Bella,Cinta Yang Hilang

Bella,Cinta Yang Hilang
Awal hidup yang baru


__ADS_3

Bella mengumpulkan beberapa kartu keredit yang pernah diberikan orang tuanya dan sebuah kunci


mobil tak lupa dua buah hendphon yang juga pemberian orang tua nya, ia


mengumpulkannya dalam sebuah kotak hitam lalu membawanya  keluar kamar dan menuju ruang kerja ayahnya,


pelayan yang melihat itu dengan cepat pergi melapor kepada Marlina, marlina


yang mendengar laporan sang pelayan dengan cepat keluar kamarnya untuk mencegah


Bella, tapi belum sempat mencegahnya Bella sudah masuk keruangan kerja Abimayu,


Marlina terduduk lemas lalu sang pelayan membantunya.


“Nyonyah baik baik saja.” Tanya sang pelayan kuwatir, Marlina hanya mengangguk lalu dengan pelan


berdiri dan dengan pelan melangkah keruangan sang suami. Sementara itu Bella


dengan perasaan gugup saat berhadapan dengan ayahnya, ia sudah mengambil


keputusan yang sangat besar entah suatu saat ia sesali atau tidak, tapi untuk


saat ini keputusann ya sudah bulat untuk mempertahankan bayi ini walau dia harus


kehilangan keluarga dan harta. Dengan pelan Bella melangkah kedepan meja kerja


ayahnya yang sepertinya memang tak ingin melihatnya, lalu ia meletakan kotak


hitam didepan ayahnya, ayahnya sedikit kecewa saat melihat kotak hitam itu, ia


menyayangkan keputusan Bella yang ia anggap masih anak anak itu.


“Jadi kau lebih mempertahankan anak itu dan membuang keluarga mu?”ucap abimayu dengan kecewa.


Bella hanya menunduk dengan sedih, tidak ada anak yang akan membuang orang


tuanya apa lagi orang tua yang sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang dan


bahkan diberi kemewahan, tapi seorang ibu yang memiliki hati nurani mana tega


membunuh darah dagingnya sendiri, karena ia mengganggap anaknyang ada didalam


rahimnya ini tidak berdosa, yang berdosa adalah dirinya, biarlah seandainya


Tuhan mau memberikannya karma maka ia akan menerimanya meski seumur hidup, tapi


ia memohon biarkan keluarganya dan bayinya bahagia, tak terasa air mata yang


susah payah ditahanya akhirnya tumpah juga, ibunya hanya terdiam didepan pintu


dengan air mata, ia tak tahu bahwa Bella berani mengambil keputusan yang begitu


besar, ada rasa bangga dalam dirinya karena ia mengganggap putrinya sudah


dewasa diumurnya yang begitu masih muda, tapi tak dapat dipungkiri kalo hati

__ADS_1


nya begitu sakit dan sedih karena ia tak akan melihat putrinya lagi setelah


ini.


“Ayah…”Ucapan Bella terhenti saat Abimayu mengngangkat tangannya agar Bella berhenti bicara.


“Aku bukan ayah mu lagi mulai saat ini.”ucap Abimayu sambil memutar kursi kerjanya kearah jendela,


untuk saat ini pemandangan diluar lebih enak dipandang dari pada anak yang


tidak tau balas budi. Mendengar ucapan sang ayah tubuh Bella perlahan terjatuh


kelantai dan makin terisak, sang ibu langsung memeluk tubuh putrinya yang


terisak.


“cepat minta maaf pada ayah mu nak.” Pinta sang ibu diantara isak tangisnya, Bella menggeleng dan


menyeka air matanya lalu dengan pelan ia berdiri tak lupa membawa ibunya untuk


berdiri.


