
Kekuatan buatan yang diaktifkan Zero telah usai. Ia lalu membuat para anak kecil itu untuk saling beradu kekuatan, demi mendapatkan cemilan favorit mereka.
Zero duduk santai di kursinya dan memperhatikan para pengguna kekuatan buatan, saling menyerang satu sama lain.
Banyak anak kecil pengguna kekuatan, yang sudah roboh satu persatu karena kalah dengan kemampuan para pengguna kekuatan lain nya.
Anak itu bagai penyerang barbar yang mengerikan untuk dilihat. Ia menerobos semua anak lain nya yang saling beradu.
'Kemampuan marah yang sangat kuat, hanya dengan serangan fisik saja anak lain tumbang secepat itu?' batin Zero.
"Bagikan cemilan nya kepadaku!" teriak anak barbar itu sambil memukul anak lain nya.
Namun, anak dengan kekuatan listrik menghentikan langkah anak barbar itu. Dialah Denki sang pengguna kekuatan listrik.
Denki menghentikan langkah kaki anak barbar itu, dengan memasang jebakan listrik, yang ia kerahkan dengan tangan nya.
"Berhenti Okoto, 'Denki Shokku' (Kejutan listrik)"
Denki mengeluarkan 'Denki Shokku' sekejap kaki Okoto terkejut karena aliran listrik.
'Bztttt!!'
"... Arghhh!!" teriak Okoto yang kesakitan karena tersetrum.
Denki tidak menyadari kalau kemampuan Okoto, adalah kemarahan, maka semakin dia marah, maka semakin kuat lah dia. Okoto lalu menyerang dengan pukulan brutal ke Denki.
Denki terhuyung dan ia terpental sekitar tiga meter dan menabrak anak lain nya yang sedang bertarung juga.
'Benar-benar makhluk barbar, semakin menarik sekali untuk dijadikan kelompok elite terakhir' batin Zero tertarik melihat kemampuan anak barbar yang bernama Okoto itu.
"Berikan aku cemilan!!" jerit Okoto lagi, ia lalu memukul banyak sekali anak lain nya yang dekat dengan nya.
"... 'Shino Oto' (Suara kematian)"
"Apa yang dilakukan orang ini?" tanya anak lain nya yang dekat dengan anak dengan kemampuan suara itu.
Anak dengan kemampuan suara lalu mengumpulkan nafas dan berteriak dengan keras.
"Aaaaaaa!" teriak suara kematian yang bergeming di telinga semua orang.
Jiwa suara keluar dari mulut anak itu, lalu berputar di telinga target, dan perlahan-lahan masuk ke telinga mereka.
'Aghh apa ini, sial telingaku mulai bergeming di dalam' batin Zero sembari mengetuk kedua telinganya yang bergeming tidak karuan.
"Arghhhhh!!!"
Para anak kecil yang masih lemah terjatuh, karena tidak dapat menahan gelombang suara kematian ini. Diantara mereka juga, sekitar lima anak pengguna kekuatan buatan, ambruk dan tak sadarkan diri.
Yami melihat anak dengan kemampuan suara itu dan mundur sejenak, "menghimpun" dan mengumpulkan kekuatan.
'Ha? apa yang dilakukan anak kegelapan itu??' batin Zero melihat Yami yang sedang mengumpulkan kekuatan kegelapan.
"Majulah 'Blackhole' !!!" Teriak Yami mengeluarkan serangan Blackhole ke area yang "mencakup" semua anak lain nya.
Blackhole menyerap tubuh anak kecil itu dan menyedot mereka ke dalam pusatnya, Yami belum selesai dan masih mengeluarkan kemampuan lain nya.
'Padahal dia tadi tidak setuju, atau jangan-jangan ia bermaksud untuk menghentikan pertarungan ini?' batin Zero terheran.
"... Maaf semuanya, aku akan menghentikan pertarungan tidak berguna ini. 'Kuraku te momoku' (Gelap dan buta)"
Kegelapan menyelimuti seluruh arena pertarungan. Anak lain nya mengalami buta sementara, karena kegelapan yang dikeluarkan oleh Yami.
