Bella,Cinta Yang Hilang

Bella,Cinta Yang Hilang
Harapan


__ADS_3

Surya duduk dibalkon vila nya sambil menikmati udara malam, ingatannya kembali saat ia dan Bella


dikebun apel.


“ Kalo tuan ingin sekali merasakan bagaimana rasanya punya cucu, tuan bisa memegang perut Bella,


anggap saja ini cucu tuan.” Ucap Bella dengan penuh kesungguhan.


“ Apa boleh?” Tanya surya dengan begitu senang, Bella mengangguk yakin, Surya dengan pelan


menyentuh perut besar Bella dan sang bayi pun laqngsung merespon dengan


bergerak gerak, Surya begitu senang begitupun Bella.


“ Sepertinya bayi ini menyukai tuan, lihatlah ia begitu aktif bergerak gerak sepertinya begitu


senang.”ucap Bella dengan begitu senang.


Surya tersadar dari lamunannya, ia hanya tak habis pikir kenapa rasanya ia begitu terikat dengan


bayi Bella, padahal Bella perempuan yang tak terikat darah dengannya, tapi


saat  merasakan gerakan bayi itu saat ia menyentuhnya, ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan, tiba tiba ponselnya berdering membuatnya terkejut, saat ia menatap nama pemangil yang tertera ‘anak durhaka’


wajahnya langsung muram.


“ Ada apa kau menelponku, bila tak memberikan kabar bahagia lebih baik kau tutup saja.” Ucap


Surya dengan nada yang begitu malas bila sudah menghadapi putra sulungnya,


terdengar helaan nafas bosan dari seberang telpon.


“ Cepat pulang, Nindi sakit, sedangkan Dinda sedang pergi mengikuti acara perkemahan kampus, karena


lusa aku akan pergi keluar kota untuk menyelesaikan urusan pekerjaan.” Suara


yang terdengar begitu lelah yang didengar  Surya menandakan kalo anaknya benar benar dalam metode kelelahan, Surya tak habis pikir apa yang membuat anaknya yang sudah berumur 30 tahun masih

__ADS_1


betah melajang.


“ Baik, ayah pulang besok, tapi ingat sebelum ayah pulang kau harus menjaga adik mu dengan benar.”


Ancam sang ayah yang hanya mendapat  bunyi ‘tut’ yang berarti pangilan sudah berakhir.


Setelah mengakhiri panggilan pembicaraan dengan sang ayah Rayen merebahkan tubuhnya disofa karena


begitu lelah, saat ini ia berada dirumah utama, karena harus mengurus adiknya


yang sakit, untung sang adik sudah tidur dengan pulas sehabis meminum obat,


Rayen memejamkan mata nya yang begitu lelah , tapi pikirannya berkelana entah


kemana, entah kenapa pencariannya  tentang gadis yang memiliki gelang kaki berakhir buntu, seolah semua


akses tentang si gadis sengaja ditutup.


Sementara itu Jonatan menggeram kesal setelah mengakhiri pembicaraan dengan seseorang diponselnya.


kamu berada kakak harap kamu tetap bertahan sampai kakak menemukanmu.” Gumannya


dengan begitu sedih.


5 tahun kemudian, Bella berlari mengejar anak kecil diperkebunan, anak kecil itu berlalri dengan


lincahnya sesekali tubuh mungilnya menabrak beberapa pekerja yang sedang


memetik buah, tapi mereka tidak mempermasalahkan nya, bagi mereka kehebohan


bela dan sang anak merupakan hiburan.


“ Kakak apa kau melihat Bayu.” Tanya Bella pada pekerja perempuan yang lebih tua darinya. Sang


kakak yang ditanyainya tersenyum.


“ kau ini selalu saja membuat Bayu berlari, lama lama dia bisa jadi seorang atlit pelari loh.” Ucap

__ADS_1


sang kakak sambil tertawa dan melanjutkan pekerjaannya. Bella menghela nafas


kesal karena percuma saja rebut dengan Bayu masalah makan, para pekerja disini


akan tetap membelanya.


“ Baik lah, aku akan kembali kerja saja, kalo penghasilan ku sedikit Bayu akan lama bisa masuk TK,


kakak aku pergi dulu ya.” Ucapnya yang disambut anggukan dari sang kakak,


setelah Bella menjauh, sang pekerja yang disapa Bella dengan sebutan  kakak, melirik kedalam keranjang buah.


“ Kau tidak dengar kata ibumu, dia harus bekerja keras biar kau bisa masuk TK tahun depan, jadi


kau jangan nakal.” Ucap sang pekerja kepada Bayu yang sebenarnya bersembunyi


didalam keranjang buah jeruk. Bayu keluar dengan wajah menyesal, sang pekerja


pun mencubit pipi Bayu dengan gemas.


“ Lebih baik pergi keibumu dan minta maaf padanya.” Bujuknya. Bayu mengangguk dan tersenyum.


“ Aku akan mencari ibu, dan minta maaf padanya, aku pergi dulu bibi.” Ucap Bayu dengan riang dan


melambai, sang pekerja pun balas melambai dengan tersenyum.


Hari ini suasana hati  Jonatan sedang baik, ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


“ Batal kan semua jadwal meeting hari, aku ada urusan mendadak hari ini, dan mungkin untuk


beberapa hari kedepannya.” Ucapnya pada sekretarisnya. “ bella tunggu kakak.”


Gumannya penuh yakin, karena dalam lima tahun ini ia menyebar beberapa orang


keseluruh kota bahkan desa untuk mencari sang adik, dan teryata ada yang


melihat Bella berada dikota M, kota kecil yang hamper tak terpikir olehnya.

__ADS_1


__ADS_2