
Randa memeluk erat Theresia.
" Sudah nangis nya?" ujar Randa sambil mengelus kepala theresia.
Wajah Theresia memerah, tersadar dari tangisannya ia reflek mendorong Randa yang memeluknya, sambil mengelap airmata nya
"kukira kau sudah mati"
"udah kubilang setiap orang punya rahasia nya sendiri " ujar Randa sambil tertawa.
" sekarang apa yang harus kita lakukan?" ujar Theresia melihat kearah tumpukan mayat yang ada
"semua orang di lantai satu telah mati, lebih baik kita naik kelantai 2 akan sangat merepotkan jika kita jadi tersangka karena satu satunya yang hidup di lantai ini, dan jika kau memberikan fokus mu untuk mendeteksi mana kau bisa merasakan mana yang menipis, kemungkinan durasi pelindung yang mengisolasi kita dengan dunia luar akan habis sebentar lagi" ujar Randa yang lalu berjalan menuju pintu lantai 2
Theresia mengikuti Randa dari belakang karena penasaran, theresia meminta moloch mengajarinya apa yang di maksud Randa, sebuah sigil pentagram merah menyala Dimata Theresia dan benar seperti kata Randa densitas mana di dalam club malam menipis dalam waktu yang sangat cepat.
Hal ini membuat Theresia penasaran dan melontar kan sebuah pertanyaan.
"Randa kau sebenarnya siapa?"
" aku? aku hanyalah penyihir magang"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat isolasi pelindung tersebut mati, semua tamu klub tak lama bangun, dan kepanikan pun menjadi-jadi, ada yang merekam dengan hp ada yang langsung menelpon polisih namun selang 5 menit tiba-tiba saja orang-orang berpakaian rapi kemeja putih celana hitam memasuki ruangan.
Mereka terlihat mengeluarkan ID mereka yang merupakan polisi penyidik khusus.
Randa memegang tangan Theresia, dengan mana tipis ia mengirimkan pesan kepada Theresia.
"katakan pada moloch untuk mengunci mana mu orang-orang ini mencurigakan"
Theresia merespon dengan anggukan kepala.
Randa sendiri tidak mengetahui orang orang ini datang dari organisasi mana selain di masa mudanya Randa tidak memiliki informasi yang spesifik tentang dunia supranatural, ia juga tak bisa melakukan sihir pemindaian, karena akan mengaktifkan fluktuasi mana dan membongkar dirinya sebagai seorang penyihir.
Kini giliran Randa dan Theresia lah yang di introgasi.
ada dua petugas yang mengintrogasi Randa dan Theresia.
Mereka memperkenalkan diri dengan ramah.
Anton merupakan petugas pria yang memiliki tubuh kekar dengan tinggi 1.7 meter, sedangkan Arisyah adalah wanita berambut hitam panjang memiliki hidung mancung dan kulit sawo matang yang memiliki tinggi 1.6 meter.
"mohon maaf kami akan menanyakan beberapa pertanyaan saya harap anda bersikap kooperatif, dari jam berapa anda datang ketempat ini? dan bisa kah anda mendeskripsikan apa yang anda ingat" ujar Arisyah menjadi penanya aktif
"aku dan Theresia datang dari jam 8, kami tidak ingat pasti yang kami ingat hanyalah sebuah asap kabut yang tiba-tiba muncul dan kami pun tertidur."
__ADS_1
ujar Randa yang memberikan gelagat orang kebingungan.
Setelah Randa mengatakan itu ia mendeteksi sebuah sigil yang menyala di mata Anton, Randa bisa merasakan Anton mengaktifkan sihir pemindaian dan pendengaran untuk mendengar detak jantung seseorang jika seseorang berbohong.
Walaupun Randa tidak mengeluarkan ekspresi nya ia cukup terkejut bahwa ada organisasi tersembunyi di Indonesia yang entah bersahabat atau tidak menangani hal-hal supranatural seperti ini dan mereka juga memiliki penyihir yang sepertinya berada di tingkat Wizard.
"Menarik, sangat menarik" ujar Randa dalam hatinya
pertanyaan itu berlanjut dari dimana alamat rumah mereka, kegiatan apa yang dilakukan, dan apakah ada hal yang mencurigakan.
Randa sendiri memberikan pertanyaan dengan ramah dan kooperatif, karena untuk saat ini ia hanya ingin pulang dan tidur, ia butuh seharian penuh untuk beristirahat dari konflik seperti ini.
kemulusan wawancara Arisyah agak tidak mulus dengan Theresia yang mana Theresia hanya menjawab "Idem" atau "jawaban Randa adalah jawaban ku"
Randa bisa merasakan sesekali gengaman tangan Theresia mengeras, dan ia sering memberikan tatapan beracun ke Arisyah dan Anton.
Hingga akhirnya Randa sadar bahwa Theresia baru tau cara menggunakan mana, sehingga ia pasti merasakan sihir pemindaian Anton lakukan, dimana seperti yang Randa jelaskan sebelumnya sihir pemindaian memberikan sensasi seperti tubuh telanjang mu di lihat oleh seseorang secara seksama
"baiklah terimakasih kepada saudara Randa dan saudari Theresia telah bekerja sama, kami harapkan keselamatan kalian dalam perjalanan pulang" ujar Theresia memberi hormat baru beranjak pergi dengan Anton.
