
Tepat jam 12 malam di tengah gemerlap nya lampu selsius, puluhan orang berbaju hitam terlihat sudah berdiri didepan klub malam itu, jika diperhatikan dengan seksama aura kemerahan tampak "melapisi" tubuh mereka.
Yang paling aneh adalah seharusnya masih banyak orang yang berlalu lalang disekitar selsius melihat distrik tempat selsius dibangun sering disebut distrik tanpa tidur.
" apakah Mantra Isolasi dimensi sudah aktif?" ujar pria berjubah hitam yang berada di barisan paling depan yang sepertinya merupakan ketua dari puluhan orang berjubah hitam ini.
"sudah ketua!"
" Baiklah tim pertama kalian menjaga rute pelarian, tim kedua kalian menjaga parameter disekitar dinding isolasi, sisa nya ikut aku untuk menjalan kan ritual darah"
Setelah itu mereka langsung berpencar menjadi 3 tim, dan saat tim yang di pimpin oleh ketua berjubah itu mereka tanpa basa basi langsung membunuh sekuriti klub
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Randa yang saat ini sedang bersama Theresia merasakan kejanggalan, ia bisa melihat bahwa tiba-tiba saja ada sebuah kabut yang muncul di seluruh penjuru ruangan klub.
"apakah klub mu mempunyai sistem kabut uap?"
"sejauh yang ku ingat tidak ada!"
Theresia yang merupakan pemilik klub malam langsung sadar akan kejanggalan yang tidak beres ini.
Di saat itu juga para pengunjung yang mengira kabut tersebut adalah bagian dari klub malam, mulai jatuh satu persatu, termasuk Randa dan Theresia.
Mereka pertama mengira bahwa ini merupakan gas tidur, namun mereka sadar bahwa gas ini merupakan gas paralisis, mereka hanya kehilangan kemampuan motorik, sedangkan indra pencium pendengar dan penglihatan mereka masih aktif.
Disaat Kabut tersebut mulai reda, pria berjubah hitam tampak memasuki ruangan, Hodie hitam mereka yang telah dibuka menunjukan topeng tulang rusa yang mereka kenakan.
Mereka lalu mengeluarkan sebuah dagger yang memiliki sebuah sigil tertentu di gagangnya, dan pisau tersebut mereka gunakan untuk menggorok setiap tamu klub malam yang mereka lewati.
Kehororan tentu menyertai hati para korban entah saat mereka sadar bahwa darah telah membasahi tubuh mereka mematung, ataupun saat leher mereka telah digorok bersimbah darah dibunuh layaknya hewan potong.
Theresia yang terbaring kaku tepat menghadap para tukang jagal bertopeng rusa tersebut, merasakan kehororan akan kematian yang semakin dekat tiap detiknya, tak elak air mata menetes di pipinya.
"ketua pengorbanan kita sudah memenuhi kuota 100 pria dan 100 perempuan!"
"bagus berarti kita bisa menuju ritual selanjutnya, ambil satu wanita perawan yang masih hidup untuk ritual pemanggilan roh kudus kita,singkirkan yang mati dan tangkap yang hidup, mereka akan menjadi darah muda sekte kita" ujar ketua topeng rusa tersebut.
Entah beruntung atau sial salah satu pengikut sekte sesat tersebut menghampiri Randa dan Theresia.
Ia lalu membaca sebuah mantra dan Sigil segitiga tampak berpendar di kedua matanya
"ketua kedua orang ini ternyata masih perawan dan perjaka!"
" Benarkah ?! cepat bawa mereka kedua ke sigil persembahan!!! tuan Asmodeus pasti akan menyukai persembahan ini!"
Tubuh Randa dan Theresia yang tak bisa bergerak diangkat layaknya karung dan di lempar ke atas sigil yang terbuat dari darah.
__ADS_1
Airmata Theresia jatuh yang mana ia sangat ketakutan baru pertama kalinya ia mengalami kejadian seperti ini.
Randa tanpa tenang walaupun bisa dilihat ia seperti menunggu sesuatu.
