
Ini adalah cerita, waktu dimana Katanari Hyuga dan rekan nya, ingin membantai seluruh pasukan pengguna kekuatan di ujung bagian Yuzarin.
Tapi akankah ada hal lain yang akan terjadi?
_ _ _
Di pelosok hutan yang dipenuhi banyak pepohonan, muncul remang-remang bayangan enam orang berlari dengan langkah yang cepat.
"... Cih tak kusangka kita akan membunuh bangsawan ...." kata Yajime.
"Tidak ada cara lain lagi, damai juga tidak diperlukan sekarang ini," jawab Haku.
"... Dunia ini sudah mulai kotor, damai adalah hal bodoh yang tidak berguna." balas Hyuga dengan nada serius.
"Gimana ya ... hanya saja Bangsawan, kau tahu Bangsawan!?" jelas Yajime.
lima orang ini tidak menjawab, mereka hanya mendiamkan Yajime. Yajime agak kesal dan berbicara lagi pada mereka.
"Oii jawab dong!" seru Yajime menoleh ke empat wanita dibelakangnya.
Minami menyangkal kata dari Yajime, setelah mendengar suara langkah kaki.
"... Sstt, aku mendengar ada suara langkah manusia?" kata Minami sembari menyuruh yang lainnya untuk diam.
Hyuga menyadari sesuatu, ia "mengaba-aba" semua rekannya untuk bersembunyi di balik pohon.
Selang berapa detik berlalu, muncul pasukan dari kerajaan membawa satu bapak-bapak dengan tangan yang di borgol dengan batu.
Bapak itu nampak kesakitan, terlihat dari raut wajah kesedihan, yang seperti meminta sebuah pertolongan. Dan di belakang bapak itu, sekitar enpat orang dari pasukan kerajaan lain menendang ataupun memukul wajah dan badan bapak itu dengan kejam.
Bapak itu mengeluarkan jeritan serta tangisan karena dihajar terus dengan para pasukan kerajaan.
'Srekk ... srekkk ....'
Pemimpin di depan pasukan kerajaan itu menyuruh rekannya untuk berhenti, usai mendengar suara di semak-semak.
"Apa kalian mendengar suara langkah kaki yang sepertinya "digesek" di sekitar semak-semak itu?" ucap pemimpin dari pasukan kerajaan itu sembari mengamati semak-semak yang dekat dengannya.
Pemimpin pasukan kerajaan itu lalu mencoba berani membuka semak di depan nya.
Bukan manusia yang bersembunyi, melainkan seekor anjing liar yang kelihatan lapar.
'Grrr!'
"Tch, ternyata hanya seekor anjing liar ...."
Pemimpin pasukan kerajaan itu kembali, lalu mengatakan ke rekan lainnya kalau suara itu dihasilkan oleh anjing liar.
"Baik kita jalan lagi!" seru pemimpin itu menyuruh rekannya menuntun bapak itu lagi.
'Nyaris saja Minami ketahuan, beruntung disitu ada anjing liar' batin Hyuga di atas pohon yang tingginya dapat mengamati Minami.
Minami bersembunyi dengan cepat dibalik pohon satunya, setelah menyebabkan suara di semak tadi. Ia bernafas lega dan memberikan isyarat, kalau ia sudah aman ke Hyuga. Hyuga membalas dengan anggukan.
Keenam orang tadi lalu mengikuti langkah pasukan kerajaan itu lagi.
Di dekat jurang, pasukan kerajaan itu berhenti dan melepaskan borgol dari bapak yang kesakitan itu.
"Baiklah, sekarang jatuhlah ke jurang, tunggu apalagi cepat!" bentak pemimpin pasukan kerajaan itu ke bapak yang diborgol batu.
"... Ampuni aku-ampuni aku." tangis bapak itu sembari memohon sambil berlutut.
"Dengar bapak, siapa pun yang menentang Raja! akan aku pastikan mereka semua mati!" seru salah satu pasukan kerajaan.
"Kau bilang kalau kekuatan itu adalah hal kotor, biar ku buktikan kepadamu pak!" kata salah satu pasukan kerajaan yang lainnya, ia mengenakan gelang berwarna hitam dan mengerahkan tangan nya ke depan.
"Lihat ya, 'Bakuhatsubutsu!' (Ledak)"
Kekuatan dari salah satu pasukan kerajaan itu mengeluarkan energi kekuatan, lalu melepaskan kekuatan ledakan yang lumayan dahsyat.
