Berbagi Senja

Berbagi Senja
Awal PSU


__ADS_3

Ku pandangi kotak itu dengan seksama dan ku buka, senyuman tersungging di sudut bibir ku menatap apa isi dari kotak itu.


Mata ini tak mau beralih dari lembaran lembaran gambar yang terpampang jelas di depan mata ku, senyuman dan tingkah absurd dari sahabat ku kembali muncul dalam angan-angan ku.


********


Ku buka lembar demi lembar foto kami yang menampilkan betapa absurd nya kami dulu, senyum ku lagi lagi mengembang, mengingat perjuangan panjang kami dulu.


*F**lashback on*


Hari ini aku bangun terlambat, semalam aku baru saja sampai di Jogja pukul sebelas malam, setelah berkunjung kerumah salah satu kerabat ku di Wonosobo Jawa tengah.


Hari ini adalah hari pertama ku masuk PSU (Pelatihan Super Unggul) untuk semester awal perkulihan, setelah pendaftaran biasanya akan dilakukan ujian tertulis untuk masuk universitas ku, selanjutnya setelah dinyatakan lulus maka kita harus menyelesaikan administrasi perkulihan selama satu semester. Setelah administrasi ini selesai maka kita akan langsung dapat NIM (Nomor Induk Mahasiswa) untuk login ke website kampus. Dengan NIM ini kita bisa login ke website kampus dan mengetahui semua jadwal PSU serta ruangan yang akan kita tempati selama seminggu kedepan.


"Haduhh Bu kok gak bangunin aku!"


"Makanya kalo main inget waktu" kata ibu.


"Kan udah di usahakan pulang cepet bu, tapi kan hujan gede, jadi nunggu reda tapi gak reda juga, akhirnya nekat pulang juga" sahut ku mengingat semalam basah kuyup.


"Makanya nurut kalo di bilangin orang tua, dibilang jangan pergi malah nekat" singit ibu.


"Aduh Bu ngomelnya lanjut nanti lagi ya Vio udah telat" kata ku sambil menyalami ibu setelah selesai memakai sepatu ku.


"Kamu gak sarapan dulu?"


"Gak keburu Bu udah jam segini, nanti aja di kampus aku sarapannya"


Hari ini berasa mau melamar kerja saja, karna kita di wajibkan memakai baju putih serta rok span hitam polos, katanya biar siap menghadapi dunia kerja😅.


Perjalanan ku ke kampus sebetulnya tak terlalu jauh, butuh waktu sekitar sepuluh menit saja dari rumah. Kebetulan kami punya satu rumah lagi di dekat kampus, selain untuk tempat tinggal juga sebagai tempat usaha keluarga ku.


Ku langkahkan kaki dengan terburu karna waktu sudah menunjukan jam setengah delapan, yang artinya lima belas menit lagi jam pertama PSU (Pelatihan super unggul) akan dimulai. Dengan langkah tergesa ku cek smartphone ku untuk mengecek ruangan.


"4.3.5 ruangan ku(Ruangan empat lantai tiga di gedung lima) " batin ku.


Dengan nafas yang terengah-engah akhirnya aku sampai di tempat tujuan ku, ruangan nampak ramai dengan Maba (Mahasiswa baru). Ku dudukan diri ku di sebuah bangku kosong dan segera menaruh tas ku di samping.


"Kenalin aku Nabila, aku dari solo" katanya yang tiba tiba mengulurkan tangan.


"Eh.... Viona" kata ku yang gugup dan kaget karena baru duduk.


"Boleh duduk sini?" tunjuk Nabila di kursi kosong belakangku.


"Boleh silahkan masih kosong juga kok" kata ku.


"Terimakasih" katanya.


Seri pertama ini dimulai dengan perkenalan diri dan mengenalkan diri pada sekitar dalam satu ruangan di pandu dosen pembimbing atau motivator. Kami di tuntut untuk mendapatkan banyak teman disesi ini, supaya memudahkan kami mengerjakan tugas selanjutnya. Dalam satu ruangan PSU diisi sebanyak empat puluh Maba terdiri dari tiga belas perempuan dan dua puluh tuju laki-laki (Kebayang gak kalian isi kampus ku itu banyakan cowok dan cewek itu langka😅).

__ADS_1


Tugas pertama ku menulis motivasi untuk diri sendiri dalam sebuah lembar kertas karton berukuran 30x30cm yang kami persiapkan dari rumah. Kemudian kami menempelkan kertas itu sampai tujuh hari kedepan sebagai pengingat apa sebenarnya tujuan kami masuk kampus ungu ini.