"baiklah ritual akan kita mulai!"
Para pengikut sekte tersebut mulai melantunkan rapalan yang senada, mereka tampak menikmati nya dan semakin lama, semakin nyaring suara bacaan tersebut memenuhi klub malam.
" wahai Baginda Moloch terimalah persembahan kami!!!"
Disaat itu juga pentagram darah yang mengelilingi Randa dan Theresia, menyala dengan api yang membara.
Seperti terhipnotis Randa Theresia merasakan rasa kantuk yang tak tertahankan hingga membuat mereka berdua tertidur lelap ditengah lahapan api.
Dalam alam bawah sadar nya Theresia telah berdiri di dunia yang penuh kegelepan, dan tak lama sebuah api merah muncul berkobar membentuk banteng raksasa
" dasar manusia hina berani nya mereka mempersembahkan memberikan tumbal yang tidak sesuai, jika bukan karena baginda Aamon aku tak akan sudi muncul di bumi!" ujar banteng merah yang tampak mengamuk.
"Si...siapa kau?" ujar Theresia ketakutan
"kau tidak pantas untuk tahu namaku manusia, yang perlu kau tau hanyalah bahwa sejak detik ini jiwamu adalah milikku!!!!!!"
Sebuah topan api tampak "melahap" tubuh Theresia, dimana ia merasakan hawa panas yang begitu dahsyat melelehkan tubuh alam bawah sadar
" to..tolong! aku..Randa.."
Saat itu juga sebuah sigil pentagram rumit berwarna biru seketika menghapus api merah itu
"SIAPA KAU BERANI MENGHALANGIKU!?" Suara mengamuk yang mengerang layaknya sapi gila keluar dari mulut banteng itu.
"anima catenae"
Saat banteng itu mencari siapa yang membuat sigil pentagram biru itu, sebuah sigil pentagram yang lebih rumit dengan simbol dan kata-kata hibrani kembali muncul diatas kepalnya layaknya kilat mengeluarkan rantai Es yang mengikat erat Banteng tersebut tak memberikan kesempatannya untuk kabur.
" maaf kan aku yang terlambat" ujar Randa yang lalu mengaktifkan sigil menyembuhkan luka bakar yang dialami tubuh Theresia.
"Randa...apa yang sebenarnya terjadi ini bukan mimpi kan ? bukankah tadi kita dibakar hidup-hidup? dan mahluk apa itu?"
Walaupun tampak lemas, dengan sihir penyembuh milik Randa, kondisi Theresia yang penuh luka bakar membaik sedikit demi, sedikit.
"Sayang nya ini bukan lah mimpi, singkat cerita banteng itu adalah iblis yang dipanggil dengan menggunakan kita sebagai tumbal, dan tadi jiwa mu nyaris di lahap nya"
" sebentar jadi kejadian tadi nyata ? kita berada dimana sekarang? dan bagaimana caranya kita pergi?"
" kita berada di dunia alam bawah sadarmu, sayang nya kita tidak bisa pergi sebelum menyelesaikan urusan kita dengan sapi gila itu"
Moloch tampak mengamuk kobaran apinya menggila tapi walau begitu rantai es Randa sama sekali tak bergeming.
__ADS_1
"Moloch si pangeran negeri air mata, tak kusangka aku bisa menangkap mu dengan mudahnya, sejak kejadian raja Solomon kau menjadi tikus yang bersembunyi di bawah tanah, terlepas julukan palsu mu sebagai dewa matahari"
ujar Randa menghina Moloch sambil menggendong theresia dengan model putri.
"SIAPA KAU MANUSIA?! BERANI NYA KAU MEMBAWA NAMA SOLOMON DI HADAPAN KU!"
Moloch kembali mengamuk apinya semakin berkobar menyala menjadi pilar api merah, namun rantai es tersebut sama sekali tak bisa meleleh, bahkan aura panas dari itu pun tak terasa sama sekali.
"BAJINGAN BEBAS KAN AKU!!!" ujar Moloch yang frustasi.
