Belum Diketahui

Belum Diketahui
Ch 1. Pria Topeng Kucing


__ADS_3

Di suatu tempat dengan udara dingin, tampak seorang anak yang tergeletak di ruangan kosong seperti gudang. Anak itu perlahan mencoba bangun, namun ia kaget ketika melihat tubuhnya dipenuhi dengan asap putih.


'Apa ini asap di tubuhku?' batin anak itu, sembari terheran dengan tubuhnya.


Anak itu lalu memikirkan apa yang terjadi sebelum dirinya mengalami keanehan, dimana tubuhnya dipenuhi oleh asap putih.


"... Si-siapa namaku, dan dimana aku?" anak itu melupakan namanya serta dimana ia tinggal.


Selang dua puluh detik berlalu, ada kehadiran seorang dari balik tirai ruangan itu. Ia mengenakan topeng kucing hitam. Lalu berbicara dengan anak umur tujuh tahun-an itu.


"Kau sudah bangun eh ... anak dengan kemampuan baru?" kata pria dengan topeng kucing hitam.


Pria topeng kucing hitam lalu melompat, dan mendekati anak itu.


"... Lihatlah ini, kau memiliki kemampuan asap putih yang sangat menarik. Ikutlah denganku, dan akan kubawa kau ke tempat yang bagus." lanjut pria topeng kucing hitam sembari menarik lengan anak umur tujuh tahun-an itu.


Anak itu menutup wajahnya dengan telapak tangan nya yang dingin, dan ia masih penasaran siapa namanya, serta dimana ia tinggal. Perlahan asap putih yang ada di tubuhnya semakin melebar luas di ruangan itu.


Pria topeng kucing hitam itu lantas tertawa senang.


"Hahaha ... sungguh menarik, sangat menarik. Kekuatanmu ini? dan kau dapat mengendalikan secepat ini?"


Anak itu lalu bertanya dengan pria topeng kucing hitam.


"... Siapa kamu?"


"Jangan takut anak manis, aku adalah orang baik."


Anak itu lalu tidak percaya, tiba saja asap putih semakin melebar hingga menutupi seluruh ruangan.


Karena asap putih itu menutupi ruangan, pria topeng kucing hitam dibuat batuk olehnya.


"Uhukk ... uhukk ... sialan kau anak nakal!"


'Padahal aku sudah mengenakan topeng ini, tapi tetap saja, kemampuannya dapat menembus topengku' batin pria topeng kucing hitam.


"Main-mainya sudah selesai anak kecil! akan aku tunjukan, apa yang namanya kekuatan."


Pria topeng kucing hitam mengembangkan tubuhnya, ia melepaskan racun berbahaya.


"Haha terima ini ... 'Bakufuu doku!' (Ledakan racun)...."


Seketika racun dari tubuh pria topeng kucing hitam meledak, dan "mengitari" seluruh ruangan.


"Sisisi mampus kau anak kecil." pria topeng kucing hitam tertawa kecil, sembari memerhatikan sekitarnya.


Namun dari balik bayangan tirai, terdapat bayang-bayang manusia yang daritadi mengintai pria topeng kucing hitam, dan juga anak kecil itu.


"Terlalu kejam eh ...."


Pria topeng kucing hitam yang mendengar suara orang lain, lalu menoleh ke arah sumber itu berasal.


Nampak seorang laki yang mengenakan topeng sama, duduk di jendela ruangan.


"Lama tidak bertemu, Zero!" ucap pria yang duduk di jendela sembari memegangi topengnya.


Pria topeng kucing hitam yang memiliki nama Zero itu, lalu membalas kata dari pria topeng yang sama dengan yang ia gunakan.


"Ah, apa kau itu Masayoshi? sebentar, harusnya kau sudah lenyap dari dulu?" ucap pria topeng kucing hitam dengan wajah yang masih tak percaya.


"... Lenyap? kau terlalu meremehkanku Zero."


Pria topeng kucing putih melompat ke arah Zero. Cahaya yang memasuki ruangan itu perlahan memperlihatkan warna dari topeng Masayoshi.


"Ah topeng kucing putih? jadi selama ini kau ya ... orang yang mengacau kan rencanaku!"


"Dengarkan aku Zero ... aku akan membawa anak itu pergi, jadi lebih baik kau mundur saja,"


Zero lantas tertawa jahat, dengan omongan Masayoshi yang kelihatanya hanya sekedar omongan belaka.


"Gyahahaha! apa-apaan kau ini, aku akan membawa kau ke neraka!" Teriak Zero sembari mengumpulkan kekuatan dari tangannya.


