
Bella berdiri didepan sebuah rumah kayu sederhana, dengan beberapa tanamanan bunga dihalaman dan
rumput hijau menambah keindahan halaman rumah tersebut, belum lagi udara dikota
M benar benar sejuk dan nyaman berbeda sekali dari kota S yang memang benar
benar kota maju yang sudah penuh dengan bermacam ragam pabrik, kendaraan dan
alat transportasi lainnya, sedangkan disini orang orang lebih banyak mengunakan
sepeda dan sepeda motor, sementara untuk mobil dan truk hanya ada beberapa.
“ Bella ayo masuk, kenapa berdiri saja disana.” Ucapan nenek wilo menyadarkan lamunan Bella, Bella
bergegas menyeret tas nya masuk kedalam rumah dengan semangat.
“ Duduklah dulu, nenek akan mengambil minum dulu.” Ucap nenek Wilo sambil melangkah kedapur,
Bella hanya mengangguk sambil mengamati rumah yang membuatnya merasa nyaman lebih tenang tidak ada pelayan yang mondar mandir. Tak lama kmudian nenek Wilo membawa secangkir the hangat dan meletakannya diatas meja.
“ Minumlah, setelah itu kau bisa istirahat, nenek mau pergi kekebun sebentar.” Ucap nenek Wilo
sambil pergi kegudang untuk mengambil peralatan berkebun. Mendengar itu Bella dengan cepat menghabiskan tehnya.
“ Ikut…”ucapnya tiba tiba langsung berdiri dari duduknya. Nenek Wilo menghentikan langkahnya dan
menoleh kearah Bella lalu tersenyum.
“ Kau kan sedang hamil lebih baik istirahat, kasihan bayi mu.”ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
“ Tidak apa apa kok nek, bayi ku kuat ko, iya kan nak?” ucapnya sambil mengusap perutnya yang
membuat nenek Wilo tertawa karena tak bias menghentikan kekeras kepalaan Bella.
“ Baiklah, ayo!” ajaknya , dan Bella mengikuti sang nenek dengan semangat.
Sesampainya dikebun Bella benar benar takjub, karena berbagai nsayuran ditanam disana dan bermacam
macam buahan pun ditanam disana, nenek Wilo yang melihat kekaguman Bella pun
tersenyum.
“ Nenek bekerja disini memetik buah dan sayur, sayur dan buah berkwalitas akan dikirim kebeberapa kota.” Jelas sang nenek. Bella mengnganguk paham. Tiba tiba ada beberapa pekerja perempuan yang datang menyapa nenek Wilo
“ eh kak Wilo, siapa gadis cantik yang bersama mu?”Tanya perempuan paruh baya yang hampir seumuran
seumuran dengan nenek Wilo.
suaminya sedang berada diluar negri dan kembali dalam waktu yang lama.” Ucap sang nenek panjang lebar dan disambut anggukan paham para pekerja. Tiba tiba seorang anak kecil perempuan menarik tangan Bella, membuatnya terkejut sekaligus heran.
“ Orang bilang kalau lagi hamil pasti senang makan buah buahan, ayo kak Nina ajak kekebun buah.”
Ajak anak kecil itu penuh semangat.
“ Eh…apa tidak apa apa?” Tanya Bella sambil menoleh kearah nenek Wilo. Nenek Wilo hanya mengganguk
dengan tersenyum.
“ Kau boleh memakan buah apa pun selama kau menghabisinya asal jangan kau jual saja.” Gurau seorang
__ADS_1
pekerja yang disambut tawa pekerja lainnya. Bella pun tersenyum lalu pergi
dengan Nina menuju perkebunan buahan.
Sementara itu dikota S, seorang lelaki tampan keluar dari mobil dengan wajah gusar, ia memasuki rumah dengan gaya Eropa dengan keadaan yang sangat tidak baik para pelayan pun tak berani menyapanya, lelaki itu pun
langsung masuk kedalam ruang kerja sang ayah, disana ia menatap sang ayah
dengan santai mengerjakan pekerjaan kantornya seperti tak terjadi apa apa.
Merasa ada yang masuk keruangannya Abimayu menghentikan pekerjaannya dan menatap putranya menatapnya dengan tatapan marah, Abimayu tau apa yang membuat putra begitu marah.
“ Jonatan? Kalau kau menayakan orang yang bukan dari keluarga ini sebaiknya kau urungkan niat mu?” ucapnya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. Mendengar itu dari mulut sang ayah membuat Jonatan meradang ia melangkah mendekati meja kerja sang ayah.
“ Kemana ayah membuang Bella? Dia anak anak ayah, bisa bisanya ayah bersikap seolah Bella itu
orang lain.” Ucapnya dengan marah.
“ Itu pilihanya, dia lebih mempertahankan bayi itu dari pada nama baik keluarganya.”ucap sang ayah
dengan dinginya. Jonatan menatap ayah tak percaya sekaligus kecewa.
“ Aku akan menemukan Bella hidup atau mati, aku pasti akan menemukannya.”Ucapnya dengan yakin lalu
keluar ruang kerja ayahnya dengan sangat kesal, Jonatan pergi kekamar ibunya untuk
melihat keadaannya, karena ia sudah mendapat kabar kalo ibunya sakit sakitan setelah kepergian Bella. Jonatan duduk ditepi ranjang ibunya, ia menatap wajah ibunya yang masih tertidur tak bisa dibohongi kalo sang ibu baru saja menangis, dengan sedih Jonatan memegang tangan ibunya.
“ Aku janji akan membawa Bella pulang kerumah, aku akan mencarinya walau harus pergi keseluruh
__ADS_1
penjuru dunia ini, aku pasti akan menemukannya, walau aku tau ayah pasti tidak tinggal diam dan akan menutup semua akses pencarianku, tapi aku takan menyerah, aku janji pada mu bu.” Ucapnya dengan penuh rasa yakin, lalu keluar kamar ibunya dengan perasaan sedih, lalu ia menelpon seseorang dengan pembicaraan
yang serius.