
Bella terus berjalan menelusuri ruang klub dengan tergesa gesa, ia ingin cepat cepat keluar dari
tempat terkutuk ini, dengan susah payah akhirnya ia keluar dari klub,
langkahnya makin cepat saat suara Fery meneriakinya dan mengejarnya, Bella
terrus berlari sambil menahan rasa tidak nyaman pada tubuhnya, Fery terus
mengejarnya, dengan keadaan panik Bella bersembunyi disamping mobil yang
terparkir didepan mini market keringat dingin terus mengucur dari tubuhnya ia
merasa benar benar akan mati saja dengan keadaan dirinya yang kacau seperti
ini.
“Sedang apa kau disini?”Suara berat laki laki membuyarkan lamunannya. Bella mendongkak kan
kepalanya dan mendapati lelaki tampan berdiri menjulang dihadapannya, lelaki tampan itu menggunakan jaket hitam dan celana jean biru. Lelaki itu menatapkeadaan Bella yang sangat berantakan.
“Bella dimana kau!”sebuah teriakan menarik perhatian lelaki tampan itu, ia melihat beberapa
orang yang sepertinya sibuk mencari sesuatu, lalu ia kembali mengalihkan pandangannya kearah Bella. Gadis cantik itu menutup kedua telinganya dengan ketakutan.
“Tolong.”ucapnya pelan dengan nada ketakutan. Lelaki tampan itu menautkan kedua alisnya dengan
__ADS_1
bingung, tapi detik berikutnya ia memahami situasi sekarang ini, lalu ia membuka pintu mobil dengan segera.
“Masuklah, aku akan membawamu jauh dari lelaki itu.” Ucapnyanya sambil memasuki mobil, tanpa piker
panjang Bella mengikutinya masuk kedalam mobil, kemudian mobil sport hitam itu pun melaju meninggalkan parkiran .
Sementara itu Fery mengerang prustasi karena tidak bisa menemukan Bella, ia terus mengumpat umpat
tidak jelas, dan kedua temannya hanya bisa menatapnya dengan ekpresi ngeri dan kasihan.
“Akh…Sial!”makinya tanpa henti, salah satu temannya menepuk nepuk punggungnya agar tetap kuat.
“Ayo, kita cari lagi, dengan keadaan yang seperti itu mustahil dia bisa pergi jauh.”Ucap salah satu temannya menyemangati. Lalu mereka berpencar untuk kembali mencari Bella.
Sementara itu didalam mobil Bella duduk dengan gelisah berusaha menahan rasa panas pada tubuhnya,
“sepertinya keadaan mu kurang baik, dimana alamat mu, biar ku antar.”ucapnya dengan penuh prihatin.
Bella hanya menggeleng dengan makin gelisah.
“Tolong ini benar benar tidak nyaman aku sudah tidak tahan, kumohon tolong aku.” Pinta Bella dengan
penuh harap sambil menarik lengan baju lelaki tampan itu. Lelaki itu tersentak kaget tak percaya.
“Apa kau sudah gila! Aku tidak ingin memanfaatkan keadaan mu sekarang.”Ucapnya dengan nada prustasi.
__ADS_1
Bella tau apa yang dikatakan lelaki itu benar, tapi keadaan ini sangat mendesak obat perangsang yang diberikan Fery begitu kuat membuatnya hanmpir tak terkendali.
“Ku tau ini salah, tapi ini benar benar menyakitkan, dan aku benar benar tidak dapat menahannya,
jadi tolong aku.”Pintanya lagi dengan penuh keyakinan. Lelaki itu menatap wajah Bella yang penuh dengan keputus asaan.
“Baik, kalau itu mau mu.” Lelaki itu melajukan mobilnya menuju sebuah hotel. Setelah cek in, mereka
memasuki kamar hotel yang sudah dipesan. Tanpa dikomando Bella langsung memeluk dan memagut
bibir lelaki tampan itu dengan penuh semangat. Sedikit terkejut dengan sikap
agresif Bella, tapi kemudian ia membalas setiap ciuman yang Bella berikan,
hingga ruangan berAc pun tak bisa menghentikan hawa panas didalam kamar hotel
itu.
Waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, mereka baru saja selesai melewati malam panas mereka,
Bella sudah tertidur lelap karena kecapean. Lelaki tampan itu tersenyum menatap
wajah Bella yang begitu imut saat tertidur, tapi saat ingin menarik selimut, lelaki itu terkejut karena ada bercak darah diseprei putih itu, kembali ia menatap Bella yang tertidur pulas dan menyelimutinya lalu memeluknya.
“Pasti ini pilihan berat untuk mu, jadi ingatlah nama ku Rayen Aditiya.”bisiknya ditelinga Bella,
__ADS_1
lalu Rayen pun ikut terlelap disamping Bella.