
Setelah kejadian itu mereka pun makan malam bersama, namun hanya Randa yang tampak bersemangat makan dimana beberapa kali Melati tampak hanyut dalam lamunannya.
"kak, jika kau seperti ini maka aku mungkin akan menyimpan lebih banyak rahasia loh" ujar Randa dengan santai nya yang tampak menikmati teh es nya.
"haah aku tau, tapi aku tak menyangka mentor yang melatihku selama bertahun-tahun akan mencelakai ku " ujar melati sambil menghela nafasnya
"yah aku tak menyalahkan mu, semua itu ada ditangan kakak, tapi ingat kak sesuai perjanjian aku akan membunuh orang itu jika kakak tidak bisa menjadi kesatria aura" ujar Randa dengan santai membersihkan meja makan nya.
" oh iya kak malam ini aku ada urusan keluar, jadi kakak tak usah menungguku pulang"
"kau mau kemana?"
"Ron mengajak ku kumpul di selsius"
" buat cari cewek? kukira kau tak peduli hal seperti itu?"
" dari pada kakak kepo dengan kehidupan pribadi ku lebih baik kakak berlatih teknik 1000 bintang"
"Tsk, kepribadian mu yang seperti inilah yang membuatku membencimu"
Randa tak menghiraukan keluhan kakaknya dan langsung kembali ke kamar nya, mandi, mengganti bajunya bersiap untuk ke selsius.
sebenarnya Randa tau dilema kakaknya, karena pada dasarnya di kehidupan sebelumnya pria bajingan inilah alasan kakaknya sakit dan wafat di rumah sakit.
Ya benar melati mencintai mentornya dan dimasa depan mentornya akan berhasil mencuri kekuatan kesatria aura milik melati.
Randa yang awam dulu tentu tidak mengetahui jatuh sakitnya kakak perempuannya di karenakan pria ini.
Saat Randa mengetahui fakta itu, mentor melati telah meninggal akibat serangan outer God, karena tak ada wadah untuk menyalurkan amarah balas dendam nya, Randa menjadi gila dan menantang duel kematian dengan salah satu outer God terkuat yang merupakan pencipta panduan 1000 energi dan 1000 bintang.
Randa sebenarnya sudah berniat mati namun tak pernah ia sangka salah satu outergod terkuat di jaman nya, tumbang di tangannya
walaupun Randa harus membayar harga yang sangat mahal ke pada ibu angkatnya untuk memenangkan pertarungan itu.
Randa sebenarnya sangat ingin menghabisi pria tersebut, namun pada akhirnya ia mengurungkan niatnya, karena pada dasarnya kakaknya akan ikut dalam pusaran peperangan melawan outergod, dan semakin cepat ia sadar akan munafik dan kejam nya dunia maka akan semakin bagus, karena di masa yang akan datang nanti dia akan menemukan hal yang lebih buruk.
Saat selesai bersiap Randa menyempatkan diri bercermin, outfit yang ia kenakan sekarang membuatnya terlihat tampan dan elegan.
Randa menggunakan jaket blezeer hitam dengan baju kaos putih mengenakan kalung silver, celana chinos dengan sepatu hitam panthofel, Randa juga mengenakan beberapa aksesoris cincin dan gelang yang membuatnya tampak terlihat elegan.
Randa melihat jam dinding kamarnya yang tampak menandakan jam 9 malam.
"Baiklah waktunya pergi" ujar Randa yang lalu memesan taxi.
Walaupun Randa bukan dari keluarga kaya (dia juga ngontrak) namun Randa memiliki simpanan untuk acara seperti ini bahkan di kehidupan sebelumnya.
Namun berbeda dari kehidupan sebelum nya, tujuan Randa saat ini bukan menghabiskan uang namun memperoleh pemasukan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat Randa turun dari taksi nya ia bisa melihat anak anak muda telah berdiri mengantri untuk masuk kedalam diskotik dan Randa bisa melihat Ron berada di paling belakang sedang mengobrol dengan anak nusa bangsa lainnya yang berjumlah sekitar kurang dari sepuluh orang.