'Duarrr!!'
Ledakan itu mengenai batang pohon, dan membakar daun-daun itu hingga menjadi kering.
"... Hebat bukan kekuatan itu? orang biasa hanyalah sampah yang harus dibersihkan, huahahaha!"
Salah satu pasukan kerajaan itu tertawa usai melepaskan kekuatannya, diikuti rekan lainnya yang juga tertawa senang.
"... Nah bapak, lihat ini 'Tsuri Kawa!' (Tali pengikat)" kata salah satu dari pasukan kerajaan, yang gendut dan berwajah sombong.
Pasukan kerajaan yang gendut dan berwajah sombong itu mengikat leher bapak itu dengan tali pengikat.
"... Ahagghhhh!!!"
Bapak itu kesakitan, leher nya dijerat dengan tali pengikat oleh laki gendut tadi. Laki gendut sombong itu mengepalkan tangannya dengan kuat dan menarik tali itu, hingga badan bapak itu ikutan tertarik pelan-pelan.
"... Aggghhh!!"
__ADS_1
Bapak itu mencoba melepaskan tali yang mengikat lehernya, namun sia-sia ... bapak itu sampai menjulurkan lidahnya, dan sudah kehabisan separuh nafasnya.
"... Hehehe inilah akibatnya melaporkan kami ke pasukan penangkal kekuatan!" ucap pria gendut, dengan wajah sombong itu.
Hyuga sudah melihat semuanya, ia tidak tahan melihat kelakuan biadab orang yang menyiksa bapak itu, lalu ia memerintahkan Yajime untuk memanah pasukan kerajaan yang mengikat leher bapak itu.
"Lihat, dia sampai mengeluarkan lidahnya wahahaha!"
"Hehe, nah mati kau! hehe mat-"
Tidak sempat menyelesaikan katanya, pria gendut itu terpanah tepat di jantungnya. Pria itu lalu terjatuh dan tewas ditempat. Tapi naasnya, bapak yang terikat tali tadi sudah kehabisan nafas dan terlambat diselamatkan.
"Apa yang terjadi!" seru salah satu pasukan kerajaan.
"Di-- diatas!!" teriak seluruh pasukan kerajaan yang melihat Hyuga dan Yajime di atas pohon.
Lalu Hyuga dan Yajime melompat dari pohon dengan cepat, dan mendaratkan kakinya tepat di depan pasukan kerajaan.
Pasukan kerajaan lainnya mulai histeris dan panik, diantara mereka ada yang menyiapkan kekuatan nya.
"... Kekuatan seperti sihir harus dihapuskan." kata Hyuga sembari mengeluarkan katananya dari sarung pedang.
"Me-- mereka ... para kelompok senjata!"
"Kalian adalah orang yang busuk!" seru Hyuga, sembari menghunus jantung pasukan kerajaan itu.
"Sialan, matilah kau 'Bakuhatsu-' ... guarggh!"
Lagi-lagi Hyuga dengan cepat menyerang pasukan kerajaan itu, kali ini ia mengiris badan pasukan kerajaan itu dan menebasnya dari samping.
"... Kelemahan dari kekuatan seperti sihir adalah, ucapan seperti mantera yang belum diselesaikan ...." ucap Hyuga.
"Hehehe ini seru, kalian para pengguna kekuatan busuk, harus dihapuskan! nah matilah dengan tenang sekarang!" seru Yajime sembari melepaskan panahnya dan menumbangkan empat pasukan kerajaan.
Pasukan kerajaan mulai terpojok, tersisa pemimpin, dan delapan pasukan lainnya.
"Kalian hebat sekali ya ... dan tentu saja bahaya sekali-- kalian akan menjadi momok menakutkan dan pantas untuk dibasmi!" seru salah satu pasukan kerajaan, yang berjaga dengan tombaknya.
"Boleh aku selesaikan delapan orang itu Hyuga?" tanya Haku sembari memegangi sabit bulannya.
"Silahkan ...." jawab Hyuga mengangguk.
"Kau ini mau apa, sa-sabit itu hanya bisa dilempar sekali kan?" ucap salah satu pasukan kerajaan lain nya.
"Itu benar! kau sebenarnya merencanakan apa!?"
"Kalau kau tidak mau menjawab, kami akan menghabisimu!" seru pasukan kerajaan pengguna tombak, sembari berlari dengan tusukan tombaknya.
Dibelakang pasukan kerajaan yang menggunakan tombak tadi, pasukan lain dari pengguna kekuatan, menyiapkan kekuatannya.