"AKU MARAH!"
Okoto bangkit usai tersedot ke pusat Blackhole dari Yami. Ia maju dengan kemarahan yang maksimal, lalu memukul wajah Yami dengan keras.
'Bletakk!!!'
Yami terpental sejauh lima meter, ia ambruk kesakitan karena terkena pukulan yang keras itu. Badanya berdarah, dan untuk sementara tanganya menjadi lemas tak bertenaga.
'Dia dapat melihat? padahal barusan dibutakan oleh anak bernama Yami, jangan bilang kalau Okoto itu benar-benar semenarik ini ... hehehe dengan begitu rintangan apa pun yang akan mengehentikanku tak kan kalah' batin Zero senang.
"Huahahaha!! bagus ... bagus ... tunjukkan kemampuan kalian lebih banyak lagi ...." ucap Zero tertawa dan masih santai, duduk di kursinya.
"... Kalau begitu, boleh aku memamerkan kekuatanku?" kata anak kecil yang berdiri tangguh dan mengeluarkan suara gemercik api.
"Terbakarlah ... 'Bureizu!!' (Kobaran api)"
__ADS_1
Anak dengan kemampuan api mundur satu langkah, lalu mengeluarkan serangan kobaran api merah yang ganas ke depan.
'Oi ... oi ... serius?' batin Zero melongo heran.
Anak dengan kemampuan api membakar anak lain nya, hanya saja ia tidak mengeluarkan kemampuan nya yang sebenarnya.
"... Untuk sementara, itu cukup untuk kalian!" seru anak kemampuan api itu dengan mata menyala merah membara.
'... Kemampuan api? dia mirip dengan anak bernama Shiro, hanya saja Shiro dapat mengerahkan kurohi' batin Zero sembari berdiri "di" kursinya.
"... Jangan senang dulu Hi (Api)" kata Denki yang masih tidak menyerah.
Hi menoleh ke arah Denki, tangan Hi masih menyalakan api yang berkorban dan terdengar bergemericik.
"Aku masih dapat berdiri ... akan aku tunjukkan kemampuan listrik ku yang lain nya 'Denryu' (Aliran listrik) 'Denkiunagi' (Belut listrik)"
Denki mengeluarkan aliran listrik yang berbentuk seperti belut listrik. Belut listrik umumnya memang menghasilkan listrik sendiri, tapi Denki memperkuatnya lagi dengan 'Denryu' sehingga kekuatanya makin berkali lipat dari serangan biasa.
'Denkiunagi' menerobos masuk ke sela celah api yang dikeluarkan oleh Hi. Perlahan 'Denkiunagi' mengenai dada Hi. Hi tersetrum, tubuhnya bergetar hebat.
"Arghhhhhhh!!" jerit Hi yang masih tersetrum dengan serangan Denki.
Denki menunjukkan kemampuan nya yang lainnya, namun banyak anak lain yang bangkit dan tak kunjung diam lagi. Mereka semakin "antusias" dan memamerkan kekuatan nya masing-masing.
"Aku jadi makin bersemangat!" seru seorang anak yang berdiri walau terhuyung.
Diikuti anak lain dari belakang yang semakin bersemangat, walaupun bersimbah darah di wajah maupun badan nya.
'Hebat, pertunjukan ini yang ingin aku lihat, dengan begini aku dapat menguasai seluruh Yuzarin!' batin Zero tersenyum bahagia.
Anak berkekuatan kabut, menyiapkan kuda-kudanya, lalu ia mengeluarkan kekuatanya.
"Lihat ini semuanya! sekeliling kalian hanyalah tersisa kabut saja ... 'Nomu!!!' (Kabut tebal)"
'Booffff!'
Kabut tebal itu mengelilingi seluruh arena, tidak hanya Denki, anak lain nya juga tidak dapat melihat apapun kecuali kabut yang sangat meluas hingga menutupi seluruh arena.
'Oi-oi-oi yang benar saja?' batin Zero terheran.
"Jangan remehkan aku, 'Hogo Shitsu!!' (Ruang perlindungan)" teriak seorang anak lain dengan kekuatan membuat ruang sendiri.
