Belum Diketahui

Belum Diketahui
Ch 5. Era Kebencian 1 (Munculnya Orang Itu)


__ADS_3

Saat ini Hyuga termenung diam dan memikirkan kejadian waktu itu: Hancurnya Desa Kashima, yang menelan banyak korban jiwa, inilah Era Kebencian!!


_ _ _


Desa Kashima, ini adalah desa yang dihuni oleh orang Teritori Biasa, tempat dimana Hyuga lahir dan dibesarkan oleh orang tua kandung mereka: Kantou Hijiri dan Mikako. Desa kecil yang dibangun hanya dengan kayu khusus di hutan dekat desa mereka.


Seorang anak kecil, berlari senang kesana kemari sembari menggunakan pedang mainan dan kain panjang berwarna hitam di sekeliling lehernya. Ia tampak gembira sekali, dan sesekali mengucap kata "Aku lah sang pahlawan pedang."


"Lihat ini ibu, aku adalah seorang pahlawan pedang. Aku adalah penerus pahlawan Katanari!" seru Hyuga kecil yang berumur tujuh tahun.


Ibu Hyuga: Mikako, lalu tersenyum melihat anaknya tumbuh menjadi laki-laki yang ingin menjadi seorang pahlawan.


"... Kau sungguh keren dan luar biasa Hyuga ... Ibu bangga padamu." balas Mikako sembari menepuk kepala anaknya.


Hyuga kecil lalu tertawa gembira, Mikako juga begitu, ia merasa senang melihat anaknya bisa segembira itu.


"Nah Hyuga, ibu ke dapur dulu ya mau memasak makanan karena ayah sebentar lagi pulang ...."


"Iya bu ... oh ya apa ayah akan membawa kayu bakar yang banyak? karena hari ini sangat dingin sekali ... aku yakin coolmon akan bermain salju hari ini ...."


"Iya nak, apa kau mau bermain dengan coolmon keluar?"


"Eh ... ibu jangan bercanda, aku takut dengan coolmon ...."


"Haha sudah kuduga seperti itu, kalau begitu ibu ke dapur dulu ya ...." Mikako lalu berbalik, dan pergi ke dapur.


Ayah Hyuga: Kantou Hijiri pergi ke hutan yang sangat lebat dan mudah mencari kayu bakar disana. Hanya saja karena salju turun, setengah pepohonan ditutupi dengan berbagai bunga salju yang indah.


"Ah hari ini dingin sekali ya, beruntung masih ada sisa cadangan kayu yang dapat dibakar untuk dijadikan pemanas ...." gumam Hijiri sembari membawa sepuluh batang kayu yang akan dijadikan kayu bakar.


"Hijiri!" panggil kawan Hijiri sembari sama membawa batang kayu.


"Kau sudah menemukan batang kayu yang cocok sebagai pemanas di desa nanti?" tanya Hijiri.


"Sudah-sudah, ayo kita kembali, teman kita yang lain, pasti sudah kembali dan mengumpulkan batang kayu itu di desa."


"Baiklah ayo kita buat pesta, api unggun besar!" seru Hijiri.


Hijiri dan teman nya lalu pulang dengan membawa batang kayu untuk dijadikan kayu bakar. Lalu mereka meletakan semua batang kayu itu di depan desa mereka.


Musim bulan ini adalah musim terdingin yang melanda Yuzarin. Di desa Teritori Orang Biasa serta Teritori lain menyiapkan banyak sekali kayu bakar untuk menjadi pemanas. Mereka membuatnya dari kayu bakar untuk dijadikan perapian, serta yang paling mudah dengan mengeluarkan kekuatan api.


'Buum'


"Nah apakah sudah panas, Paduka Raja?"


"Ah sudah terimakasih, kekuatan milikmu memang menakjubkan dengan begini musim dingin ini tidak menjadi masalah bagi kita ... oh ya, apa warga di Kota Kerajaan sudah kau berikan pemanas?"


"Semua sudah Paduka Raja, tidak ada lagi hal yang mengkhawatirkan terjadi ... lagipula Kerajaan lain juga sudah memberikan mereka semua "pemanas" yang dijamin termumpuni."


'Musim ini memang benar-benar terdingin, hanya saja aku khawatir terhadap Teritori Orang Biasa, mereka semua sudah diberikan pemanas belum ya?' batin Raja sedikit khawatir.


Hari ini memang hari yang akan menjadikan sebuah bencana di Desa Kashima.


"Hyuga ayo kita main keluar!" panggil anak kecil yang seumuran dengan Hyuga, ia adalah Yajime.