"Matilah ... 'Genshi bakuhatsu' (Ledakan atom)"


Terdengar suara energi dari tangan Zero. Ia lalu melepaskan serangan itu ke badan Masayoshi.


'Tringg ... duarr!!'

__ADS_1


Ledakan itu mengenai tubuh Masayoshi, dan meruntuhkan ruangan itu. Masayoshi mundur sejenak, ia melepaskan perlindungan cahaya. Untuk menahan serangan lanjutan dari 'Genshi bakuhatsu' milik Zero.


"Hah ... hah ... tampaknya kau jadi sebuah ancaman berbahaya, benar bukan Zero!"


Zero semakin tertawa, ia mengira kalau Masayoshi sudah sekarat.


"Gyahahaha ... sekali lagi, tubuhmu akan hancur karena lanjutan atom ...."


Reruntuhan yang mengenai Masayoshi jatuh dengan cepat, Zero semakin murka melihat tubuh Masayoshi yang hanya terluka kecil.


"Kekuatan itu, perlindungan cahaya?!" mimik Zero seketika berubah, ia seakan tidak percaya.


"Benar ... lalu, aku akan membalas mu Zero. Terimalah kekuatan dari hukuman cahaya 'Kinbaku hikari' (Cahaya mengikat)"


Badan Zero perlahan "terikat" oleh serangan cahaya mengikat dari Masayoshi.


"Grrr ... sialan kau Masayoshi!" Teriak Zero menahan sakitnya, kekuatan cahaya mengikat milik Masayoshi.


Zero menggeronta, dan ia mengeluarkan sedikit kekuatan untuk melepaskan serangan Masayoshi.


"Hehe ... aku lupa Zero, kekuatan mengikatku juga dapat berlaku seperti ini. 'Kouhei Kanazuchi' (Palu keadilan)"


Tubuh Zero perlahan naik, lagi dan lagi. Hingga akhirnya ia terbang melalui pengikat dari serangan 'Kinbaku hikari' Lalu Masayoshi mengeluarkan semua tenaganya dan menjatuhkan tubuh Zero dengan keras.


'Bledarrrr!'


Gemuruh keras terdengar jelas, badan Zero agak hancur terkena serangan 'Kouhei Kanazuchi' dari Masayoshi.


"Hah ... hah ... keparat! aku akan menghancurkanmu Masayoshi!" teriak Zero sembari berdiri kesakitan.


"... 'Genshi no noroi'(Kutukan atom)"


Kekuatan berbahaya memanasi dalam badan Masayoshi. Lantas ia mencoba mengeluarkan pelindung cahaya, namun terlambat, serangan 'Genshi no noroi' berhasil menyerang Masayoshi.


"Gyahahahaha! mati kau pengganggu!"


Badan Masayoshi penuh luka, ia juga mengalami luka dalam yang cukup fatal. Atom dari serangan Zero mengenai tubuh bagian dalam dari Masayoshi.


'Duarrrrr!!!'


"Gyahahahahahahaha!"


"H-hah ... ben-benar juga ... manusia juga ... adalah sekumpulan atom-- karena itu kau, memilih, meledakkan tubuh bagian dalamku?" ucap Masayoshi kesakitan dan memegangi dadanya yang mulai mengalami pendarahan hebat. Topeng yang ia kenakan terbakar dengan sendirinya.


"Kau adalah orang yang mati pertama Masayoshi."


Zero mengumpulkan kekuatan lagi, dan ia mengajak lawannya berbicara.


"... Dan wajah itu? ternyata kau adalah rekanku dulu: Tekuta Masayoshi!"


"Hah ... hah ... ja-- di kau masih ... mengenalku ... Ze-- ro ...."


"Tentu saja rekanku dulu ... tapi ucapkan selamat tinggal sekarang, karena aku akan membawamu ke neraka!"


Serpihan dari reruntuhan terakhir hancur lebur terkena aura dahsyat dari Zero.


"Selamat tinggal rekan!"


'Tringgg ....'


Masayoshi tersenyum kecil, lalu ia berbicara pelan lagi.


"Syukurlah ... kau masih mengenalku Ze-ro,"


'Duarrr!!!'


Ledakan atom lagi-lagi mengenai badan dari Masayoshi. Namun ....


"Kau! anak nakal!?"


Asap putih menggumpal di depan Masayoshi yang sekarat.


"... Aku tidak mengenalmu paman, tapi kau tidak akan kubiarkan membunuh paman ini!"


Ternyata anak itu melindungi serangan akhir dari Zero. Masayoshi selamat, nyawa dia terselamatkan karena bantuan anak kecil.


"Aku akan melindungi pria topeng putih yang baik! sebab kucing putih adalah simbol keberuntungan ... itu yang dikatakan ibu dan ayahku ...."