"Segera selesaikan Haku!" suruh Hyuga.
"Baik! nah sekarang menarilah dan berputarlah sabit bulanku!" seru Haku sembari melemparkan sabit bulan nya.
"Dia benar-benar melemparkan nya!" seru pasukan kerajaan dengan tombak.
"Oii sabit apa itu!?"
Sabit itu berputar dengan tempo rotasi yang luar biasa, diikuti suara seperti mesin pemotong ... sabit bulan milik Haku seperti boomerang saja, dalam sekejap delapan pasukan kerajaan tumbang dan terpotong dengan cepat.
"Mu-- mustahil ...." ucap salah satu pasukan kerajaan sebelum ambruk dan tewas ditempat.
Tinggal pemimpin kerajaan yang ketakutan, ia terduduk diam melihat rekannya terpotong mengenaskan, dan tumbang dengan cepat.
"... Sa-- sabit apa itu? ba-bagaimana bisa ia berputar kesana kemari seperti boomerang?" kata pemimpin pasukan kerajaan itu, dan merinding ketakutan, ketika melihat Haku biasa saja, setelah mengambil sabit bulan yang menancap di salah satu mayat rekan nya.
"... Sabit bulan ku bukan sabit biasa, aku sudah berlatih dengannya selama delapan tahun ...." jelas Haku.
"Be-- begitu ya, pantas saja kau dapat membuat sabit bulanmu seperti mesin pembunuh,"
"...." Haku hanya terdiam saja, dan tidak membuka mulutnya untuk berbicara.
"Nah ... sekarang adalah kau, kau tidak akan kubunuh, hanya saja katakan; kau berasal dari kerajaan mana?" kata Hyuga sembari mendekati pemimpin yang masih ketakutan dan terduduk lemah itu.
"Ja-janji ya aku bakal dilepaskan?" ucap pemimpin itu, sembari "mengacungkan" jari kelingkingnya.
"... Sudahlah cepat katakan!" seru Ono yang tidak sabaran.
"Ba-baik, ehem-ehem ... aku ini berasal dari kerajaan Klouse! aku sudah mengatakannya kan? sekarang kau tidak akan membunuhku, ingat janjimu tadi!" seru pemimpin itu sambil bergerak dengan berdiri.
"Klo-- use?" kata Hyuga dengan mata terbelalak.
"... Ada apa Hyuga?" tanya Tisa khawatir.
"Nah, sekarang tepati janjimu tadi. Kalau begitu, biarkan aku pergi ...." kata pemimpin itu lega sembari berjalan dengan memegangi bahunya yang berdarah.
Tiba saja, Hyuga mendekatkan ujung katana nya ke leher pemimpin itu. Pemimpin itu terkejut dan kesal.
__ADS_1
"Ka-kau bilang sendiri kan, kalau tidak akan membunuhku?!" seru pemimpin itu menjauh kan lehernya sedikit dari katana Hyuga.
Hyuga menatap wajah pemimpin itu dengan tatapan tajam.
"Jangan berbohong kepadaku, Klouse tidak mungkin sekejam itu melatih kalian!" seru Hyuga.
Pemimpin dari Kerajaan Klouse itu lalu tertawa.
"Hahahaha ... kau sudah ditipu olehnya, dan masih belum sadar? itu karena kau itu bo-doh," ejek pemimpin itu.
"Kau berani menghinanya!" seru Ono sembari ingin mendaratkan pukulan nya ke wajah pemimpin itu, tapi Haku menghentikan nya.
"Jangan terbawa emosi Ono, ini adalah masalah Hyuga biarkan saja dia yang menyelesaikan nya." kata Haku menahan tangan Ono.
Namun Hyuga tetap semakin keras kepala, ia tidak mempercayai kata-kata yang dilontarkan pemimpin dari pasukan Kerajaan Klouse itu.
"... Aku tidak mempercayaimu! Klouse itu orang baik, ia membinaku dan membantuku sebelum aku di adopsi oleh ayah angkatku!" bentak Hyuga dan semakin mendekatkan katananya ke leher pemimpin Kerajaan Klouse.
Pemimpin dari Kerajaan Klouse itu lalu mengerti, ia mengingat kalau Hyuga adalah anak yang selamat dari tragedi kebakaran yang menewaskan seluruh keluarga dari Hyuga. Desa Hyuga adalah: Desa Kashima yang masuk ke Teritori Manusia Biasa.
