloch bajingan, dia membiarkan mu menggunakan kekuatannya tanpa mengukur kemampuan manamu" Ujar Randa geram


"Ran...Randa... Kamu hidup?" ujar Theresia dengan mata berkaca-kaca


Sebelum Theresia menyatu sepenuhnya Theresia dan moloch sempat mengobrol 4 mata di dunia alam bawah sadar, dan pembicaraan itu mengenai Randa, atau lebih tepatnya sihir yang digunakan Randa.


" Sebagai tuan ku aku harus memperingatkan mu untuk berhati-hati dengan bocah bernama Randa itu"


" apa maksud mu moloch?"


"kau mungkin tidak sadar karena baru menginjakkan kaki ke dunia supranatural, tapi Randa itu enigma tidak dia lebih aneh daripada itu! aku yakin bahwa dia adalah seorang penyihir tingkat pemula yang merupakan tingkatan terendah penyihir, namun ia mampu mengaktifkan sihir yang sangat jauh di luar kemampuannya, setiap serangan yang kulancarkan ke kalian layaknya kucing yang mengigit tikus, namun tikus tersebut tidak hanya mampu bertahan ia juga mampu membunuh sang kucing, itu jauh di luar kata masuk akal!"


Saat Theresia mendengar penjelasan Moloch ia menjadi cukup bimbang dan penasaran, bertanya-tanya apa background Randa, selain Randa merupakan seorang penyihir (sebuah fakta yang mengejutkan tentunya bagi seseorang yang hidup di dunia normal sepertinya) namun Randa juga saat itu tampak sudah mengetahui akan terjadi nya kejadian malam ini.


Saat Theresia tenggelam dalam pikirannya kata kata moloch selanjutnya membuat hati theresia menjadi sangat-sangat sedih


"Tapi sehebat-hebatnya dia aku yakin dia akan mati..."

__ADS_1


"tunggu apa maksud mu moloch?"


" kau kira mengikat menyatukan jiwa bahkan menjadi kan ku sebagai akar spiritual itu adalah hal yang gampang?, dan penyatuan jiwa itu juga pun bukan sembarang metode penyatuan tapi dominasi absolut dimana aku tak akan pernah bisa mengambil alih jiwa dan tubuhmu tanpa izin mu, dia pasti mengorbankan esensi jiwa nya hingga habis hanya untuk menyelamatkan nyawamu, karena aku yakin setelah dia menahan serangan ku dan mengunci ku dia sudah kehabisan mana atau bahkan menggunakan esensi jiwanya yang secara kasar merupakan umur dari seorang manusia.....


....apakah kau yakin bukan istrinya? karena pengorbanan seperti itu tidak hanya akan di lakukan oleh orang yang bertemu dalam semalam" ujar moloch dengan wajah penasaran.


Disaat itu Theresia membeku, ia benar benar tidak tahu bahwa akan ada orang yang berkorban sejauh itu untuknya.


Hidup sebagai orang kaya yang memiliki club malam membuat Theresia bertemu banyak orang, dan sayang nya mereka hanya bertahan untuk mendapatkan harta yang dimiliki nya, baik dari teman teman munafik, maupun mantan pacarnya yang hanya ingin mencuri keperawanannya dan menghamilinya hanya untuk mengamvil hartanya.


Walaupun theresia sebelumnya berencana "meniduri" Randa, sebenarnya ia hanya ingin mempermainkan anak muda ini, namun tak pernah ia sangka Randa akan berkorban sejauh ini.


Saat Theresia hanyut dalam perasaan sedih, ia tiba tiba merasakan rasa nyilu yang menusuk di seluruh tubuhnya dan rasa pusing di kepalanya yang membuatnya hilang keseimbangan.


Namun sebelum ia sempat jatuh sebuah tangang merangkul tubuhnya dengan lembut dan setelah itu ia merasakan energi hangat yang menyembuhkan rasa sakit dan pusing nya sedikit demi sedikit.


Saat Theresia memfokuskan pandangannya ia melihat randa sedang menyembuhkan nya dengan sihir penyembuh dimana tangan Randa tampak memancarkan sinar penyembuh dengan sigil pentagram yang menyala di telapan tangannya.


"Bajingan kau sapi gila, bisa-bisa nya kau membiarkan Theresia menggunakan kekuatan mu secara berlebihan!, jika aku terlambat menyembuhkan nya dia bisa saja koma bahkan mati!"


" cih toh dia masih hidup kan" ujar moloch sinis kepada randa.


Theresia yang sadar bahwa itu benar benar randa langsung memeluknya dengan erat, dimana randa memberi pelukan kembali.


Theresia menangis tersedu-sedu dalam pelukan Randa, selain lega karena Randa masih hidup ia sadar Randa sudah menempati sebagian harinya.


Randa sendiri tau alasan kenapa Theresia sedramatis ini, karena di "jaman" ini sihir yang Randa gunakan masih belum mengalami perkembangan signifikan.


"Biasanya" sihir yang Randa gunakan hanya bisa digunakan seorang penyihir tingkat sorcerer supreme karena tingkat kerumitan dan densitas mana yang dibutuhkan.


Sehingga wajar moloch berspekulasi Randa seharusnya mati akibat menggunakan mana berlebihan hingga menggunakan esensi jiwanya.


Namun ada kesalahan di dalam spekulasi Moloch, yaitu walaupun moloch adalah iblis yang "kuat" namun kekuatan nya jauh menurun dari teman-teman sejawatnya, pertama karena praktek ritual asli moloch yang kejam yaitu pengorbanan membakar anak pertama yang baru lahir, serta status moloch yang bukan iblis yang terkenal dengan kepintarannya melainkan kekuatannya, dua faktor ini membuat orang-orang di era sekarang enggan menyembahnya, selain pengorbanan yang sulit, kekuatan untuk membunuh 'terang-terangan' kurang dibutuhkan di era sekarang.


bisa dibilang moloch tidak sadar dirinya melemah hingga ketahap penyihir setingkat Mage sudah cukup untuk menanganinya.


Melemahnya moloch juga berpengaruh besar dengan menurunnya kerumitan bentuk sigil pentagram yang randa gunakan untuk melawan moloch.


Ditambah Randa memiliki pengetahuan sigil dan pentagram yang perkembangannya jauh lebih maju ribuan tahun di masa depan.


Baik kekuatan, efisiensi, maupun konsumsi mana.

__ADS_1


sehingga sihir yang seharusnya hanya bisa di gunakan oleh sorcerer supreme sudah di "turunkan" tingkat nya ke level kekuatan wizard dan konsumsi mana bisa di tingkat penyihir appritiance.


Seandainya Prime moloch yang dilawan maka Randa pasti kalah kecuali ia memiliki kemampuan penyihir setingkat archmage atau Sorcerer.


__ADS_2