Saat Randa menghampiri mereka tampak seluruh mata tamu selsius menuju dirinya, namun kali ini dibandingkan perasaan takut, kebanyakan menunjukkan perasaan penasaran.
__ADS_1
" ih tampan banget"
" ini anak baru ya kok aku gak pernah lihat?!"
"pulangan ku bungkus dia!"
Randa jujur agak risih mendengar bisikan vulgar tamu diskotik lain, walaupun di kehidupan sebelumnya ia sama tampan nya, tapi fokus manusia di zaman itu adalah perang melawan outergod.
" wih Randa emang bestie yang nepatin janji !" ujar Ron yang kembali bersikap sok Ramah dan sok asik.
" kenapa belum masuk ?" tanya Randa kebingungan, karena seingat Randa di kehidupan sebelumnya jika Ron yang menjadi party planer, dia pasti sudah melakukan dp pesan tempat.
" lagi nunggu anak Garuda" jawab Ron.
sesaat setelah Ron menjawab beberapa mobil tampak parkir di depan selsius.
Tampak anak-anak muda keluar dari mobil tersebut, ya mereka adalah anak-anak dari SMA Garuda.
Randa akui bahwa anak SMA Garuda tampak manis dan cantik, ia bisa melihat harga skincare yang digunakan untuk mendapatkan wajah semanis itu.
Namun Randa bisa dengan bangga tak ada yang bisa menyaingi ketampanannya malam ini, efek dari mana memang lah mengerikan.
Sama halnya dengan para tamu diskotik semua mata anak SMA Garuda langsung tertuju pada Randa, namun entah kenapa Randa bisa merasakan aura membunuh berasal dari kaum pria.
" Ron" panggil salah satu siswa SMA Garuda yang mana layaknya anjing penurut Ron langsung mendatangi mereka.
Setelah berbincang agak lama, Ron langsung menghampiri Randa.
" Randa ehmm..... malam ini bisa enggak kau gak ikut?"
" iya aku mohon, anak SMA Garuda enggak suka ada kamu, bagaimana kalau aku ganti deh uang iuran mu"
"bangsat jadi jika aku enggak marah tadi kau berencana mengusir ku tanpa mengganti uang ku?"
" heheh bukan maksud ku....."
" Ron kau kira Alam masuk UKS karena dia kena tipes?"
" apa mak.... Buak!"
belum Ron selesai pura pura bodoh, Randa langsung menarik kerah baju Ron lalu menghantamkan dengkul nya tepat ke dada Ron, Randa lalu melesat kan tinjunya ke mulut Ron hingga ia tersungkur ke tanah, tak sampai disana Randa kembali menendang kepala Ron layaknya bola.
Ron tampak mengerang kesangkitan, dan para tamu diskotik termasuk siswa SMA nusa bangsa dan Garuda, hanya bisa menganga melihat kejadian itu.
Yang membuat Randa begitu marah adalah ia yakin bahwa Ron telah mendengar bawah dirinya telah menghabisi Alam, namun Ron masih berani mencoba membodohi nya mengira ia orang yang sama.
Teman bodohnya yang gampang disuruh.
Randa yakin jika dirinya di kehidupan sebelum nya Ron pasti langsung menyuruh nya pulang tanpa memberikan alasan yang jelas.
" haah memukuli mu sungguh membuat ku lega Ron!...." ujar Randa yang tampak melakukan peregangan tubuh " anggap saja iuran tadi lunas ya" ujar Randa yang lalu beranjak masuk ke selsius
" tenang aku bayar kok" ucap Randa dengan wajah Ramah dan menyerah kan uangnya kepada bodyguard yang tampak ketakutan menghalangi nya masuk meminta uang entry
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" kau terlihat jauh berbeda dari bocah brutal yang membuat kericuhan di depan"
Suara lembut tampak terdengar dari telinga Randa.
Tampak seorang wanita telah duduk tepat di samping Randa yang sedang menunggu minuman nya di racik oleh bartender.
" ah kakak cantik ingin menemani adik ini minum?, bartender Tambah satu lagi minumannya" ujar Randa yang lalu memberikan senyuman kepada wanita yang menyapanya.