Sesi demi sesi kami lalui dengan suka cita serta menambah keakraban satu sama lain, yang awalnya jaim pun mulai bisa membaur, tanpa ku sadari ini lah titik awal dari aku, Cendana, Nabila, Nawa, Arya, Ragil, Eko, Alfian , Sheila dan kamu di persatukan sebagai sahabat.






Beginilah kira kira situasi saat PSU kami dulu.


*****


"Vio kantin yuk" ajak Cendana.


"Ayuk" kata ku, di ikuti sahutan dari beberapa teman ku yang mendengar ajakan Cendana. Kami pun berjalan santai menuju sebuah kantin yang berada di basement gedung dua.


"Kamu pesen apa Vi?" tanya Ragil.


"Mie ayam sama es teh aja" Mie ayam dikampus ku terkenal dengan cita rasanya dan harga sesuai kantong mahasiswa😂.


"Oke kamu cari meja dulu aja" kata Ragil.


Aku dan beberapa Maba pun duduk secara bergerombol layaknya anak ayam dengan seragam hitam putih, ciri khas anak baru🤣.


"Makasih Gil"


"Yang lain mana?" tanya Ragil.


"Cendana lagi pesen batagor, yang lain pada bubar abis kamu pesenya lama banget" kata ku yang mulai menambahkan saus dan sambal kedalam mie ayam.


"Antrinya panjang Vi, mie ayam favorite soalnya, apa lagi ini juga betepatan dengan jam istirahat"


"Ehhhhh kok aku jadi galfok (gagal fokus)" kata ku yang melihat sekitaran mulai rame dengan kating ( kakak tingkat).


Tak lama muncul Cendana dengan batagornya.


" Akhirnya bisa rasain batagor yang katanya legendaris " kata Cendana dengan senyum bahagianya.


"Kayak gak pernah makan batagor aja Cen" sahut Ragil.


"Pernah makan di luar tapi beda rasa" lanjut Cen.


"Apa bedanya sama-sama pake sambel kacang dan adonanya juga di goreng kan?" tanya ragil.


"Beda rasa sambal kacangnya, enakan ini dari pada yang dijual diluar sana" kata Cen.

__ADS_1


"ohhhh.." kata ku, karna kurang begitu suka dengan makanan berbumbu kacang itu.


"Boleh gabung disini gak" kata Arfian yang baru datang dengan kantong plastik berisi camilan ditangannya.


"Boleh kok, duduk aja" kata Cendana sambil menunjuk tempat duduk kosong disamping ku.


"Ar kamu gak makan malah makan gituan?" kataku sambil menunjuk bungkusan makanan di depannya.


"Aku tadi udah makan, jadi pengen ngemil doang"


"Ehhh... iya kalian tinggal dimana?" kataku setelah menghabiskan satu mangkok mie ayam.


Setau ku Cendana dan Arfian yang duduk berhadapan itu bukan berasal dari Jogja.


"Aku tinggal di kos putri dekat puskesmas, kapan-kapan main ke kos ku ya" kata Cendana.


"Siap" kata ku sambil mengacungkan jempol menandakan oke.


"Kalo kamu Ar?" tanya ku.


"Aku tinggal disekitar pintu barat" kata Arfian.


"Serius kamu Ar, setau ku daerah situ klo gak perumahan cluster ya kosan elite" kata ku yang sedikit tau daerah tersebut.


"Hemmmmm" di sambut cengiran Arfian.


"Wis mantep, kalo kamu bisa tinggal di daerah situ berarti kamu bukan mahasiswa sembarangan" tambah Ragil.


"Ya udah kapan-kapan kalian main aja tempat ku bebas kok" lanjut Arfian.


Obrolan kami masih terus berlanjut, tak terasa sudah tiga jam kami mengobrol ngalur ngidul untuk mengenal pribadi satu sama lain.


"Ehhhh aku pulang dulu ya udah sore" pamitku.


" Gak kerasa ya udah jam tiga aja, padahal kita harusnya balik dari tiga jam yang lalu, malah asik ngobrol disini" kata Ragil yang mulai membereskan barang.


"Ya udah aku balik dulu, Cen mau bareng gak aku bawa motor ke kampus tadi pagi"


"Boleh lumayan gak jalan Sampek kos"


"Tunggu Vio" kata Arfian yang menghentikan langkah ku.


"Ada apa Ar?"


"Boleh minta nomer wa kamu gak" katanya sambil mengeluarkan hp keluaran terbaru.


"Boleh" kataku sambil menerima hpnya dan mengetikan beberapa digit angka kedalamnya.


"Terimakasih" diikuti senyuman manisnya.

__ADS_1


" sama-sama"


Bersambung....


__ADS_2