"jadi sekarang kau mau kemana?"ujar Theresia menatap mata Randa penuh arti
"pesan taksi pulang" ujar Randa sambil meregangkan tangannya
"uhm ....aku bawa mobil bagaimana kalo aku mengantarkan mu pulang?"
"hei aku memang ingin melakukannya tapi aku tahu kamu kelelahan! makanya aku hanya berniat baik untuk mengantarkan mu pulang!"
" fufu baik lah antar aku pulang sugar mommy" ujar Randa yang merangkul dan memeluk tangan Theresia.
Theresia tidak menolak rangkulan itu ia hanya tersenyum dan berjalan menuju tempat parkiran.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apakah kau menemukan keanehan Anton?" ujar Arisyah yang kembali ke mobilnya setelah selesai menginfestigasi
" hum selain mereka pasangan yang memiliki perbedaan umur yang sangat jauh mereka tampak normal" ujar Anton sambil memegang dagu mengingat hasil interogasi
"haah brengsek kita bisa di marahi ketua tim jika membawa hasil seperti ini, apalagi ini pertama kali nya sekte darah bergerak setelah 10 tahun bersembunyi, jika motif mereka sama seperti kasus 10 tahun yaitu menculik korban untuk anggota baru seharusnya tidak ada korban yang tersisa, namun bekas sigil pentagram ritual pemanggilan dan abu yang ada di TKP, membuat ku curiga ada rahasia besar dibaliknya...." ujar Arisyah yang frustasi sambil menggaruk kepalanya.
" yah mau bagaimana lagi kita hanya bisa menunggu hasil investigasi tim forensik dan juga CCTV yang rusak dari sebelum kejadian sama sekali tidak membantu, haah sial aku entah kenapa kepikiran dengan dua pasangan itu, melihat bermesraan setelah kita pergi membuat ku iri sial, haaah Arisyah kita kan sudah menjadi partner selama 2 tahun bagaimana kalau kita jadian?" ujar Anton dengan tatapan memelas
Anton ternyata selama investigasi masih memerhatikan gerak-gerik Randa dan Theresia, karena jiwa jomblo nya meronta-ronta melihat Randa dan Theresia yang tampak romantis apalagi Theresia yang sanagt cantik mencuri hatinya.
"tunggu....coba ulangi yang kau bilang Anton?"
" huh? soal saran ku untuk kita jadian?"
__ADS_1
"BUKAN BODOH SEBELUMNYA"
"Oh....melihat mereka mesra?"
"iya dan satunya lagi"
" apa ?"
" soal bukti!"
"oh data dari tim forensik atau CCTV yang rusak dari sebelum kejadian?"
Saat Anton mengatakan itu pupil mata Arisyah tampak membesar ia seperti menyadari sesuatu diikuti dengan keningnya yang mengkerut, dengan secepat kilat kembali kedalam Club malam, ia mencari Randa dan Theresia namun ia tak elak menemukan nya.
Menyimpan rasa penasarannya ia lalu beranjak ke ruangan CCTV.
" Kamu ngapain sih Arisyah ? sebentar lagi kepolisian setempat akan datang!"
Anton yang mengikuti Arisyah sampai kedalam ruang CCTV dimana, Arisyah tampak fokus melihat video CCTV sebelum kejadian, disaat itu juga Arisyah berhenti ke satu buah layar yang menampilkan Randa dan Theresia.
"Anton apakah mereka berdua adalah korban yang kita introgasi tadi?"
" iya Arisyah memang nya kenapa?" ucap Anton kebingungan
" kau masih belum menyadarinya? lihat lokasi CCTV ini"
"kenapa memangnya ? CCTV lantai sa....tu..." di saat itu Anton terdiam tatapan matanya menjadi serius.
" benar di awal kau berkata mereka bermesraan membuatku curiga karena itu adalah hal yang sangat aneh, bagaimana bisa di saat kau nyaris kehilangan nyawamu kau bersikap santai ? apalagi setelah melihat pembantaian di lantai satu, lalu aku penasaran apakah mereka memang berada di lantai dua sebelum kejadian? sebenarnya sikap tenang mereka itu sudah cukup untuk membuat ku curiga namun aku tak menyangka mendapatkan jackpot ini, bagaimana bisa mereka berada di lantai dua ? sedangkan seharusnya mereka di lantai satu menjadi mayat?"
Sebuah senyum licik muncul di wajah Theresia, namun di saat bersamaan ia merasa "takut".
Ia teringat perasaan saat ia mewawancarai Randa entah kenapa insting nya mengatakan Randa adalah seseorang yang sangat berbahaya.
Selain itu juga ia merasa Randa bukan lah pengikut sekte darah, melihat bahwa jika memang Randa "terlibat" seharusnya ia menghapus semua bukti yang ada sebelum mereka datang.
Entah kenapa terasa Randa seperti sengaja meninggalkan "bukti" ini
"Bingo, sesuai ekspektasi ya"
Mata Arisyah kembali membesar ia menatap Anton, namun Anton hanya menatapnya dengan kebingungan.
" kenapa arisyah?"
Arisyah hanya menggelengkan kepala nya, ia yakin baru saja mendengar suara Randa dan di waktu bersamaan ia bisa merasakan sebuah aliran energi mana yang sepertinya mengaktifkan pesan suara itu.
Mata Arisyah tampak serius beberapa menit, mata nya tampak tegas seperti sudah mengambil suatu keputusan
__ADS_1
" Anton aku saran kan kita menyimpan ini dari ketua, aku ingin melakukan penyelidikan mandiri!"