"... Oh benar juga, jadi kau itu anak yang dibawa oleh Raja Klouse ya? jika tahu akan terjadi begini, lebih baik aku membunuhmu dari dulu!" seru pemimpin itu dengan nada kesal sembari mundur dari ancaman katana Hyuga.
"Jaga bicaramu sialan!" tiba saja Yajime mendaratkan pukulan nya ke wajah pemimpin itu.
"Hyu-- Hyuga kau tak apa-apa?" tanya Haku.
Hyuga hanya terdiam dan berdiri dengan pose yang masih sama, tatapan Hyuga menjadi kosong. Ia masih kebingungan dan tak percaya.
"Sialan kau mengingkari janjimu hah!" seru pemimpin itu memegangi hidungnya yang berdarah, karena pukulan Yajime.
"Janji apa? sejak awal Hyuga belum memberikan jari kelingkingnya padamu?" kata Yajime.
"Cih aku tidak mengerti, tapi tetap saja aku anggap ini sebagai ingkar janji!" pemimpin itu bangkit, dan memukul wajah Yajime, lalu ia menghajar Yajime hingga babak belur.
"Sialan!" Minami marah dan menendang badan pemimpin itu, namun pemimpin itu berbalik memukul perut Minami dengan keras.
"Minami!?" seru Ono.
"Jangan bunuh dia Ono ... ah kau pikir aku ambruk hanya karena serangan orang lemah?" Yajime berdiri dengan terhuyung-huyung.
"Wajahmu tampak menyedihkan nak, kau mau aku memukulmu lagi hah?"
"Oi-oi kau pikir aku tak kan membalasnya!" Yajime maju dengan cepat, dan memegangi kepala pemimpin itu dengan kedua tangannya, lalu ia hajar wajah pemimpin itu dengan lututnya.
Yajime menghajar pemimpin itu lagi dan lagi. Hingga pemimpin itu akhirnya ambruk dan tak sadarkan diri.
"Hah ... hah ... sialan, beraninya orang jelek ini menghancurkan wajah tampanku!" kata Yajime kesal, sembari memegangi pipinya yang berdarah.
Tisa membangunkan Minami yang terluka karena dihajar oleh pemimpin tadi.
"Minami kau tak apa-apa?"
Minami hanya mengangguk, dan memegangi perutnya yang kesakitan. Yajime lalu menghampiri Minami dan berterimakasih padanya.
"Kau ini, kalau memang selemah itu jangan ikutan membelaku, ah tapi aku berterimakasih padamu Minami, hehe ...."
"Kau ini Yajime! ceroboh seperti biasanya ...." timpal Ono.
"Iya-iya aku minta maaf, dan Minami aku akan berpesan; jaga perutmu jangan sampai terluka lagi, karena itu untuk kelahiran anakmu nanti, hehe ...."
'Orang ini bosan hidup kayaknya' batin Ono melongo.
"Ja-jangan menghinaku!" Minami kesal lalu memukul wajah Yajime sampai terpental ke udara.
'Bledar!'
Yajime terjatuh dengan wajah yang mendarat ke tanah.
"Aduh sakit sekali Minami sayang ...."
"Jangan panggil aku sayang! kita tidak berhubungan apa-apa!"
"Anu Minami, jangan bergerak dulu nanti perutmu sakit lagi?"
"Tak masalah, lagipula aku ingin menghajar wajah bodohnya Yajime!"
Haku menatap kebodohan rekan nya itu, lalu ia menyuruh rekan nya untuk tidak bercanda di situasi ini.
"Ka-kalian ini, bisa gak sih jangan bercanda sedikit saja," ucap Haku.
"Ah maafkan aku ...."
"Lalu bagaimana dengan Hyuga, Haku?" tanya Tisa.
"Dia ini ... sudahlah Hyuga, jangan masukan kata-kata orang itu ke hatimu. Biarkanlah itu semua, bukankah kita memiliki tujuan yang lebih penting?" pinta Haku ke Hyuga yang tetap termenung diam.
Hyuga tetap saja termenung diam dan tidak berbicara satu kata sedikitpun, dibalik itu ia terus saja memikirkan sesuatu pada waktu yang sudah lama, yang ia pikirkan adalah kejadian pada waktu itu. Yaitu; kejadian kebakaran besar yang menewaskan seluruh keluarga Hyuga, serta orang-orang dari Desa Kashima, banyak yang bilang itu semua adalah ulah dari para pengguna kekuatan.
__ADS_1
To Be Continue ~