"Iyaa!" balas Hyuga melihat Yajime keluar membawa busur panah mainan, dengan kotak kayu berisi anak panah di punggungnya.


"Ibu, aku main dengan Yajime ya!" ijin Hyuga menghampiri ibunya yang sedang membuat makanan untuk Hijiri.


"Iya hati-hati ...." jawab Mikako sembari mencium kening anaknya.


"Iya bu ...."


"Loh Hyuga mau kemana kamu?" tanya Hijiri setelah tiba ke rumah, dan masuk ke dapur.


"Mau bermain keluar bersama Yajime, boleh kan?"


"Bukan nya ayah melarang, hanya saja keadaan diluar sangat dingin, jadi jangan lupa kenakan mantelmu yang hangat dulu, dan beritahu Yajime untuk tidak bermain di hutan dulu karena bahaya ...." saran Hijiri sembari berjongkok dan menepuk kepala Hyuga.


Hyuga lalu berlari dan masuk ke kamarnya, ia memakai mantel tebal yang terbuat dari kain wol dari bulu domba yang diternakan di Desa Kashima.


"Baik aku pergi dulu ya yah!" seru Hyuga bahagia sembari berlari menemui Yajime.


Mereka pun bertemu dan memutuskan bermain ke hutan. Awalnya Hyuga tidak ingin Yajime mengajaknya ke hutan karena cuaca tidak mendukung sama sekali.


Hijiri juga menyuruh Hyuga untuk lebih berhati-hati, karena musim dingin ini para binatang liar lebih banyak yang berhibernasi. Walaupun begitu, jika ketenanganya terusik, binatang liar akan marah dan memangsa siapapun yang menganggu tidurnya.


"... Hyuga cobalah busur ku!" kata Yajime sembari memberikan mainan busur satunya ke Hyuga.


Hyuga menolak, dan lebih memilih pedang mainan nya.


"... Enggak ah, aku lebih suka memakai pedang ini ...." balas Hyuga tersenyum dan memeluk pedang mainan nya itu.


"Eh ... kau sangat ingin sekali menjadi pahlawan Kata-- Kata siapa ya aku lupa hehe ...."


"Katanari Hisashi!" seru Hyuga dengan lantang.


"Nah itu, Katanari Hisashi. Aku dengar dia dapat merubuhkan beruang hanya dengan satu serangan ... itu keren bukan!!"

__ADS_1


"Ya sangat keren!"


"Hanya saja aku lebih menyukai bermain panah, guruku mengajarkanku kalau panah merupakan senjata hebat yang menyerang dari jarak jauh. Aku ingin menjadi Pendekar Pemanah yang hebat itulah impianku!"


"Impian kita sama ya, baiklah kau menjadi Pendekar Pemanah ... sedangkan aku Pahlawan Pedang!"


Mereka saling bersumpah, dengan senyum bahagia mereka melangkah maju ke pertengahan hutan, dan tidak lupa saling "bercengkrama" membicarakan impian masing-masing.


Berbeda dengan Hyuga yang menyukai pedang, Yajime lebih suka dengan busur panah. Yajime sejak kecil sudah dilatih berburu dengan panah, oleh gurunya dari teritori pasukan bersenjata.


Busur yang dibawa oleh Yajime bukanlah mainan, walaupun busur itu berukuran kecil dan terbuat dari kayu yang ringan, namun itu adalah busur asli, juga dilengkapi dengan kotak isi panah yang telah dilumuri racun olehnya, yang ia taruh di punggungnya.


Tiba saja pemikiran berburu "terbesit" di otak Yajime, ia ingin mengajak Hyuga berburu Coolmon, binatang salju yang mirip dengan penguin bertangan beruang kutub.


"... Hei Hyuga, mau berburu hewan Coolmon bersamaku!" ajak Yajime.


"... Ma-maksudmu hewan yang suka melempar salju itu?" tanya Hyuga.


"Iya hehehe ...." jawab Yajime tersenyum lebar.


Coolmon adalah binatang yang ada di sekitaran Yuzarin, binatang ini akan semakin banyak dijumpai di musim dingin. Binatang yang mirip dengan penguin namun memiliki tangan yang mirip dengan tangan beruang kutub. Coolmon tidak berhibernasi di musim dingin, malahan ini adalah musim kawin mereka. Habitat asli mereka ada di Icy Island yang tidak jauh dari Yuzarin.


Icy Island sendiri berisi daratan yang dipenuhi oleh balok-balok es, tidak hanya itu disana tidak pernah ada musim lain, selain musim salju. Karena itulah nama pulau itu disebut sebagai Icy Island, pulau besar yang dipenuhi oleh es dan juga salju.


