Berbagi Senja

Berbagi Senja
PIMA-POSMA


__ADS_3

Hari yang di tunggu akhirnya telah tiba hari dimana PIMA-POSMA dilaksanakan, dengan menggunakan baju putih rok span hitam sepatu pantofel lengkap dengan jas almamater, kami di wajibkan datang ke kampus sekitar setengah lima pagi yang artinya sehabis azan subuh berkumandang.


Untuk masuk kami diarahkan kakak panitia ke pintu selatan yang artinya kita harus jalan cukup jauh di pagi buta.


Sebelum sampai pintu selatan ternyata kita di absen dan dilakukan pengecekan barang bawaan.


Setelah sampai pintu selatan ternyata sudah ada kakak panitia yang memandang seolah mau menerkam ku. Dengan tatapan sinis ala kakak tingkat diarahkan lah kami ke lapangan basket yang cukup luas itu. Curahan hati Maba🤭.


"Hai kamu...." tunjuknya pada ku.


"Iya kak.." jawab ku.


"Cek ulang bawaan mu keluarkan semua"


"Iya kak" jawab ku sambil mengeluarkan barang bawaan ku satu persatu.


"Lelet banget sih, lelet mau jadi anak teknik" katanya sambil menumpah kan semua isi barang bawaan ku.


Dia kak Mega yang menumpahkan semua isi bawaan ku, kak Mega ini salah satu anggota senat yang sangat ditakuti di organisasinya, dia juga terkenal dengan keangkuhannya tapi sebanding dengan otaknya yang encer.


"Mulai masukan barang bawaan kalian kembali sesuai dengan urutan yang saya ucapkan, pertama alat tulis, jeruk 5 buah, roti stroberi 2, madu 3, alat solat, name tag, kartu nama dan jangan lupa kumpulkan Indomie rasa kari 3 biji yang kalian bawa" intruksi dari salah satu kakak panitia.


"Iya kak" jawab kami serempak dan mulai maju satu persatu untuk mengumpulkan Indomie.


Sebetulnya dihari pertama ini tidak terlalu banyak barang bawaan yang harus kami bawa dan tidak terlalu ribet. Disini kami di bagi kelompok yang artinya tiga hari kedepan kami akan jadi partner yang baik.


Lapangan PIMA-POSMA....


Ternyata disana sudah berkumpul banyak sekali mahasiswa dari berbagai jurusan disana juga sudah berkumpul kakak pembina kelompok dengan plang nama kelompok, disana aku pun mencari kakak pembina dengan nama kelompok Bima.


Kegiatan hari ini diisi dengan berbagai arahan dari rektor, dosen, ketua BEM mau pun ketua Senat. Meskipun hanya kegiatan pengarahan tapi menurut ku kegiatan kali ini melelahkan karna dibutuhkan konsentrasi untuk memecahkan teka teki yang di berikan MC untuk kami kumpulkan di akhir acara PIMA-POSMA tiga hari lagi. Selepas salat ashar kami pun di bubarkan namun tetap kami harus bubar mengikuti arahan panitia pelaksana.


Tak sadar hari ini aku tak melihat seseorang yaitu Arfian kemana dia???? entah lah mungkin karna kami ribuan jadi aku perpikiran mungkin dia sibuk dengan kelompoknya. Seharian ini aku hanya menemui Cendana, bila , ragil, dan arya, entah yang lain tak keliatan batang hidungnya .


"Vi ..." sapa nawa yang mensejajarkan jalannya ke aku.


"Ehhj....kamu wa kirain siapa, mana yang lain?".


"Gak tau mungkin lewat pintu selatan, kan kita di pecah jadi dua"


"Ehh... iya aku lupa, Kamu liat Arfian gak perasaan dari pagi gak liat dia deh, kira kira kelompok apa ya dia" jiwa kepo ku meronta.


"Cie cie cie ada yang kepo nih ma arfian"


"Gak kepo juga sih naw, tapi aneh aja tu anak gak keliatan batang hidungnya seharian"

__ADS_1


"Nanti sampai rumah wa lah dia"


"Iya nanti ku wa dia kalo inget"


"Huft.... sok gitu kamu vi, mulut sama hati beda cerita" sindir nawa.


"Apa sih naw, gak gitu juga kali, aku sama dia gak sedeket itu" jawab ku.


"Iya sekarang belum tapi nanti siapa yang tau"


Pembicaraan kami terpotong oleh panitia yang menegor kami dari name tag nya kupaca dia kak pandu.


"Hai kalian mau pulang apa mau ngobrol disitu, kalo kalian gak mau balik terus aja disitu dengan senang hati kami akan menahan kalian berdua"


"Maaf kak" jawab ku sambil menunduk.


Akhirnya setelah berdebat sedikit dengan kak pandu kami pun lolos dan di perbolehkan pulang. Azan magrib pun sayup sayup terdengar saat kami melangkah kan kaki keluar yang artinya untuk jalan dan antri kelompok pulang pun memakan waktu hampir dua setengah jam.


