
Keesokan harinya, Bella membuka mata dengan sedikit menyeritkan alisnya karena kepalanya mendadak
sedikit pusing kemudian pandangannya beralih keseluruh ruangan hotel,
pandangannya tak dapat dibohongi kalo hotel yang mereka sewa hotel berbintang,
lalu pandangannya beralih kesosok lelaki tampan yang masih tidur lelap
disampingnya, jujur ini pengalaman pertamanya tidur dengan lelaki tapi entah
mengapa tak ada sedikitpun penyesalan dalam dirinya, tapi tiba tiba tatapannya
terhenti saat melihat dijari manis lelaki itu tersemat cincin emas, Bella
menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan tak percaya, ia tidur dengan
lelaki yang sudah terikat dengan orang lain,itulah yang dipirkan Bella saat
ini. Dengan pelan ia turun dari tempat tidur dan memungut bajunya yang
berserakan dilantai, dengan cepat ia mengenakan pakaiannya, lalu bergegas
keluar kamar hotel, tapi sebelum benar benar keluar ia kembali menatap lelaki
tampan yang masih tertidur pulas.
“Maaf, kuharap kita tidak bertemu lagi.”Ucapnya dengan sedih dan penuh penyesalan. Bella keluar
hotel dan langsung memanggil taksi menuju kediamannya. Sesampainya dirumah
Bella hanya disambut pelayan, ini sudah biasa baginya, orang tuanya selalu
sibuk melakukan perjalanan bisnis entah itu diluar kota atau luar negri, bahkan
kakak laki lakinya pun sibuk berbisnis mengikuti jejak kedua orang tuanya.
Sebulan setelah kejadian itu, Bella melalui hari harinya seperti biasa dan hari ini ayah dan
__ADS_1
ibunya pulang dari perjalanan bisnis, ia menunggu mereka dengan wajah
sumbringah sedangkan para pelayan sibuk memasak untuk menyambut sang tuan rumah.
Sebuah mobil Van hitam masuk pekarangan rumah yang bergaya eropa itu, dari
dalam mobil keluarlah lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah dan seorang
perempuan yang masih terlihat cantik walau sudah tak muda lagi, melihat itu
Bella berlari menghampiri kedua orang tua itu dan memeluknya.
“Ayah, ibu…aku merindukan kalian.”rengeknya dengan manja. Ayah dan ibunya pun tertawa lepas
dan balas memeluk putri satu satunya.
“Apa kakak mu, tidak
pulang?” Tanya sang ayah, Abimayu. Bella menggeleng lesu.
“Kak Jonatan bilang baru pulang dua minggu lagi, keberangkatan ku ke New York pun tertunda.”Ucapnya
“Ayo kita bicaranya didalam saja, ibu sudah capek pengen makan lalu istirahat.”ucap sang ibu
,Marlina.
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah dengan begitu bahagia Bella terus bergelayut manja dengan
sang ayah, Bella memang begitu dekat dengan sang ayah dan sang ayah pun selalu memanjakan Bella.
“Kalian mandi aja dulu, Bella akan menunggu dimeja makan.’Ucapnya dengan begitu riang. Marlina
dan Abimayu mengangguk tersenyum. Bella melangkah riang menuju kearah dapur
dengan niat membantu pelayan menyiapkan makan siang tapi langkah nya terhenti
karena mencium bau yang kurang enak diindra penciumannya, ia bergegas kearah
__ADS_1
dapur sambil menutup hidungnya lalu menghampiri beberapa pelayan yang sedang menyiapkan makanan diatas meja.
“Kalian masak apa kenapa ada bau aneh begini?”tanyanya sambil memperhatikan menu yang ada diatas
meja. Para pelayan pun ikut bingung dan ikut mencari cari arah sumber bau.
“Tidak ada yang salah non, menu menu disini semua kesukaan nyonyah dan tuan.”jelas sang pelayan.
Bella memperhatikan semua menu, benar saja tidak ada yang salah tapi kenapa ada
bau yang membuat nya merasa mual.
“Nah…kalau ini baru menu favorit non Bella stik daging dengan saus istimewa.”ucap salah seorang
pelayan yang baru saja datang dari arah dapur dengan membawa piring yang berisi
stik daging. Entah mengapa saat melihat stik daging itu mual yang dideritanya
bertambah.
“Hueek….”Bella dengan cepat menutup mulutnya dan bergegas lari kearah kamar mandi. Para pelayan
menatapnya heran sampai ayah dan ibunya pun ikut heran melihat Bella yang berlari kearah kamar mandi.
“Bella kenapa?’tanya Marlina heran lalu dengan pelan duduk dimeja makan.
“Entah lah nyah, kata non Bella ada bau tidak enak diruangan ini yang membuat nya mual.” Balas
pelayannya. Abimayu hanya tersenyum dan menganggap apa yang dilakukan Bella
berlebihan.
“Mungkin dia sedang masuk angin, coba bibi periksa keadaan Bella sapa tau dia butuh sesuatu, ayo ma kita makan nanti makanan nya keburu dingin, engga enak loh.” Ucap Abimayu santai. Pelayan yang disuruh Abimayu pun bergegas kearah kamar mandi dimana Bella berada. tiba tiba dari arah kamar mandi terdengar teriakan sang pelayan.
“TUAN, NYONYAH…NON BELLA PINGSAN.”teriakan sang pelayan menghentikan makan Abimayu dan Marlina,
mereka bergegas menuju kearah kamar mandi, dan benar saja disana Bella terbaring dengan kepala diatas pangkuan sang pelayan, Marlina dengan panik menghampiri sang anak.
__ADS_1
“Bella bangun nak,kamu kenapa?’ucap Marlina dengan panik . Abimayu dengan cepat menelpon dokter
peribadi mereka.