_ _ _


Setelah selesai membahasnya, akhirnya Hyuga menyerah berdebat dengan Yajime dan ikut bersama Yajime mencari Coolmon. Kedua anak itu lalu pergi dan masuk ke "pertengahan" hutan yang rantingnya telah banyak ditutupi salju putih yang sangat indah.


'Benar-benar cantik sekali salju itu' batin Hyuga terpesona melihat pemandangan salju di ranting pohon.


Sekitar tiga meter mereka berjalan, mereka beruntung dan menemukan dua ekor Coolmon kecil yang sedang membuat boneka salju. Coolmon adalah binatang pintar, ia sangat cerdik dan sulit ditangkap, walaupun begitu Coolmon akan sangat liar kalau ketenanganya diusik oleh makluk hidup lain nya.


'Piekkk ... piekk ....' suara Coolmon memanglah lucu.


"Lihat itu Hyuga, gimana mau menangkap mereka?" tanya Yajime sembari meratapi Coolmon kecil yang asik membuat boneka salju.


"Enggak ah, pasti nanti ada induknya." jawab Hyuga sembari menaruh matanya ke sekeliling tempat itu.


"... Terus apa kita tidak jadi berburu?"


"Aku tidak tahu Yajime, lagipula kata ayahku Coolmon itu berbahaya ...."


_ _ _


Di Desa Kashima, dimulailah pesta api unggun di desa mereka.


"Musim kali ini benar-benar sangat dingin, beruntung kita dapat membuat api unggun raksasa kali ini," ucap penduduk Desa Kashima.


"Jangan sia-siakan kesempatan ini, mari kita bersenang-senang!"


'Benar-benar bencana buruk, lagipula apakah Kerajaan tidak membantu kami sekarang ini? sial sekali mereka semua, akankah ada keterbatasan dalam Teritori kami' batin Kepala Desa Kashima.


"Pak Kepala Desa, ada yang mau saya sampaikan kepada anda?!" seru salah satu penduduk yang berlari tunggang-langgang.


"Ada apa, kenapa kau sampai ngos-ngosan begitu?"


"A-- ada kebakaran di gudang tempat kita menaruh cadangan kayu pak! barusan saya mengeceknya ...."


"Kebakaran kau bilang!" seru Kepala Desa dengan mimik yang berubah emosi.


"Iya pak, letaknya di gudang!"


"Sial apakah ada pelaku yang membakar di gudang sana?!"


"Tidak tahu pak, mari kira mengeceknya bersama!"


"Ya dan kita tangkap pelaku pembakarnya itu bersama!"


"Benar pak!"


Dan begitulah, Kepala Desa serta salah satu warga berlari dan masuk ke hutan untuk mengecek keadaan gudang yang ada di ujung akhir hutan Desa Kashima.


'Mereka sudah mulai, rencana kosong dan bodoh ini' batin seorang laki-laki dalam siluetnya.


_ _ _


Di hutan Desa Kashima.


Tiba saja Coolmon kecil berlari tunggang langgang, ada yang masuk dengan lubang yang mereka buat sendiri. Bahkan suhu berubah menjadi drastis, yang tadinya sangat dingin menjadi semakin panas. Bahkan mantel milik Hyuga sampai mengeluarkan keringat di dalamnya.


"... Kok tiba-tiba jadi panas?" tanya Yajime kepanasan.


"Benar dan lihatlah, bahkan mantel ku sampai berkeringat ...." balas Hyuga sembari melepaskan mantelnya, dan pakaian yang melekat di tubuhnya hanyalah kaos biasa.


"Aku benar-benar tidak mengerti, kita kembali saja yuk?" ajak Yajime sembari menarik lengan Hyuga.


Hyuga mulai menyadari sesuatu, ia mengingat pertanda terjadinya kebakaran hutan oleh ayahnya: Kantou Hijiri.


"Yajime, ini adalah kebakaran hutan!" teriak Hyuga sembari ganti menarik lengan Yajime.

__ADS_1


Kedua anak itu berlari dengan cepat, suara ranting yang terbakar semakin terdengar jelas. Hanya saja, naasnya kotak isi panah dari Yajime terjatuh di jalanan yang dipenuhi salju.


"Yajime kita harus segera memberitahu orang-orang desa!" seru Hyuga.


"Benar, jika tidak mereka dalam bahaya ...."


Namun, langkah berlari mereka dihentikan oleh seekor Coolmon besar, yang lagi bersantai membuat boneka salju. Mereka berdua lalu terpental dan jaruh tengkurap dalam salju.