Huft sungguh lelahnya hari ini, sungguh kegiatan yang menguras tenaga meski hanya kegiatan sepele dan itu dilakukan dari pagi buta.


Setelah sampai rumah ku kuhempas kan tubuh ku kekasur badan berasa mau copot semua sampai suara ketukan memaksaku untuk melangkah kan kali membuka pintu.


"Dek bukanya bersih bersih dan solat dulu keburu abis waktunya malah goleran" tegur mas Ega.


"Capek mas"


"Dijemput mbak Rani" jawab ku dengan ketus karna hampir semua nomor ku hubungi tapi tidak ada yang menjawab telepon ku.


"Maaf dek mas tadi di jalan jadi gak kedengeran emang mas Ari kemana?"


"Tau tu abang durhalek adeknya capek bukannya di jemput malah gak tau rimbanya"


"Kebiasaan tu abang mu"


"Oh jadi mas Ega bukan abang ku juga" jawab ku sambil menautkan kedua alis.


"Menurutmu????"


"Dah ah mau mandi dulu keburu Maghrib abis " jawab ku yang ogah ogahan menjawab yang pasti ujungnya akan ada perdebatan panjang kali lebar sama mas Ega.


Setelah melakukan kegiatan yang sempat tertunda ku langkah kan kali menuju meja makan yang sudah berkumpul semua keluarga termasuk mbak Rani dan mbak mi yang sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri.


"Gimna dek ospek mu hari ini" tanya ayah seusai makan malam.


"Capek yah banyak kegiatan yang tidak sesuai ekspektasi" jawab ku yang membayangkan ospek sesuai novel yang ku baca.

__ADS_1


"Hahahahahha...." gelak tawa mas Ari pecah "Makanya jangan kebanyakan baca novel jadi kagetkan kegiatan hari ini kayak apa"


"Kamu tu mas demen banget ngeledekin adeknya" tegor ibu.


"Habis lucu Bu dia"


"Ayah tu mas Ari " rengek ku.


"Mas udah jangan ledekin adeknya"


Setelah drama makan malam yang berujung mas Ari kena tampolan dari ibu karna terus ngeledekin aku. Aku mencoba menghubungi Arfian namun sampai mata ku terpecam karna rasa kantuk yang melanda dia tidak juga membalas.


[Ar kamu kelompok apa kok gak keliatan hari ini sibuk bgt ya ma kelompok mu???]


Keesokan harinya....


Hari kedua ini masih sama seperti pagi kemarin yang mewajibkan kami datang subuh dan melakukan pengecekan barang bawaan, namun ada yang berbeda hari ini karna kakak panitia kemarin yang menghadang kami ternyata tidak nampak digantikan dengan wajah baru yang salah satunya adalah ketua BEM yaitu bang Candra dengan gagah dan berwibawanya dia mengarahkan kami pagi ini.


"Silahkan kalian menuju lapangan basket dan melakukan pengecekan barang bawaan untuk yang lupa atau kurang lengkap barang bawaannya bisa langsung menemui kakak panitia di pinggir lapangan" Kata bang Candra.


Setelah kami berkumpul di lapangan basket kami melakukan pengecekan barang dan ternyata barang ku kurang lengkap, aku lupa membawa madu, itu artinya akan ada nama ku di buku catatan panitia tentang kelengkapan.


Dengan langkah gontai aku menuju pinggir lapangan untuk menyampaikan alasan ku.


"Apa barang bawaan mu yang tidak kamu bawa?" tanya kak indah.


"Madu kak"


"Kumu tau tidak kami menyuruh kalian bawa madu untuk apa?"


"Tidak kak" jawab ku jujur karna dari kemarin satu pun sachet madu yang ku bawa tidak ku minum.


"Karna kami peduli dek sama kesehatan kalian, kami sadar menuntut kalian dari pagi buta itu menguras tenaga dan madu itu fungsinya buat menjaga daya tahan tubuh kalian" ceramah kak indah.


"Kalian tunggu di sebelah sana ada sangsi buat kalian yang kurang perlengkapan"timpal kak Nova.


Setelah mencatatkan nama ku di buku tebal pelanggaran, aku diarahkan ke pinggiran lapangan untuk membantu kakak panitia mengumpulkan beras dari maba, beras yang kami kumpulkan akan kami buat bekal bansos besok.


Semua Maba sudah berada di lapangan PIMA-POSMA kecuali yg terlambat dan kurang kelengkapan karna masih membantu kakak panitia.


"Kalian sudah boleh gabung sama kelompok kalian" kata kak Nova.


"Yes "kata kami serempak karna bebas dari tugas.


Kegiatan kali ini kami di minta menyusun teka teki yang sebagian sudah di berikan kemarin, selain menyusun kami juga di ajak untuk tour kampus.

__ADS_1


"Untuk Maba silahkan mengikuti pemandu kelompok, kalian akan di ajak untuk tour kampus sambil mengumpulkan teka teki yang kami berikan, ruangan berapa dan dimana untuk mendapatkan teka teki kami sudah memberi tahu kepada kakak pemandu kelompok" tegas kak Candra di atas panggung.


Bersambung....


__ADS_2