__ADS_1


"Kau? jadi ingatan kecilmu sudah kembali? anak kecil aku akan mengurusmu sekalian!"


Aura berubah perlahan-lahan diantara mereka bertiga. Tiba saja udara semakin panas menyelimuti udara dari ketiga orang ini.


"Mus-mustahil? kau jangan-jangan?"


Masayoshi yang sekarat itu, perlahan menyadari sesuatu sama seperti Zero.


" 'Kurohi' (Api hitam)...." kata Masayoshi pelan di belakang anak itu.


"Bertahanlah paman, aku akan menyelesaikan semua ini, majulah 'Kurohi' dan bakar paman jahat ini!" anak itu menggerakan tangan nya ke depan, dengan berselimutan nyala api hitam yang mengerikan di tangan nya.


"... Sialan, mencoba berurusan denganku, hah!" Zero marah lantas ia menerbangkan semua reruntuhan yang ada di sekitaran mereka berdua.


"Aku akan menimbunmu, bersama Masayoshi yang payah itu!"


Reruntuhan yang hancur tadi diterbangkan oleh Zero dengan kemampuanya.


"Coba saja paman, karena 'Kurohi' sudah mengenai badanmu!"


"A-apa?! ti-tidak mungkin ... Gyaaaaa!!!"


Api hitam yang transparan membakar badan Zero secara spontan.


"Keparat, aku akan kembali anak nakal!" Teriak Zero, perlahan menjadi abu karena terbakar oleh 'Kurohi' milik anak itu.


Zero lenyap seketika, hanya menyisakan serpihan abu dan arang yang berjatuhan.


"Kau tidak apa-apa paman baik?" kata anak kecil itu, mengulurkan tangan nya ke Masayoshi.


"Ah ya terimakasih ... aku tertarik dengan kemampuanmu, biarkan aku menuntunmu di jalan kebenaran ... oh ya kau tidak punya nama kan? uhuk-- uhuk! ah sepertinya aku sedang tidak sehat sekarang."


"Jangan memaksakan diri paman,"


"Tidak, aku tidak apa-apa, aku akan memberimu nama: Shiro!"


"Shi-ro?"


Masayoshi yang berdiri kesakitan itu lalu menepuk kepala anak yang diberi nama olehnya.


"Ya karena kau menyukai warna putih, tidak hanya itu, putih berarti baik ... bukan begitu Shiro?"


Shiro lalu tersenyum, lalu ia tertawa senang.


"Hihihi, baik paman, namaku adalah Shiro; benar bukan?"


"Ya itu benar." balas Masayoshi mengangguk senang.


'Kurohi tadi itu ... apa dia adalah anak dari seorang dewa?' batin Masayoshi.


Diantara serpihan abu dan arang, ada kejanggalan yang tidak disadari mereka berdua.


'Meremehkan kekuatanku eh ... kau kira aku sudah terbakar habis, tidak mungkin lah, sebab aku memiliki kemampuan recall yang sangat berguna' batin Zero yang kembali di ruangan pertamanya: sebuah laboratorium dengan penuh anak kecil dalam tabung.


"... Jika itu memang pembalasan hari itu ... aku akan menggunakan seluruh anak kecil ini, akan kuberi kalian kekuatan dan jadilah anak buahku!"


Tabung dengan cairan aneh, yang ada di sekeliling badan telanjang anak kecil, memasuki badan mereka. Selang serta cairan aneh masuk dan menghisap seluruh badan anak tak berdosa itu.


"Gyahahahaha! menangislah dan tertawalah ... sebentar lagi kalian akan memiliki kekuatan!"


Tabung itu mengeluarkan cairan dan menutupi badan anak dalam tabung.


"Bagus-- bagus, sebentar lagi, datanglah para pengikutku!"


"Aaaaaaaaa!!" teriak seluruh anak malang, diantara mereka ada yang menangis, pasrah dan mencoba "menggeronta"


Namun Zero tidak menyadari jika ada orang yang memata-matai perbuatannya itu.


'Begitu ya ... jadi itu tabung pemberi kekuatan?' Batin seorang pria misterius, dengan tudung hitam yang mematai dari atas bukit.


"Huh ... pemberontakan kah?" Kata pria misterius dengan tudung hitam.


"Sabar saja dulu, kita akan bertindak kalau mereka telah melakukan serangan pertama." ucap rekan dari pria tudung hitam.


"Heh ... begitu ya ... aku terima tawaranmu."


Pria misterius yang mematai di atas bukit, mereka ini sebenarnya siapa? dan apa yang dia maksud Pemberontakan itu?

__ADS_1


To Be Continue ~


__ADS_2