
"Ku pinjamkan pundak ku untuk mu" Kata Arya.
"Makasih Arya"
Cukup lama kami terdiam tanpa berniat mengawali pembicaraan. Hingga Arya membuka suaranya duluan.
"Tidur yuk udah jam 03.00, Kamu belum ngantuk" sambil melihat jam yang melingkar ditangan Arya.
"Ya... udah ayo balik kamar besok kan mau jalan ke solo"
Arya pun mengantar ku sampai depan kamar. "Istirahat jangan mikirin apa apa lagi" lanjutnya.
"Iya... terimakasih udah mau nemenin aku" kata ku sambil membuka pintu.
Ku coba memejamkan mata ku, samar-samar ku mengerjipkan mata yang terkena sinar matahari yang berhasil menerobos masuk disela-sela gorden berwarna abu-abu itu. Ku tengok ke sebelah kiri ku ternyata Cendana sudah bangun.
"Cendana, buruan kebelet nih" panggil ku saat mendengar air kran shower kamar mandi menyala.
"Iya Vio tunggu sebentar" tak lama Cendana keluar dengan lilitan handuk di kepalanya.
Segera ku berlari kearah kamar mandi perut ku rasanya sudah pengen di tuntaskan saja. Tak lupa ku sambar handuk dan pakaian ganti terlebih dahulu. Setelah selesai dengan ritual mandi ku tak lupa ku oleskan skin care di wajah "Selesai" gumam ku.
Saat aku keluar kamar ternyata mereka berlima sedang asik menikmati sarapan pagi menu pagi ini nasi pecel dengan iwak peyek dan Sego gudeg lengkap.
"Kamu mau makan yang mana?" tanya Nawa sambil menunjukan dua bungkusan.
"Aku nasi gudek aja, lagi pengen pedes manis bersantan" jawab ku.
"Lah kan emang semua pedes manis" timpal Cendana.
"Dah buruan makan selagi anget" timpal Nawa.
Kami menikmati sarapan dengan nikman sambil sesekali bertukar menu karna begitu lah biasanya kalo kami makan bersama.
Dering handphone ku cukup keras hingga mengagetkan ku.
"Bentar ada telfon" kata ku sambil berjalan mendekati meja tempat handphone ku tercas.
"Assalamualaikum"
"wallaikumsalam, Vi kalian udah berangkat belum dari Jogja." kata Bila.
"Belum bil, kenapa?"
"Maaf Vi, aku harus nyusul bapak dinas, satu jam lagi kami berangkat menumpang pesawat Hercules kesana".
"Memang ada apa tiba-tiba menyusul kesana?".
"Bapak sakit Vi".
"Ya sudah, semoga bapak segera sembuh ya".
"Amiinπ, sampaikan maaf ku untuk sahabat kita ya Vi".
"Nanti ku sampaikan"
"wallaikumsalam" jawab ku.
__ADS_1
Ku langkahkan kaki menuju meja makan.
"Kita gak jadi ke solo ..." terpotong.
"Kenapa?" tanya Cendana.
"Bila dan keluarga harus nyusul dinas bapak, satu jam lagi berangkat" kata ku.
"Yah gak jadi liat Mama's seragam loreng berkeliaran dong" kata Cendana.
"Inget ada Eko disini masih mau lirik-lirik kanan kiri" kataku sambil tersenyum.
Kami melanjutkan makan pagi, meski ada rasa sedikit kecewa karna gak bisa Napak tilas ke solo tapi kami tetap merencanakan hal lain.
"Karna gak jadi ke solo mending kita ke kulon Progo tempat Sheila" katak ku sambil menarik turunkan alis.
"Emang Sheila udah pulang?" tanya Arya. Kebetulan Sheila tidak bisa ikut liburan di Jogja karna ada tugas dari kantor nya.
"Coba telpon dulu sapa tau dah balik" tambah Eko.
"Be telpon Sheila" tambah ku. Babe adalah panggilan kami ke Ragil sejak dulu .
Ragil pun mengeluarkan benda pipih itu dari sakunya dan segera menghubungi Sheila.
"Assalamualaikum"
"________"
"Dah balik Jogja?"
"_________"
"Kita mau ke Kulonprogo, gak jadi ke solo, bila nyusul bapaknya dinas lagi sakit."
