
Surya duduk dibalkon vila nya sambil menikmati udara malam, ingatannya kembali saat ia dan Bella
dikebun apel.
“ Kalo tuan ingin sekali merasakan bagaimana rasanya punya cucu, tuan bisa memegang perut Bella,
anggap saja ini cucu tuan.” Ucap Bella dengan penuh kesungguhan.
“ Apa boleh?” Tanya surya dengan begitu senang, Bella mengangguk yakin, Surya dengan pelan
menyentuh perut besar Bella dan sang bayi pun laqngsung merespon dengan
bergerak gerak, Surya begitu senang begitupun Bella.
“ Sepertinya bayi ini menyukai tuan, lihatlah ia begitu aktif bergerak gerak sepertinya begitu
senang.”ucap Bella dengan begitu senang.
Surya tersadar dari lamunannya, ia hanya tak habis pikir kenapa rasanya ia begitu terikat dengan
bayi Bella, padahal Bella perempuan yang tak terikat darah dengannya, tapi
saat merasakan gerakan bayi itu saat ia menyentuhnya, ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan, tiba tiba ponselnya berdering membuatnya terkejut, saat ia menatap nama pemangil yang tertera ‘anak durhaka’
wajahnya langsung muram.
“ Ada apa kau menelponku, bila tak memberikan kabar bahagia lebih baik kau tutup saja.” Ucap
Surya dengan nada yang begitu malas bila sudah menghadapi putra sulungnya,
terdengar helaan nafas bosan dari seberang telpon.
“ Cepat pulang, Nindi sakit, sedangkan Dinda sedang pergi mengikuti acara perkemahan kampus, karena
lusa aku akan pergi keluar kota untuk menyelesaikan urusan pekerjaan.” Suara
yang terdengar begitu lelah yang didengar Surya menandakan kalo anaknya benar benar dalam metode kelelahan, Surya tak habis pikir apa yang membuat anaknya yang sudah berumur 30 tahun masih
__ADS_1
betah melajang.
“ Baik, ayah pulang besok, tapi ingat sebelum ayah pulang kau harus menjaga adik mu dengan benar.”
Ancam sang ayah yang hanya mendapat bunyi ‘tut’ yang berarti pangilan sudah berakhir.
Setelah mengakhiri panggilan pembicaraan dengan sang ayah Rayen merebahkan tubuhnya disofa karena
begitu lelah, saat ini ia berada dirumah utama, karena harus mengurus adiknya
yang sakit, untung sang adik sudah tidur dengan pulas sehabis meminum obat,
Rayen memejamkan mata nya yang begitu lelah , tapi pikirannya berkelana entah
kemana, entah kenapa pencariannya tentang gadis yang memiliki gelang kaki berakhir buntu, seolah semua
akses tentang si gadis sengaja ditutup.
Sementara itu Jonatan menggeram kesal setelah mengakhiri pembicaraan dengan seseorang diponselnya.
kamu berada kakak harap kamu tetap bertahan sampai kakak menemukanmu.” Gumannya
dengan begitu sedih.
5 tahun kemudian, Bella berlari mengejar anak kecil diperkebunan, anak kecil itu berlalri dengan
lincahnya sesekali tubuh mungilnya menabrak beberapa pekerja yang sedang
memetik buah, tapi mereka tidak mempermasalahkan nya, bagi mereka kehebohan
bela dan sang anak merupakan hiburan.
“ Kakak apa kau melihat Bayu.” Tanya Bella pada pekerja perempuan yang lebih tua darinya. Sang
kakak yang ditanyainya tersenyum.
“ kau ini selalu saja membuat Bayu berlari, lama lama dia bisa jadi seorang atlit pelari loh.” Ucap
__ADS_1
sang kakak sambil tertawa dan melanjutkan pekerjaannya. Bella menghela nafas
kesal karena percuma saja rebut dengan Bayu masalah makan, para pekerja disini
akan tetap membelanya.
“ Baik lah, aku akan kembali kerja saja, kalo penghasilan ku sedikit Bayu akan lama bisa masuk TK,
kakak aku pergi dulu ya.” Ucapnya yang disambut anggukan dari sang kakak,
setelah Bella menjauh, sang pekerja yang disapa Bella dengan sebutan kakak, melirik kedalam keranjang buah.
“ Kau tidak dengar kata ibumu, dia harus bekerja keras biar kau bisa masuk TK tahun depan, jadi
kau jangan nakal.” Ucap sang pekerja kepada Bayu yang sebenarnya bersembunyi
didalam keranjang buah jeruk. Bayu keluar dengan wajah menyesal, sang pekerja
pun mencubit pipi Bayu dengan gemas.
“ Lebih baik pergi keibumu dan minta maaf padanya.” Bujuknya. Bayu mengangguk dan tersenyum.
“ Aku akan mencari ibu, dan minta maaf padanya, aku pergi dulu bibi.” Ucap Bayu dengan riang dan
melambai, sang pekerja pun balas melambai dengan tersenyum.
Hari ini suasana hati Jonatan sedang baik, ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
“ Batal kan semua jadwal meeting hari, aku ada urusan mendadak hari ini, dan mungkin untuk
beberapa hari kedepannya.” Ucapnya pada sekretarisnya. “ bella tunggu kakak.”
Gumannya penuh yakin, karena dalam lima tahun ini ia menyebar beberapa orang
keseluruh kota bahkan desa untuk mencari sang adik, dan teryata ada yang
melihat Bella berada dikota M, kota kecil yang hamper tak terpikir olehnya.
__ADS_1