'Piekkkk!'


"Sepertinya dia marah pada kita Hyuga!"


Coolmon yang marah itu lalu membungkus dan membuat bola salju yang besar, lalu dilemparkan ke badan Hyuga dan Yajime sekaligus. Hyuga dan Yajime terpukul dengan bola salju besar yang dilempar oleh Coolmon. Coolmon itu bertepuk tangan, dan mengeluarkan suara bahagia.


'Piekkk-piekkk'


"... Aduh kepalaku sakit." kata Hyuga memegangi kepalanya yang pusing.


"... Coolmon nakal, aku akan memanahmu!" seru Yajime sembari meletakan tanganya di punggung dan merogoh udara.


"Celaka kotakku hilang!" seru Yajime panik.


"Saat kita berlari tadi, kemungkinan ada disana ayo kita kembali lagi!" balas Hyuga mencoba berdiri dengan kepala yang pusing.


"Tidak bisa Hyuga, kita harus segera pergi ke desa!"


Mereka berdua semakin panik tidak karuan, di hadapan mereka ada Coolmon besar yang membungkus bola salju lagi, dan dibelakang mereka terdengar suara ranting yang terbakar dengan jelas. Bahkan suhunya makin meningkat.


"... Jangan bilang ini ulah Belzebub!" seru Yajime tiba-tiba.


"Belzebub?!"


"Aku pernah mendengar cerita itu di guruku, dia adalah seorang dewa!"


"Dewa?"


Coolmon besar itu selesai membuat bola salju yang lebih besar dari bola salju semula, Coolmon itu lalu melemparkan lagi dan mengenai badan Hyuga.


'Piekkkkkk!!'


"Hyugaaa!"


'Piekkkkkk!!'


Yajime tidak tinggal diam, ia memegangi pedang mainan dari Hyuga yang terjatuh, dengan kaki yang gemetar ketakutan.


"Ke-- kesini kau monster nakal ...." kata Yajime berdiri dengan kaki yang gemetaran.


Namun tiba saja, ada orang lain yang melemparkan sebuah bola api dan mengenai badan Coolmon besar itu. Coolmon besar itu terbakar dan mengeluarkan suara ringisan yang besar.


'Piekkkk!!!'


"... Cih monster bodoh, pergilah anak kecil kau sudah selamat." ucap orang yang membakar badan Coolmon itu, dan mendekati Hyuga dan Yajime.


Coolmon besar itu semakin marah, ia maju dengan moncong yang terbuka lebar.


'Piekkkkkkkkk!!'


Moncong itu mengenai lengan orang itu, namun orang itu tidak merasa kesakitan sama sekali. Ia dengan tenang berdiri dan mengucapkan sebuah kekuatan dari elemen apinya.


"... Menggangu saja, terimalah 'Kakyu!!' (Bola api)" orang itu mengeluarkan bola api di telapak tangannya, lalu melemparkanya lagi di badan Coolmon besar.


Coolmon besar itu terbakar hingga akhirnya menjadi abu hitam, dan hilang tanpa bekas.


Hyuga yang melihatnya, tidak melupakan kejadian ini, karena ia melihat seseorang dengan kekuatan api, dan berpikir jika dia pelaku pembakar hutan.


'Kekuatan api, apa dia yang membakar hutan di desa?' batin Hyuga sembari memegangi lututnya yang mengeluarkan darah, dan berwajah kesakitan.


Orang yang membakar Coolmon itu lalu mengulurkan tangan ke Hyuga yang kesakitan memegangi lututnya yang berdarah.


"... Kau sudah selamat nak, sekarang pulanglah, dan obati lukamu itu ...." kata orang itu.


Hyuga tidak menerima uluran tangan orang itu, dan malah menampar tangan orang itu.


"... Kau monster! kau kan yang membakar hutan ini!!"


"Diamlah!" bentak orang itu.


"Kenapa aku harus diam?"


"Kau sudah kuselamatkan, dan malah tidak berterima kasih ... itulah mengapa aku benci dengan sifat manusia yang bodoh ini ... ah benar juga kalian dari desa Kashima ya?" tanya orang itu ke Hyuga dan Yajime.


"Ba-bagaimana kau bisa tahu?" tanya Yajime yang masih tengkurap di salju.


Orang itu tidak menjawab sepatah kata apa pun, dan memilih untuk tetap diam.


"Pergilah jauh dari Desa Kashima, kalau kalian tidak ingin mati!" seru orang itu dengan nada yang serius.


"Ma-- ti?" kata Hyuga dan Yajime bersamaan.

__ADS_1


To Be Continue ~


__ADS_2