Bella,Cinta Yang Hilang

Bella,Cinta Yang Hilang
Pencarian


__ADS_3

Sementara itu Bella


duduk dihalte bis ssambil memangku kotak makanan yang diberikan pelayannya, ia


masih belum membuka apa isi sebenarnya kotak makanan ini, entahlah ia lagi


tidak tertarik, karena yang ada dipikirannya saat ini adalah kemana ia harus


pergi sebab ayahnya melarangnya berada dikota ini kalau ia masih berkeliaran


maka ayahnya dengan paksa menggugurkan kadunganya, karena ayahnya memiliki


pengaruh besar dikota S ini.


“Kita harus kemana nak? Ibu sendiri tidak tau kita harus kemana?” Ucapnya sambil mengusap perutnya


yang masih kecil. Tiba tiba ada seorang nenek yang duduk disampingnya sepertinya sang nenek menunggu bis, Bella menatap sang nenek, nenek pun balas menatapnya dan mereka sama sama tersenyum.


“menunggu bis juga?” Tanya nenek dengan ramah. Bella menggauk dengan tersenyum.


“Tapi Bella binggung mau pergi kemana, kalo nenek pergi kemana?” tanyanya. Sang nenek menatap barang


barang bawaan Bella.


“Aku mau kekota M.”jawabnya dengan tersenyum.


“Kota M, apakah itu jauh dari kota S ?”Tanya nya antusias. Sang nenek tampak berpikir.


“Hmm…cukup jauh, karena habis kita ikut bis sampai pelabuhan, kita akan menaiki kapal barang


untuk bisa sampai kekota M, yah walau pun kota M tak sebesar kota kota disekitarnya,


tapi kota M kota yang pas untuk kita yang senang akan ketenangan.” Ucap sang


nenek panjang lebar. Mendengar  cerita sang nenek ada sebuah harapan besar dalam tatapan Bella tentang kota M.


“Bolehkah aku ikut nenek kekota M?”Tanya nya penuh harap. Sang nenek mengangguk tersenyum. Bella


begitu senang dan langsung memegang tangan sang nenek dan menciumnya.


“Makasih nek.”ucapnya dengan senang lalu mengusap perutnya dengan bahagia. “Akhirnya nak ibu akan


membesarkanmu dengan tenang.”gumannya yang masih bisa didengar sang nenek.

__ADS_1


“Kau hamil cu?”Tanya sang nenek. Bella mengangguk.


“Oleh karena itu aku diusir dari rumah dan tidak dianggap anak oleh orang tuaku, sebab aku lebih


mempertahankan bayi ini dari pada menggugurkannya.” Ucap Bella dengan jujur, karena dia berharap dengan berkata jujur tuhan akan sedikit memperbaiki jalan hidupnya. Sang nenek yang mendengar cerita Bella merasa terharu, bagaimana anak yang masih begitu muda berpikiran begitu dewasa, sang nenek memegang tangan


Bella seolah olah member Bella kekuatan.


“Kalau kau mau kau bisa ikut nenek, itu pun kalau kau mau.”tawar sang nenek. Lagi lagi Bella


menatap sang nenek tak percaya.


“Benarkah boleh nek?”Tanya nya penuh semangat. Sang nenek terkekeh menatap ekpresi Bella yang


begitu mudah dibuat senang padahal hanya dengan hal sepele.


“Tapi mungkin tempat nenek tidak senyaman tempat mu dulu tinggal.”jelas sang nenek. Bella dengan


cepat menggeleng.” Tidak apa apa nek, yang penting Bella punya tempat tujuan.”


Ucap nya dengan tersenyum tulus. Tak lama kemudian bis yang mereka tunggu pun tiba, mereka melanjukan pembicaraan didalam bis.


Sementara itu Marlina terus menerus menangis dikamarnya ia terus memikirkan Bagaimana nasib Bella


cucunya, saat menginggat cucu, Marlina tersenyum getir bahkan dia sendiri hamper tidak percaya kalo dia akan memiliki seorang cucu yang mungkin tak akan pernah dia temui sepanjang hidupnya, mengingat itu air matanya tak terbendung lagi.


Malam harinya Rayen dan teman temannya pergi kesebuah klub malam, kebetulan pemilik klub adalah


temannya sendiri, Rayen memang lagi membutuhkan hiburan dan beberapa teguk alkohol untuk meredakan kegelisahannya.


“ jadi haya gara gara gadis cinta satu malam saja sudah membuatnya seperti ini.” Ucap Brian pemelik


klub. Hary hanya mengngaguk meingiyakan sambil menekuk minumannya. Salah satu teman nya Adam melirik Rayen dengan tatapan menggoda.


“ hemmm… jadi tuan Rayen yang perjaka sekarang menjadi lelaki sejati.”ucapnya sambil memeluk Rayen


dengan gemes. Rayen mendorong tubuh Adam dengan kesal.


“ Jangan melakukan hal yang menjijikan seperti itu, atau aku akan memukul wajah tampanmu sampai


tak berbentuk.” Kesalnya. Yang disambut nada tertawa dari Adam.


“ Kau sudah mencarinya?” Tanya Brian. Rayen mengnganguk sambil meminum minumannya.

__ADS_1


“ Aku sudah membantu Rayen mencari gadis itu, tapi kami tidak menemukan satu petunjuk pun, dan


sepertinya gadis itu terselubung dalam kabut tipis, hingga identitasnya susah


ditemukan.” Ucap Hary menjelaskan panjang lebar.


“ Apa ada petujuk lain?” Tanya Brian begitu penasaran. Rayen terdiam sejenak lalu dengan cepat


merogoh saku celananya dan mengeluarkan gelang kaki berwarna hitam dengan inisial BM.


“ Hei…kau tidak memberitahu ku itu.” Perotes Hary saat melihat gelang kaki itu. Brian mengambil


gelang kaki itu dari Rayen dan menelitinya dengan seksama, gelang kaki yang


terbuat dari batu permata hitam yang tak sembarangan orang memilikinya.


“ Apa ini milik gadis itu, kamu yakin?” Tanya Adam memastikan. Rayen mengangguk yakin. Brian kembali


meneliti gelang kaki yang dibuat dengan ukiran ukiran yang begitu rumit. Adam


menatap wajah Brian yang begitu serius.


“ Apa kau mengetahui sesuatu?”Tanya Adam penasaran. Brian melempar kembali gelang kaki milik Bella


ke Rayen dan dengan sigap Rayen menangkapnya.


“ aku tidak terlalu yakin, tapi yang ku tau gelang kaki ini dibuat oleh desainer ternama Eropa dan


hanya ada tiga didunia, dan yang memilikinya pun hanya orang orang dengan kelas


tinggi dan berpengaruh.” Jelas Brian panjang lebar. Rayen makin tertarik dengan


topik yang mereka bahas saat ini.


“ Kira kira apa kau mengetahui tiga orang yang berpengaruh itu?”Tanya Rayen penasaran.


“ Ck…kau cari saja sendiri, tanya saja ayah mu, dia pasti tau.” Ucap brian sambil mengisi gelasnya


sengan wine lalu meneguknya. Rayen menyandarkan kembali punggungnya disofa daqn


menghela napas.


“ Ayah ku sudah tidak tertarik lagi dengan dunia yang seperti itu setelah ibu meninggal, pasti si tua

__ADS_1


itu akan banyak alas an untuk menghindarinya.”ucap Raayen sambil menatap gelang kaki yang ada ditangannya.


__ADS_2