Namun, Zero tidak menyadari bahwa ia akan diserang oleh seorang dari belakang. Orang itu sudah menarik busurnya dari kejauhan sekitar satu kilometer.
Panah melesat dengan cepat dan mengenai punggung Zero. Sekejap saja Zero sudah ambruk dan bersimbah darah, tapi ia masih hidup.
"Hentikan ini kalian semua para pengguna kekuatan! atau aku akan memanah habis kalian!" teriak orang yang memanah Zero.
Pemanah itu mendekati arena yang dibuat khusus untuk pertarungan anak pengguna kekuatan. Anak pengguna kekuatan menghentikan perlawanan mereka, lalu menatap tajam ke arah pemanah ini.
"... Lagipula kalian ternyata pengguna kekuatan buatan? huh ... sangat menjengkelkan!" pemanah itu menarik busur dan anak panah nya, dan menargetkan satu anak dengan kemampuan api yang masih berdiri tersetrum kekuatan milik Denki.
"Cih, matilah orang-orang busuk!"
"Tidak semudah itu paman ... kaulah yang akan mati!" kata Kiri anak berkekuatan kabut.
Pemanah itu lantas tertawa, dan mengira bahwa anak itu hanya omong kosong saja.
"Huahahahaha! apa-apaan kalian anak kecil, jangan membuatku tertawa ... nah berikutnya ma-"
" Genshi bakuhatsu !"
'Bledarr!'
Tidak sempat menyelesaikan aksinya, pemanah itu diserang oleh kekuatan atom milik Zero. Namun, nyawa pemanah itu diselamatkan oleh rekan dari pemanah.
'Sringg ....'
"Ceroboh seperti biasanya Yajime?" kata pengguna pedang katana yang memblokir serangan atom dari Zero.
"Huh, aku tidak tahu kau akan beraksi juga, Hyuga!" ucap Yajime sembari tersenyum lega.
Mata Zero melotot dan kaget melihat dua orang dengan senjata ini, lalu ia menunjuk Hyuga dan Yajime, dan mulai berbicara.
"Ka-kalian kelompok bersenjata!?" seru Zero.
Hyuga lalu menurunkan katananya, dan memasukkan katananya ke sarung pedang yang ada di bagian pinggang nya.
__ADS_1
"Ya, apa ada masalah pengguna kekuatan?" kata Hyuga dengan nada mengancam.
Yajime lalu tertawa di balik punggung Hyuga. Lalu ia melepaskan lima anak panah dan mengenai anak lain nya di arena. Usai memanah, Yajime menoleh dan mengancam Zero.
"Dengar pengguna kekuatan! jika kau tidak mau mati dengan konyol, cepat lepaskan kekuatan kalian kepada kami! lalu berikutnya akan kami hancurkan kalian semua seperti pengguna kekuatan lain nya!!" ancam Yajime.
Zero semakin "terbelalak" dengan mulut yang bergerak karena ketakutan, ia masih berani berbicara dengan Yajime.
"Maksudmu? siapa orang yang kau maksud? dengar Yajime! Yuzarin adalah tempat dimana pengguna kekuatan tinggal, kau tidak boleh bertindak semena-mena!" seru Yajime.
"Huh apa aku tidak dengar?" ejek Yajime sembari meletakkan jempolnya di daun telinga.
Hyuga "memicingkan" matanya, lalu ia berbicara dengan Zero.
"Dunia harus mengerti yang namanya, kebencian!!" seru Hyuga yang serius dan menatap Zero dengan tatapan kebencian.
"Benar itu, kebencian itu penting kau tahu?" kata Zero dengan nada yang masih mengejek.
"... Orang yang memiliki kekuatan harus dibunuh tanpa sisa, begitulah hukum kami berbicara." kata Hyuga, sembari memegangi sarung pedangnya.
"Kau paman pemanah! aku akan membunuhmu!" seru anak kecil dengan kekuatan kabut mendekati Yajime.
"Haa ... apa sih mau ngajak ribut?!" ancam Yajime ke anak itu, lalu anak itu menggigil karena ketakutan.