"Oke kita OTW"
"_____"
"wallaikumsalam"
Ragil meletakkan benda pipih itu setengah di lempar.
"Kasian banget tu HP di banting banting mulu, dah gak mau sini buat aku aja" kata ku yang ingin meraih benda pipih keluaran terbaru milik salah satu perusahaan terkemuka.
"Enak aja" kata Ragil.
"Gimana Sheila udah balik"
"Udah" jawab Ragil cuek.
"Berati jadi dong ke Kulonprogo?" tanya Cendana.
"Jadi makanya siap siap"
"Oke" kata ku serempak dengan Cendana sambil mengacungkan jempol.
Kami pun bersiap untuk pergi ke Wates Kulonprogo. Sheila adalah salah satu sahabat kami semasa kuliah, dia anak dari dosen pembimbing ku saat skripsi dulu di kampus unguπ€. Kampus ungu ( Anak Jogja pasti tau kampus ungu yang saya maksud, kampus ini terletak di lingkarang ringroad Utara kota yogyakarta).
Setelah hampir satu setengah jam perjalanan akhirnya kami sampai di alun alun Wates.
"Rumah Sheila lampu merah belok kiri kan" tanya Arya yang kali ini mengambil alih kemudi.
__ADS_1
"Iya masak dah lupa" kata ku.
"Maklum dah cukup lama gak kesini."
"Ya iya lah kamu kan baru juga ajuin judul skripsi udah langsung dapet tawaran kerja!" seru ku.
"Emang beda kalo otak encer mah Vi" timpal Cendana.
"Beda lah Cen otak pas-pasan kayak kita, kita mah harus berjuang mati-matian buat wisuda" tambah ku.
"Kita mau beli oleh-oleh dulu gak?"
"Boleh tu sekalian kangen jajan itu" tunjuk Nawa menunjuk jajan khas wates.
Makanan khas Wates memang sering di jadikan cemilan. Setelah membungkus jajanan itu kami melaju kembali menuju rumah Sheila yang sebenarnya di belakang alun alun Wates, tapi kami harus sedikit memutar karna jalan satu arah.
Setibanya kami dirumah Sheila ternya kami disambut langsung oleh orang tua sheila.
"Assalamualaikum" mengucapkan salam serempak lalu menyalami bergantian.
"wallaikumsalam, sudah lama sekali gak ketemu kalian gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah, baik pak" jawab Ragil.
"Ya sudah mari masuk"
Ku lihat rumah ini masih sama seperti beberapa tahun yang lalu.
"Ehhhh.... kalian udah sampai, maaf tadi lagi di kamar mandi" kata Sheila.
Setelah ngbrol cukup lama kami memutuskan untuk jalan jalan sore.
"Mau kemana nih?" tanya Sheila.
"Kehutan waduk seru tuh, kan lagi musim gugur sekarang pasti keren deh" kata ku.
"oke" jawab Arya yang mulai melajukan mobil menuju hutan lindung milik waduk sermo.
"Ajib" beberapa kali ku arahkan kamera ku ke beberapa sudut hutan lindung tersebut.
Hutan ini biasanya rame oleh wisatawan saat musim gugur seperti ini karna saat gugurnya daun mahoni akan membentuk gradasi warna yang indah dan instagramable.
Cukup lama kami berada di sana hingga kami memutuskan untuk berputar arah menuju pantai Glagah.
Setelah tiga puluh menit akhirnya kami sampai, karna cuaca agak mendung maka kami tidak bisa melihat sunset.
π€π€π€π€π€
"Kenapa gak nginep aja sih" tanya sheila.
"Pengennya nginep shel tapi aku harus balik Jakarta besok, ada client mendadak minta ketemuan mendadak" kata ku yang melihat Sheila sedikit kecewa.
π€π€π€π€
"Besok terbang jam berapa?" tanya Arya yang tiba-tiba menghampiri ku di dapur.
"Penerbangan pertama, sebenernya aq masih kangen kalian waktu empat hari rasanya gak cukup buat bareng kalian" kata ku.
"Nanti kita rencanakan liburan bareng lagi" menenangkan aku yang sedikit kecewa karna liburan ku harus terganggu.
__ADS_1
bersambung......