
Setelah bel makan siang selesai Randa beranjak pergi masuk kelas, selain para siswa-siswi yang masih tampak berbisik mengomong kan kejadian tadi pagi, tak ada hal spesial yang terjadi hingga jam pulang sekolah pada jam 3 sore, dan hal ini cukup menganggu Randa.
Randa merasa bahwa ia membuang waktunya berada di kelas seperti ini, daripada ia mendengar kan pelajaran yang sudah dia hapal di kehidupan sebelumnya, lebih baik ia menggunakan waktu ini untuk bermeditasi fokus melatih mana dan memperkuat diri atau bahkan membuat guild untuk melakukan perekrutan dan pelatihan kesatria/penyihir.
Benar Randa yang regresi ingin menciptakan guild untuk menghadapi serangan outer God yang menyerang bumi di 5 tahun yang akan datang.
Guild tersebut juga bertujuan menjadi sandaran kekuatan Indonesia dalam menghadapi tekanan kekuatan dari negara-negara adikuasa yang telah di "sponsori" inner god, sehingga kejadian yang ia alami di masa lalu tidak terulang lagi, yaitu rakyat Indonesia menjadi budak di pemerintahan monarki negara adikuasa.
Inner god sendiri merupakan dewa-dewi yang umunya kita kenal, seperti Zeus, Odin, amaterasu, Horus, dan lain-lain, mereka bisa di bilang merupakan dewa pelindung dan kekuatan utama dari umat manusia di bumi.
Sedangkan Outer God adalah dewa-dewi di luar galaksi Bima sakti yang bertujuan untuk merebut bumi.
bisa dibilang bumi "dimiliki" oleh inner god dan outer God melakukan "invasi" untuk merebut bumi.
seandainya bergabung dengan organisasi yang di berkati inner god semudah ujian nasional maka Randa pasti lah sudah mendatangi salah satu organisasi innergod yang di luar negeri untuk bergabung.
Namun sayang nya di masa ini kekuatan innergod sudah di monopoli sebegitu dalamnya, walaupun dirinya bergabung dengan menunjukan bakatnya yang ia dapat dari masa depan, Ia akan membutuh kan waktu lama untuk keposisi yang mampu menggerakkan guild.
Belum lagi dia akan terbentur dinding nepotisme di dalam organisasi dan lagi para Dewa-Dewi di ingatan nya sangat lah sombong dan tak akan mendengarkan peringatannya mengenai bahayanya outergod, kecuali ibu angkatnya.
Maka dari itu menurut Randa lebih efisien dengan membuat guild sendiri dan dengan pengalaman nya dari masa depan ia yakin bahwa 5 tahun waktu yang cukup.
Di saat Randa hanyut dalam pikirannya tiba-tiba saja ide muncul di kepala Randa, dan senyuman licik tampak menghiasi wajahnya.
Ia pun tampak mengemas buku tulis nya dan berlari menuju Ruang kepala sekolah, perjalanan Randa tak terlalu lama karena sekolah sekarang sedang sepi dan hanya menyisakan anak- anak yang melaksanakan ekskul.
Saat Randa ingin mengetuk pintu kepala sekolah, seorang perempuan menawan keluar dari pintu, ia memiliki kulit seputih salju, hidung mancung, alis yang tajam, dan rambut panjang bermodelkan Harajuku.
Di situ Randa langsung teringat rumor siswi cantik pertukaran pelajar dari Jepang di awal tahun, karena saat itu Randa sibuk jadi bahan bully ia tak terlalu memperhatikan gosip sekolah.
Harus Randa akui bahwa gadis di depan nya ini cukup cantik, dan pantas untuk di hebohkan.
" yoroshiku" ujar Randa sok bahasa jepang
"pufft aku tau bahasa indo, aksen mu aneh banget...." ujar gadis pertukaran pelajar itu, yang entah kenapa dia bukan tertawa "lucu" tapi lebih seperti merendahkan.
"....tapi Yaa.... aku terima niat baik mu" ucap nya sambil tersenyum beranjak pergi.
"tak kusangka orang tamahagane pun datang ke tempat antah berantah ini"
__ADS_1
Saat mendengar kata-kata itu gadis tersebut yang tadi nya melangkah santai dengan wajah yang ramah, tiba-tiba berubah menjadi ekspresi dingin dan langsung mencari sumber datangnya suara tersebut.
namun di lorong panjang itu hanya ada dirinya sendiri, dimana Randa telah memasuki ruang kepala sekolah.
"apakah aku salah dengar?" ujar nya yang lalu menggelengkan kepalanya dan beranjak pergi
≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" jadi... setelah memukuli atlit berbakat sekolah ini, kau berani datang ke hadapan saya untuk meminta pembuatan ekskull tak jelas, dan menginginkan tes akselerasi?"
" sudah saya bilang pak itu bukan ekskul tak jelas, tapi mengumpulkan orang-orang berbakat!"
" iya bakat apa ?!"
"itu rahasia hehehe" ujar Randa dengan santainya
"kau?! apa kau sadar kelakuan mu membuat cidera atlit berbakat di sekolah ini sudah cukup memberiku alasan untuk mengeluarkan mu?! dan kau masih berani membual ingin mengambil tes akselerasi?! omong kosong"
" jangan salah kan aku jika dia cuman jago kandang, dan siapa bilang aku berbicara omong kosong pak kepsek, aku serius mengenai tes akselerasi ku" ujar Randa menatap sombong.