“Terimakasih untuk semua kebaikan yang telah kalian lakukan untuk ku selama ini, maaf tidak bisa


membalas semua apa yang telah kalian berikan, tapi aku berharap tuhan selalu


menjaga kalian, aku pamit.”Ucapnya dengan yakin akan keputusannya, Ia memeluk


ibunya dengan sedih tapi tak ada lagi air mata.


kak Jo bertengkar dengan ayah .” ucapnya pelan sambil menyeka air mata ibunya.


Bella pun dengan cepat keluar ruangan kerja ayahnya, ia tak ingin berlama lama


melihat kesedihan ibunya dan wajah angkuh ayahnya, sesampainya dikamar Bella


memasukan beberapa pakaian yang penting saja dalam satu tas dan tak lupa


beberapa uang tunai yang memang sengaja ia tabung dalam sebuah celengan entah


mengapa ia menyukai tabungan celengan saat masih kecil karena dulu sering


melihat teman teman nya menabung untuk membeli apa yang mereka inginkan,n dan


sekarang ia mengerti kapan tabungan ayamnya harus dipecahkan, setelah


memecahkan tabungan ayamnya yang ternyata uangnya lumayan banyak, Bella


tersenyum kecil dan dengan cepat menyusun beberapa uangnya dan sisanya ia


masukan kedalam tas kecil tanpa menyusunnya, bagaimana pun ia tak ingin anaknya


kekurangan makanan dan harus sehat.


Bella keluar kamar dengan mengunakan celana jean panjang, jaket hitam, topi hitam dan masker

__ADS_1


hitam, bagaimana pun ia harus cepat keluar dari rumah yang sudah tak


menganggapnya bagian dari rumah itu sendiri, para pelayan berjejer dengan wajah


sedih mengantar kepergiannya, Bella hanya mengangguk kearah mereka sebagai


tanda perpisahan, tapi baru saja kakinya keluar dari pintu rumah kepala pelayan


mengejar nya sambil memangil nama nya.


“Non Bella, tunggu?!”ucap sang pelayan dengan tergesa gesa.


“Ada apa bi?”Tanya Bella heran. Si kepala pelayan menyodorkan sekotak bekal makan kearah Bella.


Bella menerimanya dengan sedikit bingung. Kepala pelayan nang menyadari


kebingungan Bella langsung member penjelasan.


“itu beberapa buah buahan biar non Bella tidak merasa mual, nanti saja memakannya saat non merasa


lapar atau mual.” Ucap sang kepala pelayan, Bella mengangguk paham.


“ tolong jaga ibu dan ayah ya bi, dan jangan kasih tau kak Jo.”pintanya. sang kepala pelayan hanya


mengangguk sedih.


Sementara itu, Rayen dan Hary keluar dari ruangan sehabis meeting dengan beberapa klien, entah


kenapa Rayen merasa gerah dan melonggarkan sedikit dasinya, Hary menatapnya


heran.


“kau knapa sih Rey, meetingnya berjalan lancar, tapi yang ku lihat kau malah gelisah, seperti ada


sesuatu yang menggangu pikiran mu.”Tanya Hary. Rayen hanya ia terus berjalan


menuju ruang kerjanya, Hary yang penasaran terus mengikutinya sampai keruang


kerja, Rayen langsung menghempaskan tubuhnya disofa dan melepas jas kerjanya


yang membuatnya terasa sesak. Hary mengambil minuman mineral dingin dari dalam


lemari pendingin dan memberikan nya pada Rayen.


“Ada masalah apa?”Tanya Hary penasaran karena sahabatnya hari ini tidak begitu  banyak bicara.


“Entah lah Har, ada bagian dari hati ku yang merasa aneh, yang membuatku gelisah, jujur saja sudah


dua malam ini aku bermimpi tentang gadis itu, didalam mimpiku aku melihatnya


meringkuk dalam gelap dan menangis, entah mengapa didalam mimpiku aku pun ikut


menangis, hatiku ikut sakit tapi aku tak bisa menggapainya.” Ucap Rayen


menerawang mengingat kembali mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2