"Bodoh kali, kau ini!!" Yajime menendang anak itu hingga terpental sejauh tiga meter.
"Huh, sepertinya akan kubunuh saja semua anak-anak sialan, di arena itu!" seru Yajime.
"Tunggu Yajime! jangan kau lakukan itu!!" seru Zero sembari berlari dan ingin memukul Yajime, namun ia dihentikan oleh Hyuga.
"Lakukan sekarang Yajime!" suruh Hyuga ke Yajime, sembari tanganya mengehentikan langkah Zero.
"Baik kapten ... hehe, akan aku laksanakan perintahmu!!"
Lalu Yajime maju dan masuk ke arena pertarungan anak-anak itu, dan memanah habis mereka.
"Jang-jangan bunuh kami paman!" jerit anak lain yang ketakutan hingga menangis, ketika melihat anak lain nya terbunuh mengenaskan.
Tapi Yajime tidak menghiraukan tangisan anak itu, dengan rasa tidak iba, ia menarik busurnya dan melepaskan anak panah itu tepat di jantung anak tadi.
"Cih mudah sekali," gumamnya lalu ia berjalan kembali. "Ah masih ada satu lagi ya, kau anak yang tadi sok kan? akan kuhabisi juga kau!" Yajime menyiapkan satu panah, dan memanah punggung anak dengan berkekuatan kabut tadi.
Zero menonton "ketidakmanusiawi" nya Yajime, ia lantas emosi ke Yajime.
"Kau kejam!!" serunya sambil menerbangkan batu yang ada di tempat ini.
"Dengar Zero busuk! rekanmu dan juga anak lain nya dengan kekuatan asap putih itu juga telah kami kalahkan, dan kau tidak akan menang! benar bukan Hyuga, Minami, Ono, Haku, Tisa!!" seru Yajime dengan wajah sombong.
"... Sialan yang kau maksud Masayoshi lemah itu?!" seru Zero sambil menjatuhkan batu itu ke arah Yajime.
Yajime dengan cepat memanah semua batu yang diarahkan kepadanya.
"Wah padahal kau memiliki kekuatan yang hebat, apa hanya ini saja kekuatan yang kau banggakan itu?" ejek Yajime.
"Kalau begitu mau mu, akan kuhabisi kau! 'Genshi no noroi!' ...." seru Zero sembari menembakan kutukan atom ke badan Yajime.
Namun seorang wanita menangkis serangan kutukan itu, ia menggunakan sabit bulan nya dengan dijadikan sebuah tameng.
"Bukankah Hyuga sudah bilang, jangan pernah ceroboh." kata wanita yang menangkis serangan Zero.
"Ah terimakasih Haku, lagi-lagi aku diselamatkan oleh kalian."
"Ka-kau!" mata Zero melotot.
Tombak tiba saja dilemparkan dan menancap di tanah sekitar lima centimeter, dari depan Zero berdiri. Zero mulai gemetar ketakutan karena ia merasa kalau nyawanya akan melayang.
Dari belakang juga, orang lain mengancam Zero dengan pisau kecilnya, dan mengarahkan pisau kecil itu ke leher Zero ... Zero semakin tidak berkutik dibuatnya. Lalu ia mendengar suara kapak yang digeret oleh wanita bertenaga gorila.
Serta diikuti lompatan cantik dari Haku, dan dengan cepat berdiri di samping Hyuga setelah menyelamatkan Yajime. Wanita itu sangat cantik, dan menggunakan sabit, ia bernama: Kamakuri Haku.
"Kalian semua sudah datang, nah mari mulai pembersihannya!" seru Yajime dengan wajah sombong.
"Kau itu bukan pemimpin nya, jadi jangan sok mengaturku!" balas wanita yang melemparkan tombak tadi, lalu ia memegangi tombaknya dan menoleh ke arah Zero.
"Kebencian manusia akan terbalaskan hari ini ...." kata Hyuga dengan menutup matanya dan memasang kuda-kuda menyerang.
Para pasukan bersenjata dengan pimpinan Katanari Hyuga telah tiba. Akankah ini akan jadi perang? atau ada suatu yang lain akan terjadi?
__ADS_1
To Be Continue ~