Randa menemui kepala sekolah dengan 2 tujuan yaitu membuat ekskull dan mendapatkan tes akselerasi kelas.
yah walaupun tujuan Randa hanyalah mendapatkan tempat nongki gratis yang di sediakan sekolah.
Sedangkan Akselerasi kelas sendiri adalah jalan pintas Randa untuk bolos pelajaran tanpa menggangu nilai kehadiran nya, karena perkembangan akademik Randa dipegang langsung oleh kakaknya.
" kau kira mendatangkan penguji tes akselerasi kelas tidak memakan biaya? belum lagi jika gagal kau akan mempermalukan nama sekolah kita!"
" bagaimana jika kita bertaruh?"
" bertaruh ? memangnya apa yang bisa di berikan oleh siswa kelas satu SMA sepertimu?"
"hohoho, saya memang tidak bisa memberi anda pertaruhan dari segi materialistik, namun perbolehkan saya bertanya, apakah bapak mengingat tanggal 27 Mei 2025 di penginapan Kumala?"
"BRAK!!!" tampak sebuah kepalan tangan menghantam meja wajah kepala sekolah yang semula sombong meremehkan telah berubah menjadi panik dan penuh amarah
" dari mana kau tau?"
" hohoho, tenangkan diri anda bapak kepala sekolah yang terhormat, saya masih belum selesai, tanggal 29 Mei 2025, tanggal 5 Juli 2025, tanggal 7 Juli 2025, dan baru saja malam tadi tanggal 10 juli 2025, anda cukup produktif ya pak kepala sekolah, sekarang saya tau kemana larinya lemak lemak pegawai negeri anda" ujar Randa tersenyum licik.
__ADS_1
Saat Randa menyelesaikan anca-penjelasan nya, keringat dingin bercucuran di kening pak kepala sekolah, Penggung nya yang kurus nampak basah tak terkendali.
Tanggal- tanggal tersebut merupakan tanggal bapak kepala sekolah check-in ke sebuah penginapan, namun sayang nya tidak bersama istrinya, tapi bersama wanita malam yang "dibawah umur"
Yup bapak kepala sekolah mempunyai "preferensi" khusus terhadap nafsu sexnya.
2 tahun dari sekarang hal ini akan terbongkar dan menjadi berita heboh di Tenggarong, sangking hebohnya bahkan ada 20 laporan yang menuntut pak kepala sekolah dalam satu persidangan.
Randa sendiri sebenarnya tidak peduli dengan kelakuan brengsek kepala sekolah ini selama ia tidak menyentuh orang yang Randa kenal.
Mungkin di waktu senggang randa akan menghancurkan organisasi laknat yang menjual psk di bawah umur.
" apa mau mu Randa?!" ucap kepala sekolah yang panik bercampur marah yang ia tahan sekuat tenaga.
"sama seperti sebelumnya kau mendatangkan penguji akselerasi dan memberikan ku wewenang untuk membuat ekskul, sebagai ganti nya aku akan menutup mulutku atas perbuatan busuk mu!" ucap Randa yang kali ini aura nya berganti 180° dimana yang pertama penuh candaan sekarang sangat dingin.
Tatapan tajam nya langsung meneror jiwa pak kepala sekolah yang mental nya tak stabil.
Pak kepala sekolah bisa merasakan tatapan dingin Randa memberikan sensasi merinding di tubuh nya dan membuat jantungnya berdetak kencang penuh ketakutan.
" ba...baik lah, aku setuju dengan permintaan mu tapi kau harus berjanji untuk menutup mulut mu, ji jika tidak aku akan mengeluarkan mu dari sekolah!" ujar kepala sekolah yang mencoba mengancam namun gagal akibat ia masih di hantui ketakutan
"Cukup adil! kalau begitu aku undur diri pak kepala sekolah, selamat sore!" ujar Randa yang lalu berjalan penuh senyuman keluar ruangan.
Disaat itu juga pak kepala sekolah terbaring lemas di atas kursi nya ia tampak dengan panik mengeluarkan telponnya ingin menghubungi seseorang.
" selamat pagi pak Herman pelanggan setia kami!" terdengar suara seorang paruh baya dari sambungan telpon pak kepala sekolah diman orang tersebut sepertinya berada di pantai, akibat suara ombak yang ikut masuk.
" tak usah kau sok asik begitu, kau bilang transaksi kita aman ?! tidak ada yang akan tau tapi bagaimana bisa tiba-tiba saja salah satu murid ku disini bisa mengetahui hal tersebut bahkan menggunakan nya untuk mengancam ku?"
" wow tunggu dulu Herman bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi?"
walau Herman masih geram ia masih menjelaskan kejadian tadi dengan seksama.
"menarik.... humm... begini saja pak Herman kau turuti saja mau anak itu, toh tidak ada rugi nya, dan dalam waktu tersebut aku akan berusaha melakukan investigasi mengenai masalah, masalah kompensasi aku akan mengembalikan setengah uang yang kau gunakan bagaimana?"
" baiklah aku setuju tapi aku harap kau cepat menanganinya karena hal ini pasti akan menjadi skandal yang mengancam karirku!"
" tenang saja pak Herman kami terkenal dengan kredibilitas kami, apalagi untuk menangani anak kecil di bawah umur"
__ADS_1