" Randa tubuhku sakit sekali" ujar Theresia mencengkram dada Randa.
Walaupun tubuh Theresia tampak baik baik saja, namun terlihat jelas ada sebuah cidera tak kasat mata yang dimiliki Theresia yang membuatnya kesakitan.
"aku tak menyangka luka jiwa mu separah ini akibat 'menampung' jiwa moloch secara paksa di dunia alam bawah sadarmu" ujar Randa khawatir ia mencoba kembali mengaktifkan Sihir penyembuh nya namun Theresia memberikan hasil nihil.
"wadah mana yang terbuat dalam kurang satu hari tak akan bisa mengaktifkan sihir penyembuh jiwa lebih tinggi dari ini, belum lagi mana yang kuserap selama satu hari khusus untuk mengaktifkan sihir tingkat tinggi sudah kugunakan hingga habis"
penyihir sendiri biasanya hanya bisa mengandalkan mana yang terdapat dari wadah mana, semakin besar wadah mana seseorang semakin tinggi tingkat sihir yang bisa di gunakan.
namun ada beberapa akar spiritual yang memiliki keunikan sehingga mereka bisa menyimpan mana di luar kapasitas Wadah mana, dan akar spiritual Randa termasuk didalamnya.
Akar spiritual Randa adalah Hydra nebula (tipe berkembang), seperti namanya akar spiritual berelemen es ini yang berbentuk naga hydra (Dragonoit).
bentuk akar spiritual saat di tingkat penyihir dasar hanya bisa di lihat saat dalam bentuk astral di dalam dunia alam bawah sadar.
Randa sendiri tidak mengecek akar spiritual nya karena sudah memastikannya dari saat dia melakukan pengumpulan mana.
Hal ini dikarenakan kemampuan unik dari akar spiritual Randa adalah ia mampu menyimpan mana di luar akar spiritualnnya, nilai 9 kali lebih banyak di setiap kepala hydra 9 nebula.
Di kehidupan sebelumnya Randa mampu menumbuhkan 9 kepala hydra nebula, namun karena saat ini tingkat penyihir Randa yang masih dasar, ia hanya mampu menumbuhkan satu kepala hydra saja.
Mana di dalam kepala hydra milik Randa telah habis ia gunakan untuk mengaktifkan sihir tingkat tinggi pada saat melindungi tubuh dirinya dan Theresia yang sedang di bakar hidup-hidup, menahan serangan Moloch ke jiwa theresia, dan mengunci Moloch.
walau dengan segala persiapan nya tetap saja rencana Randa tak berjalan mulus.
"Theresia dengarkan aku, apakah kau mempercayaiku?" tanya Randa dengan tatapan serius, Theresia tidak menjawab pertanyaan Randa namun ia membalas dengan tatapan pertanyaan ditengah erangan rasa sakitnya.
"satu-satunya cara mu untuk selamat adalah dengan bersatu dengan Moloch, jiwa kalian akan berisi 2 kesadaran, jika kau berhasil maka kau akan menerima kekuatan yang diluar bayangan mu, namun jika kau gagal maka hanya ada kematian"
"KAUU, KAUUU MANUSIA BAJINGAN!!!! SETELAH MENGURUNGKU KINI KAU INGIN MENJADIKAN KU PELIHARAAN MU ?! AKU TAK SUDI!!!!" ujar Moloch yang mengamuk mendengar pembicaraan Randa
Pilar api Moloch kembali berkobar namun sekarang tujuannya bukan untuk membunuh Randa dan Theresia tetapi demi bertahan hidup dan mempertahankan harga dirinya sebagai salah satu pemimpin dari Legion iblis.
Di tengah rasa sakitnya Theresia bisa melihat jelas amukan Moloch, di dalam amukan moloch itu Theresia melihat sesuatu fakta yang membuat Theresia menentukan pilihannya.
"Lakukan Randa!" ujar theresia, dengan memberikan tatapan teguh
__ADS_1
"baiklah kita akan memulai ritual nya!"