Randa sendiri setelah masuk ke selsius langsung duduk dan memesan minuman di meja bartender, Ia enggan duduk bahkan membuang waktu dengan teman teman Ron yang memang dari awal tidak suka dengannya, tapi ya tak mungkin juga ada orang waras yang mengundang nya duduk bersama setelah memukuli seseorang dengan brutalnya.
Makanya Randa agak terkejut di hampiri oleh kakak perempuan yang berumur 24 tahunan ini, kakak perempuan ini seperti nya merupaka kelahiran blasteran Belanda, hidung nya mancung, rambut nya blond, dan mata birunya tampak memikat.
"puhahah, aku tak menyangka bahwa aku akan di goda oleh bocah yang belum lulus SMA" ujar wanita tersebut sambil tertawa terbahak bahak.
" yah tak ada ruginya mencoba berteman dengan gadis cantik seperti kakak, perkenalkan kak aku Randa" ucap Randa yang mengeluarkan japat tangan .
"hahahah, astaga kau membuat perut ku, sakit, Randa ya ? aku terima permintaan pertemanan mu, aku Theresia" ujar Theresia sambil tersenyum membalas jabat tangan randa.
Tepat setelah itu minuman mereka datang.
Randa menyantap minuman keras tersebut santai dan tenang layaknya bukan pertama kalinya, dan secara tak langsung terbesit emosi melankolis Dimata Randa.
"walau kau terlihat muda namun seperti nya ini bukan pertama kalinya kamu minum, aku bahkan bisa melihat dengan jelas bahwa kau sudah sering menggunakan khamar untuk melupakan rasa pedih di masa lalu"
"aku tak menyangka kak there mempunyai intuisi yang begitu tajam, tapi sayang aku belum terlalu mabuk untuk membagi ceritaku" ujar Randa yang menggoncang pelan minumannya.
"sangat lucu melihat bocah seperti mu bersikap misterius, ngomong-ngomong kenapa kau tidak bersama teman teman mu?"
" ah mereka hanya mengundangku hanya untuk menombok uang open table, dan brengsek nya setelah aku membayar mereka menyuruh ku pulang, itulah alasan ku membuat salah satu dari mereka menginap di rumah sakit"
" oh my, kau tidak takut di laporkan polisi?"
"hahaha tenang saja walau terlihat sakit aku tak memberikan cidera parah, mereka pun tak akan bisa melapor polisi karena mereka berani menyewa klub malam padahal masih dibawah umur"
" aku tak menyangka kau ternyata seseorang yang kalkulatif"
"yah untuk survive di dunia yang kejam ini kita tak boleh bertindak tanpa berpikir bukan?"
"fufufu kau benar, berbicara dengan mu sungguh menyenangkan" ujar Theresia tersenyum menggoda, yang lalu merangkul lengan Randa dan tampak mendekat kan wajahnya menatap Randa seksama
" apakah artinya kau tidak jadi mengusir ku" ujar Randa membalas tatapan wanita tersebut tanpa memalingkan tatapannya ke Theresia.
"ternyata kau sudah tau tujuan ku menghampiri mu?"
" yah setampan- tampannya diriku mustahil aku di sapa oleh wanita secantik malaikat seperti kakak?, lagi pula identitas pemilik selsius yang merupakan seorang wanita berdarah Belanda bukanlah sebuah rahasia "
" fufufu, jujur kau bocah ingusan pertama yang membuat ku ~haus, bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat yang lebih privasi"
Theresia mengalungkan lengannya keleher Randa, tatapan nya bukan lagi melihat Randa sebagai seorang bocah tetapi sebagai seorang pria.
" Maaf kak Theresia, aku harus menolak tawaran mu, karena sebentar lagi pertunjukan di malam yang panjang ini akan dimulai" ujar Randa yang melepaskan rangkulan Theresia, dan memberikan tatapan yang serius.
__ADS_1
"apa yang kamu maksud Randa" Theresia bingung dengan perubahan perilaku Randa namun firasat nya mengatakan bahwa akan terjadi hal yang berbahaya.