Bella,Cinta Yang Hilang

Bella,Cinta Yang Hilang
Kesedihan Bella


__ADS_3

Bella


Malam itu


disebuah klub malam seorang lelaki dengan tampang gahar duduk dengan gelisah


sesekali jarinya mengetuk meja yang ada didepan nya ruang VIP ber Ac pun tak


menghilangkan rasa gerah nya, tak lama kemudian kedua temannya  masuk dengan membawa dua botol wine dan


beberapa gelas.


“Kau yakin dia akan datang?”Tanya teman nya yang menggunakan bandana. Sedangkan teman yang


satunya menuangkan wine yang dibawanya kedalam gelas lalu meminumnya.


“kudengar


dia ingin putus dengan mu, bukan kah itu tidak sesuai dengan rencana mu,


Fer?”ucap teman yang satu nya. Tiba tiba senyum licik terukir dibibir Fery.


“dia pasti datang, dan ku pastikan dia tidak bisa  meninggalkan ku.”ucapnya sambil mengeluarkan bungkusan pelastik kecil dari saku celananya yang berisi serbuk obat.


~//~


Ditempat lain, di sebuah apartemen, seorang gadis menatap pantulan dirinya dicermin


dengan wajah sedikit cemas, teman nya yang sedari  tadi menatap nya merasa mulai gerah.


“Kalau ragu sebaiknya tidak usah datang, kau sdh tau sendiri seperti apa Fery itu.”Ucap


sang teman sambil berjalan mendekati teman cantik nya.


“tapi aku harus menyelesaikan masalah ini malam ini juga sebelum aku


pergi keluar Negeri Mir.”ucap dengan yakin.


“Tapi Bella, kau harus hati hati.” Ucap Mira mengingatkan teman baiknya itu. Bella mengangguk dengan tersenyum, gadis berparas cantik dengan rambut panjang itu berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


“aku pergi dulu.” Pamitnya. Mira hanya mengangguk dengan wajah sedikit cemas.


~//~


Sementara itu, Bella sudah sampai di klub tempat ia dan Fery janji bertemu, setelah keluar dari taksi, ia langsung menelpon Fery.


“aku sdh sampai, kamu dimana?”Tanya nya


“masuk lah aku berada diruangan VIP no 06.”balas Fery dari seberang


telpon. Bella langsung mematikan sambungan telpon nya dan bergegas masuk


kedalam klub, ia langsung disambut dengan irama musik dari sang Dj yang


menggema diseluruh ruangan, belum lagi orang orang yang menari seperti lupa


diri. Sementara itu Bella sudah berdiri didepan pintu VIP dengan nomor  06 lalu bergegas masuk kedalam, melihat Bella masuk ke dua teman Fery bergegas keluar. Bella menatap Fery yang masih asik


dengan minuman nya.


“Aku tak punya banyak waktu, kita akhiri saja hubungan ini, kau sudah membuat ku kecewa Fer.”ucap Bella dengan kesal. Fery menatap Bella yang masih berdiri dengan tersenyum.


perpisahan mereka.


Bagaimana pun mereka sudah menjalin hubungan selama 2 tahun, putus


nyambung dalam hubungan mereka sudah biasa, tapi kali ini Bella tidak dapat


lagi mempertahankan hubungan ini, karena waktu itu ia tanpa sengaja mendengar


percakapan Fery dan kedua temannya kalau ia hanya mencintai hartanya bukan diri


nya, disitulah Bella merasa kecewa dan benar benar merasa ditipu selama 2


tahun.


Lamunan Bella buyar saat Fery menyodorkan segelas minuman soda


kearahnya.

__ADS_1


“Minumlah kau pasti haus.” Ucap Fery santai, lalu duduk disamping Bella.


Tanpa merasa curiga Bella meneguk minumannya. Melihat itu Fery tersenyum licik.


“hmm…kapan kau berangkat ke New York, kudengar kau akan sekolah Desainer


disana?” Tanya Fery basa basi sambil sesekali meneguk minumannya.


“Kalau tidak ada halangan aku berangkat minggu depan, bareng dengan ka


Jonatan, kau sendiri tau jadi Desainer adalah impian ku.”Ucapnya dengan


tersenyum kecil. Fery hanya mengangguk paham.


Tiba tiba Bella merasa sesuatu yang aneh pada tubuhnya, rasa panas yang


membuat tubuhnya merasa tidak nyaman, ia mulai gelisah dan menatap Fery yang


tersenyum licik kearahnya.


“Kau dasar bajingan Fer!” ucapnya dengan nada marah, lalu bergegas


beranjak dari duduknya bersiap untuk pergi, tapi belum belum sempat langkahnya


menuju pintu Fery dengan sigap menahan langkahnya dengan memegang pergelangan


tangannya.


“Mau kemana? Kau tidak bias kemana mana, kau akan jadi milik ku


selamanya mulai malam ini.”ucapnya dengan tertawa penuh kemenangan. Bella


menatapnya dengan jijik.


“Kau benar benar gila.”pekiknya dengan marah, dengan sisa tenaganya


Bella mendorong dan menendang Fery sampai terjungkal, lalu dengan cepat keluar


ruangan dengan langkah yang tertatih tatih karena pengaruh obat yang diberikan

__ADS_1


Fery.


__ADS_2